Seorang gadis yang tiba tiba menjadi pacar pura pura seorang seorang sopir yang sangat tampan .
Dengan sebuah kesepakatan mereka menjalaninya untuk tujuan masing masing .
Nah bagaimana Lika liku perjalanan cinta mereka, mampukah mereka konsisten dan menjaga perasaan mereka ataukah malah terjebak cinta yang sesungguhnya ..
Untuk mengetahuinya langsung saja ikuti alur ceritanya, dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak , like , subscribe dan koment...🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewidewie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
maafkan aku sayang
Gevan duduk di kursinya di ruangan besar tempatnya bekerja.
" ini baru awal Antoni, sebentar lagi kau akan tahu dua perusahaan yang sudah kau bangun dengan kelicikan akan segera tunduk pada PT.Millano group." gumam Gevan.
Gevan bersandar di kursi kebesarannya, dia menatap ke atas sambil memejamkan matanya, entah apa yang dipikirkannya,yang pasti hari ini hatinya sedang resah dan galau .
Gevan membuka layar ponselnya .
Dilihatnya fotonya bersama seorang gadis , yang sangat cantik di matanya dan sangat dirindukannya.
" sayang , aku sangat merindukanmu, sudah satu bulan kita berpisah , bagaimana kabarmu sayang " gumamnya dengan mata berkaca-kaca.
Tiba tiba ada seseorang yang membuka pintu tanpa mengetuknya dan itu pasti Sonia .
Gevan segera memasukkan ponselnya ke saku celananya.
" sayang , aku mau mengatakan kepadamu ada sesuatu yang penting " ucap Sonia dengan tingkah manjanya.
Gevan mendengus kesal dan membuang muka " aduhhh mau apa lagi ni anak" batinnya.
" ada apa " tanya Gevan sinis.
" sayang bukankah kita sudah menjadi suami istri jadi aset mu kan asetku juga , begini perusahaan papaku sedang mengalami devisit jadi aku mohon minta kamu bantu ya , atau kau bisa menukar dengan apapun " ucap Sonia dengan kebodohannya.
" apapun " ucap Gevan dengan mengeryitkan keningnya.
Sonia mengangguk dan berpikir kalau Gevan pria mesum dan dia akan menggantikannya dengan servis semalaman.
Gevan tersenyum dan berdiri mendekati Sonia dia elus pipi wanita itu dan mendekatkan wajahnya seperti hendak menciumnya.
Sonia pun sangat senang dia pejamkan matanya namun Gevan hanya terdiam dan tersenyum lalu pergi menjauh dan duduk kembali di kursinya.
" kamu pikir aku mau menyentuh wanita sampah sepertimu" batin Gevan sambil tersenyum sinis menatap tingkah memalukan Sonia.
Sonia membuka matanya dan Gevan sudah tidak berada di depannya.
Sonia pun mendengus dengan kesal " kau sungguh keterlaluan Gevan, walau bagaimanapun aku adalah istri sah mu sudah kewajibanmu memberiku nafkah lahir maupun batin , dan kalau aku mencari kehangatan di luar sana itu bukan salahku tapi kau yang tak pernah mau menyentuhku " ketus Sonia yang sangat kesal.
Gevan melotot dan apa yang dikatakan Sonia memang ada benarnya.
Gevan pria yang punya hati nurani , sebelum Sonia pergi Gevan lebih dulu meraih tangannya.
" Sonia , maafkan aku "
Sonia berbalik dan menatap suaminya dengan sinis .
" untuk apa minta maaf !" jawab Sonia.
" Sonia , kita sudah bersahabat sejak kecil haruskah kita nodai persahabatan kita ini" ucap Gevan.
" tuan Gevan Millano, dengar ya sekarang bukanlah saat yang tepat untuk membicarakan soal persahabatan kita tapi masalahnya sekarang adalah kita ini sudah suami istri yang sah di mata hukum dan agama, tapi kau bersikap seakan aku ini sangat menjijikan "
" bukan itu maksutku Sonia" ucap Gevan.
Sonia menatap tajam wajah Gevan yang mulai menunduk .
Entah apa yang terjadi dengan Gevan kenapa tiba tiba hatinya menjadi lemah seperti ini.
Akankah misinya gagal padahal tinggal selangkah lagi dia dapatkan Mega proyek milik papa Sonia .
Bukti bukti kejahatan yang selama ini disembunyikan oleh Antoni juga sudah mulai terkuak.
Gevan menatap Sonia yang terlihat sangat kesal .
" Sonia apa kamu benar benar mencintaiku "
Sonia terbelalak dengan pertanyaan Gevan.
" apa masih perlu aku mengatakannya Gevan" jawab Sonia .
Gevan menatap mata Sonia sepertinya yang dilihatnya sekarang adalah kerapuhan, Sonia yang sebenarnya sangat rapuh dan butuh perhatian.
Gevan mencoba memegang bahu Sonia tapi Sonia menepisnya diapun berlari ke luar kantor menuju ke mobilnya .
Sedangkan Gevan hanya terdiam.
Dret 🎵🎵🎵
ponsel Gevan berdering.
" iya Vin "
( Van, maafkan aku Allenka , Allenka)
" Allenka, kenapa dengan dia, jawab Vin ada apa , apa dia terluka"
Tiba tiba suara Alvin berubah , ternyata Allenka yang meminta untuk menghubungi Gevan dan mau minta penjelasan darinya .
