Indonesia
NovelToon NovelToon
When We First Met

When We First Met

Status: tamat
Genre:Duda / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arik Tri Buana

Luna tidak pernah menyangka bahwa pertemuannya dengan Alkins membawanya pada sebuah rasa yang yang tak pernah pernah ia rasakan sebelumnya.

kehidupannya yang biasa-biasa saja kini berubah bewarna namun satu hal yang tidak pernah dimengerti oleh Luna yaitu perubahan sikap Alkins jika itu menyangkut masa lalu pria itu.

Akankah Luna mengetahui rahasia besar Alkins?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arik Tri Buana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Pertemuan tak Terduga

Seminar dilakukan keesokan harinya jadi masih ada waktu untuk beristirahat namun sepertinya aku harus melupakan ide itu karena rekanku mengajakku untuk makan malam bersama. Semuanya sudah hadir kecuali dr. Jeano.

“Apakah dr. Jeano tidak ikut?”

“Sepertinya tidak. Aku dengar dr. Jeano orangnya tertutup jadi mungkin dia tidak akan ikut makan malam dengan kita.”

Aku tidak terlalu menyahuti perbincangan mereka karena aku fokus pada makanananku dan segera menyelesaikan ini untuk segera kembali kamar hotel untuk beristirahat.

Setelah makan malam kami berjalan sebentar di sekitar kawasan hotel sebelum berpisah untuk beristirahat. Aku baru saja menyibakkan selimutku namun suara ketukkan pintu di depan membuatku menghela napas panjang dan menggerutu.

“Alkins?”

Itu lah sambutan pertamaku saat melihat Alkins dengan kopernya berada di pintu kamarku. Dia menarik kopernya itu dan sedikit mendorong tubuhku hingga membuatnya leluasa masuk ke dalam kamarku.

Awalnya aku pikir itu adalah dr. Jeano karena kamar kami yang bersebelahan tapi ternyata adalah suamiku sendiri.

Dia menarik kopernya kasar ke samping koperku yang masih tergeletak di lantai dan kemudian dengan santai ia berbaring di kasur tanpa melepas sepatunya, jangan lupakan seragam pilotnya yang masih melekat di tubuhnya.

“Kenapa kamu datang ke kamarku?”

“Memang salah aku datang ke kamar istriku sendiri?” Balasnya dengan mata yang terpejam.

Menghentakkan kakiku, aku membuka kopernya untuk menemukan baju santainya dan menyuruhnya mengganti baju. Saat aku sedang memilih baju untuk Alkins, suara ponselku yang berdering menginterupsi ku.

Segera kuraih ponsel yang tergeletak di meja rias dan mengangkat panggilan seseorang yang entah aku tidak sempat melihat nama kontak yang muncul di layar ponselku.

“Halo.”

“Luna.”

Suara ayah mertua?

Aku sedikit menjauhkan ponselku melihat nama kontak yang tertera di layar, mataku memicing karena ini cukup jarang ayah mertua meneleponku secara langsung melalui nomor ponsel. Sebelumnya dari ponsel anaknya itu yang kini sedang santainya berbaring di atas ranjang.

Karena jarang bertemu dengan ayah Alkins aku sedikit tergagap dan canggung saat berbicara dengannya. Kakiku melangkah mendekat ke arah Alkins dan menggoyangkan kaki Alkins dengan tanganku yang bebas.

Mata Alkins terbuka, ia sedikit mengangkat kepalanya melirik ke arahku,

“Ayah.”

Alkins mengangguk dan meminta ponselku. Aku langsung menyerahkannya padanya. Dia langsung bangkit berdiri dan menuju ke balkon kamar. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan dan aku tidak cukup penasaran.

“Sudah?” Tanyaku pada Alkins saat dia sudah kembali.

Dia mengangguk.

“Mandi dan ganti baju.”

Aku menyerahkan baju santai untuknya dan dia langsung pergi ke kamar mandi tanpa membantahku. Tumben sakali dia menurut.

Seminar diadakan sebelum sarapan. Jadi aku bisa sarapan pagi di restoran hotel. Tentu saja aku sarapan dengan rekan kerjaku dan dengan tiba-tiba Alkins datang dan memperkenalkan diri sebagai suamiku.

Dan kejutan ditampilkan dari ekspresi rekan kerjaku yang memang sebagian tidak tahu kalau aku sudah menikah dengan pilot. Pandanganku mendadak suram begitu melihat seorang wanita dengan seragam pramugarinya.

Dia sepertinya akan berada satu pesawat dengan Alkins. Dia terlihat memamerkan senyuman lebar kepadaku tapi kemudian senyuman itu malah mengarah pada Alkins. Wanita ini sungguh aku ingin menjambak rambutnya sekarang.

Mata Alkins beralih dari makanannya ke arahku. Aku langsung menyindirnya. Alkins langsung mengarahkan pandangannya pada arah pandanganku.

“Kamu sudah sarapan?” Tanya Alkins yang kusadari pertanyaannya itu untukku karena matanya memandangku dan ia kemudian tiba-tiba bangkit duduknya.

Mataku mengikuti gerakannnya, melihat mejaku memang aku sudah menyelesaikan makananku tapi aku tidak berniat pergi secepat itu.

“Kalau sudah ayo kembali ke kamar,” ajaknya.

