Yeni semula menjadi tipe istri dambaan Eros. Karena rajin mengurus rumah dan membantu penghasilan suami dengan berjualan kue.
Menginjak tahun kedua usia pernikahan sikap Eros berubah drastis. Yeni tak jarang mendapat perlakuan kasar. Baik secara fisik maupun ucapan. Yeni merasa hal itu terjadi sejak ucapannya tanpa sengaja sangat menyinggung perasaan mertuanya.
Suatu saat Yeni diminta menjadi wanita pekerja kantoran. Diminta mencontoh seperti Disti, tetangganya. Walaupun sibuk bekerja di kantor tetap rajin mengurus rumah.
Yeni turuti keinginan Eros itu. Tetapi justru Yeni makin menderita. Perlakuan keras suami makin menjadi. Ia pun dianggap telah mencoreng nama baik dan martabat keluarga besar eros.
Persoalan apa sebenarnya yang membuat Yeni selalu tertindas. Dan bagaimana kemudian sikap Yeni mengatasi kehidupan rumah tangganya yang terasa pahit dan getir itu. Ikuti kisah Nyanyian Hati Terluka sampai tamat. Semoga bermanfaat bagi pembaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nichi Abie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23. Mimpi Buruk
\*\*
Seperti biasanya pagi sekali Yeni bangun dan tak lupa menjalankan sholat Subuh. Setelah bersih-bersih rumah dan mandi, Yeni cuma bermalas-malasan di kamarnya.
Sejak hidup sendiri beberapa minggu ini, Yeni tidak lagi sibuk kegiatannya di rumah. Tidak lagi memasak atau menyiapkan makananan untuk sarapan suaminya seperti dulu.
Pekerjaan rutin sejak menikah itu, sekarang sudah hilang. Yeni telah menjadi pekerja kantoran yang hebat dan disegani. Seperti yang diharapkan Eros.
"Seharusnya kamu seperti Disti menjadi wanita pekerja kantoran. Sehingga para tetangga tidak meremehkan kamu cuma sebagai ibu rumah tangga biasa."
Itu kata-kata Eros yang masih terngiang sampai sekarang. Andaikan sekarang Yeni masih hidup serumah mungkin Eros akan memujinya setengah mati sebagai istri yang hebat, dan bertambah kasih sayangnya.
Tapi apa yang terjadi sekarang? Rumah tangganya hancur. Dia berpisah dengan Eros karena sikap egois dan arogansi Marlena.
"Ya Tuhan. Salahkah aku memilih jalan yang kutempuh. Kenapa aku mesti mengalah mau diusir dan berpisah dengan Eros " kata batin Yeni.
"Tidak, Yen. Kamu tidak salah. Langkah yang kau ambil sudah tepat. Ini namanya wanita yang punya harga diri. Tidak mau ,diremehkan okeh suami," kata batin Yeni yang lain.
"Tapi aku menjadi wanita pekerja kantoran karena dorongan dan jasa Eros. Kenapa Sekarang setelah berhasil dia tidak ikut menikmatinya."
"Jangan bodoh kamu. Eros menyuruh kamu bekerja itu cuma tipu daya dia saja agar bisa bebas pacaran dengan Disti."
"Ah pusing!" kata Yeni mengakhiri monolognya di kamar itu.
Bersamaan itu terdengar pintu rumahnya diketuk orang.
Tok!...tok!...tok!!
"Siapa yang nyasar ke rumah ini. Bukankah tidak ada orang yang tahu kalau saya tinggal disini kecuali Tuan Naka," gumam Yeni.
Ternyata benar yang datang Tuan Nakamura.
"Tuan tidak berangkat ke kantor?" tanya Yeni langsung setelah menyilahkan pria istimewa itu duduk.
"Saya sebenarnya sudah mau berangkat ke kantor tapi saya batalkan ketika ada staf ngabarin orang yang nyelonong masuk ke kantor saya sudah mengaku," kata Naka ke topik berita yang sengaja dibawa untuk dikonfirmasikan kepada Yeni.
"Siapa dia yang berani masuk ke tempat Tuan tanpa permisi itu?" tanya Yeni pingin tahu siapa orangnya. Karena menyangkut privasinya juga.
"Kamu pasti kaget mendengarnya. Orang yang waktu itu nyelonong masuk dan melihat kita sedang bermesraan itu adalah Eros!."
Yeni meloncat kaget. Suaminya itu apakah benar sudah melihatnya berciuman dengan Tuan Naka. Sungguh malu kalau benar Eros yang memergokinya sedang bermesraan.
"Kok bisa Eros? Bukankah yang aku lihat waktu itu bukan seorang lelaki, tapi dari sosoknya nampak seorang wanita." Yeni menggali lagi ingatannya.
"Staf yang menelpon saya tadi mengatakan Eros mau menghadap penting. Ketika ditanya apakah keperluannya untuk mengakui kesalahannya pada saya, dia menjawab iya. Sekarang dia masih menunggu saya di kantor," terang Tuan Nakamura.
"Dia mungkin akan mengaku salah kepada Tuan, karena bolos kerja beberapa hari. Bukan mengakui soal itu," Yeni berpikiran lain.
"Oleh karena itulah saya kesini. Barangkali kamu punya saran apakah sebaiknya saya temui atau kita abaikan saja."
"Kok kita? Bukankah dia pingin ketemunya dengan Tuan. Bukan sama saya."
"Apa pun masalah yang dia bawa pasti akan terkait dengan masalah kita."
