Aurora ananta adalah putri sulung dari 3 bersaudara dari keluarga ananta.selalu terjadinya pertengkaran antara kedua orang tuanya membuat gadis remaja berumur 16tahun itu tertekan.kehadiran seorang lelaki bernama Hendra wirawan yg memberikannya harapan untuk bebas dari masalahnya,membutnya terjebak ke dalam jalan yang salah.
bagaimana kisahnya..?
untuk teman2 semua yg mau baca novel yg ku tulis,aku ucapkan terimakasih.ini adalah karya pertamaku,jadi maaf jika ada banyak kesalahan dan typo🙏🙏
selamat membaca...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mami keandy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KAKAK IPAR
Kama terbangun dari tidurnya kala mendengar suara handphone nya berdering berulang kali.ia menggerutu tak jelas kala matanya melihat nama yang tertera di sana.dengan malas malas,ia menggeser tombol hijau di layar sehingga panggilan itu terhubung.
"kam,,,apakah aku ketinggalan berita...?"cerocos Nico begitu panggilan nya tersambung.
kama yang tidak mengerti hanya mengernyitkan alisnya heran.ia masih berusaha mengumpulkan kesadarannya.
"hey bontot,,apakah kau mendengarku...?"
Kama memutar matanya jengah,ia paling tidak suka di sebut bontot,,ya meskipun kenyataannya ia bungsu di keluarganya,tetap saja ia tak suka.
"hey kampret,,kau masih hidup kan...?"sengit Nico karna tak kunjung mendapatkan jawaban dari sang adik.
Kama berdecih."mau Lo apa sih bang,,ganggu tau...!besok aku ada sidang skripsi,,jadi aku mau tidur...!"kama segera memutuskan panggilannya,membuat seseorang yang berada di sebrang sana mengumpat tak habis habis.
Baru saja kama meletakkan gawainya,kembali terdengar dering panggilan masuk, tanpa melihat ID sang pemanggil,kama segera mengangkatnya.
"apaan sih Lo bang,,ganggu tau...!tengah malam gini jangan jadi setan ngapa...!"sengit kama emosi.kakaknya yang satu ini memang tak tahu situasi.
"kheemmm...!"
Suara deheman terdengar membuat kama langsung membelalakkan matanya.seketika ia linglung.suara itu bukan suara nico.segera kama melihat layar ponselnya,ia menepuk jidatnya kuat kala tertera nama Devan disana.
"ma...maaf bang,,,gak sengaja,,aku kira bang Nico...!"jelas kama takut takut.seumur umur ia tak pernah berkata kasar pada kakak tertuanya itu.
"apa Nico menghubungimu...?"
"iya,,,!"
"apa yang ia katakan...?"tanya Dev
"entahlah,,ia menanyakan sesuatu yang tidak jelas...!"
"kam,aku meminta Nico mengirimkan pengawal bayangan untuk melindungi rara.pastikan Rara tak menyadarinya.dan aku juga memintanya mencarikan bodyguard perempuan untuk melindunginya,nantinya perempuan itu akan ku pekerjakan di resto,dia juga akan masuk di kampus dengan jurusan yang sama dengan Rara.tolong kau atur semuanya...!"titah Dev tanpa bisa di bantah.
"baiklah,besok aku akan memberitahu papa...!"
"hm,kalau begitu tidurlah...!"ucap Dev,kemudian mematikan panggilannya.
Baru saja kama hendak meletakkan handphone miliknya,sebuah panggilan kembali masuk.
"apalagi sekarang....?"gerutunya.
"kam,,kau harus menjelaskan sesuatu..!"suara Nico terdengar mendesak sesaat setelah kama menjawab panggilan darinya.
"apa yang mau dijelaskan...?pertanyaanmu saja nggak jelas....!"sahut kama malas.kakaknya yang satu ini tengilnya minta ampun.
"pokoknya Lo mesti jelasin ke gue,,sejelas jelasnya ..?"
"iya, masalahnya apa yang mau gue jelasin,,,?gak jelas banget...!"sengit kama.mungkin otak kakaknya ini konslet karna terlalu banyak berkutat dengan kode kode komputer.
"siapa.....?"tanya Nico lagi.
"siapa apanya,kalau nanya yang jelas ngapa bang,,,!gak usah bikin emosi...!"sungut kama kesal.
Nico terkikik pelan.ia puas mengerjai adiknya ini.tak ingin sang adik merajuk,,Nico kembali bertanya.kali ini dia serius...
"siapa yang ingin dilindungi bang Dev...?"tanyanya.
"mau nanya gitu aja kenapa mesti muter muter sih...?"gerutu kama
Nico tersenyum mendengar gerutuan sang adik.adiknya itu memang mudah sekali marah.tempramennya benar benar mirip dengan devan.ya mungkin karna Devan adalah panutan baginya
"iya,tadi bang Dev memintaku mengirimkan beberapa pengawal bayangan.siapa orang special itu...?"
"ooooohhh-,,mau tau aja apa mau tau banget...?"sekarang giliran kama membalas ketengilan sang kakak.
"ayo lah Kam,,aku serius kali ini...!ini menyangkut tugas dari bang dev.dia memintaku untuk meminta penjelasan darimu.sepertinya ada sesuatu yang ku lewatkan..!"ucap Nico serius.
"dia ingin melindungi kakak ipar!"jawab Kama to the poin.
"what...?"pekik Nico heboh."wait....wait....wait....!gue gak salah dengerkan....?"
"namanya Rara,Aurora,anak fakultas kebidanan di univ kita....!"jelas kama singkat.
"sejak kapan...?"
"entahlah,,Abang tak mengatakan apapun,hanya saja aku tau kalau Abang menyukai gadis itu...!"
"baiklah kalau begitu,,kita kawal sampai ke pelaminan..!"ucap Nico antusias.
"tapi kayaknya gak gampang deh bang,,agak rumit juga sih...!"ucap kama meragu.
"maksudnya...?"
"kisah cinta bang Dev gak bakalan semulus kulit wajahnya...!"seloroh kama.
"udah deh,nanti Lo bakal tau sendiri.gue ngantuk,,mau tidur...bay...!"ucap kama memutus panggilannya.kemudian ia mengatur mode silent agar setan kampret itu tak mengganggunya lagi.biarlah kakaknya itu mati dengan rasa penasarannya,ia tak peduli.
Sementara itu Nico terus mengumpat kesal disebrang sana.sudah dipastikan malam ini ia tak bisa tidur dengan nyenyak karna penasaran."sial!"gerutunya.