Indonesia
NovelToon NovelToon
Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Rahasia Pernikahan Sang Dokter

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Dokter / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Betapa bahagianya Sekar ketika dinikahi oleh dokter yang bernama Ilham Caniago. Sekar yang bekerja sebagai perawat menyadari jika ia bukan gadis yang cantik. Kulit hitam gelap, wajah berjerawat tidak disangka jika akan dipinang oleh dokter tampan dan kaya raya. Tetapi dalam pernikahan itu, Sekar hanya mendapat nafkah batin malam pertama saja. Ilham selalu dingin dan cuek membuat hari-hari Sekar Ayu bersedih.

"Apa tujuan kamu menikah dengan aku, Mas?"

"Ya, karena ingin menjadikan kamu istri, Sekar."

Usut punya usut, Ilham menikah dengan Sekar karena ada maksud tertentu.


Tetapi walaupun hanya diberi nafkah sekali, Sekar akhirnya mengandung. Namun, sayangnya bayi yang Sekar lahirkan dinyatakan meninggal. Setelah bercerai dengan Ilham, Sekar bekerja kembali di rumah sakit yang berbeda membantu dokter Rayyan. Dari sekian anak yang Sekar tangani ada anak laki-laki yang menginginkan Sekar ikut pulang bersamanya.

Apakah Sekar akan menerima permintaan anak itu? Lalu apa Rahasia Ilham?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Sekar membuka pintu kamar kost, matanya melebar kaget, katanya dokter Rayyan akan datang sepuluh menit lagi tapi tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu.

"Kamu kenapa kaget gitu?" Tanya Rayyan dengan dahi berkerut.

"Katanya, datang sepuluh menit lagi? Sebentar Dok, saya shalat dzuhur dulu," Sekar menutup pintu kembali, tanpa menunggu jawaban dokter Rayyan dan menyuruh tamunya duduk. Sekar tidak ingin para penghuni kost yang lain mengira dirinya wanita tidak benar.

Sekar sat set ke kamar mandi ambil air wudhu, shalat, kemudian keluar setelah memastikan rambutnya yang tertutup jilbab tidak ada yang keluar.

Di kursi teras kost, Sekar menatap Rayyan yang sedang membaca sebuah buku. Sekar kerap kali membandingkan perbedaan dokter Ilham dan dokter Rayyan. Bila ada waktu luang dokter Ilham main handphone, sementara Rayyan membaca buku.

"Mari Dok," ucap Sekar, saking seriusnya Rayyan sampai tidak menyadari kehadiran Sekar.

Rayyan mendongak menatap Sekar yang sudah berdiri di hadapannya lama. Suster itu semakin hari semakin cantik saja.

"Dok," Sekar salah tingkah dipandangi seperti itu.

"Emmm... Ayo," Rayyan berjalan ke halaman kost kemudian menjalankan mobilnya.

"Kenapa kamu pergi dari rumah bu Pratiwi tidak izin, Sekar?" Tanya Rayyan ketika kendaraan roda empat itu sudah menembus jalan raya. Ray tidak ingin Susternya tidak tanggung jawab walau ia pun sebenarnya tidak setuju Sekar berlama-lama tinggal di rumah itu, tapi seharusnya Sekar bisa bicara baik-baik.

"Mommy Arka tidak suka dengan keberadaan saya, Dok," Sekar menunduk, memijit dua sisi pelipis tampak sedang pusing.

Rayyan yang sedang menyetir di sebelahnya melirik Sekar sekilas, tapi tidak mau membahas lebih lanjut. Mobil dokter Rayyan pun tiba di depan pagar.

Satpam segera mendorong pagar, menatap Sekar datang di temani pria gagah dan tampan itu mengangguk sopan. "Cepat Mbak Sekar, Den Arka tidak mau sama siapapun."

Sekar hanya mengangguk lalu meninggalkan satpam diikuti Rayyan. Begitu masuk suasana di rumah mewah itu kacau balau, suara tangis kencang terdengar dari kamar Arka.

"Untung Mbak Sekar segera datang. Den Arka menangis terus," ucap bi Inah setelah membuka pintu.

Flashback On.

Begitu Arka membuka mata setelah bangun tidur dan tidak menemukan wajah lembut Suster Sekar di sampingnya, tangisnya langsung pecah.

"Mama kecil! Mana Mama Sekal?!" teriak Arka sambil melempar bantalnya ke lantai. Begitulah, tangis itu masih terus berlangsung hingga Rini, bi Inah dan art tidak bisa menenangkan.

"Mama kecil kerja dulu, nanti sore ke sini lagi..." kata Rini walau tidak tahu Sekar benar akan kembali atau tidak, yang penting Arka tenang, tapi ternyata Arka tidak percaya.

"Kenapa Mama Kecil tidak bilang dulu," jawabnya di sela-sela isak tangis.

"Sekarang gendong Ute ya," Rini hendak menggendongnya tapi dua tangan Arka menepis tangan Rini berkali-kali.

Luna, yang sudah tampil cantik dengan riasan penuh untuk bersiap ke lokasi syuting, segera masuk ke kamar Arka. "Sayang, ini Mama di sini. Mama sudah pulang, Arka nggak butuh Suster itu lagi," ucap Luna mencoba membujuk sambil merentangkan tangan untuk memeluk anaknya.

