Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Pengusaha Kaya

Menikah Dengan Pengusaha Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Persahabatan / Romansa / Persaingan Mafia
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mawar_Putih2

Annisa harus rela menikah dengan Veri ketika masih duduk di bangku kuliah. Pernikahannya hanya berlangsung selama satu minggu ketika dia harus ikhlas di tinggal oleh Veri. Annisa hanya bisa sabar ketika dirinya dianggap pembunuh oleh suami sendiri dan di tinggal ketika pernikahan baru seminggu. Annisa menjalani hari-harinya dengan sabar hingga kesabarannya berbuah manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawar_Putih2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditinggal Suami

‘Aku pergi untuk fokus pada perusahaanku di Jakarta. Di dalam kartu ATM ini ada sejumlah uang yang bisa kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhanmu. Jangan khawatir, setiap bulan aku akan rutin mengirimkan uang melalui kartu ATM ini. Aku tidak tau kapan bisa pulang lagi ke rumah ini.’ Isi surat dari Veri betul-betul menghantam keras hati Annisa, hingga rasa lapar hilang begitu saja.

Annisa tidak lagi mampu menopang tubuhnya, hingga pandangannya mulai gelap dan seketika pingsan. Melihat majikannya pingsan, bi Tia khawatir bukan kepalang. Dia keluar mencari bantuan untuk membawa majikannya ke rumah sakit.

Tidak memakan waktu satu hari, Annisa sadar dari pingsannya.

“Aku dimana, bi?” tanya Annisa ketika sadar.

“Kamu di Rumah sakit nak, tadi pingsan.”

Annisa tidak lagi bicara, dia diam memikirkan kelakuan suami yang begitu membencinya. Hingga pergi pun harus pamit melalui surat.

Dua hari Annisa dirawat di rumah sakit, akhirnya dia dibolehkan pulang. Dokter menyarankannya agar tidak terlambat makan, karena bisa berbahaya bagi lambungnya. Annisa sejak dulu dia punya penyakit mag, namun dulu walaupun tidak makan sampai satu hari dia tidak apa-apa. Beda dengan sekarang yang di dukung dengan hati dan pikiran kacau sehingga penyakit itu kembali dengan sedikit ganas.

Sejak kepergian Veri, Annisa menjadi sosok pendiam dan banyak melamun. Seolah Veri telah membawa pergi sebagian jiwa Annisa. Hingga dia memutuskan untuk mengambil beasiswa dari kampusnya. Dia pergi tanpa membawa serta ATM dari Veri, dia hanya mengambil sebagian uang di dalamnya untuk keperluan administrasi kampus saat mendaftar. Walaupun masuk dengan beasiswa, tetap saja memerlukan uang untuk foto copy berkas.

Annisa hanya meminta doa restu dari kedua orang tuanya tanpa memberi tahu bahwa Veri telah pergi meninggalkannya, dia takut kedua orang tuanya khawatir padanya. Tidak lupa pula meminta doa restu pada bi Tia, sosok yang sudah dianggapnya sebagai orang tua sendiri.

“Selamat datang di kampus impian dan dunia barumu Annisa, berjuanglah untuk menggali ilmu sebanyak mungkin. Kini impianmu telah terwujud, janganlah kamu sia-siakan” Annisa membatin menyemangati dirinya ketika pertama kali menginjakkan kaki di halaman kampus impiannya.

Di kampus impiannya, Annisa akan berusaha melupakan Veri dalam hidupnya. Dia merasa sudah cukup menjadi beban bagi Veri, walaupun hati kecilnya masih menginginkan sosok suami yang disayangnya.

Hari pertama masuk kampus, Annisa hanya melengkapi semua berkas yang harus dikumpulkannya di kampus. Hingga tidak jarang dia harus bolak-balik ke tempat foto copy apabila berkasnya kurang.

“Brukk.”

“Aduh, maaf.. maaf.” Ucap Annisa ketika tubuhnya menabrak seseorang dengan balutan gamis coklat dan jilbab hitam yang menutupi tubuhnya.

“Iya, tidak apa-apa mbak. Aku juga minta maaf tadi tidak hati-hati.” Ucap perempuan yang di tabraknya.

Hari pertama masuk kampus, sudah banyak menguras tenaga Annisa karena aktivitas yang begitu padat. Sebenarnya bukan aktivitasnya yang padat tapi antrian saat mengumpulkan berkas yang padat. Annisa kembali ke kossan dengan berjalan kaki karena jarak kos dan kampusnya hanya sekitar 1 kilo meter.

