Indonesia
NovelToon NovelToon
Hujan Temani Aku Menangis

Hujan Temani Aku Menangis

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / CEO / Chicklit / Tamat
Popularitas:33.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ni'matul Ula

Yoona seorang gadis cantik yang berprofesi sebagai model dan selebriti terkenal terjebak perasaan dengan seorang CEO cerdas lulusan Jerman.
mereka yang awalnya hanya berpura-pura pacaran pada akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain.
namun sayangnya kisah cinta Yoona dan sang CEO tidak berjalan mulus begitu saja, teror demi teror berdatangan menjelang hari pertunangan mereka.
dapat kah Yoona dan kekasihnya melewati semua rintangan itu?

Persahabatan, Konflik, Komedi, Romantis dan kesedihan tersaji didalam cerita ini.
penasaran seperti apa keseruan cerita nya?
yuk dukung dan baca karya saya Hujan Temani Aku Menangis.

Instagram penulis: rii_mhey

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni'matul Ula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 (Tepi Pantai)

Yoona mengambil ponsel dan

menelepon Jeje, ia memintanya agar segera kembali ke kamar hotel dengan membawa

makanan, serta obat penurun demam.

"nih pesanan lu" ucap

April saat dirinya dan Jeje tiba dikamar hotel, bersamaan dengan itu ia

menyerahkan kantong kresek yang ia bawa.

"demamnya parah gak??"

imbuh April bertanya.

Yoona: "gak kok, semoga aja

habis minum obat demamnya turun"

"perasaan tadi baik-baik aja,

apa dia terlalu bekerja keras tadi?? kan gue udah bilang buat santai, gak usah

buru-buru" ujar Jeje dengan pikiran liarnya.

Yoona: "kerja keras apaan sih

jeee... sumpah ya.. pikiran lu kemana-mana"

"kekekekekek... tapi Jeje

bener tahu Yoon, gak usah bekerja terlalu keras!! santai..!! nikmati...!!

mumpung dibali...!!!" April terkekeh dan ikut menggoda Yoona.

"aaaiiiissssshhh" Yoona

mengumpat jengkel.

mereka pun duduk dibalkon teras depan

kamar yang mana pemandangannya langsung mengarah ke pantai, ditengah

perbincangan mereka, terdengar dering ponsel dari dalam kamar.

Yoona pun masuk dan memeriksa

darimana asal sumber suara, setelah diketahui bahwa itu berasal dari ponsel Galvin

yang kala itu berada di dalam saku celana.

Yoona mencoba membangunkan Galvin

yang masih terbaring diatas tempat tidur, namun Galvin hanya diam tidak memberi

reaksi apapun.

"dia tidur lelap banget

lagi..!! ini pasti efek dari obat penurun demam yang gue kasih tadi"

gumamnya dalam hati.

dengan perasaan was-was ia mengambil

ponsel tersebut "kak Dewa lagi yang telepon" Yoona menggerutu.

"vin, galvin ada telepon

nih" ujar Yoona sambil menepuk-nepuk pelan lengan Galvin.

dering ponsel berhenti sesaat

namun kembali berdering lagi seakan ini panggilan mendesak yang harus diterima,

dengan terpaksa Yoona mengangkat telepon tersebut.

"hallo bang Galvin" Dewa

menyapa dari seberang telepon.

"hallo.... " jawab Yoona

ragu.

Dewa: "ini siapa yaa?? bang

galvin nya mana??"

"aku Yoona, Galvinnya sedang

ke toilet" jawab Yoona berbohong, karena dia tidak mungkin mengatakan

bahwa Galvin sedang tidur didekatnya.

Dewa: "yaudah aku tunggu

kalau gitu, gak usah dimatikan teleponnya!!"

"dimatikan dulu aja, ntar

telepon lagi setelah dua jam" ucap Yoona membujuk.

"cuma ke toilet aja kenapa

nunggu dua jam??" Dewa merasa ada yang aneh.

Yoona kembali memutar otak mencari

alasan "karena ke toilet nya harus antri"

Dewa: "kamu gak lagi bohong

kan?? ini aku telepon disuruh papa soalnya"

Yoona mengernyitkan alisnya, ia

bingung karena Dewa bilang panggilan telepon tersebut atas perintah ayahnya.

