Apa yang akan kamu lakukan saat tiba-tiba saja sahabat mu sendiri justru meminta mu menikah dengan suaminya?
Qiara, merupakan gadis cantik berusia 18 tahun yang baru kembali dari luar Negri setelah masa pendidikannya selesai. Dia meninggalkan sang sahabat yang ternyata telah menikah setelah kepergiannya demi menimba ilmu.
Akan tetapi, suatu kebenaran terungkap kala pulangnya Qiara justru melihat keadaan sahabatnya sangat buruk.
Satu hal yang pasti, Qiara di minta untuk menikahi suami dari sahabatnya sendiri atau lebih tepatnya menjadi istri kedua dari pria tampan yang merupakan seorang CEO kaya raya.
Bisakah Qiara menerima permintaan sahabatnya?
Atau, apakah suami dari sahabatnya itu mau menikahi Qiara?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SantikaKumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IKSC Bab 24 ~ Putri Anda Sangat Lucu
🌻🌻🌻🌻🌻
Rafin sengaja bersembunyi di balik lemari besar yang terletak di ruang tengah setelah mendengar suara mobil milik putri bungsunya.
Sebenarnya teriakan Qiara sedari masuk Mansion sudah di dengar pria itu, tetapi rasa ingin bermain sebentar bersama putri bungsunya terlintas begitu saja.
Ia kembali teringat pada masa kecil Qiara yang begitu suka mengajaknya bermain petak umpet jika dirinya tidak pergi ke kantor atau pulang lebih awal hanya untuk melihat putrinya.
🍀
"Papi mana sih," kesal Qiara terus mencari keberadaan Rafin di seluruh ruangan.
Di ruang tamu tidak ada, berpindah ke ruang keluarga sampai ruang makan sudah di kelilingi gadis cantik itu, namun tetap saja masih belum menemukan keberadaan sang papi.
"Apa jangan-jangan di kamar ya," gumam Qiara dengan jari telunjuk mengetuk meja makan seraya berpikir.
"Ngga mungkin lah kalau papi jam segini udah masuk kamar, bukan kebiasaan papi." Ralatnya menggeleng pelan menatap langit-langit ruang makan
Rasa lelah dan bosan karena tidak berhasil menemukan Rafin mulai timbul.
"Udah capek gini, malah harus nyari papi ngga tahu kemana." Qiara menidurkan kepalanya di atas meja makan
Lima menit kemudian terdengar suara tidak asing muncul dari arah dapur, seorang wanita paru baya mulai bersuara dan itu berhasil membuyarkan lamunan Qiara.
"Nona kenapa melamun di sini?" tanya sang Bibi keheranan mendapati gadis cantik itu barusan melamun.
Jauh di dalam hati wanita itu begitu senang melihat putri bungsu kesayangan Tuan besar Rafindra tersebut akhirnya pulang juga ke Mansion utama.
Akan tetapi, dia sedikit bingung mendapati raut wajah murung Qiara tidak seperti biasanya.
"Apa Nona muda lagi cari sesuatu?" tebaknya asal yang di jawab gadis cantik itu dengan anggukan kepala lesuh.
"Lagi nyari papi, kok ngga ada ya." Jawab Qiara malas namun sepertinya sang Bibi paham.
"Oh, Tuan besar bukannya lagi di ruang tengah?" wanita itu menatap bingung Nona muda nya.
Sedari habis makan siang, memang dia melihat Rafin duduk santai di ruang tamu beserta satu orang pria tampan masih muda.
Karena merasa penasaran dengan apa yang di katakan Nona muda Rafindra tersebut, dengan langkah kaki cepat Bibi pengasuh menuju ruang tengah untuk memastikan keberadaan sang Tuan.
Kakinya berhenti tepat di ruangan yang katanya ada Rafin dan Faraz tengah duduk santai di sana.
"Loh kemana perginya Tuan besar? Perasaan tadi masih di sini," kaget Bibi pengasuh melihat kondisi ruang tengah sudah kosong. Bahkan pria tampan yang dia maksud masih bersama Rafin juga ikut menghilang.
"Bibi yakin mereka tadi berada di sini?" tanya Qiara memastikan.
"Sangat yakin Nona muda, perasaan Bibi tadi masih ada Tuan besar dan Tuan muda Bramantya masih duduk santai di sini, masa langsung pergi gitu ajah tanpa kasih tahu Bibi lebih dulu" jelas Bibi pengasuh.
Qiara tersenyum tipis seraya mengangguk paham, kali ini dia sangat yakin ada yang tidak beres.
"Ngga usah di cari lagi Bik," seru Qiara sembari melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju satu lemari besar yang ada di ruangan tersebut.
Barusan dia sepertinya melihat sepenggal bayangan yang bergerak di balik benda berwarna putih itu.
Gue yakin banget pasti papi lagi sembunyi di sana, hihi. Bathin Qiara tersenyum menyeringai
Tanpa pengalas kaki gadis cantik itu berjalan mengendap endap seperti seorang pencuri menuju arah lemari.
Tampak jelas binar bahagia tergambar lewat sorot matanya tanpa sadar kembali mengulang permainan masa kecil yang sering dia mainkan bersama Tuan besar Rafindra.
"Papi mana ya, kok dari tadi Qia cari ngga ketemu ..." seru Nona bungsu Rafindra mulai mengikuti permainan dari sang papi tercinta.
Di balik dinding lemari yang sejujurnya tidak mampu menyembunyikan seluruh tubuh Rafin yang tinggi kekar serta memiliki punggung lebar sudah pasti sebagian tubuhnya bisa saja langsung terlihat.
Akan tetapi, pria itu pura-pura tidak menyadari keberadaan putri bungsunya yang mulai mendekat ke arahnya.
Grab
"Yey, ketemu ..." cicit Qiara sudah melompat di punggung lebar Rafin.
Apa yang di lakukan gadis cantik merupakan putri bungsu dari Tuan Rafindra tersebut di saksikan oleh Faraz.
Pria tampan yang sejak Qiara memasuki Mansion sebenarnya sudah berada di sana tetapi tidak berniat untuk mengikuti kemana gadis cantik itu melangkah.
"Putri anda sangat lucu, Tuan Rafin." Ucap Faraz tersenyum tipis melihat kedekatan ayah dan anak tersebut
Ia melangkah masuk ke ruang tengah di mana kini ayah dan anak itu sudah duduk santai dengan Qiara duduk tenang di atas pangkuan Rafin.
🍃🍃🍃🍃🍃