Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Kau Selingkuh, Aku Balas Selingkuh.

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vea Vivie

Andriana Arnova harus menyaksikan pengkhianatan suaminya dengan kakak iparnya sendiri.
Namun bukan marah, minta cerai yang ia lakukan, melainkan membalasnya dengan kegilaan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Rasa sakit, kecewa dan dendam di dadanya telah merubah dunianya.
Demi membalas dendam atas pengkhianatan suaminya, ia rela mengorbankan karir yang selama ini ia bangun dengan susah payah.
Baginya setiap kerugian harus ada bayarannya dan setiap rasa sakit harus ada pembalasan yang akan lebih menyakitkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vea Vivie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Andriana lega akhirnya bisa keluar dari rumah Wijaya.

Ia bergegas menghentikan taksi untuk membawanya pergi sejauh mungkin dari tempat itu. Dan kebetulan sekali taksi yang ia hentikan adalah taksi yang kemarin ia tumpangi dengan sopirnya yang jago menyetir.

"Pak tolong bawa saya ke perusahaan Collin, eh tidak tidak ke apartemen Dua menara saja" Ucap Andriana setelah duduk di kursi belakang.

Sopir itu pun menoleh sambil tersenyum

" Baik non saya akan antar anda ke sana".

Begitu melihat wajah sang sopir, Andriana pun tersentak kaget " Pak, anda lagi?".

"Iya non kita jodoh ya non hahaha ..."

"Betul pak"

Dan tak butuh waktu lama mobil mereka pun melaju memecah padatnya jalanan kota.

Namun tiba tiba dua mobil berwarna hitam berusaha menghimpit taksi yang Andriana tumpangi.

Srekkk

Cekikkkkk

"Pak ada apa!" Tanya Andriana kaget.

"Non, pegang kuat kuat,ada dua mobil yang berusaha menghimpit kita"

"Hahhh iya pak, hati hati pak!"

Sret....

Sret....

Dua mobil itu terus mengejar, menghimpit sesekali menabrak taksi yang ditumpangi Andriana dari samping. Beruntung pengemudinya sangat handal, meskipun terus ditekan tetap saja bisa lolos.

"Au"

Bruaks

"Au, pak hati hati pak!" Pekik Andriana.

Dua mobil itu terus mengejar, tanpa memberi ampun seakan ingin menggiringnya ke jurang kematian.

Tapi sang sopir sudah berpengalaman dan tidak diragukan lagi kemampuannya.

Banting kiri, banting kanan membuat dua mobil itu montang manting bahkan salah satunya nyaris terjatuh ke jurang.

(Sopir taksi itu memang sengaja membawa dua mobil itu ke area perbukitan jurang dan tebing).

Setelan hampir tiga jam mereka saling kejar di jalan pegunungan yang curam, sang sopir taksi pun akhirnya berhasil membuat dua mobil itu hilang kendali dan salah satunya menabrak tebing hingga meledak, sedangkan mobil satunya lagi terjun bebas ke dasar jurang.

Sopir itupun tersenyum miring "Non, kita lanjutkan perjalanan".

"Huf huf i-iya pak mari" Jawab Andriana sambil mengatur nafasnya.

Akhirnya taksi itu berhasil membawa Andriana ke apartemen Dua menara milik keluaga Collin.

"Pak, terimakasih banyak ya sudah menyelamatkanku, anda hebat sekali" Ucap Andriana sedikit membungkuk sebelum akhirnya pergi.

"Non, hati hati jangan keluar sembarangan lagi, sepertinya ada orang yang mengincar nyawa anda".

Deg

"I-iya pak sekali lagi terimakasih" Jawab Andriana kemudian bergegas memasuki apartemen milik Devan, berharap bisa mendapatkan perlindungan dari kekasihnya itu.

Sementara itu jauh di tempat yang berbeda, seorang laki laki tampak mengamuk karena rencana menghabisi Andriana telah gagal.

"Sayang, kamu yang sabar, masih banyak kesempatan untuk membunuh wanita sialan itu" Ucap seorang wanita.

"Brengsek! Cari tahu siapa sebenarnya sopir taksi yang membawa Andriana, kenapa dia mampu mengalahkan dua anak buahku yang sudah terlatih di jalanan!" Gertak laki laki sambil menyalakan rokok dan duduk di kursi menghadap ke arah jendela dengan pemandangan alam yang terbentang.

"Lacak keberadaan mobil yang dipakai tadi!" imbuhnya.

***

"Van, aku sudah antarkan wanitamu ke apartemen mu, sekarang tugasmu menjaga dan melindunginya" Ucap laki laki itu berjalan ke arah Devan sambil melemparkan sebotol air mineral ke arahnya.