"sebenarnya Galvin lagi

tidur" ucap Yoona jujur.

"tidur...?? tidur

dimana??" tanya Dewa menelisik.

___

sementara dilokasi Dewa menelepon,

pak Irwan tiba-tiba muncul dibelakangnya "sini hp nya, biar papa yang

bicara" Dewa pun menyerahkan ponselnya tanpa berani membantah.

pak Irwan: "hallo"

"iya hallo om" jawab Yoona

dengan detak jantung yang menderu.

pak irwan: "apa benar Galvin

sedang tidur disitu??"

"benar om, dia lagi tidur,

dia demam" Yoona menjawab apa adanya.

Galvin terbangun ia menggenggam

tangan Yoona yang berkeringat dingan karena gugup.

melihat itu Yoona langsung

menyerahkan ponsel Galvin "ini telepon dari bokap lu" ujar Yoona

dengan suara pelan cenderung bisik-bisik.

Galvin: "hallo paaa"

pak Irwan: "hallo Galvin,

benar kamu sedang demam??"

Galvin: "iya sedikit

paaa..."

pak Irwan: "ini sedang

dimana? biar dijemput sama adik kamu"

"engga, gak usah paa...!!!

ini juga udah baikan kok..!! udah minum obat dikasih sama pacar Galvin

tadi" ucap Galvin sambil melirik ke arah Yoona.

pak Irwan: "kamu yakin gak

mau dijemput??"

Galvin: "iya paa"

pak Irwan: "ya sudah kalau

begitu jaga diri baik-baik, kalau ada apa-apa langsung telepon papa"

Galvin: "baik paaa..."

setelah menutup panggilan telepon,

Galvin bertanya pada Yoona mengenai tangannya yang tadi berkeringat dingin, dan

yona pun mengakui bahwa dirinya gugup berbicara dengan pak Irwan.

"papa saya orangnya santai

kok" ucap Galvin menenangkan sambil tersenyum.

lalu dia mengecup lembut tangan Yoona

yang sejak tadi ia genggam, seraya mengucap "i love you"

Yoona tertawa kecil lalu tersenyum

menyunggingkan bibirnya "apaan sih" ujar Yoona sambil menghempaskan

tangan Galvin yang memegangi tangannya.

"mau kemana??" tanya

Galvin ketika Yoona beranjak dari tempat duduknya.

"ya siapin makan lu lah, ntar

telat makan sakit lagi..!! gue lagi yang repot" jawab Yoona mengomel.

"galak banget sih, untung saya

sayang" celoteh Galvin dengan senyum menggoda.

Yoona mengulurkan tangannya,

memberikan semangkuk bubur ayam yang dibawakan April dan Jeje tadi.

tapi Galvin enggan menerimanya ia

justru bertanya "ini orang sakit disuruh makan sendiri??"

dan Yoona balik berkomentar

"astagaaa... ini orang banyak mau nya yaa... udah lu makan sendiri, lu kan

cuma sakit demam bukan lumpuh".

Galvin tersenyum menambah tingkat

ketampanan diwajahnya seraya berkata "iya sudah saya akan makan sendiri,

saya juga tidak maksa kok"

_______

sore harinya April dan Jeje

bersantai ditempat SPA untuk menikmati pijat refleksi,

sementara Galvin sendiri mengajak

Yoona berjalan-jalan ditepi pantai, saat itu demamnya memang sudah turun dan

membaik.

"demam lu beneran udah

turun?" Yoona bertanya sambil melangkah dengan santai diatas pasir putih

yang terhampar luas ditepi pantai.

pertanyaan itu ditujukan pada Galvin

yang sedang berjalan beriringan disebelahnya.

"periksa saja

sendiri...!!" ujar Galvin sambil meletakkan tangan Yoona didahinya.

Yoona pun menghentikan langkahnya,

dengan tangan yang masih menempel didahi, Yoona menatap lekat bola mata Galvin

dia termenung beberapa saat menciptakan moment romantis.

hingga pada akhirnya Galvin

dikejutkan dengan tangan Yoona yang tiba-tiba menggetok keningnya.

