Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Terpaksa Menikahi Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Crazy Rich/Konglomerat / Angst / Roman-Angst Mafia / Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang
Popularitas:99.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: Liana El

Evelyn Arachelly Marshall. Seorang perawat berusia 24 tahun dan bekerja secara ilegal di sebuah klinik kesehatan karena tidak memiliki ijazah setelah 4 tahun lalu berhenti kuliah dengan alasan ekonomi. Hingga hidupnya semakin hancur karena tergadai oleh kedua orang tuanya dan terpaksa harus menikah dengan seorang mafia kejam demi melunasi hutang-hutang sang ayah.

Joshi William Dexter, pria berhati dingin, sombong kejam dan angkuh berusia 32 tahun. Seorang mafia, sekaligus pewaris 5 kasino terbaik di negaranya, Malta. Terpaksa harus menikah dengan seorang wanita miskin karena desakan orang tuanya, meski dia sudah memiliki kekasih.

Mampukah Evelyn bertahan menjalankan pernikahan paksa dengan seorang pria angkuh berhati dingin dan kejam?Ataukah Evelyn akan menyerah dengan kehidupannya yang baru? Lalu bagaimana sikap Josh saat mengetahui kebenaran tentang Evelyn?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Liana El, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 : Kegelisahan Evelyn

Sudah 2 bulan Evelyn tinggal bersama keluarga Dexter. Statusnya tetap sama, hanya menjadi istri di atas kertas saja. Masih banyak sekali yang dirinya belum ketahui tentang keluarga ini. Nyonya Irish dan Tuan Luise saja masih begitu misterius bagi Evelyn. Begitupun dengan Josh.

Sore ini Evelyn dan Josh pulang ke rumahnya setelah seharian menemani Tuan Luise dan Nyonya Irish di rumah sakit. Wanita itu pun segera masuk ke dalam kamarnya yang berada di sebelah kamar Josh.

Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam. Evelyn terbangun ketika mendengar suara orang yang tengah berbicara. Sepertinya ia mengenal suara itu. Ia pun segera bangkit dari ranjang dan mengucek kedua matanya. Lalu, perlahan membuka pintu dan berjalan mengikuti arah suara itu.

"Apa yang sebenarnya terjadi, Eric? Kenapa semua klien itu membatalkan transaksi? Atau ada kartel lain yang berusaha menarik semua klien–ku?"

"Sejak berita kecelakaan Tuan Luise menyebar. Sepertinya mereka semua hampir mundur dan mencari kartel lain. Dan, sepertinya memang ini ada kaitannya dengan kecelakaan itu."

"Kau sudah menyelidiki siapa yang berusaha mencelakai Daddy?"

"Kelompok mafia lain, yang sepertinya ada kaitan dengan masa lalu Tuan Luise. Mereka mulai merangkak naik. Aku mendapatkan informasi ini dari Tuan Markus."

Evelyn yang mendengar percakapan Josh dengan Eric pun hanya mampu menganga seraya mata yang terbelalak. Ia segera menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara, tangannya sudah mulai gemetar dan kakinya hampir mati rasa.

Transaksi? Kartel? Mafia?

Ketiganya membuat Evelyn bingung. Kenapa Josh dan Eric membahas tentang itu?

"Bukankah kartel itu sejenis organisasi? Mafia? Apa keluarga ini termasuk anggota mafia?" Evelyn semakin melebarkan matanya.

Sebelum dirinya ketahuan. Ia memilih segera kembali masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. Ia berjalan menuju ranjang dan mulai memposisikan untuk duduk dan mendekap kakinya.

"Tuan Luise dan Josh? Mereka mafia? Bagaimana dengan Nyonya Irish? Apa dia juga istri seorang mafia?" Evelyn terus bermonolog dengan semua pertanyaan yang terus berputar di kepalanya.

Tangannya semakin gemetar hebat. Apa ia sudah masuk ke dalam keluarga mafia? Mafia yang memang menurut orang-orang sangat menakutkan dan bahkan tidak segan untuk membunuh siapapun. "Apa karena ini, karakter Josh dan Tuan Luise keras dan mempunyai ambisi. Mereka mafia! Aku harus bisa keluar dari sini apapun caranya!"

