Perhatian!!!
Buat para readers, kalau mau baca cerita ini langsung ke bab dua aja ya. Karena ada suatu kesalahan jadi bab satu dan bab duanya itu sama (ke double). Kenapa langsung ke bab dua?Karena yang bab duanya itu lebih terkondisi. Maaf atas ketidaknyamanannya
.
.
Felysia Inez Gianina adalah seorang wanita sederhana yang mendapatkan tempat istimewa di hati dua pria. Hari harinya disibukkan dengan aktivitas bekerja sebagai sekretaris pribadi CEO PT. Golden Sentosa Abadi, Reiki Alterio, pria dingin yang kepribadiannya bisa dirubah oleh Fely.
Suatu hari Fely bertemu dengan seorang dokter bernama Arjun singgih...
.
.
.
Novel ini sangat gercep mulai dari pertemuan pertama, jadian, lamaran tapi itu semua bukanlah akhir melainkan awal dari semua. Karena masalah yang sesungguhnya akan datang setelah ini.
Pemasarankan bagaimana kelanjutan kisah mereka...
Check it out!
Follow ig aku juga ya: dwiptrrhy_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwipr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meet camer
Keajaiban datang, setelah menunggu sebulan lebih akhirnya wanita di dalam ICU itu akhirnya tersadar.
''Akhirnya kamu sadar juga ma....'' Pak Andre memegang dan mengelus lembut pipi istrinya dengan haru. Wanita itu masih sangat pucat, dia tak dapat bicara karena alat bantu pernapasan yang menempel di wajahnya.
''Tolong jangan pergi aku belum siap, aku juga belum sempat mempertemukan kamu ke anak kita, Arjun. Dia tumbuh menjadi pria tampan dan bijaksana. Walaupun kamu bukan ibu kandungnya, aku tahu pasti kamu sangat sayang padanya. Begitupula saat nanti aku mempertemukan kalian, aku yakin pria muda itu pasti akan menerimamu serta menyayangimu.''
Tampak sebutir air mata menetes dari mata wanita yang ada dihadapannya saat ini.
Pak Andre merogoh saku celananya karena dari tadi ponselnya terus bergetar.
Arjun : Pa
Arjun : Kapan sih papa pulang?
Arjun : Udah sebulan lebih loh papa gak pulang, ini gak seperti biasanya.
Arjun : Ada hal penting yang harus kita bahas Arjun : Ini masalah masa depan Arjun
Papa Andre : Maaf nak, papa masih banyak urusan jadi belum bisa pulang dalam waktu dekat.
Papa Andre : Bicara lewat telfon aja.
Arjun : Gak bisa pa, ini masalah serius.
Papa Andre : Ya sudah, papa akan segera selesaikan pekerjaan papa dan pulang untuk menemui kamu.
Beberapa hari berselang, pak Andre berpamitan dengan istrinya dan kembali ke rumah menemui Arjun.
Cklek
Arjun yang lelah langsung berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Langkahnya terhenti saat ia baru saja menaiki dua anak tangga.
Arjun membalikkan badannya, didapati papanya sedang makan di meja makan.
''Papa,'' Arjun mendekati papanya yang tengah makan dengan lahap.
''Kebiasaan banget deh kalau pulang ga mgabarin dulu.''
''Kenapa, kamu gak senang papa ada di sini?''
''Bukan gitu. Kalau papa ngabarin kan Arjun bisa jemput papa di bandara.''
''Papa gak mau kamu kecapekan. Gimana lamarannya, lancar?''
Deg
''Kok kok pa-papa bisa ta-tahu?''
Pak Andre tertawa kecil, ''Apasih yang papa gak tahu.''
''Maafin Arjun pa, bukannya Arjun gak mau ngasih tahu papa atau gak mau...''
''Sudahlah nak, papa tahu sudah besar dan tahu mana yang baik dan mana yang buruk.''
''Sekali lagi Arjun minta maaf pa.''
Pak Andre mengangguk, ''Pasti dia sangat cantik ya. Papa jadi pengen ketemu.''
''Papa pengen ketemu sama keluarga Fely, kalau iya biar Arjun bilangin.''
Oh, namanya Fely. Nama yang bagus.
''Boleh.''
Setelah itu, Arjun langsung menghubungi Fely dan mengatakan akan menyusun ulang jadwal pertemuan keluarga mereka. Pertemuan kali ini juga sekalian untuk membahas lanjutan dari pertunangan yang mereka rencanakan.
Arjun sudah memberitahu papanya, Fely juga sudah memberitahu ayah dan bundanya. Acara pertemuan mereka akan dilaksanakan besok malam.
.........
''Fel, kayaknya bunda gak bisa ikut makan malam di luar deh, lagi pusing katanya. Jadi kita pergi berdua aja gak papa ya.''
Fely tampak khawatir dengan keadaan bundanya, haruskah acara pertemuan kali ini di batalkan lagi.
