Melati rekan kerja Leoni di sekolah Yayasan Gonzaga, menyukai dan terobsesi dengan Wiliam yang staf personalia di yayasan tersebut. Segala sesuatu dilakukannya untuk dapat membuat Wiliam senang walaupun perasaannya tidak mendapat tanggapan dari sang pujaan, malah Wiliam jatuh hati pada Leoni yang seorang guru baru di yayasan tersebut. Wiliam tahu bahwa Leoni adalah calon istri bos nya namun dia tetap melancarkan aksi untuk menjebak Leoni, pada akhirnya jebakannya itu malah yang membuat dia sendiri yang terjebak di dalam permainan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Filychia Lala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu Bulan
Dua bulan telah berlalu sejak kejadian itu.
Wiliam yang sebenarnya tidak menginginkan perusahaan milik keluarganya itu tapi karena desakan pamannya yang memanfaatkan kesalahan yang dibuatnya itu sebagai alasan untuk mengancamnya akhirnya harus bersedia mengelolah perusahaan tersebut.
Sejak memutuskan kembali ke perusahaan secara paksa, Wiliam terus disibukkan oleh pekerjaan yang tak hentinya, dia tahu jika sedikitpun dia melakukan kesalahan dalam mengelolah perusahaan tersebut atau lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya maka nasib para karyawanlah yang jadi taruhannya.
Dua bulan dia lalui dengan berbagai kesibukan, Wiliam mulai terbiasa dengan gaya hidup sebagai presiden direktur FJ Company, tuntutan pekerjaan yang mengharuskan dia berwibawah dan menikmati kemewahan seperti kakeknya dulu, namun selama dua bulan itu pun Wiliam tidak pernah bertemu dengan Melati. Dia lupa dengan tugas pertamanya yang diberikan oleh Pak George, pamannya.
“Selamat siang Wiliam.” Sapah seorang yang telah duduk di sofa ruangan kerja Wiliam
“Om?” Wiliam yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu sehabis istirahat siang kaget melihat siapa yang ada dihadapannya sekarang.
“Bagaimana kabarmu?” Tanya orang yang ada di hadapan Wiliam.
“Aku baik. Om gimana?” Tanya Wiliam basa basi sambil mengambil posisi duduk bersama tamunya itu.
“Aku juga baik. Bagaimana kabar perusahaan? Aku dengar sejak dihandle olehmu, perusahaan mengalami perkembangan pesat? Hanya dalam waktu dua bulan kamu sudah berhasil membawah kemajuan yang sangat drastis.” Puji tamunya itu, yah tamu itu adalah Pak George yang sengaja menjumpai Wiliam.
“Lumayan sih om, aku belum bisa membanggakan diri atas prestasi yang aku dapat dalam dua bulan ini, aku masih harus belajar lebih banyak lagi.” Kata Wiliam merendah.
“Kamu memang hebat, sekarang sudah ada perubahan dalam dirimu, yang duluhnya agak cuek dan tidak berperasaan, sekarang jadi sok cool dan yaahhh lumayan lah, aku tidak menyangka kamu bisa merendah seperti itu dalam menanggapi pujian dariku tadi. Hebat.” Kata Pak George bagga.
“Makasi om.” Hanya itu kata yang dapat keluar dari mulut Wiliam, dalam pikirannya terlintas pertanyaan kenapa kali ini pak George mengunjungi perusahaan itu namun tidak dapat dia ungkapkan.
“Aku percaya kamu bisa memimpin perusahaan ini dengan baik, tidak sia-sia aku memaksamu melakukan ini.” Kata pak George yang membuat Wiliam tersenyum smirk, dia menarik salah satu sudut bibirnya ke atas. “Tapi bagaimana dengan tugas pertama yang aku berikan padamu? Apa sudah ada perkembangan? Ini sudah berjalan dua bulan loh, masih ada waktu satu bulan lagi, tapi sepertinya kamu belum mendapatkan apa-apa atau bahkan
kamu belum bergerak sedikitpun?” Selidik pak George.
Wiliam yang langsung konek pada maksud dari perkataan pak George tersebut pun kaget dan sadar sepertinya maksud kedatangannya kali ini adalah untuk membahas masalah Melati.
“Kan masih ada satu bulan om.” Jawab Wiliam enteng.
“Benar memang masih ada satu bulan, tapi jangan sampai kamu terlena dengan pekerjaanmu yang akhirnya kamu hanya akan kehilangan segalanya. Kamu tahu kan bagaimana diriku? Aku sanggup membuatmu hancur.” Ancam pak George. “Kamu tahu, perbuatanmu itu telah membuat seorang wanita benar-benar hancur, jadi jangan salahkan aku jika aku melakukannya juga padamu.” Tambah pak George yang langsung berdiri dan meninggalkan ruangan Wiliam.
