Irina 35 tahun, terpaksa harus menjadi wanita bayaran seorang berondong kaya bernama Marvel 27 tahun demi mendapatkan uang 300 juta untuk biaya operasi anaknya. Awalnya hubungan mereka hanya sebatas saling membutuhkan satu sama lain saja, terlebih Irina sudah memiliki seorang suami. Tapi lama kelamaan malah tumbuh benih benih cinta diantara keduanya.
"Tinggalkan saja suamimu yang tidak berguna itu, aku siap mencintai dan menyayangi kamu beserta anakmu," ucap Marvel.
"Apa kamu yakin dengan kata kata manismu itu?" Tanya Irina ragu.
Bagaimanakah kisah Irina dan Marvel selanjutnya? Nantikan terus update ceritanya ya!
Note : Jangan lupa habis baca beri like, vote, komen, tekan bintang juga subscribe😘.
FB : It's
IG : Fatmawati 1472
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yulia Si Keras kepala
...Pada kenyataanya, Ada sebagian wanita yang rela hidup dengan berkorban perasaan dari pada harus hidup kekurangan atau jatuh miskin. Dan sebagian lagi malah memilih sebaliknya....
...******...
Utomo keluar rumah dengan langkah panjang, dia lelah ribut dengan Yulia. Wanita cerewet yang banyak menuntut ini itu. Apa salahnya bersenang senang dengan wanita? Harusnya Yuni diam saja selama kebutuhannya dan anaknya terpenuhi.
Utomo sudah gemar berganti ganti wanita sejak muda, menikah ternyata tidak membuatnya sadar malah membuatnya semakin menjadi. Pernikahan sangar merepotkan bagi Utomo, andai saja dulu orangtuanya tidak memaksanya menikahi Yulia, pasti dia tidak akan mau menikah.
Yulia melangkah hingga ambang pintu, dia melihat kepergian utomo dengan mengendarai mobil mewahnya. Mata Yulia tak sengaja melihat kebawah, ada satu butir semangka disana. Siapa yang tadi datang kerumahnya? Irina kah? Kalau benar Irina, dia pasti tau kalau rumah tangga Yulia sedang gonjang ganjing.
Ternyata terkena cobaan dalam pernikahan itu sangat menyiksa, Yulia menyesal dulu sempat mentertawakan Irina. Apa saat ini Irina sedang menertawakannya balik?
Yulia ingin sekali mengunjungi Irina dan meminta maaf, tapi dia terlalu gengsi untuk melakukan itu. Dia tidak mau harga dirinya sebagai orang kaya jatuh karena meminta maaf duluan pada Kakaknya.
Jujur saja, saat ini Yulia ingin bercerai dengan Utomo. Mengetahui suaminya suka jajan diluar begitu menyakitkan dan menjijikan, tapi Yulia tidak mau hidupnya kembali seperti dulu. Miskin, tidak memiliki aset juga barang barang mewah. Bagaimana dia bisa menghidupi anaknya jika dia bercerai? Yulia saja sudah dianugerahi bakat malas bekerja dari lahir.
"Bu, Ayah pergi kemana?" Bagas menyusul Yulia dengan langkah pelan.
"Mungkin ke tempat kerja," sahut Yulia.
"Tapi ini hari minggu Bu, kantor mana yang buka?" Bagas penasaran.
"Berhenti banyak tanya, Ibu sedang pusing! Sebaiknya kamu masuk saja ke dalam kamar dan belajar!" Perintah Yulia.
Yulia mengurung diri dikamar, dia menangis seharian. Dia tidak tidak terlalu peduli anaknya sudah makan apa belum, karena masih ada ART yang selalu siap siaga membantunya merawat anak itu.
Dulu, Yulia mendekati Utomo dengan tujuan untuk merubah nasib bukan karena cinta. Dia lelah tinggal di gubug derita dengan Ibunya, makan seadanya, dan tak bisa membeli apapun yang dia mau.
Yulia juga lelah diejek miskin oleh beberapa teman dekatnya. Oleh karena itu dia merayu Utomo yang dia temui secara tidak sengaja di club' malam. Utomo pria baik dan perhatian, tapi segalanya berubah semenjak Yulia melahirkan anak pertama.
Semakin kesini, Utomo semakin berubah. Yulia sampai lupa dengan sifat dan sikap asli Utomo dulu. Sudah beberapa kali Yulia bertanya apa kurangnya? jawabnya selalu saja sama. Dia tidak terpuaskan dengan layanan ranjang Yulia.
Apa Yulia sakit hati? Tentu saja. Utomo yang memintanya hamil, dia juga yang meminta Yulia untuk melahirkan secara normal. Tapi apa yang terjadi sekarang? Utomo malah mencampakkannya begitu saja.
***
Menjelang siang, seorang pria datang berkunjung kerumah Irina. Dia mengantar surat gugatan cerai dari pengadilan agama. Lastri sangat senang menerima hal itu, akhirnya sebentar lagi anaknya akan bebas dari pria tak bertanggung jawab seperti Heru.
Lastri menerima surat itu, kemudian pergi ke kamar Irina yang sedang menemani Ayumi tidur siang. Lastri terus mengukir senyum lebar, membuat Irina bertanya tanya dalam hati.
"Ada apa Bu?" Tanya Irina.
"Ada yang mengantar surat gugatan cerai dari Heru," sahut Lastri.
"Akhirnya, dia mau setuju juga." Irina menarik nafas lega.
Dibawah jendela kamar Irina, Heru menguping pembicaraan lastri dan Irina. Kedua nampak begitu senang dan bersemangat dengan keputusan yang Heru buat. Heru baru sadar, selama ini kehadirannya di rumah itu tidak ada yang menginginkannya.
Tapi Heru tau kenapa semua itu terjadi, anehnya Heru tetap tidak mau disalahkan. Terus bersama Irina hanya akan membuat wanita itu menderita, juga membuat putri kecil mereka mendapatkan tekanan batin. Lebih baik Heru mengabulkan keinginan Irina untuk bercerai saja.
***
Usai berbincang dengan Irina soal perceraian. Lastri mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Yulia. Dia khawatir terjadi sesuatu pada anak keduanya itu, mengingat Utomo dan Heru sama sama kerasnya. Terlebih Utomo memiliki segalanya.
Ponsel Yulia berdering, dia menatap layar ponsel dan mendapati Ibunya menghubunginya. Yulia mengabaikan telfon itu, dia tidak mau Ibunya tau kalau Yulia baru saja menangis. Nafasnya masih sesenggukan, dia juga sulit untuk bercakap dengan orang lain.
Yulia tau Irina pasti mengatakan sesuatu pada Ibunya, jadi wanita tua itu merasa khawatir. Sejak kecil Ibunya sedikit cuek pada Yulia, tapi kali ini dia sedikit menunjukan perhatiannya.
"Maaf Bu, aku sedang ingin sendiri. Aku tidak mau berbincang dengan siapapun," gumam Yulia.
Masih teringat dalam benaknya saat Yulia memergoki suaminya masuk kedalam sebuah Hotel bersama seorang wanita. Sudah lama Yulia menaruh curiga, hingga akhirnya diam diam dia membuntuti Utomo.
Kecurigaan Yulia terbukti, ada wanita lain yang Utomo sukai. Wanita itu yang membuat Utomo enggan menyentuh Yulia lagi, atau bahkan sekedar melirik kearahnya.
"Aku benci kamu, benci!" ucap Yulia sambil menangis lagi.
Bersambung...
ujungnya pasti ngajak ngamar
hadehhhhh
hahahaah
hamburrrrrrrrrr.... qt ramaikan....