Perhatian novel ini mengandung teori dan misteri
Jika kalian tim yang lebih mementingkan judul, dari pada alurnya silahkan berpikir dulu sebelum membaca, takutnya tidak suka alurnya malah berakhir hate koment🙏🏻
Setelah bertengkar hebat dengan orang tua nya Serin memutuskan untuk pergi dari rumah dan hidup sendiri
hidupnya berubah ketika dirinya mengenal Glen yang tidak lain adalah seorang Presdir tampan yang sukses di usia yang terbilang muda
ikuti keseruan cerita mereka di PENGAWAL CANTIK
yang mau info up bisa follow ig
@sweetdream
Mohon maaf jika ada kesalahan atau typo soalnya ini karya pertama autho, happy reading🥰🙏🏻
cerita ini hanya fiktif belaka murni karangan author, jadi mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, judul atau tempat, itu semua murni kebetulan
jika kalian suka ceritanya jangan lupa like, tambah kedaftar favorit, vote dan tentunya tinggalin jejak dengan koment ya🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sweetdream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Proyek
Tidak butuh waktu lama untuknya rapi dengan setelan jasnya, meraih tas kantornya Glen melangkah pergi dari kamarnya
...****************...
Sampai diruangannya ia duduk di kursi kerjanya
Sekertarisnya masuk dengan sebuah tablet yang di pegangnya, “satu jam lagi bapak akan bertemu pak Mario, lalu jam 11.00 pergi ke lapangan untuk meninjau beberapa proyek, jam 13.00 makan siang, jam 13.40 meeting dengan pak Marshel” ucapnya membacakan rentetan jadwal atasannya hari ini
Vina melangkah keluar dari ruangan Glen, setelah mendapat anggukan darinya
Tangannya meraih beberapa berkas yang harus ia selesaikan sebelum pergi bertemu dengan Mario, tidak terasa waktu berlalu begitu cepat kini Glen beranjak dari duduknya lalu melenggang pergi dari ruangannya
Masuk kedalam mobil sopir melajukan mobilnya menuju tempat tujuan, tidak butuh waktu lama, ia sampai di sebuah gedung yang merupakan perusahaan pusat dari NIX Group
Glen turun dengan coolnya dari mobil, masuk kedalam lobby diikuti sekertarisnya yang berjalan di belakangnya, tak ayal jika banyak pasang mata menatap kearahnya, karena ketampanan serta karisma yang dimilikinya, menjadi pesona tersendiri bagi setiap orang yang melihatnya
Setelah di tuntun Eric sekertaris Mario, mereka masuk keruangan CEO dari NIX Company, sontak paman Serin itu menjabat tangan Glen dan mempersilahkannya untuk duduk
Hampir 30 menit mereka bicara masalah Lab yang prosesnya telah mencapai 35%, pria yang memiliki kepiawaian dalam berbisnis itu menjelaskan semuanya pada Mario dengan bahasa yang mudah, dan jelas tanpa berbelit
Mario meraih teh yang sebelumnya telah di buatkan oleh resepsionis yang ada di depan ruangannya
“bagaimana dengan rencana pernikahanmu Glen?” celetuk Mario
"sesuai rencana pak” sahutnya, yang juga meraih teh yang ada di depannya, mendengar pembicaraan Glen dan Mario, membuat Vina tau untuk apa bosnya itu membeli cincin hari itu
...****************...
Glen langsung saja memasang topi pengaman untuk kepalanya, karena ia akan masuk untuk meninjau langsung pembangunan, setelah selesai meninjau proyek lab, ia pergi lagi menuju proyek lain yang jarak masing-masing proyeknya lumayan jauh
Masih ada 3 proyek lagi yang harus pria itu tinjau, dan kini ia telah sampai di proyek kedua, setelah selesai meninjau proyek kedua ia beralih pada proyek ketiga, yang merupakan proyek untuk pembangunan sebuah gedung yang nantinya akan di peruntukkan, untuk sebuah toko induk dari sebuah perusahaan pornitur
Jam sudah menunjukkan pukul 13.03 tapi Glen masih meninjau proyek ke empat, walau seharusnya sudah waktunya ia makan siang, setelah selesai ia mengajak sekertaris dan manager proyek, untuk makan siang bersama karena setelah ini ia akan pergi lagi
...****************...
Kini pria yang sedang duduk di kursi penumpang itu, perlahan meregangkan leher dan tubuhnya untuk mengurangi rasa penatnya, setelah selesai makan siang Glen dan sekertarinya, langsung pergi untuk menemui Marshel yang merupakan CEO sekaligus founder dari Hotel A yang sudah memiliki 21 cabang di seluruh penjuru Negara
...****************...
