Indonesia
NovelToon NovelToon
Terjebak Di 'Novel Iblis'

Terjebak Di 'Novel Iblis'

Status: tamat
Genre:Dunia Lain / Masuk ke dalam novel / Barat / Tamat
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anggrek

Seorang penulis yang terjebak di novelnya sendri karena terlalu sering menamatkan novel-novelnya dengan cepat kalau dia sudah bosan menulis.

Sebagai satu-satunya penggemar setia semua novel si penulis, saking kesalnya Rika pun memberikan kutukan pada Angga.

Angga Pratama pun akhirnya terjebak di salah satu novelnya sendiri dan harus menghindari kehancuran yang sudah dia tetapkan sebagai ending.

Rika, gadis yang mengutuk Angga, akhirnya bisa tertawa senang karena novel yang dia sukai kembali lanjut dan diperankan langsung oleh penulisnya sendiri. Dia pun menjadi satu-satunya pembaca yang bisa menyaksikan langsung perjuangan Angga untuk terus hidup dan berharap bisa kembali ke dunia asalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggrek, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Selesai mengantar Angga ke tempat kerja pemuda itu. Rika sendiri berangkat ke kantornya. Dia sudah mulai bekerja sejak beberapa waktu lalu, bahkan dia juga yang mengurus masalah kerja sama yang sedang mereka lakukan di suatu pedalaman. Rika ingin membuat perusahaan cabang di sana, jadi dia harus meminta izin tetua suku dan berunding dengan beliau. Untungnya setelah banyak usaha dan perundingan, izin itu bisa dikantongi. Itulah yang menjadi penyebab Rika hilang kabar selama beberapa waktu ini.

...ೋ❀❀ೋ═══ • ═══ೋ❀❀ೋ...

Dan di sinilah mereka berada, di sebuah restoran mewah dengan menu sajian terlengkap. Bahkan makanan yang tak ada di menu pun, bisa dipesan kalau memang itu keinginan sang pelanggan. Kokinya memiliki tangan bak dewa yang bisa membuat berbagai makanan enak, yang diperlukan hanyalah sedikit kesabaran menunggu masakannya siap disajikan.

"Oh, aku tahu tempat ini. Rekan kerja aku sempat membicarakan ini tempo hari," tukas Angga memulai percakapan setelah mereka memesan.

"Sungguh? Berarti tak salah aku memilih datang ke sini untuk makan malam kita,"

Angga hanya mengangguk sebagai balasan. Di mana pun dia tak masalah, yang penting dia bisa makan. Itu saja sudah cukup.

Saat makanan yang dipesan sudah disajikan, keduanya mulai makan dengan lahap. Sesekali mereka bercerita ini dan itu, juga diselingi dengan pujian kalau makanan yang mereka makan jelas sangat-sangat enak.

"Aku ingin bicara serius!" Angga mengangguk, siap mendengarkan apa yang ingin Rika ucapkan. Dia pun minum untuk membasahi tenggorokannya sambil menunggu Rika menyampaikan maksudnya.

"Jadilah milikku!"

Angga menyemburkan minuman yang belum sempat diteguknya. Dia menoleh ke kiri dan kanan, meminta maaf sudah membuat kekacauan.

"Yak, jangan bicara ambigu begitu! Yang mendengar bisa salah paham, bodoh!" umpat Angga yang tahu pasti kalau tak akan pernah ada perasaan romantis di antara mereka. Ah, dia juga belum siap kalau harus memiliki penerus yang membawa kemampuan seperti Rika. Entah dia harus menjelajah ke mana kalau membuat anak masa depannya marah nanti. Jadi, lebih baik mencegah semua terjadi. Dari pada menyesal dan tak bisa kembali.

"Kamu juga salah paham?" Rika menelengkan kepalanya, seolah merasa aneh kalau ada yang salah paham dengan ucapannya.

"Gak lah! Kita gak kenal baru satu-dua hari, Rik. Aku tahu kamu gak maksud yang aneh-aneh, kan?!" Rika mengangguk membenarkan.

"Aku hanya ingin kamu bekerja untukku! Kebetulan aku mau buka cabang, biar kamu yang urus itu," jelas Rika enteng. Seolah membuka cabang sama seperti membeli permen di toko.

"Lalu pekerjaanku?

"Kamu bisa berhenti atau melakukan keduanya. Aku tak memaksa juga untuk kamu bekerja tujuh hari per dua puluh empat jam di bawahku!"

"Berikan aku waktu untuk berpikir, oke?"

"Sebanyak yang kamu mau. Tapi jawabannya harus iya, karena hanya kamu yang bisa aku percaya mengurus hal ini!"

Angga mengangguk paham. Dia pun mengajak Rika ke luar dari sana. Masih banyak pasang mata menatap dirinya atas insiden menyemburkan minuman yang dia lakukan barusan. Rika pun mengantarkan Angga kembali ke rumahnya. Membiarkan pemuda itu memikirkan keputusan apa yang paling tepat dia buat untuk masa depannya sendiri.

Seminggu berlalu, keduanya berjabat tangan melambangkan kalau mereka berada di kapal yang sama. Angga sampai memutuskan berhenti dari pekerjaannya yang lama. Meski dia suka di sana, tapi dia butuh fokus pada satu pekerjaan saja. Dan sepertinya pekerjaan dari Rika lebih menjanjikan untuk mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Beginilah kisah ini berakhir. Rika yang sudah bisa mengurus perusahaannya sendiri tanpa campur tangan orang lain, dia pun juga bisa berbicara dengan baik dan menjalin kerja sama dengan siapa pun.

Di sisi lain, Angga juga mulai merasa kehidupannya mengalami kenaikan. Sebelumnya untuk makan saja dia cukup sulit, sekarang dia malah bisa belanja dan membeli barang-barang yang dia inginkan. Dia juga bisa liburan dan membelikan tetangga kecilnya makanan enak sesekali.

Berawal dari novel, hingga kutukan yang mengancam. Kini kedua orang yang bersangkutan malah bekerja sama bersama menjalankan perusahaan. Rika juga tak memerintah, dia memberikan kebebasan untuk Angga memutuskan. Hingga Angga merasa kalau ini seperti bisnisnya sendiri, bukannya milik Rika.

Akhir tujuannya sudah jelas, kebahagian yang tak akan sirna. Kalau soal jodoh, mereka belum berpikir untuk menggandeng tangan seseorang. Keduanya masih ingin bebas mencari banyak uang sembari berbisnis di sana-sini.

1
B-M
semangat berkarya Thor 💪🙏
FOUNDATION: HaLo-Halo mampir guys ke cerita Novell terbaru Saya Dengan Judul. Menikahi wanita Cacat siapa tau Kerasan
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!