Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Suami Selingkuh, Ku Buat Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Moms Al

demi mendukung karier suaminya Arga Prasetyo, Ariana rela menikah selama delapan tahun secara diam-diam. Ariana menemani Arga berjuang di perusahaan nya tapi balasan yang didapatnya adalah perselingkuhan, bahkan pelakor itu terang-terangan menantang nya.

setelah menyiapkan perceraian dan pergi dengan tenang ternyata Arga menolak untuk melepaskan nya. hingga seorang laki-laki lain datang membuka babak baru untuk nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Tak...

Tas yang di tenteng oleh Ariana langsung diletakkan diatas meja. Wanita itu langsung duduk menatap Martha yang sedang meminum teh nya.

"saya sudah membuat perjanjian tambahan nya, silahkan tanda tangan. Saya sudah menandatangani nya". Kata Ariana bersedekap dada menatap Bu Martha.

Bu Martha tersenyum, cangkir teh tadi yang dipegangnya diletakkan di tatakan nya.

"kenapa buru-buru sekali". Bu Martha menuangkan teh pada cangkir didepan Ariana. "minum teh dulu, kita bicara pelan-pelan". cangkir yang berisi teh itu di sodorkan oleh Bu Martha.

cangkir teh itu diangkat oleh Ariana, tatapannya mengarah ke teh itu kemudian menatap Bu Martha dengan tatapan datar.

"jangan-jangan teh nya sudah diracuni".

"kalau takut jangan diminum".

Ariana kembali meletakkan cangkir teh itu secara kasar diatas meja. "betul juga, seharunya jangan diminum". senyum kecil muncul pada mulut Ariana.

Bu Martha tersenyum miring. "dasar keluarga rendahan...."

"cukup!!!". tatapan Ariana tajam. "omongan Bu Martha sudah basi, apa tidak capek selalu mengatakan hal yang sama ?. Bu Martha memanggil saya untuk membahas tambahan perjanjian, kenapa membahas hal yang tidak berguna".

Bu Martha menghela nafas kasar, tangannya menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya sambil menatap kesal pada Ariana.

Brakkkk

Sebuah map hitam dilempar didepan Ariana, dengan cepat wanita itu mengambil nya dan membukanya, sesekali Ariana menganggukkan kepala melihat isi didalam map hitam itu.

"saya mau perjanjian tambahan itu dari saya sendiri, Bukan kamu. Jadi buang saja perjanjian yang kamu buat itu". Kata Bu Martha terus menatap Ariana.

"baiklah...anggap saja perjanjian tambahan yang saya buat batal. dokumen ini saya bawa dulu, saya perlu berbicara dan memperlihatkan dokumen ini pada pengacara saya". Ariana menutup map itu yang isi nya adalah perjanjian kompensasi.

"besok siang, saya akan memberi kabar untuk Bu Martha".

"kalau ada masalah bilang saja, nanti akan saya ubah untuk mu". Bu Martha memicingkan matanya.

"kalau begitu gunakan saja punya ku".

"tidak bisa, semuanya harus dengan versi ku".

Kening Ariana mengerut tidak mengerti maksud dari Bu Martha. "bukan nya tadi Bu Martha mengatakan, saya boleh merubah nya ? Tapi kenapa sekarang harus mengikuti versi anda ? Maksud Bu Martha bagaimana ?".

"maksudnya...kamu harus tanda tangan dulu sebelum pergi". Tunjuk Bu Martha pada dokumen itu.

Ariana terdiam mengetuk-ngetuk ujung meja, sesekali tatapan nya mengarah ke Bu Martha.

'klausal yang ditulis disana memang terlihat aman, tapi makin dibaca maka makin terlihat ada jebakan didalam nya'.

Didalam perjanjian itu memang tertera jika sebelum bercerai Ariana terlihat dekat dengan lawan jenis, maka otomatis perjanjian nya akan batal, dan hal seperti itu pasti akan dibuat seperti fitnah, apalagi Bu Martha begitu licik, bisa saja akan menjebak Ariana diluaran sana.

"baiklah... hari ini akan aku beri kabar, saya keluar menelpon pengacara saya dulu. Jika tidak ada masalah maka saya akan menandatangani nya hari ini juga".

Ariana langsung mengambil map hitam itu dan juga tas nya. kemudian keluar dari ruang privat itu. meninggalkan Bu Martha dengan senyum licik nya.

Setelah kepergian Ariana, dengan buru-buru wanita tua itu mengambil ponsel nya dari dalam tas dan menelpon seseorang.

"Ariana sudah keluar dan membawa dokumen perjanjian itu". Ujarnya melalui telepon. "Putri...kamu bisa sungguh bantu Tante kan ? Untuk menghindari uang perjanjian cerai itu".

"Tante tenang saja, semuanya sudah aku atur. keluarga Prasetyo tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun, dia tidak akan berani memeras Tante lagi". Putri tertawa pelan di ujung telepon sambil duduk ditempat tidur nya.