Masuk kesebuah ruangan privat di sebuah restoran, “maaf pak apa bapak sudah menunggu lama” tanyanya karena melihat Marshel sudah ada diruangan tersebut sambil duduk santai
“tidak... aku tidak menunggu lama, hanya saja aku yang terlalu cepat” jawabnya dan hanya mendapat anggukan dari Glen, tidak lupa senyum sopan yang ia gambarkan dibibirnya
“bagaimana kabarmu Glen?” tanya Marshel seraya menyeruput minumannya
“baik pak” sahutnya sopan, dan di angguki oleh Marshel
Marshel dan Glen memang memiliki hubungan yang baik sebagai rekan kerja, terutama dengan mendiang Ayahnya, perusahaan Mashel sudah bekerja sama jauh sebelum Glen memegang kekuasaan penuh terhadap DC, kini pria yang mungkin berumur sepantar dengan Ayahnya, kembali mempercayakan proyeknya pada DC
“apa kau masih melajang Glen?” tanya Mashel seraya meletakkan cangkirnya ke meja, mendengar pertanyaan
Marshel pria itu hanya menarik senyumnya
“bagaiman jika dengan anakku saja, ia baru saja kembali dari luar negri setelah menyelesaikan pendidikannya” tawar Marshel
“maaf pak, tapi saya sudah punya calon istri” tolaknya secara sopan
“benarkah itu..” tanyanya lagi, dan di angguki pelan oleh Glen
“kapan kau akan berencana menikah Glen?” tanyanya lagi, “mungkin dalam waktu dekat pak” sahutnya sopan dan di angguki oleh Marshel
Mereka bicara sampai waktu pertemuan habis
Setelah pertemuannya dengan Marshel, ia pulang setelah mengantarkan sekertarisnya itu pulang, kadang Glen memang bisa mengantarkan sekertarisnya, yang sudah hampir 4 tahun bekerja dengannya
Melangkah masuk kerumahnya, ia menatap keseluruh penjuru rumahnya sambil menaiki anak tangga
Glen tersenyum tipis, rasanya rumahnya benar-benar sunyi, tidak seperti dulu saat Serin tinggal dirumahnya, karena kadang wanita itu berjalan bolak-balik dari kamarnya, ke dapur entah apa yang dilakukannya, tanpa sadar Glen terkekeh kecil karena mengingat hal kecil itu
Ia menghela panjang nafasnya, dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena mengingat hal kecil, namun sukses membuatnya tersenyum
...****************...
Serin yang tengah asik rebahan di kasurnya, menoleh kearah pintu kamarnya yang terbuka, dan memperlihatkan seorang wanita dengan perawakan yang masih bisa di bilang bagus walaupun sudah menginjak usia 47 tahun
“ada apa mah?” tanyanya ketika melihat ibunya masuk ke kamar,
Wanita yang masih berdiri di hadapannya itu menatap lekat kearah dirinya, “kamu gemukan sayang?” ucapnya menatap Serin dari atas sampai bawah
Serin mengerutkan dahinya dan menatap tubuhnya, “ah tidak... perasaan mamah aja kali” sahutnya
“coba kamu berdiri di sana” suruh marisa, menunjuk sebuah timbangan kaca yang ada di dekat lemari pakaian
Wanita berparas cantik itu menggaruk kupingnya yang tidak gatal, lalu beranjak dari duduknya, menuju timbangan yang tadi di tunjuk ibunya
Ia berdiri tegak di atas timbangan, matanya membulat ketika melihat angka dari timbangan yang menunjukkan angka 65kg, yang berarti wanita itu telah menambah 2kg dari berat idealnya, dengan tinggi 170cm seharusnya berat idealnya adalah 63kg dan sekarang beratnya telah mencapai angka 65kg
“kamu makan apa jadi bisa mencapai angka segini?” tanyanya menatap curiga pada sang anak
“mungkin karena kemarin aku makan daging dengan Glen” elaknya
“kamu akan segera menikah Serin, nanti pakaianmu tidak akan muat jika beratmu naik begini” ucapnya dan karena itu juga, ibunya menyuruhnya untuk diet selama beberapa hari kedepan
Serin menghela panjang nafasnya karena harus diet, ia paling tidak suka jika ibunya itu menyuruhnya diet, tapi mau tidak mau ia harus melakukannya
...****************...
Terlihat orang tua dan anak perempuannya itu sedang duduk menyantap sarapan
Tapi tidak bagi Serin, ia hanya di suruh untuk makan-makanan yang sudah dipilihkan ibunya untuknya
Melihat itu David hanya menggelengkan pelan kepalanya, ia tau betul jika istrinya itu sangat menjaga penampilannya, terutama penampilan anaknya
Selesai sarapan ia pergi ketaman belakang rumah, untuk menikmati sinar matahari pagi yang memiliki banyak manfaat
...****************...
.
.
.
.
.
.