Indonesia
NovelToon NovelToon
Yakuza System

Yakuza System

Status: tamat
Genre:Mafia / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Harem / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:53.8k
Nilai: 5
Nama Author: [ Fx ] Ryz

(Novelette)

Rei Yamazaki, seorang putra keempat dari pemimpin Yakuza yang sangat terkenal dan disegani.

Akan tetapi, Rei yang lahir dari ibu seorang Hostess dan bukan istri sah membuat Rei dan ibunya pergi meninggalkan Jepang dan tinggal di Indonesia.

Dari kecil, Rei di didik untuk tidak tampil menonjol. Ibunya tidak memberikan pelajaran atau ilmu bela diri sehingga membuat Rei menjadi pemuda bodoh dan pecundang.

Maka dari itu, Rei selalu dibully oleh teman-teman sekolah nya.

Meski ingin menyembunyikan sosok Rei dari pantauan ayahnya namun, sebuah tragedi terjadi.

Ibunya Rei meninggal dunia karena bencana kebakaran di rumah nya.

Hingga suatu waktu, Rei mendapatkan sebuah system yang dimana para penggunanya mampu meningkatkan kekuatan fisik, meningkatkan daya tarik dan sebagainya.

Dengan system itu lah kehidupan Rei berubah dan dia pun ingin mencari kebenaran dari kematian ibunya itu dengan pergi ke Jepang.

Inilah kisah dari seorang pemuda bernama Rei Yamazaki dengan Nano Machi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Yakuza System | Bab 23 - Sewer (3)

Di lantai 5 bawah tanah Sewer Klub terdapat arena pertarungan yang sangat besar. Arena itu berbentuk seperti sebuah kandang baja raksasa.

Battle Cage.

Di sini, para penjudi berkumpul untuk memasang taruhan pada jagoan masing-masing.

Saat ini, Rei sedang berada di area tersebut. Suara hiruk-pikuk komentator, teriakan penonton, serta benturan tubuh para petarung memenuhi seluruh ruangan.

Melihat suasana itu, Rei tersenyum kecil. Sifatnya yang menyukai pertarungan mulai muncul, hingga tangannya gemetar tak sabar untuk segera melangkah masuk ke dalam ring.

Sayaka yang ditugaskan mengantar Rei sontak menegurnya karena ia berhenti melangkah dan hanya terpaku menonton.

"Shinichi-san, ayo!" seru Sayaka dengan nada dingin.

Rei yang tersadar dari lamunannya pun segera melanjutkan langkahnya menuju ruang tunggu untuk mempersiapkan diri.

Setibanya di sana, Rei dan Sayaka disambut oleh beberapa pria dari berbagai ras dengan tubuh berotot dan bertelanjang dada, sehingga tato di tubuh mereka terlihat jelas.

Melihat pemandangan itu, Rei pun bertanya.

"Sayaka-san, apakah bertarung di atas ring harus bertelanjang dada?"

"Iya," jawab Sayaka singkat dan dingin.

Karena jawaban yang begitu polos, Rei pun langsung melepaskan pakaiannya. Tindakan itu membuat Sayaka dan beberapa orang di ruang tunggu terkejut melihat bentuk tubuh sempurna milik Rei.

Sebuah tubuh yang tidak hanya besar, namun seluruh ototnya terlihat sangat padat dan terdefinisi dengan jelas, termasuk perutnya yang membentuk eight pack.

Sayaka yang sudah terbiasa melihat pria berotot pun kali ini ikut terkejut, meski ia berusaha menyembunyikan rasa takjubnya.

"Semoga berhasil!" ucap Sayaka dingin lalu segera berbalik dan meninggalkan Rei.

Rei yang melihat itu pun menoleh ke arahnya.

"Sayaka-san, terima kasih," ucap Rei dengan senyuman kecil.

Dengan sikap dinginnya, Sayaka terus melangkah pergi. Namun, Rei tidak tahu bahwa saat ia sudah masuk ke area pertandingan, Sayaka menoleh ke belakang dan tersenyum kecil.

"Pria yang aneh. Bagaimana bisa ia menyembunyikan otot sebesar itu? Bahkan saat memakai baju, ototnya sama sekali tidak terlihat," gumam Sayaka. "Sungguh menarik."

Setelah itu, Sayaka pun kembali melanjutkan tugasnya.

 

Beberapa saat kemudian, acara pun dimulai. Para penjudi yang kebanyakan memakai topeng sudah duduk berjejer di bangku penonton.

"Ladies and Gentleman! Selamat datang di acara taruhan mingguan... Battle... Cage!" seru sang moderator dengan suara lantang yang menggema.

