"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."
Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.
Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.
Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balas dendam
Gelak tawa di meja makan masih tersisa sampai tiba sebuah mobil putih di depan gerbang rumahnya. Suara pintu pagar terbuka lalu tertutup lagi dalam hitungan menit setelah mobil itu masuk dan tak lama bunyi ketukan pintu.
Tak! Tak! Tak!
"Permisi."
Semua yang berada di dalam langsung Diam dan mereka langsung melihat ke arah pintu.
"Keenan kirim paket lagi, kah?" tanya Nadia heran.
"Coba Mama yang liat," ucap Mamah berjalan ke arah pintu.
CEKLEK!
"Eh.. nak Clara, nak Arvin, " sapa Mamah Nayshi dengan sangat ramah dan bersalaman pada keduanya secara bergantian.
"Selamat Pagi Tante, mau jenguk Navshi," sahut Clara ramah di padukan senyum tulusnya.
"Pagi... Nayshi lagi sarapan dimeja makan.
Ayok masuk, kita sarapan bareng," ajak Mamah sambil mempersilahkan masuk.
"Wah, jadi enak nih! hehehehe! " sahut Clara sambil mereka masuk kedalam rumah.
"Iya nih, Tante jadi enak kita hahaha! " timpal Arvin sambil terkekeh pelan dan berwibawa.
"Tapi yaa maaf, cuman ada nasi goreng aja, ucap Mamah dengan sedikit rasa tidak enak.
"Enggak apa-apa Tante, Aku pencinta nasi goreng kok!" sahut Clara ceria sambil merangkul bahu Mamah hangat.
Arvin terkekeh melihat sikap istrinya. "Istri Saya mah dimana-mana pasti nyari nasi goreng, nasi goreng is number one. "
Begitu matanya melihat Nayshi, Clara langsung menghampiri dengan setengah berlari lalu memeluknya hangat. "Nayshi! "
"Eh, Bu Clara...." sahut Navshi menyambut pelukan itu dengan senyum manisnya.
Arvin menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya yang hanya fokus total pada Nayshi. Padahal di hadapannya ada Papah Nayshi yang sudah siap untuk memberi salam.
"Selamat pagi, Om, " sapa Arvin sambil bersalaman dan tangan satunya menyenggol lengan istrinya.
Clara tersentak kaget, lalu tersenyum canggung seraya beralih menyapa Papah Nayshi. "Eh, maaf ya Om! tadi langsung fokus ke Navshi, jadi ga lihat Om. "
Papah terkekeh pelan seraya menyambut uluran tangan Clara. "Engga apa-apa, Nak Clara. Justru saya sangat berterimakasih sudah peduli serta sayang sama Nayshi, "
"Sudah kewajiban Saya sebagai atasan untuk peduli, lagian juga Navshi sama Istri Saya tuh emang udah kayak temen. " sahut Arvin dengan senyum.
"Baguslah kalo gitu. Silahkan duduk Nak arvin dan istri, cobain masakan Istri Saya, " ucap Papah mempersilahkan mereka duduk.
"Pak Arvin sama Bu Clara, harus cobain nasi goreng terenak buatan Mama Nayshi. Aku aja udah nambah hehehe! " timpal Nadia sambil menyuap satu sendok terakhir.
"Lah ternyata Nadia juga masih disini," ucap Bu Clara tersentak kaget karena baru menyadari Nadia yang duduk di samping Nayshi.
Nadia melihat Bu Clara dengan ekor matanya. "Hmm.. Nayshi aja yang dilihat, padahal Karyawannya bukan cuman Nayshi. "sahut Nadia dengan bahasa sarkas-nya
Clara terkekeh dengan bahasa sarkas Nadia. Maaf, Maaf. Kata Suami Saya Kamu jago bela diri, hebat banget sih, "
Nadia pun langsung memasang wajah tengil saat Clara memujinya. "Jelas, Nadia gitu loh! "
Gelak tawa mengisi kembali meja makan yang sarapannya ga kelar-kelar.
"Nih Nasi goreng buatan Saya, semoga suka, ya! " ucap Mamah seraya menaruh nasi goreng di piring mereka.
"Hmmm... wanginya enak banget loh inih! " sahut Clara excited dan langsung mencicipi.
"Enak, kan Bu?" tanya Nadia yang berharap Bu Clara setujuh akan pendapatnya.
"Iyaa, enak bangettt!" sahut Clara sambil kepalanya goyang-goyang.