Annisa menyempatkan diri mampir di swalayan untuk membeli segala keperluannya di kos. Mulai dari sabun hingga buku dan makanan ringan di belinya. Bukannya boros, tapi itu sudah kebutuhan pokoknya saat ngekos. Dia sudah biasa makan snack ketika lapar dan belum masak nasi.

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun dan kini sudah satu tahun Annisa menjadi mahasiswa di kampus impiannya. Menjadi mahasiswa sekaligus pekerja paruh waktu, mampu menurunkan berat badan Annisa lebih tepatnya menjadi kurus.

Annisa bekerja di sebuah warung makan yang ada di dekat kosnya. Setia pulang kuliah, dia mulai kerja hingga jam 11 malam. Hal ini membuat waktu belajarnya hilang, namun nilai Annisa tidak pernah jelek. Setiap semester dia selalu mendapat nilai diatas rata-rata.

“Nis, kita ada kuliah umum dan kamu diminta untuk jadi moderator saat acara nanti.” Ucap ketua tingkat Annisa.

“Kenapa harus aku?” tanya Annisa.

“Ya, karena kamu orang paling cerdas disini. Lagian, kamu kan sudah biasa sejak S1 tampil di depan umum, nanti kamu barang Laudia”. Jelas Arkan ketua tingkatnya.

“Okelah

” jawab Annisa malas berdebat

“Tapi kamu bisa nggak, ngantarin surat undangan ini ke kantornya? Nanti biaya perjalanannya di tanggung.” Jelas Arkan menyerahkan surat undangan membawakan materi pada Annisa.

“Dimana?” tanya Annisa mengambil surat itu.

“Di kantornya.” Arkan menyebutkan nama kantor tujuan surat tersebut dan disanggupi oleh Annisa.

“Ya sudah deh, nanti aku izin dulu sama bu Lina.” Jawab Annisa setuju..

“Bu Lina siapa?” tanya Arkan lagi.

“Bos aku kerja.” Jawab Annisa singkat.

“Oke, nanti kamu sampaikan langsung sama pematerinya, ya. Dia pengusaha sukses diusia muda sekaligus mantan dosen disini”

“Iya-iya ....”

Tanpa Annisa sadari, kantor yang akan dia tuju akan membuat lukanya mengaga kembali setelah satu tahun dia berusaha obati. Ya, pemateri yang di maksud adalah suaminya Veri Syaputra Wijaya. Annisa tidak mengetahui itu karena di amplop surat hanya tertera Direktur kantor itu.

Setelah mendapat izin dari bu Lina, Annisa dan Laudia bersiap untuk menuju kota Jakarta. Selama perjalanan sesekali dia mengingat masa lalu, walau sekeras apa pun berusaha melupakan masa lalunya tetap akan membekas hingga saat-saat tertentu akan teringat kembali. Seperti saat ini, Annisa kembali mengingat saat dia bersama Veri menuju kota Jakarta bersama. Saat itu, hubungan Veri dan Annisa masih baik-baik saja.

“Maaf, pak, ruangannya Direktur di sebelah mana ya?” tanya Annisa pada salah satu satpam.

“Ada perlu apa, ya, mbak cari direktur kami?” tanya satpam itu.

“Ada surat dari kampus yang harus kami antar, pak.” Jawab Annisa sopan.

“Oh, mari mbak aku antar.”

Annisa dan Laudia mengikuti satpam itu dari belakang, sesekali satpam itu menyapa karyawan lain yang berpapasan dengannya.

Terlihat di depan seorang wanita sedang sibuk di dengan laptopnya,

“Mbak Sinta, pak bos, ada?” tanya satpam pada Sinta sekretaris sang direktur.

“Ada.” Jawab Sinta masih fokus pada laptopnya.

“Tolong antar mbak-mbak itu menemui pak direktur, mereka ingin mengantar langsung surat dari kampusnya.” Ucap pak satpan menunjuk Annisa dan Laudia yang berdiri diluar ruangan.

Sinta mengangguk,“Baik, pak,” jawab Sinta menutup laptopnya.

Untuk bertemu sang direktur, tidak butuh banyak menjelaskan maksud dan tujuan terlebih dahulu, cukup menyebutkan perihal utama maka sang sekretaris akan mengantar. Hal ini karena direktur sangat terbuka kepada siapa pun, hingga dia tidak membatasi siapa saja yang akan menemuinya di kantor.

