🔞🔞🔞🔞🔞
❎Harap bagi para pembaca untuk berpikir dulu sebelum membaca cerita ini ❎
Gadis itu terlihat takut sekaligus cemas, wajahnya sudah pucat pasi keringat menetes dari dahinya, tangan serta seragam sekolah yang ia pakai juga sudah terlihat kotor oleh noda darah.
" Nak_ paman ingin kamu menikahi putra bungsu paman, paman yakin kamu tidak akan menolak permintaan terakhir paman bukan " Kata paman tersebut dengan suara tersendat-sendat.
Boommm... Bagai bom waktu yang sudah meledak tepat di waktu 00:00, tubuh Hana terkulai lemas, tulang dalam tubuhnya seketika berubah menjadi lemah dan tak mampu lagi menopang badannya. Hana sudah terisak menangis, ia sangat bingung dengan apa yang terjadi saat ini.
Namun tak lama kemudian tubuh pria itu langsung kejang-kejang, ia terlihat seperti menahan sesuatu yang sangat menyakitkan. Hal tersebut sangat mirip di adegan film horor, dimana malaikat Izrail sedang mencabut nyawa dari raga manusia.
" Ya Alloh, bagaimana ini bisa terjadi padaku. Kenapa kemalangan dan posisi seperti ini terjadi lagi padaku, aku sangat takut melihat paman itu. dia sangat mirip seperti kakek yang meregang nyawa di rumah sakit beberapa tahun yang lalu " batin gadis itu. Ia terlihat begitu lemah dan menangis tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Ayok kunjungi Cerita ku...
HAPPY READING 💓💓💓💓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini sopiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua - Dua
" Bukankah ini yang kau inginkan, kau sudah berani menggoda Papa ku, benarkah begitu.? " Tanya Roby menggoda Hana dengan menyentuh hijab nya dan sedikit mengelusnya.
" T.. Tidak, aku bahkan tidak mengenal paman yang sudah menyelamatkan ku. Sungguh aku bersumpah untuk itu, tolong jangan apa-apakan aku. " Ucap Hana sambil berderai air mata. Ia semakin ketakutan karena tingkah Roby semakin menjadi, apalagi Hana tidak pernah dekat dengan lelaki manapun.
" Hemmm... Benarkah, kalo ucapan mu benar. Maka kau harus menuruti perkataan ku, dengarkan baik-baik jika kau ingin hidup dengan tenang. Kau harus menolak perjodohan yang di minta sama Papa ku, dan kau jangan sekali-kali mendekati Ibuku. Ingat itu, jika kau tidak mendengarkan apa yang barusan aku ucapkan. Kau akan tau akibatnya, karena aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan bebas dan tenang seperti sebelum nya. " Ancam Roby dengan berbisik di telinga Hana.
Hana semakin ketakutan dengan apa yang sudah di lakukan robi kepadanya, ia menangis histeris sambil menggelengkan kepalanya. Berbeda dengan Roby yang sedang tersenyum penuh kemenangan, Setelah berhasil melancarkan aksinya.
Setelah melihat kondisi Hana yang semakin terpuruk, Roby kemudian pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun setelah mengancam Hana. Ia pergi layaknya sebuah angin yang datang dan pergi berhembus seenaknya, tanpa permisi pada orang yang ada di tempat yang ia lalui.
Sepeninggal Roby, Hana masih menangis dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Roby. Ia sangat ketakutan sekaligus kebingungan dengan apa yang sudah terjadi kepadanya. Namun tangisannya langsung terhenti, tatkala ada orang dari luar yang mengetuk pintu ruangannya. Hana bergegas menyeka air mata dan berusaha menetralkan suasana nya itu seolah tak terjadi apa-apa.
" Hallo sayang, selamat siang.. " Sapa Nisa saat masuk kedalam ruangan.
Dibelakangnya juga menyusul seorang wanita parubaya yang tak lain pembantu dari rumahnya.
" Ibu... " Uca Hana kaget, saat melihat kedatangan Nisa yang mendadak.
" Iya sayang, kenapa.. Apa kau sudah merindukan ku, padahal kita baru saja berpisah beberapa jam yang lalu. Tapi kau sudah merindukan ku layaknya kita tak bertemu dalam waktu yang cukup lama. " Kata Nisa dengan senang, ia kemudian menghampiri Hana dan duduk tepat di hadapan Hana.
" Tidak ibu, bukan seperti itu. Hanya saja aku takut merepotkan ibu, padahal aku bukan siapa-siapa. Tapi ibu selalu menjaga ku dengan sangat baik. " Ucap Hana dengan nada serak.
" Apa kau baik-baik saja, kenapa suaramu menjadi seperti ini. Apa terjadi sesuatu saat aku tiada disini, katakanlah. " Tanya Nisa dengan gelisah.
" Tidak Ibu, aku baik-baik saja. Hanya saja tadi Hana merindukan kedua orang tua Hana, sudah lama sekali Hana tidak mengunjungi makam mereka. " Jawab Hana dengan berbohong.