Bu Martha yang mendengar itu terlihat sangat senang sekali. "kamu memang sangat hebat putri. Pokonya Tante sangat bangga padamu. Tante serahkan urusan Ariana pada mu".

"terimakasih Tante, pokok nya hasil nya akan aku laporkan ke Tante. Aku juga tidak mau si Ariana itu memeras Tante, dia sangat tidak tau diri". Putri memanyunkan bibirnya tak suka Ariana jika harus bercerai dengan Arga tapi mengambil uang kekasihnya itu.

"iya sayang... Tante juga sebenarnya tidak mau. Tapi Tante tidak bisa berbuat apa-apa". Curhat Martha mengeluarkan kata-kata sedihnya.

"iya Tante, aku mengerti. kalau begitu aku tutup dulu teleponnya".

Putri langsung mematikan telepon dari Bu Martha, senyum mengembang pada bibir wanita manja itu.

"Ariana... Malam ini tamat lah riwayat mu". Tawa putri menggelegar didalam kamarnya. Bahkan sampai berputar-putar dan menjatuhkan badannya di atas tempat tidur.

Sedangkan Ariana sedang berjalan keluar lorong ruang privat hotel itu. "sekarang perjanjian ini sudah ada padaku, tanda tangan bisa di tunda dulu, lebih baik aku bertemu tuan Adrian dulu untuk memberi jas nya".

Ariana langsung menghubungi tuan Adrian dengan mengirimkan pesan. Ariana yang fokus pada ponsel nya tidak melihat sekitar nya jika ada seorang laki-laki yang lewat sambil sedang memantau Ariana.

Laki-laki itu dengan sengaja menabrak Ariana hingga terjatuh.

Brukkkk

[ saya sudah sampai di...]

Belum sempat Ariana melanjutkan pesan nya, ponsel nya sudah jatuh tapi pesan itu tetap terkirim.

"maaf nona, saya tidak sengaja". Ujar laki-laki itu membantu Ariana berdiri, tapi tangannya masuk kedalam saku celananya nya dan mengeluarkan sebuah suntik, menancapkan pada bahu Ariana hingga wanita itu limbung dan hampir tidak sadarkan diri.

laki-laki itu langsung membawa Ariana sambil berjalan pelan, Ariana yang masih setengah sadar kembali mengetik pada ponsel yang masih dipegang nya.

Walau tidak dilihat, tapi Ariana masih bisa menghapal letak huruf tombol pada ponsel nya itu.

[ tolong ]

* * *

"tuan....". panggil fajar masuk dengan terburu-buru sambil memegang ponsel milik Adrian.

Adrian yang sedang duduk membaca buku meletakkan buku itu diatas meja. "ada apa ?".

"nona Ariana tadi mengabari akan membawakan jas anda jam tujuh malam. Tapi sampai sekarang belum juga tiba, dan ini....". Fajar menyerahkan ponsel itu pada Adrian. "nona Ariana baru saja mengirimkan pesan yang saya tidak mengerti".

Adrian menatap pesan itu, tatapan nya mengarah ke depan sambil mencerna pesan yang dikirim oleh Ariana.

"tolong ...". ulang Adrian melihat pesan itu kembali.

Adrian menekan tombol panggilan pada nomor ponsel Ariana.

"tuan ini...".

Adrian menaruh jari telunjuk nya diatas bibir, menyuruh asisten itu untuk diam karena ingin mendengar suara Ariana di seberang telepon.

terdengar suara tangisan dan juga suara nafas yang memburu dari seberang telepon, setelahnya Adrian mematikan telepon itu.

Laki-laki itu langsung berdiri. "cepat tanyakan pada resepsionis, apakah Ariana sudah datang atau belum".

Dengan cepat fajar sedikit menjauh menelpon melalui telepon hotel yang tersedia didalam kamar hotel itu.

Setelah berbicara dengan resepsionis melalui telepon fajar melapor pada Adrian. "resepsionis bilang jika nona Ariana sudah datang sejak tadi, tapi nona Ariana menemui seseorang di ruangan privat dan sudah keluar sejak tadi". lapor fajar menundukkan kepalanya.

"cek semua cctv, jangan sampai ada yang terlewatkan". perintah Adrian dengan rahang mengeras, tangannya menggenggam ponsel begitu erat.

"baik tuan...". Fajar keluar menuju ke tempat cctv.

"dia meminta tolong...".

Bersambung...

1
Adinda
lanjut thor
sunaryati jarum
Ayo balasan apa yang akan kamu berikan pada Arga, Martha dan Putri,Ariana? Emak makin penasaran
sunaryati jarum
Emak menunggu pembalasan kamu pada Arga,Putri,dan Bu Martha,maka 5 🌟 kuberikan.Emak sabar menunggu momen itu
sunaryati jarum
Lega Ariana selamat,putri dan Martha harus bertanggungjawab jawab, karena preman suruhannya pasti berkicau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!