Indonesia
NovelToon NovelToon
AKU INGIN IBU

AKU INGIN IBU

Status: tamat
Genre:Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Keluarga & Kasih Sayang / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:22.4k
Nilai: 5
Nama Author: mommy JF

Aku adalah anak piatu dengan 2 orang adik. Nama panggilanku tata. hidup yang penuh penderitaan dan hinaan. usiaku saat ini barulah 15 tahun, masa remaja yang harusnya manis tapi tidak bagiku, kelas IX Tepatnya.

plak

suara tamparan dari ayahnya tata dapatkan kini.
"Dasar anak malas" ucapnya dengan badan mau alkohol dan sudah sempoyongan berjalan.

plak
sekali lagi didapat tata tamparan ayahnya. "LAPAR ayah!" perintahnya. Tanpa tau perasaan anaknya itu selalu saja yang dilakukan kekerasan fisik.

"sudah berani melawan sekarang hah kamu" marah ayahnya itu saat tata membawa botol kosong yang sudah ia pecahkan. Tidak ada kata yg di ucap, hanya marah dirasa tata.

"belum puaskah ayah menyakitiku selama ini" tangisnya saat malam tiba. Bagaimana dengan kalian jika tanpa aku adikku semua yang ku sayang.

Bagaimanakah nasib Tata dengan adiknya yang tinggal ayah sering menyiksanya dan jadi korban bullyling disekolahnya.

Akankah tata bisa melewatinya, atau justru menyerah?

semoga suka 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy JF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadiran Lana

Terima kasih kepada semua yang telah membaca dan men subscribe novel ini ataupun novel karya pertamaku, tanpa kalian aku bukanlah apa apa. Hanya hobi menulis dan suka menghalu yang akhirnya mengarang dengan idenya yang mengalir begitu saja. Dukungan dan komentar kalian sangat di hargai olehku yang pemula ini secara langsung tanpa bantuan dari asisten 😍.

Selamat membaca 😘

...****************...

"Hai, Ta. Aku kangen," ucapnya lagi dengan memeluk Tata.

"Lana?" Heran Tata melihat sosoknya yang sudah memeluk.

"Iya, aku. Aku gelisah, Ta. Sejak kamu pergi," jujurnya. Yang saat ini sudah duduk berdua jauh dari keramain yang ada.

"Ini, dari Mommy. Tadi baru di buat yang katanya kesukaanmu," ucap Lana sambil memberikan paperbag kecil.

"Terima kasih," ucap Tata yang langsung membuka isinya.

Ternyata isinya buah mangga yang sudah di potong potong dan juga ada cheese cake didalamnya.

"Mommy sangat tepat, aku jadi merindukannya," batin Tata.

Yang sedang tersenyum melihat ke arah paperbag yang baru di bukanya.

"Ada apa, Ta? Senyum nya bikin ngeri," ucap Lana yang bulu kunduknya berdiri.

"Apa sih, Lan. Ganggu saja, ada apa kemari?" Tanya Tata.

Padahal udah dari awal di bilang rindu dasar ga peka si Tata, masih aja nanya lagi.

"Memang aku ga boleh gitu, nyusul kesini buat kamu?" Malah Lana tanya balik sebagai balasan mengerjai Tata. Dengan senyum devil di bibirnya.

"Ga ada yang larang sih, tapi ini acara sekolahku kan, setahu ku ini sudah di booking seluruhnya. Aneh aja gitu," ucap polos Tata.

"Ga ada yang aneh, Ta. Hanya kebetulan yang punya ini adalah temannya Mommy, you now?" ucap Lana yang akhirnya membocorkan caranya bisa masuk ke dalam sini.

"Ya ampun, aku melupakan hal itu," ucap Tata sambil menepuk jidatnya.

Ha!

Ha!

Ha!

Gelak tawa keduanya terdengar dan beberapa percakapan kecil lainnya yang menjadi bahan obrolan mereka. Sampai sudah di atas jam satu dini hari, Lana merelakan Tata untuk kembali kedalam tenda untuk istirahat.

*

Di pagi harinya jam enam pagi semuanya telah berkumpul dan melakukan senam pagi bersama setelah itu dilanjut dengan sarapan juga di lapangan. Sudah disiapkan menu sarapan andalan khas camping, nasi goreng. Yang jelas sudah ada yang menyiapkan semuanya.

"Ta, semalam tidur jam berapa?" Kepo Sesil.

"Aku lihat pas jam 12 belum balik soalnya," ucap Dina kemudian.

Mereka sedang menikmati sarapan pagi di sebalah Tata. Tata yang masih mengunyah lebih memilih menelan terlebih dahulu, takut tersedak bilan langsung menjawab pertanyaan sahabatnya itu.

Baru kali ini Tata mendapatkan sahabat dan juga teman yang benar benar peduli padanya. Jadi Tata tidak akan mengecewakan mereka, lebih baik menjaganya.

"Sebentar, aku habiskan dulu ini nasinya. Baru setelah itu aku cerita," jawab Tata.

"Iya," Sesil yang jawab.

Sedangkan Dina hanya mengangkat bahunya saja, memang sedang mengunyah juga mulutnya itu.

Setelah ketiga selesai lebih cepat dari teman temannya, dan juga waktu masih ada sisa sekitar sepuluh menit sebelum melanjutkan ke acara selanjutnya.

"Ayo, waktu kita sebentar," pinta Sesil yang sudah kepo abis.