Ayah menenangkan anaknya itu dan meyakinkan bahwa bundanya akan baik baik saja.
Fely dan ayah menuju ke tempat yang sudah ditentukan menggunakan mobil legendaris yang dibeli ayah semasa mudanya. Kebayangkan, udah seberapa tuanya mobil itu.
''Kenapa kamu?'' Tanya ayah pada Fely yang terlihat sangat tegang.
''Haa... hmm... gak apa apa kok yah hehe.''
''Ciee... tegang ya mau ketemu calon mertua.''
''Ayah sok tahu deh.''
Sepanjang jalan dipenuhi dengan godaan ayah pada Fely.
Drrttt... Drttt...
''Halo bund.''
''Ayah, sudah selesai belum acaranya. Ini bunda menggigil banget, bisa anterin ke dokter gak yah.''
''Oh, iya bun. Ayah pulang sekarang ya.'' Ayah mencoba untuk tenang walaupun sebenarnya beliau sangat cemas.
Fely yang sudah masuk ke dalam keluar kembali untuk menemui ayahnya yang hilang dari pandangan.
''Ayah kok diem aja. Ayo masuk.''
''Maaf nak, ayah gak bisa menemin kamu sampai ke dalam. Bunda minta di temenin katanya takut di rumah sendirian.'' Ayah sengaja tidak memberitahu Fely tentang keadaan bunda yang sebenarnya.
''Ya ampun, ya sudah kalau begitu ayah langsung pulang aja, Fely bisa sendiri kok.''
''Yakin kamu?'' Fely mengangguk.
''Ayah pulang duluan ya. Sampaikan salam dan permintaan maaf ayah pada keluarga Arjun ya karena...''
''Iya ayah, keburu ditungguin bunda loh.'' Ayahpun berlalu.
Fely masuk dan mencari keberadaan kekasihnya.
Arjun melambaikan tangannya pada Fely, degan segera Fely mendekati Arjun dan papanya.
''Maaf ya om udah nungguin lama.''
''It's oke.''
Arjun menarikan kursi dan kemudian diduduki oleh Fely.
''Kok sendirian?'' Tanya Pak Andre.
''Oh iya sebelumnya saya mau memyampaikan salam dari orang tua saya. Saya juga mau minta maaf atas ketidakhadiran orang tua saya di sini karena Bunda saya sedang sakit dan ayah saya tadi sebenarnya udah datang sama saya cuma pas sampai di depan bunda nelfon akhirnya ayah pulang untuk menemui bunda.''
''Oh ya ampun cepat sembuh ya buat bundamu,'' kata pak Andre.
Acara pertemuan kali ini diawali dengan makan malam bersama. Walaupun tidak lengkap, namun tidak mengurangi rasa bahagia di hati Arjun. Akhirnya Fely bisa bertemu dengan papanya.
''Pa, kita punya rencana pertunangan setelah papa pulang ke Indo. Nah, papa kan udah ada di sini jadi langsung kita bahas aja ya.'' Arjun membuka percakapan.
''Iya, saya setuju om. Walaupun ayah dan bunda gak hadir malam ini tapi kita harus tetap membahasnya bukan?''
''Oke. Jadi kita mulai dari mana dulu? Konsep, tamu undangan, makanan?'' jawab pak Andre.
''Mungkin bisa mulai dari konsep dulu sih om, karena menurut saya itu yang paling penting,'' kata Fely sambil tersenyum ragu.
''Salah!'' Arjun membantah.
''Yang paling penting itu konsep, tapi hadirnya kamu di sisiku.''
Fely memukul tangan Arjun yang menyentuh tangannya.
''Hmm, kalian ini. Melihat kalian seperti ini jadi mengingatkan masa muda papa saja.''
Fely tersipu malu pipinya bersemu merah.
''Jadi konsepnya gimana?'' Tanya pak Andre lagi.
''Hai, by kamu di tanyain papa tuh,'' Arjun mengibaskan tangannya tepat di depan wajah Fely.
''Eh, iya.''
''Kamu kenapa?''
''Ga-gakpapa om, saya cuma berpikir apa om gak marah sama keluarga saya karena acara lamaran kemarin...''
''Tidak, saya malah senang karena anak saya bisa bersikap dewasa dengan melamar kamu.''
Setelah perdebatan panjang akhirnya di dapatlah hasilnya. Konsep yang dipilih adalah konsep yang sederhana namun tetap elegan. Pakaian yang akan digunakan akan dibuat senada dengan warna dekorasi yang telah dipilih.
Tamu yang diundang juga hanya beberapa dari keluarga dari kedua belah pihak. Begitupula makanan yang di sediakan. Karena yang terpenting adalah kelancaran dari acara itu sendiri.
.
.
.
bersambung
salam kenal..
man skitaran kel. feli arjun dan rei...seperti y kurang greget...