Mamah yang lihat itu tersenyum kagum. "Nak Clara itu cuman nasi goreng aja kok sampe segitunya, "
"Istri Saya mah gitu, Tan. Nemu nasi goreng yang la rasa enak pasti begitu, " ucap Arvin sambil menyantap perlahan.
"Kayaknya semua nasi goreng sama-" ucap Mamah namun terpotong cepat.
"Gak beda! ini enak! " ucap Nadia dan Clara bersamaan.
Saat la sedang menyantap, sorotan matanya tak sengaja melihat ke arah buket dan paper bag. "Wihh! pagi-pagi udah dapet bunga aja Nay, " ledek Clara sambil menyenggol lengan Navshi.
"Pantes tadi Saya dispam chat sama Nanan, buat mastiin saya ngasih libur ke Kamu, " timpal Arvin.
"Kalo Saya dikasih libur juga ga, Pak?" tanya Nadia penuh harap.
"Iyaa, Kamu juga libur. Kasian tuh muka masih bengep, " sahut Arvin.
"Yess!!! " ucap Nadia dengan penuh gembira.
"Nay.Semalam Saya nguping Suami saya ngobrol sama Keenan, katanya Dia mau lamar kamu?" tanya Clara memastikan apa yang la dengar itu benar.
"Bener banget, Bu! Saya saksinya! " sahut Nadia excited.
"Dan Ibu bisa lihat pipi Nayshi blush on alaminya mulai muncul. " lanjutnya.
"Nadia! "pekik Navshi dengan tangan mencubit tanpa rasa sakit.
"Aduh! Nayshi! Om, Tante anaknya KDRT ke temennya. "keluh Nadia heboh dengan memegangi tangannya, membuat seluruh isi didalamnya penuh gelak tawa.
ditengah gelak tawa itu, Nayshi melirik ke Nadia untuk membalas dendam. " Dari pada ngeledekin Saya mulu. Bu Clara sama Pak Arvin harus tahu, Kalo Dia lagi terkagum-kagum sama anak buah Ayahnya Keenan semalam, "
Mata Nadia langsung mau copot dari tempatnya. la tak menyangka Nayshi bocor dengan suatu hal yang baru dibicarakan hingga pipinya merah padam hingga ke telinga.
"Navshi! Kok Lu bocor sih!" seru Nadia sambil menutup wajahnya rapat-rapat dengan kedua tangannya.
Clara dan Arvin saling pandang dan Arvin mencoba untuk mengingat. "Oh, yang namanya Kevin, bukan? "
"Iyaa, betul tuh. " sahut Papah ikut-ikutan.
"Yang mana sih, Sayang orangnya?"tanya Clara yang ga tau sosok kevin.
"Dia itu anak buahnya Nanan di balik layar, Semalam Dia yang menyadap CCTV jalanan buat nemuin Nayshi. "jawab Arvin menjelaskan.
"Oh gitu, mau nomernya engga, Nad?" tanya Clara sambil menaik turunkan alisnya menggoda.
"Hah? emang Ibu ada? " sahut Nadia dengan excited padahal tadi la malu karena ketahuan.
"Tuh, minta sama calonnya Nayshi, pasti Dia punya, " jawab Clara sambil menahan tawa.
"Boleh mintain ga, Nay? biar Gua juga bisa ngerasain bucin, hehehhe! " pinta Nadia membuat mereka semua terkekeh melihat fitur cegil Nadia mode on.
"Gampang itu mah, hahaha! " balas Nayshi.
"Nad. Pasti nanti kalo beneran jodoh, hidup kevin lebih berwarna sih," ucap Mamah membuat kepercayaan diri Nadia menggebu-gebu.
"AAMIIN! " sahut Nadia penuh semangat mengudang gelak tawa antara mereka.
Ditengah riuhnya canda tawa yang mewarnai sarapan pagi ini. Arvin melihat ke arah jam tangannya.
"Nad, mobil Kamu masih di kantor kan? "tanya Arvin sambil merapihkan pakainya karena la hendak berpamitan.
"Iya, Pak, Kemarin kan Saya langsung gas ngeng.. pake mobil Nayshi, " sahutnya dengan tangan yang memperagakan.
"Ya udah bareng aja Kita, Kamu ambil mobil terus pulang. Kasian keluarga ini yang ada perut mereka sakit ketawa mulu, karena Kamu,
"Baguslah kalo dikasih tumpangan, hehehe! " sahut Nadia girang.
Kini mereka berpamitan meninggalkan Nayshi dan kedua orang tuanya.