Aku melihat ekspresi orang-orang di sekitarku sebelumnya mataku jatuh pada wajah Alkins. Aku menggeleng, “Aku di sini untuk ikut seminar bukan liburan.”

“Ah benar, aku lupa.”

“langsung balik ke kamar setelah selesai seminar.”

“Kamu tidak ada jadwal terbang?” Tanyaku.

“Nanti malam.”

...…...

Mataku berbinar memandang isi emailku yang menunjukkan pemberitahuan sejumlah uang yang masuk ke dalam rekeningku. Sepulang seminar bersama dr. Jeano dan tim. Langsung kuterima gajiku dalam sebulan ini.

Meski sedikit dibandingkan yang diberikan Alkins, aku lebih berbinar melihat sejumlah uang yang masuk ke dalam rekeningku karena jerih payah ku. Rasanya luar biasa. Aku bisa menggunakan uang ini semauku.

“Uang itu tidak akan lari ke mana pun, paling juga lari ke toko baju.”

Suara Sandy yang tengah mengemudi membuatku menoleh padanya yang sekilas melihatku sebelum akhirnya kembali fokus pada jalanan. Setelah seminar aku ada cuti selama tiga hari jadi aku gunakan untuk bepergian sesekali ngopi cantik dengan Sandy.

“Bagaimana hubunganmu dengan Alkins?” tanya Sandy tiba-tiba.

“Semuanya sudah terselesaikan meskipun tidak semuanya.”

“Syukurlah. Aku senang mendengarnya.”

“Sebenarnya aku benar-benar takut. Dia menginginkan Alkins.”

Aku hanya bisa menghela napasku berat, membayangkan hal yang tidak aku inginkan.

“Tapi sampai saat ini Alkins masih setia padamu. Kesalahpahaman itu sudah diluruskan. Rumah tanggamu sudah melewati badai.”

“Siapa yang akan tahu ke depannya,” ucapku.

“Kamu sudah menyingkirkan wanita itu, ingin aku beritahu caranya,” saran Sandy.

“Dengan cara?”

“Menjauhinya dari Alkins. Meminta Alkins agar tidak mengajaknya satu penerbangan dengannya. Ingin rasanya aku menepaknya dari pesawat,” ucap Sandy sambil menampar angin yanga ada di depannya.

“Sudah kulakukan jauh-jauh hari, tapi anehnya dia terus mengekorinya seperti lintah darat.”

Dia tergelak, komentarku membuatnya tertawa. Kami menghabiskan sepanjang hari dengan berbelanja, menonton film dan juga ngopi cantik. Menghabiskan waktu bercerita tentang kehidupan dan juga keluh kesah.

“Jadi bagaimana kehidupanmu?” Tanyaku sehabis menyeruput kopi yang aku pesan beberapa menit yang lalu.

“Aku? Tentu saja sedang membuka hati untuk menyambut orang baru,” ucap Sandy dengan tersenyum. Seakan sudah pasti dengan ucapannya.

“Apakah sudah ada? Siapa dia? Kenalkan padaku?” Semburku dengan pertanyaan.

Sandy menyipitkan matanya seakan sedang menerawang gambaran pangeran berkuda putihnya.

“Tentunya dia seorang pangeran baik hati dan cukup dengan satu wanita.”

“Kamu belum menemukannya?” Tanyaku penasaran.

Sandy mengerucut bibir. “Aku sedang berusaha menemukannya. Baru-baru ini aku suka membaca novel dan aku sangat suka karakter pria di dalamnya. Aku berharap bisa menemukannya di dunia nyata.”

“Saat kamu menemukannya, aku akan membelikanmu gaun yang cantik nantinya.”

Sandy tersenyum. “Kamu tahu, setiap malam. Aku berdoa dan memesan pria tampan yang memesona. Akan aku ikat dalam pernikahan.”

“Kamu memang luar biasa. Apakah kamu hanya menginginkan pria tampan dan memesona? Apakah dia tidak harus kaya? Kamu sangat bijaksana sekali.”

“Itu juga benar,” ucap Sandy panik. “Ah, aku akan merevisi doaku lain kali.”

Kami juga menghabiskan malam di apartemenku dan Sandy juga menginap di apartemenku.

1
falea sezi
bodoh mending cerai aja suami tolol
Aerik_chan: sabar kak sabar....bulan puasa
total 1 replies
Lusia
bukannya lapor polisi dulu ada orang asing. malah mandi
Ni Luh Septi
aku mampir thor, ayo kt saling dukung
Aerik_chan: terima kasih...jangan lupa terus meninggalkan jejak ya
total 1 replies
Anwa
Ngakak
Anwa
Aku suka Luna tegas dan berani… mantaap Luna
Anis Swari
good Alkins
Quenby Unna
Aku salting sampai kayang woyyy....author tanggung jawab
Quenby Unna
Ya pilot satu ini
Quenby Unna
sugar daddy dong
Quenby Unna
seruuu bat
Quenby Unna
Alkins Egois gak sih...
Quenby Unna
tipe2 Alkins tu bikin tarik.ulur
Anis Swari
duh aku juga jadi overthingking nih
Anis Swari
sudah mulai kesal ya...
Quenby Unna
Suka
Anis Swari
Sepertinya akan ada bumbu2 konflik
Anis Swari
My dream date too
Anis Swari
Bang Alkins, aku yang salting
Quenby Unna
suka sama cerita kaka
Anis Swari
Aku nggak lihat....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!