"Oooo..." sorak penonton serentak.

Di saat yang sama, para tamu VIP mulai hadir dan duduk di sofa mewah ditemani oleh para wanita. Di antara mereka, Daigo juga hadir dengan tenang ditemani oleh Sayaka di sampingnya.

Sesaat setelah duduk, Daigo mendengar beberapa tamu VIP membicarakan kehadiran seorang anak muda yang ikut bertanding dan mereka pun mulai meremehkannya.

"Bagus. Mereka semua tidak menganggap serius Shinichi. Ini kesempatanku," batin Daigo tersenyum.

Di arena, pertandingan pertama sudah mencapai puncaknya.

"K.O! Penantang dari Nigeria ini berhasil dikalahkan oleh ahli bela diri Muay Thai, Tom Pheng!" seru komentator.

"Yoshhaaa!"

"Oooo..."

"Aku menang!"

...

Suara sorak-sorai pendukung Tom Pheng terdengar memekakkan telinga. Tom Pheng pun dengan bangga mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.

"Pertandingan selanjutnya! Seorang maniak pertarungan yang masih sangat muda. Bahkan di usianya yang masih belia, ia mampu mengalahkan satu kelompok gangster! Dan juga, dia adalah pemenang Jackpot slot! Mari kita sambut... Lucky Shinichi!"

Berbeda dengan sambutan meriah untuk Tom Pheng, kedatangan Rei justru disambut dengan ejekan.

"Uuuu..."

"Anak kecil pulang saja! Ibumu sedang mencarimu di rumah!"

"Jangan sampai nanti kamu menangis dan mengaduh kalau kalah, ya!"

"Ini bukan tempat mainan anak-anak!"

"Uuuu...."

...

Hinaan terus dilontarkan, namun Rei tetap berjalan tenang tanpa mempedulikan mereka. Ia naik ke atas ring dan berdiri berhadapan dengan Tom Pheng.

"Nak, tunjukkan kemampuanmu! Tapi, jangan harap aku akan mengalah demi menghormatimu," ucap Tom Pheng dalam bahasa Jepang.

Rei pun tersenyum dan memasang kuda-kuda tinju, lalu menjawab dalam bahasa Thailand—karena dari penampilannya, Rei menilai lawannya berasal dari sana.

"Aku harap Paman bisa menunjukkan semua kemampuan terbaik Paman."

Tom Pheng terlihat kaget mendengar Rei bisa berbicara bahasanya.

"Menarik! Jadi kamu bisa bahasa Thailand?"

"Sedikit," jawab Rei dengan senyuman kecil tetap menggunakan bahasa Thailand.

Keduanya pun saling bertukar senyum.

Di saat yang sama, Rei memberikan perintah dalam hati.

"Nano, salin semua pergerakan Tom Pheng!"

[Dimengerti!]

Tak lama kemudian, komentator memberikan aba-aba.

"Pertandingan... Dimulai!"

Tanpa membuang waktu, Tom Pheng langsung melancarkan serangan gencar. Tendangan, sikuan, serangan lutut, dan berbagai teknik mematikan Muay Thai terus ia hantarkan ke arah Rei.

Semua penonton bersorak heboh melihat Tom Pheng mendominasi, sementara Rei hanya terus melakukan penghindaran (dodge).

Di mata semua orang, Rei terlihat kewalahan dan tidak bisa membalas. Namun kenyataannya, Rei sengaja tidak menyerang balik. Ia sedang merekam dan mempelajari setiap gerakan teknik Muay Thai level tinggi milik lawannya.

Dari tempat duduknya, Daigo mulai merasa curiga.

"Apa yang dia lakukan? Kenapa dia hanya menghindar terus?"

Sayaka yang memperhatikan dengan seksama menyadari ada yang berbeda dari tatapan mata Rei.

"Dia sedang menganalisa lawannya," jawab Sayaka pelan.

"Menganalisa? Apa maksudmu, Sayaka?" tanya Daigo bingung.

"Caranya memandang lawan seolah-olah dia ingin menghafal setiap gerakan musuhnya," jelas Sayaka.

"Jangan-jangan... dia berpikir untuk meniru teknik lawannya?"

"Maaf, Oyaji. Saya belum bisa memastikannya," jawab Sayaka.

"Ya sudah. Kita lihat saja nanti bagaimana kelanjutannya."

Kembali ke dalam ring, Tom Pheng terus menyerang dan Rei terus menghindar, hingga akhirnya Tom Pheng melesatkan serangan tendangan lutut ke atas.

Puk!

Rei berhasil menahannya dengan kedua tangan lalu melompat mundur menjaga jarak.

Pertarungan yang semakin seru membuat penonton bersorak kian keras.

