Indonesia
NovelToon NovelToon
My Only LOVE

My Only LOVE

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Septi Rahma

Tentang, Cinta yang datang bagaikan hembusan Angin dan pergi bagaikan aliran Air.

Aku mencintaimu begitu dalam sampai Aku tenggelam dalam kesedihan.

"Shafana"


Kau datang begitu saja, dan kau pergi meninggalkan luka

"Daffa"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Stelah Daffa sedikit tenang Ana mengajak Pemuda itu duduk kembali di taman, Ana melihat mata Daffa sedikit memerah baru pertama kali ia melihat seorang laki-laki menangis, entah apa masalah yang di hadapi Daffa, tapi Ana cukup prihatin pada Pemuda tampan itu.

"Cih, brandal seperti kamu ternyata bisa nangis juga?"

Ucapan Ana membuat Daffa sedikit kesal, ia juga merasa sangat malu pada gadis itu, kenapa ia harus menunjukkan sisi lemah dalam dirinya pada gadis itu padahal sebelumnya ia bersikap keras kepala bahkan menolak untuk di perhatikan.

"Aku mau kembali ke kamar"

Daffa bergegas meninggalkan Ana, namun Ana menghentikan langkahnya dengan cepat Ana meraih pergelangan tangan Daffa sambil menunduk Ana mengucapkan sesuatu pada Pemuda itu.

"Kalau kamu ada masalah cerita aja ke Aku, Aku mau jadi teman kamu"

Ucapan Ana dapat di dengar oleh Daffa, hatinya merasa begitu senang karena Ana mau menjadi temannya, bukan pacarnya.

Setelah mengucapkan apa yang ingin ia katakan Ana melepaskan tangan Daffa sambil melihat kepergian Daffa dari tempat itu, Ana menatap punggung Daffa tiba-tiba ada sesuatu yang bergetar dari dalam hatinya, ia tak tahu apa, tapi ia merasa sangat sedih dan ingin menangis.

Sudah dua kali Ana dan dan Daffa tak mengikuti perjalanan, mereka hanya menghabiskan waktu di kamar hotel, Ana hanya bisa mendengar cerita dari Gladis tentang ke seruan saat mengunjungi tempat-tempat bersejarah itu, ada sedikit rasa penyesalan di hati Ana, tapi karena kejadian itu Ana semakin dekat dengan Daffa.

Besok adalah hari terakhir mereka untuk mengunjungi tempat bersejarah lain, mereka akan mendatangi sebuah museum tempat peninggalan benda-benda bersejarah, Ana tak ingin melewatkan kesempatan kali ini, ia juga memaksa Daffa agar ikut bersamanya dan hal itu di setujui oleh Daffa,

Gladis yang melihat kedekatan Ana dan Daffa menyimpulkan kalau ada hubungan spesial di antara dua remaja yang sok jaim itu.

Berbeda dengan Teddy, ia sedikit terusik dengan kedekatan Ana dan Daffa, ia tak terima Ana akrab dengan Pemuda brandal itu, ia tak habis pikir kenapa Ana mau meladeni Daffa yang tingkahnya terkadang suka aneh dan juga kasar.

Keesokan harinya...

Kali ini mereka sudah berada di dalam Bus, Ana duduk bersama Gladis dalam satu Bus sedangkan Daffa di Bus yang lain, meski mereka berbeda Bus namun Ana dan Daffa tak berhenti memberikan pesan membuat Gladis merasa curiga dengan tingkah sahabatnya itu yang tiba-tiba senyum-senyum sendiri padahal hal itu tak pernah Ana lakukan sepanjang perjalanan persahabatan mereka di mulai, memang dulu Ana pernah senyum-senyum sendiri saat bermain ponsel, tapi itu karena ia sedang menonton film lucu tapi kali ini Ana tak terlihat sedang menonton film melainkan sedang membalas pesan, hal itu yang membuat Gladis merasa heran dengan kelakuan sahabatnya itu,

"Apa jangan-jangan Ana terkena sindrom jatuh cinta pada orang yang aneh?"

Batin Gladis.

Mereka sudah sampai di tempat tujuan, mereka semua keluar dari Bus dan para Guru mulai mengarahkan mereka dan membagi murid menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok di pimpin oleh seorang guru.

Ana dan Gladis berada dalam satu kelompok, mereka sudah mempersiapkan catatan untuk mencatat beberapa hal yang penting tentang benda-benda bersejarah yang ada di sana, dengan di bimbing oleh seorang guru yang dengan sigap memberi penjelasan dan sejarah mengenai benda-benda berharga yang tersimpan rapi di dalam lemari kaca.

Setelah puas berkeliling dan melihat-lihat mereka beristirahat di sebuah taman yang ada di sekitaran museum, Ana sengaja duduk di bawah hamparan rumput taman, ia meluruskan kaki sambil menatap langit yang sedang mendung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan, angin bertiup membelai wajah dan rambut Ana di sebelah Ana ada Gladis yang juga sedang menikmati sore yang mendung itu.

"An, suasananya sedikit mengerikan tapi Aku suka dengan angin ini"

"Aku justru suka mendung, Aku ingin melihat sisi lain dari langit, kenapa kamu bilang mengerikan menurutku langit mendung itu terlihat mempesona, seperti langit sedang marah tapi dalam kemarahannya ia sedang bersedih"

"Kamu ini ada-ada aja, kamu menyamakan langit seperti seorang manusia?"

"Emangnya kenapa langit kan juga makhluk, dan Aku ingin menikmatinya saja, memandangnya tanpa menghakiminya"

"Terserah kamu aja deh, sejak kapan kamu jadi puitis, apa sejak dekat dengan Pangeran Daffa?"

