Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Sang Penguasa Hidden

Cinta Sang Penguasa Hidden

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:939
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

​Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dituduh melakukan kejahatan yang tidak pernah ia lakukan oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa menjadi menantu numpang di keluarga kelas menengah, Reno diperlakukan seperti pelayan, dihina oleh ibu mertuanya, dan dianggap suami "tidak berguna" oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, satu-satunya alasan Reno bertahan dan berpura-pura menjadi orang miskin adalah untuk melindungi istrinya, Alya, perempuan polos yang pernah menyelamatkan nyawanya.
​Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan Alya dengan seorang pria kaya raya yang sombong. Di hari yang sama ketika surat cerai disodorkan ke wajahnya, organisasi rahasia terbesar di dunia—Grup Naga Hitam—akhirnya menemukan keberadaan Reno.
​Ternyata, Reno bukanlah orang biasa. Dia adalah Tuan Muda Penguasa Tunggal dari keluarga terkaya di benua ini yang sengaja menghilang untuk menyelesaikan misi rahasia.
​Begitu batasan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Gesekan Di Garis Depan

Pagi berganti siang, kesibukan di Istana Naga Hitam kembali berdenyut cepat. Momen kehangatan pribadi antara Reno dan Alya di ruang kerja kemarin memberikan energi baru bagi pasangan *power couple* tersebut. Namun, di dunia bisnis internasional yang penuh dengan predator berkulit domba, ketenangan tak pernah bertahan terlalu lama tanpa adanya riak pertarungan.

Hari ini, Alya didampingi oleh Bagas dan tim pengamanan elit Naga Hitam menjadwalkan kunjungan mendadak ke kawasan industri logistik maritim di pelabuhan utama. Pelabuhan ini merupakan urat nadi distribusi material bangunan dan peralatan medis untuk proyek pembangunan fasilitas sosial bernilai seratus triliun rupiah.

Mengenakan blazer putih gading yang dipadukan dengan celana bahan hitam elegan, Alya melangkah anggun menyusuri selasar dermaga. Senyuman ramah terukir di wajahnya saat menyapa para pekerja pelabuhan. Di belakangnya, Bagas berjalan dengan gestur siaga penuh, matanya terus menyapu sekeliling kawasan.

"Nona Alya, seluruh pengiriman material untuk tahap pertama sudah berada di jalur yang benar," lapor Bagas seraya menunjukkan tablet digitalnya. "Namun, ada satu kendala kecil di sektor pengawasan bea cukai swasta."

Alya menghentikan langkahnya, menatap Bagas dengan alur alis yang berkerut halus. "Kendala apa, Bagas? Bukankah seluruh izin konsorsium sudah ditandatangani langsung oleh kementerian terkait?"

"Memang benar, Nona. Namun, pengelola zona terminal peti kemas sektor empat baru saja berganti kepemilikan dua hari lalu," pukas Bagas dengan nada dingin. "Perusahaan pengelola baru itu bernama *Apex Logistics*, anak perusahaan dari *Syndicate Apex*."

Alya tersenyum tipis, sebuah senyuman dingin yang mencerminkan pengaruh mendalam dari suaminya. "Rupanya setelah gertakan utusan mereka bernama Julian Vance di area *groundbreaking* gagal, mereka mencoba bermain halus di jalur distribusi kita?"

"Tampaknya demikian, Nona. Mereka menahan tiga puluh kontainer berisi peralatan medis canggih dengan alasan 'pemeriksaan dokumen ulang'," tegas Bagas.

Alya tidak menunjukkan sedikit pun kecemasan. Ia justru melangkah mantap menuju kantor pengelola terminal sektor empat. Ketegasan dan kecerdasannya sebagai Managing Director sekaligus Permaisuri Naga Hitam terpancar nyata. Ia bukan lagi sosok wanita lemah yang bisa diintimidasi oleh siapa pun.

Sementara itu, di lantai teratas Gedung Konsorsium Naga Hitam, Reno sedang memimpin rapat tertutup bersama para petinggi divisi intelijen siber "Mata Naga".

Layar holografik besar di depan Reno menampilkan pergerakan saham dan arus kas global milik *Syndicate Apex*. Setelah kegagalan Ouroboros, *Syndicate Apex* yang berbasis di benua barat mulai merasa terancam oleh dominasi absolut Konsorsium Naga Hitam di Asia Tenggara.

"Tuan Muda," lapor kepala intelijen siber. "Kami mendeteksi adanya upaya pengalihan aset secara masif dari *Syndicate Apex* ke beberapa perusahaan cangkang di wilayah ini. Mereka mencoba menanamkan pengaruh finansial untuk menekan proyek sosial Nona Alya dari sektor logistik."

Reno yang duduk di kursi kebesarannya menyesap kopi hitam tanpa gula. Sepasang mata cokelat gelapnya memancarkan pendar intimidasi yang sangat pekat. Setelan jas hitam *custom-made* yang dikenakannya semakin mempertegas aura penguasa puncak yang tak tergoyahkan.