( Gevan , kau jahat Van , kau tega , kau pembohong, aku muak aku benci sama kamu Van )
" Allenka, Allenka, sayang maafkan aku aku tidak bermaksud menghianatimu sayang aku masih tetap mencintaimu , sayang maafkan aku "
( maaf katamu , Gevan justru aku yang seharusnya minta maaf padamu kalau dulu aku tidak masuk di antara persahabatan kalian mungkin ceritanya tidak seperti ini, kau akan bahagia bersama Sonia)
" sayang , bukan maksudku seperti itu, aku tetap mencintaimu, aku masih sangat menyayangimu "
( tidak Van , dari awal aku tahu siapa dirimu aku sudah merasa hubungan kita tidak akan mungkin bisa bersatu karena perbedaan di antara kita )
" sayang , percayalah aku menikahi Sonia bukan karena aku mencintainya tapi karena paksaan dari orang tuaku dan adanya tujuan lain "
( memang begitu adanya Gevan , tapi pernikahan tetaplah pernikahan kamu tidak bisa begitu saja mempermainkan pernikahan sakral, ingat Gevan kau sudah bersumpah di depan tuhanmu apa tidak malu kau bilang pernikahanmu hanya main main hanya demi sebuah misi)
" Allenka"
( hiks hiks hiks cukup Van cukup sudah cukup Van hiks hiks )
Allenka menjatuhkan ponsel Alvin yang barusan dia gunakan untuk menghubungi Gevan.
Dia sangat terluka dan luruh di lantai dengan derai air mata.
Alvin pun tak tega dan segera meraih tubuh Allenka yang sudah lemas dan basah oleh airmatanya sendiri.
Alvin pun membawanya duduk di sofa dan memeluknya hangat.
" Allenka, sudahlah semua yang dikatakan Gevan memang benar adanya, dia menikahi Sonia karena memiliki misi untuk merebut tender Mega proyek milik papanya Sonia karena dari awal Mega proyek itu seharusnya dimenangkan oleh Millano group tapi entah karena apa akhirnya Antoni yang memenangkannya, karena nilainya yang fantastis Surya tidak terima dan memutuskan untuk balas dendam" ucap Alvin..
Allenka mulai tenang dan membenarkan tempat duduknya sambil menunduk dengan mata sembab.
" pak Alvin besok aku akan pergi dari sini '' ucap Allenka yang membuat Alvin panik.
" tidak , aku tidak akan mengijinkanmu " jawab Alvin.
" tapi pak aku harus tetap pergi aku harus menata hidupku yang baru " ucap Allenka sambil menunduk.
" tidak Allenka, ada apa sih dengan mu Allenka bisa gak sih bersikap dewasa dan tidak bodoh , jauh jauh aku membawamu ke sini supaya kamu terhindar dari kejahatan Sonia dan teman temannya" gertak Alvin dengan sedikit emosi.
" tapi pak"
" tidak ada tapi tapian, sekarang kamu diam di sini kita tunggu kabar dari Gevan kalau dia sudah berhasil mengambil alih proyek itu dan menjebloskan Antoni ke penjara , baru kita akan kembali ke Indonesia" ucap Alvin.
Allenka pun mengangguk .
Alvin tersenyum dan membiarkan dia beristirahat sambil menonton tivi sementara dia membuka laptopnya untuk bekerja dari rumah .
***
Hari telah berganti malam , Allenka masih belum beranjak dengan mata sembab dia duduk sambil sesekali mengusap matanya.
Alvin yang menyadarinya pun semakin iba tapi tak mendekati takutnya malah semakin menangis.
Tok tok tok .
Alvin yang berada di dapur sedang menyiapkan makan malam pun berteriak meminta Allenka membuka pintunya.
Allenka pun segera mengusap air matanya dan berjalan ke arah pintu untuk membukanya.
Ceklekkk
mata Allenka pun terbelalak, sungguh sebuah kejutan.
" Gevan" ucap Allenka lembut.
" Allenka " jawab Gevan.
Gevan tersenyum dan segera mendorong tubuh Allenka masuk dan menutup pintunya kembali .
Gevan tak sabar untuk memeluk tubuh kekasihnya itu .
" sayang , maafkan aku aku terpaksa meminta Alvin membawamu pergi jauh dan baru kali ini bisa menemuimu" bisik Gevan .
Allenka tak bisa menjawab hanya air matanya yang mengalir deras.
Gevan melonggarkan dekapannya dan menatap wajah sendu kekasihnya dia elus pipi mulusnya kemudian menyambar bibir manis milik Allenka, mereka saling berpagutan untuk melepaskan rindu .
Alvin pun penasaran dengan siapa yang datang barusan , dan setelah melihat ternyata Gevan yang datang , Alvin tidak heran kalau Gevan datang karena kalau orang sedang jatuh cinta itu jarak tidak menjadi halangan Indonesia -prancis tepatnya kita paris bukankah jarak yang jauh.
Gevan dan Allenka tetap saling berpagutan tak menghiraukan keberadaan Alvin tapi Alvin hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
" dasar bucin, lagi lagi gue jadi obat nyamuk deh " gumamnya kemudian kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.