Direktur dikenal ramah dan sangat baik oleh karyawannya. Setiap hari akan mendapat senyum ramah dari direktur ketika berpapasan dengannya. Hingga tak sedikit karyawan wanita yang tergila-gila padanya.

“Tok..tok..tok assalamu’alaikum.” Santi mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangan Veri, sementara Annisa dan Laudia hanya mengikut di belakang. Sesekali mereka mengagumi kemewahan kantor itu.

“Maaf, pak, ada yang ingin menemui bapak” Sinta menyampaikan maksudnya.

“Baik, silahkan suruh masuk.” Cap direktur ramah mengakhiri kesibukan, untuk menyambut tamunya.

Direktur selalu sopan terhadap tamu. Sesibuk apa pun dia, jika ada yang menemuinya di kantor maka dia akan menyimpan kerjaannya.

“Mbak, silahkan masuk.” Sinta mempersilahkan Annisa dan Laudia masuk dan dijawab anggukan kepala serta terima kasih oleh mereka.

“Assalamu’alaikum” Sapa Annisa ketika memasuki ruangan.

Deg!

Annisa kaget ketika melihat sosok yang duduk dibalik meja mewah berwarna coklat itu. Begitu juga dengan sang direktur yang tidak kalah kaget. Namun, keduanya berusaha mengendalikan diri. Baik Annisa maupun pak direktur berusaha untuk tetap professional. Selain itu, Annisa tidak ingin membuat heboh kampus jika ketahuan kalau pemateri dalam kuliah umum itu adalah kenalannya. Ya, Laudia adalah teman yang dijuluki ratu gosip di kelasnya.

“Di, kamu saja yang bicara ya.” Bisik Annisa pada Laudia. Orang yang dibisik malah mengerutkan dahi. Heran dengan Annisa yang tiba-tiba menyuruhnya bicara. Padahal sejak tadi dia terus yang bicara pada satpam

1
Anonim
Lanjuttt
Feni Arfiyanti
lanjut lgi dunk torrr
Nur Hadijah
lanjut
Jantung Taman
Selamat! Karya kk masuk rak buku akuuuu haha bakal aku tunggu terus nih kelanjutannya
MouthofMexico
yg liat update langsung baca + coment like dong!!!
Mawar Putih: Terima kasih kakak... 🥰
total 1 replies
Mulya Damanik
Halo Thor!! Aku masih menunggumu di sini, hanya untukmu~ Aku tunggu lanjutannya loh!
Garden Rose
Ih! Kenapa ceritanya relate bangeeeeet! Semangat kak!
Mawar Putih: siap kak...
total 1 replies
꧁༒☬Sa̶d̶B∆Y☬༒꧂
Gak bisa tidur dehhh hayati!
Mawar Putih: tidur dulu lah kak... 😁
total 1 replies
BeautyBabe
bagus kok thor aku kalo baca novel gak liat rating kok.
Mawar Putih: Terima kasih kaka... 🥰🥰
total 1 replies
Madu Yang Luar Biasa
mantep ceritanya kk😉. update gila"an dong KK😁 sayangnya cerita bagus kayak gini pembacanya dikit😥
Mawar Putih: siappp... di usahain update gila-gilaan ya.. 😁
total 1 replies
JellyCuddles
Thor, kamu tahu artinya setia kan? Iya, aku dan kamu. Makanya tetap lanjut ya ceritanya:)
Mawar Putih: uuhhh🥰🥰🥰 aku dan kamu jadi kita, ya.. 😁
total 1 replies
Cyberworrior
Lha aku digantung… aku tunggu next chapnya kak!
Mawar Putih: oke... ntar gantungan nya aku ambil kalo dah mau hujan.. 🤭
total 1 replies
SugarplumChum
ceritany keren banget..............jadi baper hehehe. di tungu up selanjutnya SEMANGAT...
Mawar Putih: siappp....
Terima kasih.. 😘
total 1 replies
BeijingBand
seru bgt Thor di cepetin lahh update nya
Mawar Putih: oke...
total 1 replies
sefra
mf Thor,,, ini kok ke gak nemu ceritanya,, tdikan si Annisa udah nika Ama veri,, na di bab ini kok ceritanya lain lgi🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!