"Kalau menyangkut masalah kita, Tuanlah yang harus bertanggung jawab dalam hal ini," kata Yeni berargumentasi. Karena Nakamuralah penyebanya sehingga ia diusir pergi dan berpisah dengan Eros.
"Kok saya sih. Memangnya kamu takut kalau yang ia bahas adalah masalah kita?" tanya Nakamura heran.
Yeni diam seperti sedang berpikir keras. Bertemu dengan Eros sama saja akan mempertebal perasaan keraguannya untuk melangkah menyongsong masa depan dengan Tuan Naka. Karena Batin Yeni sampai detik itu belum bisa sepenuhnya melepas eros. Walaupun tipis, cintanya pada Eros masih ada dalam hatinya.
"Kok diam. Jawab dong kamu takut atau malu kalau bertemu dengan Eros?" tanya Tuan Naka seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Yeni.
"Misalkan Eros nanti meminta saya kembali kepadanya, bagaimana sikap Tuan?" tanya Yeni pingin tahu sedalam apa cinta pria hebat ini kepada dirinya.
"Saya terserah kepadamu, Yen. Kalau kamu ingin kembali kepadanya ya silahkan. Tapi bila tidak dan masih ingin melanjutkan rencana kita untuk menikah, saya akan mempertahankan kamu agar tidak dibawa pulang oleh Eros."
Yeni diam lagi dan berpikir keras lagi. Sungguh berat untuk memilih dari dua pilihan itu. Disinilah rasa kesetiannya diuji.
Yeni memang tipe wanita yang setia. Walaupun hidup bersama Eros susah dan sering mendapat perlakuan keras, bahkan tak segan memukulnya, namun selama itu dia tetap setia medampingi. Tidak ada secuilpun perasaan ingin berpisah dengan Eros. Bila mertuanya tidak mengusirnya mungkin sampai sekarang Yeni masih tetap bertahan tinggal bersama Eros.
Tapi disisi lain Yeni sekarang juga sedang merintis perasaan setianya kepada Tuan Naka. Pada awal-awal berhubugan, kesetian Yeni baru berupa kesetiaan bawahan kepada pimpinan. Tetapi sejak insiden berciuman itu terjadi, Yeni mulai merasakan ada perasaan cinta kepada Tuan Naka.
Bukan tanpa sebab perasaan cinta itu muncul dalam diri Yeni. Sikap Tuan Naka yang sangat perhatian, telah menumbuhkan perasaan yang suci itu dalam hatinya. Terlebih lagi tadi malam, orang sehebat Tuan Naka mau menolongnya yang kesakitan karena kesandung patung macan. Bahkan meluangkan waktunya mengantar Yeni pulang.
Setelah berpikir panjang begitu akhirnya Yeni menyanggupi untuk menemani Tuan Naka menemui Eros.
Jantung Yeni berdenyut keras. Perasaan malu dan takut bergelut dalam dirinya. Hanya satu hal yang membuatnya tidak ragu menemui Eros adalah ucapan Tuan Naka yang sangat meyakinkan.
"Bener ya, Tuan apa yang diucapkan Tuan tadi?" kata Yeni di dalam mobil yang menuju ke kantor seakan masih ada keraguan.
"Percayalah aku tidak akan membohongimu. Sekarang ini bahkan sudah aku persiapkan semuanya untuk pernikahan kita. Hadiah untuk kamu juga langsung bisa kau ambil selepas kita menemui Eros," kata Tuan Naka dengan nenggenggam tangan Yeni sangat erat.
Yeni seperti melambung ke atas langit diperlakukan Tuan Naka sebegitu mulianya. Sangat berbeda jauh dengan perlakukan Eros dan mertuanya.
Beberapa saat kemudian sampailah mereka di kantor perusahaan Tuan Nakamura. Seluruh karyawan kaget melihat pria gagah an tampan itu menggandeng sekretarisnya dengan mesra memasuki kantor. Hal itu menambah keyakinan Yeni bahwa Tuan Naka benar-benar mencintainya apa adanya. Tidak malu mempertunjukkan kemesraannya di depan para karyawan dan staf.
Ketika sampai di ruang kerjanya tidak terlihat sosok Eros. Ternyata pria plin plan itu sedang keluar sebentar karena menunggu Tuan Nakamura tidak datang juga.
Tok!...tok!...tok!
Suara ketukan di pintu itu menghentak jantung Yeni tiba-tiba. Langkah kakinya terasa berat menuju ke pintu. Dan ketika pintu ia buka, sempat berdesir perasaan Yeni melihat Eros ternyata datang tidak sendirian. Melainkan dengan Disti dan Marlena.
Sungguh di luar dugaan dan seperti mimpi buruk Yeni melihat Eros datang tidak sendirian. Walaupun kecil masih ada perasaan cemburu yang merambat perlahan. Sementara keikutsertaan Marlena dalam pertemuan itu, menciptakan nuansa yang sangat mencekam dalam diri Yeni.
Tiga orang itu tersenyum sinis melihat Yeni membukakan pintu. Mereka bahkan tidak mau bersalaman, walaupun Yeni sudah mengulurkan tangannya. Tapi mereka segera menunduk memberi hormat kepada Tuan Nakamura.
Sebuah tontonan yang membuat hati terhina sudah mulai dipertunjukan oleh mereka. Entah penghinaan apalagi nanti yang akan dipertontonkan oleh Mereka selanjutnya.
Bersambung
Halo gaes trims yang sudah baca. Like, komen, subscribe dan hadiahnya masih author nantikan 🙏