Mendengar ucapan Gladis Ana jadi merasa Daffa mirip seperti langit yang mendung, ia menyimpan kesedihan namun ia tak bisa menahan kesedihan itu sendiri, ia membutuhkan pelangi untuk menghiburnya saat ia sedang berduka.

Melihat Ana yang melamun sambil memandang langit Gladis berdecak.

"Pasti kamu sedang memikirkan Daffa, tu orangnya sedang ke sini"

Gladis menyenggol Ana agar Ana melihat ke depan, karena memang benar Daffa sedang berjalan ke arah mereka dengan membawa dua botol air minum.

"Hai, kalian sedang apa?"

Gladis terkejut melihat sikap Daffa yang tiba-tiba berubah manis dan bicaranya sangat lembut.

"An, dia siapa?"

Ana menatap Gladis.

"Nggak mungkin dia Daffa yang ku kenal, Daffa yang ku kenal itu orangnya suka marah-marah dan bicaranya ketus"

Ana tersenyum mendengar penuturan Gladis, tapi tidak dengan Daffa ia sudah berusaha menahan emosi nya pada sahabat temannya itu,

"Ni, air minum"

Daffa menyodorkan satu botol air minum kepada Ana, namun tidak dengan Gladis, hal itu membuat Gladis protes,

"Cuma Ana yang di kasih, Aku nggak?"

"Kamu siapa, Aku nggak kenal"

Jawaban Daffa membuat Ana tertawa,

"Kalian berdua lucu banget, kamu di balas sama Daffa"

Setelah menyerahkan minuman pada Ana Daffa langsung meninggalkan dua gadis itu.

"Iss...dasar Daffa, Aku pikir dia udah berubah ternyata nggak, baiknya sama kamu aja, kamu kasih apa dia makanya bisa jinak gitu"

"Kamu pikir dia dogi, ada-ada aja kamu ini"

"Aku sebal sama dia, tapi Daffa keren banget kalau lagi mode cowok good boy, kalian serasi"

"Apaan sih, kami cuma berteman"

"Ya...ya Aku tau kalian cuma berteman"

Tiba-tiba hujan turun, membuat mereka sibuk berlari menuju Bus, beberapa dari mereka memang sudah berada di dalam Bus dan yang lain masih di taman menikmati sore.

"An, ayo kita ke Bus"

"Iya, kamu aja di Luan"

"Ayo, nanti kamu basah"

Saat Ana akan berlari bersama Gladis, tiba-tiba Daffa menarik tangan Ana,

Ana melepaskan tangan Gladis dan ikut bersama Daffa, Gladis menghela nafas panjang.

"Dasar pasangan baru, pasti lagi bucin-bucinnya, ya...pergi sana, ingat jangan apa-apa kan anak orang"

Gladis berteriak pada dua insan yang sedang berlari di tengah turunnya hujan.

Ana seperti Dejavu, berlari bersama Daffa, mereka pernah melakukan hal yang sama waktu itu, waktu Ana di tembak sama Adrian.

1
Mukmini Salasiyanti
kukira sopo??
rupane si Adrian.....

wkwkwk hihiii
pasti seru la yaw beTumbuk di RS...
Mukmini Salasiyanti
Huhhhhh
poor, Teddy....
Mukmini Salasiyanti
aaaa
ikutan mewek, Fa.........
Mukmini Salasiyanti
Aaaaa sedih sangattttt
Mukmini Salasiyanti
yesssss
aqu setujuuuu sangat shaFaDa menikah...
Mukmini Salasiyanti
Naahhhh
begini kan mantab..
vote 4 ShafaDa...
wkwkwk
Mukmini Salasiyanti
ahhhhhhhh
begini jadi alurnya.....
Shawqi Giras
Ya Allah kasihan Daffa dan Shafana/Sob//Sob//Sob/
Mukmini Salasiyanti
GO..
GO..
Go, shafa!!!!!!!
Mukmini Salasiyanti
MaasyaAlloh
Great job, Daren!!!
Septi Rahma: Makasih, doakan Daren dan Gladis bahagia ya🙏🙏🙏
total 1 replies
Mukmini Salasiyanti
sabar ya, shafa...
Mukmini Salasiyanti
hubungi HP Gladis dong, Fa..
Mukmini Salasiyanti
sakit opo, Neng???
Septi Rahma: Mantap👍👍👍 Ku suka gaya mu😘😘😘
total 3 replies
Mukmini Salasiyanti
oooo jd begini ya awal. mulanya shafana sakit....
Mukmini Salasiyanti
pokokE, jgn cerita mimpi ya, Fa..
cerita yg real real aja...
🤭😅🤣
Mukmini Salasiyanti
huhuhuaaaaaa
. bye, Daffa...
see u later...

shafana...jgn bersedih ya..
aqu jd ikutan nangis nih...
yok semangat yok!!!!
Mukmini Salasiyanti
Iya kan Mbak. marissa?
aqu pun heran
kok bs tahan aqu nungguin up nya si Daffa ini.
.. 😄🤣
Septi Rahma: Makasih ya atas doanya semoga kita semua sehat-sehat terus, Aamiin....❤️❤️❤️
total 3 replies
Mukmini Salasiyanti
woiii
sang BuCin......
kabuuuurrrrrrrr😂
Mukmini Salasiyanti
hadehhhhhh
mulai. bucin...
readers bakal tersingkir nih...

😁😂
Mukmini Salasiyanti
eaaaaaaaaa
mulai..
mulai...
kudu di awasin nih...
bahaya!!!!! 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!