"Oooo..."

"Nak, kemampuanmu hanya untuk menghindar saja?" ejek Tom Pheng dalam bahasa Thailand.

"Itu salah satu caranya," jawab Rei santai.

Di saat itulah, suara Nano terdengar di kepala Rei.

[Tuan. Anda berhasil menyalin teknik Muay Thai Rank A dari Tom Pheng.]

[Apakah Anda ingin memindahkan data tersebut ke memori otak?]

"Iya."

[Proses pemindahan... Selesai.]

Rei yang sudah memiliki data lengkap teknik itu pun tersenyum kecil. Senyuman itu disalahartikan oleh Tom Pheng sebagai bentuk penghinaan.

"Sepertinya kamu meremehkanku," ucap Tom Pheng dengan nada dingin.

"Tidak. Aku hanya senang. Kamu adalah lawan yang sangat kuat. Tapi... aku tidak akan kalah!"

Seusai mengatakan itu, Rei langsung mengubah kuda-kudanya menjadi gaya Muay Thai yang persis identik dengan milik Tom Pheng.

"Cih! Mencontek itu tidak baik. Baiklah, akan kutunjukkan apa itu Muay Thai yang sebenarnya!" geram Tom Pheng.

Tom Pheng kembali menyerang dengan teknik andalannya. Namun kini, Rei tidak lagi menghindar. Ia menahan setiap serangan dan membalasnya dengan teknik yang persis sama!

Gerakan Rei justru terlihat lebih halus, lebih cepat, dan lebih kuat! Hingga satu tendangan keras mendarat sempurna, membuat Tom Pheng terhuyung mundur beberapa langkah.

Melihat petarung andalan mereka terpojok, seisi arena pun hening sejenak.

Tanpa memberi kesempatan lawannya bernapas, Rei langsung melompat tinggi ke depan dengan lutut yang ditekuk siap menghantam.

Puakk!

Serangan telak itu mendarat sempurna tepat di dada Tom Pheng. Tubuh besar itu terpental hingga keluar jalur dan langsung pingsan tak sadarkan diri.

Seluruh penonton ternganga kaget melihat kekuatan luar biasa yang dimiliki anak muda itu. Terutama Daigo, yang sontak berdiri dari tempat duduknya dengan mata berbinar penuh antusiasme.

"Dia benar-benar menirunya! Luar biasa! Jadi... inikah putra haram dari Gun Yamazaki?!" batin Daigo takjub.

Penonton yang awalnya mencemooh kini berubah menjadi sorakan kegembiraan.

"Luar biasa! Kita mendapatkan pemenang baru! Lucky Shinichi!" seru moderator.

"Oooo...." sorak penonton dengan semangat baru.

Rei pun menoleh ke arah Daigo dan memberikan senyuman kecil. Daigo yang menangkap tatapan itu pun tersenyum dan memberikan kode dengan jari tangan membentuk angka 3.

"Pertandingan kedua akan segera kita mulai! Mampukah Lucky Shinichi mempertahankan gelarnya dan menjadi Champion berikutnya?!"

ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ

1
Hasan Mohd Lajim
Kecewa
Hasan Mohd Lajim
Buruk
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
... ckck sayang sekali ceritanya tidak di lanjut. hm sudah ratusan ribuan kali yang mulia ini baca novel, tapi author nya berhenti menulis. ckckck
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
...anak muda. tolong revisi chapter ini.
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
... hmm anak muda lebih baik menggunakan kata, Glory juga merupakan asosiasi pembunuh yang dilatih sejak usia dini di sebuah tempat sosial panti asuhan glory...
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
...revisi!
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
...hmmmm
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
...beset sudah versi 999?.
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
.. ckck anak muda
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤
... untuk awal² novel ini lumayan bagus. yang mulia kaisar ini ngasih nilai 8/10.
DK.Tzu
oh ternyatabini awal mula penyakit gula/Speechless/
InmeriAll
ahhhuuufuuuu duak
Fabrigio
update dongtor, greget banget nih
Fabrigio
penulisnya suka tema Jepang ya , berarti tandanya wibu
permaisuri cinta⊰: kek nya ini lookism deh
total 2 replies
Randi Pratama
singkatnya ngak nyambung
Tok Uban Redland
Lumayan
SHEN
next double up..
einar.
yahh habiss, up lagi thorr
einar.
tidakk freyaaaa
einar.
berarti cara penggunaan system nya sama kayak manhwa nano machine ya
𝙆𝙖𝙞𝙨𝙖𝙧 𝙙𝙚𝙬𝙖 𝙠𝙪𝙣𝙤: ... terinspirasi
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!