Galvin pun memegangi keningnya

sambil mengeluh "aaaahhh.... kok kamu getok kepala saya sih??"

"itu hukuman, karena lu

selalu muncul dihadapan gue" Yoona menjawab tanpa rasa bersalah sedikitpun.

lalu kembali bertanya

"sekarang jelasin kenapa lu bisa tahu gue di Bali?? mana tiba-tiba muncul diatas

ranjang saat gue bangun tidur lagi"

Galvin: "ya mungkin karena

kita jodoh kali"

"mau jujur gak...?? jujur

gak...?? jujur gak..??" pinta Yoona sambil tangannya bergerak liar

menggelitik perut Galvin.

pria itu pun tertawa geli dan

mencoba melepaskan tangan Yoona yang berkeliaran di tubuhnya.

namun Yoona tidak mau kalah ia

terus menggelitik tanpa ampun, Galvin pun terus tertawa dan berjalan mundur

dengan tangan yang masih berusaha menyingkirkan tangan Yoona.

hingga akhirnya ia tersandung,

terjatuh terlentang diatas pasir, tak hanya sampai disitu.

Yoona yang sejak tadi mengganggunya

juga ikut terjatuh dengan posisi telungkup menimpa tubuh Galvin.

kini mereka berdua saling tumpang

tindih dan saling berhadapan, mereka diam tak bergeming dari posisi itu, cukup

lama tatap mata mereka beradu pandang satu sama lain, hingga akhirnya...

"kamu gak mau turun??"

tanya Galvin menggoda membuyarkan lamunan Yoona.

Yoona melotot kaget dan langsung terlonjak

turun dari atas tubuh Galvin.

muka nya memerah manahan malu, Galvin

semakin menggodanya dengan berbisik "nanti dilanjutin dihotel disini

banyak orang"

Yoona mengangkat dan menunjukkan kepalan

tinju ditangan kanannya "ngomong sekali lagi gue tonjok nih...!!!"

tutur Yoona mengancam.

alih-alih takut Galvin malah

menertawainya.

1
Nur rahmayana
suka dgn tulisan end...semangat bacanya
Anonim
bacaan ringannnn...syuka
Anonim
gercep nian si Abang...
Anonim
gavin menang banyak....
Anonim
ceritane enteng...enak dibaca...
Sumiati Sumiati
lanjut
re
Ditambah dikit nikahnya, hamil punya anak dll
Rii Mhey: hai ka terima kasih atas sarannya kami sangat menghargai ❤️
but FYI akhir cerita memang sengaja saya buat seperti demikian ya ka, karena tidak semua cerita harus diperjelas ending nya, ada kalanya dibuat menggantung agar pembaca penasaran ☺️
terima kasih telah baca dan memberikan saran kami sangat menghargai ❤️ semoga tuhan memberkati ❤️ tetap jaga kesehatan ❤️
total 1 replies
Suharnik
Nyimaaaak thorrrr👍👍👍❤❤❤
Winda
bagus bangt tor aku tunggu karya selanjutnya😘
Nur Devina
novel ini bner* bsa bwt pmbca ngbayanging adegan para tokoh yg trlibat didalamnya autor nyeritainya jelas dn ini mnurut aku keren bgt sih salut bgt sma autor 👍
Hildawuri
autooooorrrr novelmu keren bgeeeeet 😘😘😘😘
Hildawuri
galvin keren banget 😍
Gita
bagus bgt tor❤️❤️ aku bs byanging setiap ekspresi dan momen yang diceritakan ini bgus bget alurny jga jelas 😍😍😍 ditunggu next karya tor 🔥🔥🔥🔥🔥 i love you tor ❤️❤️❤️❤️❤️
Tasya
😍😍😍
lulufatimah
npa hrus putus yonaaa😭😭😭
lulufatimah
melo dibagian ini😭😭
lulufatimah
aaaaahhhhh bikin greget tor❤️❤️❤️
lulufatimah
tag aku klo ada karya baru tor❤️❤️
lulufatimah
sukaaaaa❤️❤️❤️❤️❤️
Vivifitria
Uda repot" ikut kencan buta malah ketemu nya O dipisah ngakaakk woy🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!