" Apa kau tidak sedang menutupi sesuatu dari ku..? " tanya Nisa lagi, ia ragu mendengar perkataan Hana dan mencurigai gerak--gerik yang Hana lakukan.
" T.. Tidak bu, aku tidak menutupi apapun. Aku tidak apa-apa, hanya saja aku sedang merindukan kedua orang tua ku. " Jawab Hana dengan gugup.
Nisa masih saja penasaran dengan apa yang terjadi pada Hana, ia melihat mata Hana yang membengkak dan tatapan nya yang menyiratkan ketakutan. Nisa kembali menghela nafas nya dengan kasar, karena ia tahu Hana bukan tipe orang yang mau menceritakan dengan mudah masalah yang ia hadapi.
" Oh ya, aku sudah menyiapkan persiapan pernikahan kalian. Aku tahu ini sangat mendadak dan aku tidak meminta dahulu pendapat dari mu, tapi ini demi suami ku dan demi kesembuhannya juga. Apa kau sudah memutuskan tentang permintaan ku, aku tahu ini sangat berat untuk mu. Tapi aku akan menanggung apapun kebutuhan mu dan keinginan mu, dan untuk sekolah mu. Jangan khawatir, karena aku akan mengurusnya dan kamu bisa sekolah seperti biasanya. " Ucap Nisa lembut sambil memegang tangan Hana.
" Tidak... Maksudku, kenapa bisa mengambil keputusan secara sepihak. Bukannya ibu sudah memberi ku waktu untuk berpikir, kenapa sekarang ibu sudah memutuskan kan nya. " Kata Hana dengan gemetar. Ia mengingat bagaimana perlakuan Roby dan ancaman yang di bisikan olehnya kepada Hana.
" Kenapa, aku bisa mengabulkan semua kemauan mu setelah kalian menikah. Bahkan kamu bisa hidup seperti biasanya dan melakukan aktivitas yang sering kamu lakukan. " Ucap Nisa membujuk Hana.
" Tapi, aku takut.. " Guman Hana pelan.
" Apa ada orang yang sudah mengancam mu, aku tahu kamu anak yang baik. Ibu tahu kamu tidak akan menolak permintaan ini, dan menjadi anak ibu seutuhnya. " Ucap Nisa membujuk Hana lagi, ia masih mendengar apa yang Hana gumamkan.
Nisa pikir jika Hana saat ini merasa ketakutan, ia juga berfikir jika anak lelakinya itu sudah melakukan sesuatu terhadap Hana.
" A.. Aku.. " Kata Hana.
" Aku mohon nak, menikahlah dengan anak ku. Aku mohon " Kata Nisa sambil menangis.
" Ibu.. Aku mohon jangan menangis, jika itu keinginan ibu dan paman. Maka aku akan menerima nya, tapi aku mohon jangan menangis seperti ini. " Ucap Hana sambil memeluk Nisa.
Pembantu yang ada disana hanya bisa terdiam melihat interaksi antara nyonya dan orang asing yang ia lihat. karena biasanya sang majikan sangat tertutup dan tidak mudah untuk bergaul dengan orang asing, apalagi orang biasa seperti hana.
" Kenapa nyonya sampai menangis seperti itu terhadap orang lain, dia juga selalu membahas tentang pernikahan. Memangnya siapa dari keluarga nyonya yang akan menikah, bukankah dari keluarga nya sudah tidak ada lagi yang menikah?. " Ucap pembantu itu dalam hati nya, ia merasa heran sang majikan sampai melakukan hal seperti itu.
" Benarkah, kau sudah menyetujuinya. Terimakasih sayang, aku tahu kamu memang anak yang sangat baik dan mampu mempertimbangkan permintaan ku dan juga suamiku. " Kata Nisa sambil memeluk Hana dengan erat.
" T.. Tidak ibu, seharusnya aku yang sudah berterimakasih kepada paman dan ibu. Berkat pertolongan paman aku selamat dan masih hidup sampai saat ini, jika saja paman tidak ada mungkin aku sudah... " Ucap Hana gemetar.
" Sudahlah, jangan pernah mengingat hal yang menyakitkan itu lagi. Dua hari lagi kalian akan melangsungkan akad, untuk tempatnya aku sudah mengaturnya dan akan dihadiri sama pihak keluarga ku saja. " Ucap Nisa dengan gembira.
Hana hanya bisa membalas senyuman dari Nisa, sedangkan dalam pikirannya. Ia masih kalut dan bingung untuk mengungkapkan kegelisahan yang diakibatkan oleh Roby.
masak sih roby bakal ndk bisa punya ank.....
jangan donk thorrr......
kok nanya gitu ke hana...
kenap hana ndk ajknroby pulang aja.kalo dikostsan takut ketahuan tetangga wkwkwkkkkk.
ditunggu kelanjutannyaaa
itu cium2 diperpus emg g ada murid lain apa....nyosor bae
kmrin sama han udh lumayan cair...skrg tegang lagi
si romy....
sama sigilang...
ttp roby yg menangin si hana....
seneng liatnya kalo sudah mulai meleleh kek gini
novel ini yg aq sapa dulu...
semangat kk riny.
udah mulai mau dekat ia siroby😘😘