"Jam satu, puas!" ucap Tata dengan senyum ke mereka.

"Terus? Apa lagi ceritanya? Jangan gantung gitu, Ta. Ga seru? Bisa bisa mati penasaran nih, yang di samperin sama ayangnya," celoteh kepo Sesil.

"Bener tuh, Ta. Ayolah, jangan pelit sama kita yang jomblo ini," ucap Dina juga.

"Haish! Kalian ini, ada ada saja kepoan nya. Kalah dah tuh sama tukang gosip, makanya carilah pacar," ucap Tata yang malah mengatai mereka.

"Pengennya sih, Ta. Tapi apalah daya belum nemu yang bikin hati kita mau copot," ucap Sesil yang memegang dadanya.

Dan mereka semuanya malah tertawa hampir saja tawa mereka mengundang mata guru ke arah mereka.

"Suuuuutttttt!" jari Tata ke arah mulutnya.

Akhirnya mereka cekikikan sangat pelan. Tanpa mereka tau jika Lana juga melihat tingkat mereka bertiga. Dan hanya menggeleng gelengkan kepalanya saja. Entahlah apa artinya itu, hanya dia yang tahu.

"Pokoknya cerita ke kita ya, Ta. Jangan pelit," pinta Dina kali ini.

"Sedikit saja, aku dan dia menikamti indahnya malam di atas kaki bukit disini dengan banyak cerita, dan juga aku di bawakan makanan dan minuman favoritku oleh Mommy. Itu saja, tidak lebih. Jangan tanya lagi, cepatlah kalian cari pacar," oceh Tata selanjutnya.

"Kalian hanya mendengar saja sudah antusias begini, bagaimana jika sudah punya pacar?"

"Entahlah, aku belum tau," jawab Sesil yang mengangkat kedua tangannya.

"Penasaran jadinya," ucap Dina yang matanya seakan sedang menghayal itu.

"Tapi, Ta. Aku penasaran dengan satu hal, boleh aku tau?" Tanya Sesil.

"Ya, tanyakan saja, kalau bisa aku jawab akan aku katakan, tapi jika tidak jangan paksa," jawab Tata.

"Apa pernah menjenguk ayahmu disana?" Tanya Sesil yang sangat sensitif, tapi penasaran. Berdasarkan apa yang pernah diceritakan oleh Tata membuat jika kepo Sesil bertanya tanya.

Seketika Tata terdiam dan raut wajahnya berubah sendu, seakan pikirannya kembali ke masa suram saat penyiksaan dilakukakn oleh ayah kandungnya sendiri.

"Sudahlah, Sil," ucap Dina menengahi hal itu. Dengan memeluk kedua temannya.

"Sori, Ta. Aku bukan bermaksud seperti itu," sesal Sesil.

"Iya," jawab Tata yang masih wajahnya belum berubah.

Dari jauh melihat perubahan wajah sang pemilik hatinya berubah, membuat Lana menjadi gelisah. Ingin rasanya menarik tangan dan memeluk dia dalam dekapannya untuk menenangkannya, walau tidak tahu apa yang dibicarakan oleh mereka disana.

"Ta, ada apa?" Tanyanya dalam hati.

Acara selanjutnya adalah pembagian hadiah yang ternyata semalam tertunda akibat anak anak tidak tahu waktu untuk aksi dan berbagai macam yang di tampilkan.

Waktu sudah berjalan sampai siang hari, semuanya sudah mengemas dan akan segera kembali ke sekolah. Nanti baru bubar ke rumah masing masing.

Tata yang sudah tidak mood jelek lagi, sudah ada senyum yang menghiasi nya. Ternyata mendapatkan door price dari no yang di bagikan di busnya duduk itu. Dan juga memenangkan lomba sore kemarin.

"Ta, pulang sama aku aja," ajak Lana yang sudah menghampiri tenda Tata.

"Ga bisa kali, Lan," jawab Tata dengan merapihkan tasnya.

"Udah izin sama Bu Dian," ucapnya.

"Hah!" terkejut Tata.

"Ya sudah, ini sedikit lagi," lanjut Tata.

"Kami ikut bisa, Lan?" ucap Sesil.

"Iya tuh, bolehlah, Lan." lanjut Dina.

Mereka sudah akrab dan dekat, begitupun dengan Lana sudah kenal hampir setahun ini. Jadi tidak canggung lagi saat dulu pertama kali bertemu.

"Boleh, tapi izin sendiri sana sama Bu Dian," ucap Lana.

"Yah, itu sih pasti ga boleh lah, Lan. Kayak ga tau siapa guru kita aja," ucap Sesil yang menggerutu.

Wali kelasnya itu terkenal sangat galak dan sangat disiplin, walau seorang wanita tapi super ditakuti oleh siswa dan siswi disekolah itu.

"Apa kalian membicarakan ibu?" ucap seorang wanita yang ada di depan pintu tenda mereka.

Saat mereka semuanya yang di dalam menengok.

"Auwwww!" lirih Tata.

...****************...

Hi semuanya.

Aku ucapkan terima kasih banyak, dan mohon maaf semuanya hanya murni ide cerita penulis saja, tidak ada maksud apapun. Semoga kalian menyukai karyaku ini.

Likenya ya sayang😘

1
ziear
Berkisah seorang anak yang mencari kasih sayang ibu
Dewi Suntana
di tunggu uf nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!