Samar-samar ia bisa mendengar suara langkah kaki itu di depan kamarnya. Evelyn semakin meringkuk mencoba membenamkan kepala di antara kedua lututnya. "Aku tidak ketahuan 'kan? Aku harap, aku masih bisa hidup dan keluar dari rumah ini tanpa kehilangan anggota tubuhku," gumamnya.

Hingga malam pun berganti menjadi pagi. Evelyn yang semalam merasa takut rupanya ketiduran. Kini, ia harus bersiap-siap membersihkan diri dan ingin menanyakan tentang ini pada Nina. Mungkin wanita itu mengetahui tentang keluarga Dexter dan bisa menjawab semua pertanyaan Evelyn.

Setelah merasa siap, Evelyn pun mulai keluar dari kamar. Ia mencoba mengatur napasnya dan segera menuruni tangga. Lalu, saat masuk ke ruang makan, manik matanya tiba-tiba melebar. Ia terkejut saat melihat Josh yang sudah duduk di sana tengah sarapan.

Pria itu melirik dan mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa kau terkejut seperti melihat sesuatu yang menyeramkan? Kau pikir aku hantu?"

Evelyn berusaha menepis semua pemikirannya tentang semalam. Mungkin ia salah mendengar dan hanya salah paham tentang keluarga ini. Ia pun menggelengkan kepalanya dan segera duduk.

"Hari ini aku akan menjemput Kakakku. Kau mau ikut denganku, atau ikut bersama Eric ke rumah sakit?"

Pertanyaan itu kembali membuat Evelyn gelagapan dan sepertinya ia tidak bisa fokus karena apa yang dirinya dengar semalam. Ia pun segera menggeleng, "tidak. Aku akan langsung pergi ke rumah sakit bersama Eric. Kau saja yang menjemputnya, lagipula aku merasa malu," tolak Evelyn dengan alasan klise.

Bagi Evelyn, untuk saat ini lebih baik bepergian bersama dengan Eric. Karena bersama Josh, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan pria itu ketika sedang tidak ada siapapun di dekat mereka. Bahkan, bisa saja Josh membunuhnya dengan alasan masih tidak menerima Evelyn sebagai istrinya.

"Bagus. Aku mengajakmu hanya basa-basi saja. Memang seharusnya kau tidak usah satu mobil denganku lagi," timpal Josh dingin.

Evelyn tidak menimpali lagi ucapan Josh. Ia kembali melanjutkan sarapannya. Setelah itu, ia dipanggil oleh Eric untuk segera berangkat dan tidak sempat bertanya pada Nina.

Di dalam perjalanan. Eric bisa melihat wajah gelisah Evelyn dari kaca spion. Ia pun segera bertanya, "ada apa, Nona? Sepertinya ada yang membuat hati Anda gelisah. Atau ada sesuatu yang membuat Anda tidak tenang?"

Evelyn mengerjapkan matanya. Ia yang tengah melamun memikirkan percakapan antara Josh dan Eric semalam itu terkejut saat mendapat pertanyaan. "Ah, tidak. tidak ada apa-apa," jawabnya sedikit gugup.

Eric mengerutkan keningnya curiga. Apakah wanita itu tengah menyembunyikan sesuatu. Karena sedari tadi gelagatnya sangat tidak biasa, daan hanya diam saja.

"Jika ada yang ingin Anda tanyakan, silakan Nona. Sebelum semua terlambat dan mungkin nanti Anda bisa menyesalinya. Saya akan menjamin kerahasiaan di antara kita berdua, bahkan Nina pun tidak akan saya beritahu," desak Eric.

Evelyn mengulum bibirnya tampak ragu. Ia memejamkan matanya sejenak, dan kembali membukanya, lalu bertanya. "Apa yang semalam kalian bicarakan, Eric?"

Kening Eric tiba-tiba mengerut. "Maksud Anda? Pembicaraan yang seperti apa? Aku dan Tuan Josh?" tanyanya memastikan dengan sesekali melirik ke arah spion yang menampakan wajah gelisah Evelyn.