Namun, Arka justru menjauh. "Nggak mau Mommy! Mommy pelgi-pelgi telus! Alka mau Mama Sekar! Suster janji mau temani Alka!" Isak tangis bocah itu semakin menjadi-jadi hingga wajahnya memerah dan napasnya mulai sesak, tanda bahwa kondisi fisiknya yang belum pulih total mulai terganggu oleh emosinya.

Ibu Pratiwi masuk ke kamar dengan wajah dingin, menatap Luna yang tampak kewalahan dan mulai kehilangan kesabaran. "Sudah Mama bilang, bukan? Arka tidak butuh kemewahan atau kehadiranmu yang tiba-tiba, dia butuh kenyamanan yang selama beberapa hari ini diberikan Sekar," ucap Ibu Pratiwi tegas.

Luna berdiri dengan emosi, "Ma! Kenapa Mama selalu membela perawat itu? Dia pasti sudah menghasut Arka!"

"Cukup, Luna! Lihat anakmu!" bentak Ibu Pratiwi menunjuk Arka yang mulai batuk-batuk karena terlalu lama menangis. "Bi Inah bilang Sekar pulang karena tadi pagi merasa tidak enak hati setelah mendengar kamu membentak-bentak. Sekarang, kalau terjadi sesuatu pada kesehatan Arka, kamu yang harus bertanggung jawab."

Ibu Pratiwi segera mengambil ponselnya dan menelepon seseorang yang paling ia percayai dalam urusan medis. Bukan Sekar, melainkan atasannya. Dokter Rayyan.

Flashback Off.

"Mama kecil..." ucap Arka, begitu Sekar masuk ke kamar langsung nemplok di gendongan Sekar, membenamkan wajahnya di dadanya seolah tempat itu paling nyaman.

"Iya, Suster di sini, Suster kan sudah bilang, kalau siang harus kerja," Sekar mendekap tubuh mungil itu.

"Tapi besok, Sekalang Mama kecil kata Nenek libul kelja," jawab Arka, yang sudah tidak menangis lagi. Sekar tidak bisa berbicara apa-apa lagi, karena yang dikatakan Arka benar.

Luna melengos lalu melenggang ke kamarnya. Sementara Sekar membawa Arka ke ruang tamu menemui dokter Rayyan.

"Anak ganteng... Kok menangis," kata dokter Rayyan.

"Mama kecil bohong, katanya hali ini libul," anak itu masih juga bisa menjawab.

Ketika Dokter Rayyan, Sekar dan Arka sedang santai di ruang tamu. Sebuah mobil SUV hitam yang gagah baru saja berhenti di sana.

Mereka menatap seorang pria yang berpakaian santai tapi rapi, tampak lelah namun tetap terlihat sangat tampan dan berwibawa, masuk ke rumah dengan tergesa-gesa.

"Dia?" Batin Sekar. Dunia terasa kiamat karena tiba-tiba orang di masa lalu itu datang berjalan tergesa-gesa, melempar tas di sofa lalu mendekati Arka di pangkuannya.

...~Bersambung~...

1
Muhammad Arsyad Al-Farabi
bagus cerita nay
Maryam Renhoran
sepertinya Arka anaknya dr Ilham dgn Sekar
Dewa Nara
katanya mau nyuruh beli makan siang, tapi sudah disediakan
Dewa Nara
dendam berkobar Thor 🤭
Dewa Nara
maaf Thor, tidak ada dokter spesialis ibu dan anak sekaligus dijabat satu orang
Vivi Zenidar
setuju..... siap menabur... siap pula menuai
Titien Prawiro
Chaniago, bukan caniago
Buna Seta: awalnya Chanigo Kak tapi typo merah gitu
total 1 replies
Titien Prawiro
biar Luna kecelakaan sekalian.
Titien Prawiro
Ilham lelaki gk tegas. plin plan kayagini, suami takut istri.
Titien Prawiro
Dr Ilham sebelum menikah dgn Sekar, ternyata sdh menikah dengan Luna. mungkin hanya ingin anak karena Luna gk mau punya anak, karena dia artis itu perkiraan saya.
Titien Prawiro
Saya rasa benar itu anak Sekar sama Ilham, diambil nenek itu ibunya Ilham.
Titien Prawiro
Betul itu anak Ilham
Titien Prawiro
Anaknya mungkin gk meninggal, disingkirkan sama Ilham, mungkin ada maksud lain. ada wanita lain untuk Ilham
Omah Tien
orang ky tp baik ya g milih biasa nya mau nya satu derajat
Omah Tien
sekar jg salah g mau berbenah dr salon ke apa ke kan banya k uang dl bdo
Omah Tien
apa g ada lg rmh sakit di jauh gt kalau sy g mau lg kalau blk buat apa sdh di hn mau anak nya aja bodoh
Meli Meli ana
malang nasip mu ham😄🤣
Nur Aulia
ya ampun Danu km ko pede banget ya🤣
Sinta Dewi
Roda 2 atuh , dilihat dari belakang 2, dilihat dari depan 2 , dari kiri 2 , dari kanan 2 ,,, tetap roda 2 walau jumlahnya jd 8 🤭🤭🤣🤣
Moreno
Lancang sekali tetangga Sekar ya. Gampang banget ikut campur urusan orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!