" jangan harap gue menerima lo sebagai istri gue.. lo harus ingat lo itu cuma anak pembantu. " tekan Gavin..
" tuan muda kira, saya juga mau menikah dengan lo.. tidak sama sekali tapi orang tua lo yang datang sama orang tua gue supaya bapak gue setuju, kalau gue menikah dengan lo. " jelas Alisha..
" jangan sampai semua orang di sekolah tau kalau kita suami istri.. apalagi gue juga punya pacar yang lebih cantik dari lo. "
" lo tenang aja, seisi sekolah tidak akan tau kok.. lo juga bukan tipe gue. " ketus Alisha..
Alisha di paksa menikah dengan tuan muda yang bernama Gavin.. Alisha ingin menolak tapi orang tuanya memaksa karena majikan mereka sangat baik kepada keluarga nya..
tuan willian yakin, Alisha dapat mengubah Gavin menjadi anak yang baik.. karena selama ini hidup Gavin bebas dan semaunya..
* apakah Alisha mampu mengubah sikap Gavin dan Sampai kapan pernikahan mereka bertahan. *
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 23
" arga. " teriak ajeng dan langsung memeluk putranya itu sambil menangis.
" bunda aku gak apa-apa, jangan nangis dong. " arga membalas pelukan sang bunda.
" bunda takut gak bisa bertemu sama kamu lagi sayang,, kamu gak di apa-apain sama mereka kan. " tanya ajeng lagi.
" ya bunda aku gak kenapa-napa kok.. mereka tidak mungkin tega menyiksa darah dagingnya sendiri. " ucap arga menenangkan sang bundaa..
" lihat lah semua sahabat mu datang jauh-jauh dari amrik untuk menyelamatkan mu. " tunjuk ajeng pada semua sahabat arga.
" terimakasih semuanya sudah datang,, kalian bukan sekedar sahabat tapi keluarga untuk gue termasuk lo al. " ucap arga.
" cieee Alisha mukanya merah banget. " goda Maria dan Helen.
Alisha langsung sembunyi di belakang abang nya karena menahan salting..
" ajeng, kamu apa kabar,, maafkan kesalahan mami selama ini pada mu sayang.. ternyata kami salah paham sama kamu.. bukan kamu yang perempuan tidak benar melainkan si Lastri. " mayang memeluk ajeng dengan penuh penyesalan.
" aku sudah maafkan mami kok.. aku yakin kebenaran pasti terungkap dengan sendirinya. " kata ajeng.
" papi juga minta maaf sama kamu ajeng.. kamu mau gak rujuk kembali dengan rano. " kata darwis.
arga menggeleng para bunda nya.. dia tidak mau bunda nya kembali dengan ayahnya.. dia tau sampai kapan pun sifat buruk ayah nya tukang selingkuh gak akan pernah berubah.
ajeng mengerti dengan gelengan anaknya.
" kamu tenang aja sayang, bunda juga tidak mau rujuk sama ayah kamu.. bunda hanya ingin hidup berdua sama kamu saja.." ucap ajeng..
arga menghampiri semua temannya dan kenan.
" terimakasih bang. "
" santai aja broo, kayak siapa aja. " ucap kenan menepuk pundak arga..
" gimana ajeng, apa kamu mau rujuk kembali dengan rano. " tanya mayang .
" maaf mi. lebih baik kita sebagai keluarga saja. aku tidak mau menikah lagi. " tolak ajeng.
" hahahahahah, lihat rano kamu di tolak sama ajeng. kasian banget. " ucap Lastri.
arga memanggil polisi yang sudah siap di luar untuk menangkap Lastri dan Zora..
Gavin pulang ke Indonesia mumpung libur bersama naren. gladis tidak ikut pulang ke Indonesia karena dia lagi sibuk.
tiba di rumah mereka berdua di kejutkan dengan rumah yang di sita bank.. ternyata perusahaan orang tuanya bangkrut dan rumah mereka di sita bank.
Gavin dan naren saling tatap bingung dan heran. apa yang terjadi dengan keluarga mereka yang tidak dia tahu.
satpam yang melihat Gavin dan naren langsung menghampiri mereka.
" tuan muda kalian sudah pulang. "
" apa sebenarnya terjadi pak dan dimana mami dan papi tinggal sekarang. " tanya Gavin.
" tuan besar mengalami bangkrut tuan muda tapi saya gak tau apa penyebabnya.. saya juga gak tau di mana mereka tinggal sekarang. " jelas pak satpam.
Gavin terduduk lemas di depan gerbang.. kenapa orang tuanya tidak kasih tau dia akan masalah sebesar ini padanya.
" mending sekarang kita pulang kerumah gue aja.. siapa tau bunda atau ayah tau kemana mami dan papi pergi. " ucap naren.
Gavin setuju, dia juga butuh istirahat setelah perjalanan cukup lama.
" kenapa mereka tidak kasih kita tau masalah sebesar ini naren. "
" mungkin mereka takut ganggu kita, apalagi kan bulan-bulan ini kita sibuk dengan tugas akhir dan kantor kita. "
" gue khawatir dengan mereka. semoga bunda tau dimana tempat tinggal mereka berdua. " harap Gavin.
selama perjalanan mereka tidak ngobrol.. Gavin dan naren larut dalam pikiran masing-masing..