“Arrrgggghhh…. Om George ini gimana sih sebenarnya? Kenapa sampai dia seperti ini padaku?” Wiliam emosi. “Sebenarnya dia kesini untuk apa sih? apakah hanya untuk datang mengancamku seperti ini?” Sesal Wiliam.
***
Flash back satu bulan yang lalu.
“Mel, kamu kenapa?” Tanya pak George yang sempat melihat Melati berlari-lari menuju ke toilet dengan menahan mulutnya dengan kedua tangannya dan tidak menanggapi pertanyaan dari pak George.
“Kamu kenapa?” Pak George mendekati Melati setelah dia keluar dari tolilet wanita. “Kamu sakit?” Tanya pak George yang memperhatikan wajah Melati nampak pucat dan raut wajahnya seperti sedang tidak baik-baik saja.
“Aku hanya tidak enak badan.” Jawab Melati singkat dengan suara yang sangat lemah, kemudian melangkahkan kakinya beberapa langkah ke depan dengan tujuan untuk kembali ke kelas, namun naasnya tubuhnya gontai dan hampir jatuh terbentur lantai untung saja pak George yang berdiri tidak terlalu jauh darinya dapat dengan cepat melangkah dan menahan tubuhnya, dan tiba-tiba Melati pingsang.
Pak George langsung melambaikan tangan pada anak-anak agar mereka membantunya membawah Melati ke ruang UKS.
“Bu Melati apa yang kamu rasakan?” Tanya dokter piket di UKS sekolah setelah Melati mulai sadarkan diri.
“Agak puyeng sih dok.” Jawab Melati polos.
“Kenapa kamu pingsan? Kamu tidak sarapan tadi?” Tanya Pak George yang ada di situ sejak tadi menemani Melati.
“Sarapan kok pak.” Jawab Melati.
Sedangkan dokter yang tadi memeriksa Melati nampak senyum-senyum penuh arti.
“Bu Melati tidak ada keluhan lain yang dirasakan?” Tanya dokter lagi.
“Tidak dok.” Jawab Melati.
“Oh syukurlah, tapi ingat bu Melati harus menjaga kesehatan dan banyak minum air putih yah, dan aku sarankan sebentar pak, bu Melati pergi memeriksakan diri ke dokter kandungan yah agar bisa jelas tahu keadaan kandungan ibu.” Kata dokter dengan santai sambil memperhatikan pak George dan Melati secara bergantian, dokter itu memang tidak mengetahui latar belakang Melati dan pak george sehingga dia pikir bawah mereka berdua suami istri, makanya pak George membawahnya ke UKS saat pingsan tadi.
Mendengar arahan dari dokter, pak George dan Melati saling bertatapan, mereka tidak yakin dengan apa yang di
katakan oleh dokter itu.
“Maksud dokter bagaimana?” Tanya Melati meyakinkan.
“Berdasarkan pemeriksaan saya dan gejala yang ibu alami dapat saya katakan bahwa sekarang ibu sedang mengandung dan usia kandungan sudah sekitar satu bulan atau empat minggu Banyak selamat yah pak, bu.” Lagi-lagi dokter itu menatap mereka berdua secara bergantian.
“Apa hamil?” Batin Melati dalam hati, dia kaget mendengar penuturan dokter barusan.
“Sudah bisa jalan kan? Kamu ikut aku ke ruanganku sekarang.” Pak George tidak menunggu jawaban dari Melati
langsung melangkah keluar dari UKS dan menuju ke ruang kerjanya.
“Mampus aku, kenapa bisa hamil? Bukannya waktu itu menurut perhitunganku belum masa subur? Ah tapi kok bisa yah? Tidak mungkin kan aku salah hitung?!” Tanya Melati pada dirinya. Melati seorang gadis yang sering menjadi sukarelawan dalam melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi sehingga dia paham tentang cara perhitungan masa subur, namun dia bingung kenapa bisa hal ini terjadi?
“Aku harus bagaimana? Kenapa aku tidak sadar kalau sudah terlambat datang bulan sampai sejauh ini?” Kata Melati dalam hatinya.
Dia keluar dari ruang UKS dan menuju ke ruangan pak George sesuai permintaan kepala personalianya itu.
“Apa yang akan dia katakan padaku kali ini?” Melati penasaran.
jdjnxhrj
hduycufjfifumfuthjjdjky
hdyydydnchjfufugujfitijttjfiufyfuu
uuftjjiyyiutyuuudursfvjjjjkgyk
entah kenapa aku bisa menulis kata2 ini guysss😭😭😭