"Mereka pikir dengan bermain di area abu-abu logistik, aku tidak akan menyadarinya?" suara Reno mengalun rendah, tenang, namun sarat akan ancaman mematikan. "Apex lupa bahwa setiap jengkal jalur perdagangan di wilayah ini bernapas di bawah izin Naga Hitam."

Tiba-tiba, ponsel pribadi Reno bergetar. Nama Alya tertera di layar. Seketika itu juga, aura dingin nan mematikan di wajah Reno menguap, berganti dengan kehangatan yang tulus.

Reno mengangkat panggilan tersebut. "Ya, Permaisuriku? Bagaimana kunjunganmu di pelabuhan?"

*"Reno,"* suara Alya terdengar merdu namun tegas melalui saluran telepon. *"Anak perusahaan Apex menahan kontainer peralatan medis kita di terminal empat. Mereka mencoba menekan kita dengan birokrasi buatan."*

Reno menyeringai tipis. "Apakah kamu butuh aku turun tangan langsung untuk meratakan terminal itu, Sayang?"

Alya terkekeuh pelan di ujung telepon, sebuah tawa anggun yang membuat Reno semakin menyukai keberanian istrinya. *"Tidak perlu, Suamiku. Aku hanya ingin meminta izinmu untuk menggunakan wewenang penuh Konsorsium. Aku akan menyelesaikan ini dengan cara diplomasi keras."*

Reno bersandar di kursinya, rasa bangga yang luar biasa memenuhi dadanya. "Wewenangku adalah wewenangmu, Alya. Lakukan apa pun yang kamu anggap perlu. Seluruh kekuatan Naga Hitam ada di belakangmu."

*"Terima kasih, Reno. Sampai jumpa di rumah nanti malam,"* pukas Alya sebelum mengakhiri panggilan.

Reno meletakkan ponselnya, lalu menatap kepala intelijen siber dengan pandangan dingin. "Siapkan armada pengawal tambahan. Jika ada satu pun orang Apex yang berani mengangkat suara di depan Alya, pastikan perusahaan mereka bangkrut sebelum matahari terbenam."

"Petunjuk dipahami, Tuan Muda!" jawab kepala intelijen seraya membungkuk hormat.

Di kantor pengelola terminal sektor empat pelabuhan, suasana terasa sangat tegang. Direktur logistik pelabuhan—seorang pria asing utusan Apex bernama David—berdiri kaku di balik mejanya.

Di hadapannya, Alya duduk di sofa kulit dengan posisi tubuh yang sangat tegak dan anggun. Bagas berdiri di sampingnya bagaikan bayangan maut yang siap bertindak.

"Nona Alya," ujar David berusaha mempertahankan nada bicaranya yang terkesan superior. "Pemeriksaan kontainer ini adalah prosedur standar kami. Kami dari *Apex Logistics* hanya menjalankan aturan."

Alya menyilangkan kakinya dengan anggun, menatap David lurus tanpa ada keraguan sedikit pun. "Tuan David, pelabuhan ini berdiri di atas tanah Konsorsium Naga Hitam. Izin operasional terminal Anda dapat saya cabut dalam hitungan detik ini juga jika Anda terus menyalahgunakan wewenang untuk menghambat barang-barang Kemanusiaan."

David menelan ludah dengan susah payah. Ia mengira Alya hanyalah wanita pajangan yang berlindung di balik nama besar Reno. Namun, aura kepemimpinan dan ketegasan yang dipancarkan Alya saat ini membuat tekanan di ruangan itu terasa begitu menghimpit.

"K-kami hanya..." David terbata-bata, nyalinya menciut seketika saat melihat Bagas melangkah satu pukulan maju dengan pandangan mata yang menyipit berbahaya.

"Buka seluruh kontainer itu dalam waktu sepuluh menit," pukas Alya dengan nada suara yang halus namun tidak menerima bantahan. "Atau esok hari, nama *Apex Logistics* akan dihapus dari seluruh daftar bursa saham Asia."

Wajah David pucat pasi. Ia menyadari bahwa memprovokasi Alya sama saja dengan menggali liang kubur bagi perusahaannya sendiri. Pasangan *power couple* ini benar-benar tidak memberikan ruang sedikit pun bagi musuh untuk bernapas.

"B-baik, Nona Alya! Saya akan menginstruksikan pembongkaran dan pembebasan kontainer sekarang juga!" seru David panik seraya mengambil telepon interkomnya dengan tangan bergetar.

Alya berdiri dari duduknya, merapikan blazernya dengan tenang. Ia menatap David untuk terakhir kalinya sebelum berbalik melangkah keluar.

"Pilihan yang sangat bijaksana, Tuan David," ujar Alya dingin.

Bagas tersenyum tipis mengikuti langkah Alya. Keanggunan, ketegasan, dan kecerdasan Permaisuri Naga Hitam telah menyelesaikan gesekan di garis depan ini dengan kemenangan mutlak tanpa perlu menumpahkan darah.

Sore itu, seluruh kontainer medis bergerak lancar menuju lokasi proyek. Alya dan Reno sekali lagi membuktikan kepada dunia bahwa di puncak kejayaan, mereka adalah pasangan penguasa yang tak terhentikan oleh intrik apa pun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!