"Ya. Aku memang tidak bermaksud untuk menguping. Tapi jujur, percakapan antara kalian berdua membuat pikiranku melayang. Aku bertanya-tanya semalam. Keluarga apa yang tengah bersamaku saat ini, mereka tampak misterius dan aku tidak banyak mengetahui tentang mereka. Lalu, semalam kau dan Josh membicarakan sebuah transaksi, kartel dan bahkan mafia. Apa itu maksudnya? Apa keluarga Dexter adalah Mafia?"

Cit!

Suara ban mobil itu berdecit saat bergesekan dengan jalan. Eric tiba-tiba menghentikan kendaraan secara mendadak, membuat Evelyn sedikit terhuyung ke depan.

"Kenapa tiba-tiba berhenti, Eric? Kau hampir membuat jantungku copot!"

Eric segera memposisikan dirinya untuk setengah menghadap ke arah Evelyn. "Jadi, dugaan kami benar. Anda mendengar percakapan kami, Nona? Sejauh mana Anda mendengarnya?"

Evelyn sedikit resah. "Aku terbangun karena suara orang berbicara dan mencoba mencari di mana sumber suara itu. Lalu, aku tidak sengaja mendengar percakapan kalian. Dan percakapan kalian membuatku kesulitan tidur semalam. Aku takut, juga gelisah," ungkap Evelyn dengan menggenggam tangannya erat.

"Lupakan semua yang telah Anda dengarkan, Nona. Karena itu akan mempersulit Anda jika terus memikirkannya."

Bagaimana bisa Evelyn melupakan percakapan mereka yang dirinya dengar. Sedangkan percakapan mereka begitu jelas. Ia hanya ingin sebuah jawaban. "Apa keluarga Dexter adalah keluarga mafia, Eric? Hanya itu yang ingin aku tanyakan."

Eric tidak ada pilihan lain selain menjawab dan memberitahu sedikit tentang keluarga Dexter. "Ya, Nona. Apa yang Anda pikirkan benar. Kita tengah berada di dalam lingkaran keluarga mafia. Tuan Luise sudah hampir pensiun karena masalah kesehatan, tapi melihat anaknya masih tergila-gila dengan wanita, ia tidak mungkin melepaskan semua yang telah dirinya dapatkan. Lalu, tanpa sepengetahuan Tuan Luise, Tuan Josh sudah mengumpulkan beberapa klien dan itu tentu bukan orang sembarangan. Kau harus tahu Nona, Tuan Josh tidak seperti yang terlihat oleh mata Anda saat ini."

1
gia nasgia
Maksudnya josh hanya pura "blon 🤔
gia nasgia
Next
gia nasgia
Good job daddy Luise 😂
gia nasgia
Gimana rasanya dapat wanita yg bisa di miliki semua orang
gia nasgia
lanjutkan
gia nasgia
sangat cocok dgn karakter nya
gia nasgia
Gimana rasanya klau tahu selama ini hanya di anggap ATM berjalan 😂
gia nasgia
pantas aja Daddy mu nggak gampang memberi kepercayaan dgn menyerahkan perusahaan, sebab kamu seperti bufallo di cocok hidung 😜
gia nasgia
Dasar rubah sdh bermimpi setinggi langit nggak sadar apa klau jatuh gimana sakitnya 😜
gia nasgia
paling juga josh hanya di peralat
gia nasgia
Nah lho karma di byr tunai 😂🤣
gia nasgia
semoga Evelyn bisa tegas dlm menghadapi paksu yg hanya di atas kertas
gia nasgia
Next
gia nasgia
Kurasa Evelyn hanya anak angkat karena tdk ada ibu yg mau membunuh anaknya sendiri
gia nasgia
Dasar rubah dgn sejuta akal bulus
gia nasgia
untung Evelyn dapat mertua yg baik
gia nasgia
Tamat riwayat mu rubah😡
gia nasgia
keterlaluan awas aja kalau sdh bucin
gia nasgia
Rasain
gia nasgia
Evelyn cantik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!