Devan pun dengan sigap menangkapnya lalu ikut tersenyum dan mempersilahkan laki laki itu untuk duduk.

"Bagus Vin, tidak sia sia aku memintamu pulang dari luar negeri" Jawab Devan.

"Terus janjimu mana? Setelah aku berhasil membawa wanitamu dengan selamat kamu mau memperkenalkan gadis cantik dan seksi padaku"

"Tunggu sebentar lagi Vin, sabarlah".

Dan tak lama kemudian terdengar suara pintu diketuk dari luar.

Keduanya pun terperanjat saling melemparkan pandangan.

"Vin, pasti itu dia orangnya " Ucap Devan lirih.

"Masuk!"

Ceklek

"Devan?Aku kangen padamu Van?" Ucap Agatha begitu memasuki ruangan Devan.

Gavin mengangkat kedua alisnya "Sialan Lo Van, jadi gadis yang akan kamu kenalkan padaku si Agatha?"

"Ehem"

"Sialan kamu Van"

Agatha mengalihkan pandangannya pada sosok Gavin yang maskulin, macho, sedikit berantakan tapi aura ketampanannya tetap terasa.

"Van, siapa dia? Wah tampan banget" Tanya Agatha kagum setelah melihat Gavin.

Devan tersenyum tipis lalu berbisik pada Agatha " Kalau kamu berhasil menaklukkannya, dia milikmu".

"Benarkah?"

"ehem"

"Baiklah, kalau begitu maafkan aku ya ganteng, aku berpaling darimu kepadanya karena dia lebih macho darimu, sayangku tunggu aku!" Teriak Agatha kemudian berhambur memeluk Gavin yang bingung dan mendengus kesal.

"Brengsek kamu Devan!"

Devan pun tertawa lebar, ia menepuk pundak sahabatnya itu " Sudahlah sobat, terima saja, lumayanlah dia bisa membuatmu menjadi laki laki yang sesungguhnya ".

"Dasar, awas kau Van!"

"Hahahaha... Agatha dia itu pemalu, sudahlah jangan di sini ayo kita keluar dan cari hotel terbaik agar ".

"Stop Devan! Oh iya nona Agatha sebaiknya kamu lepaskan dulu pelukanmu, aku jadi susah bernafas nih, ehm kita bicara saja dari hati ke hati di restoran sambil makan siang ya?" Bujuk Gavin.

Agatha mengernyitkan keningnya dan langsung bersorak mendengar ajakan Gavin

"Ye...mau mau mau, ayo sekarang saja?".

"Baik baik"Gavin pun dengan sabar membiarkan Agatha menarik lengannya membawanya pergi dari sana untuk mencari makan siang.

Devan yang melihatnya pun tersenyum tipis kemudian meminta Leo menghendel semua pekerjaan hari ini karena ia harus menemui Andriana di apartemennya, memastikan keadaannya baik baik saja.

Tak butuh waktu lama, sekitar hampir tiga puluh menit perjalanan, Devan pun tiba di apartemennya.

Langkahnya terburu dan tergesa gesa karena pikirannya akan keselamatan wanitanya sudah memenuhi seluruh isi kepalanya.

Ceklek

Begitu tiba di apartemennya, Devan segera membuka pintu dan seketika dirinya dibuat terdiam setelah melihat sosok yang berada tepat di depannya.

"Devan"

"Andriana"

Mereka pun berhambur saling berpelukan erat seakan tak ingin dilepaskan lagi.

"Van, aku takut" Bisik Andriana masih di dalam pelukan Devan yang hangat.

"Tidak ada yang perlu kamu takutkan selama ada aku sayang" Jawab Devan sambil terus mengusap punggung dan kepala Andriana.

"Van, aku hampir mati dicelakai mereka, untungnya taksi yang membawaku orangnya sangat hebat menyetir, kalau tidak mungkin aku"

"Cukup sayang, jangan banyak bicara lagi, sekarang kamu aman di sini, aku akan selalu menjagamu" Ucap Devan kemudian mengedarkan dekapannya, lalu mengusap airmata yang menetes perlahan di pipi wanitanya.

Cup

Devan pun mendaratkan ciumannya untuk menghilangkan ketegangan dan rasa trauma padanya.

Keduanya pun saling berpagutan, saling mengabsen isi dalam rongga mulut masing masing.

"Devan, jangan tinggalkan aku"

"Tidak akan" Jawab Devan kemudian kembali menyambar bibir merah itu.

Ciuman mereka semakin dalam dan menuntut, menjadi lebih panas dan membangkitkan gairah.

Hingga akhirnya mereka beralih ke adegan panas di atas ranjang.

Saling berpelukan, saling berbagi peluh, hingga akhirnya mereka bersama sama mencapai puncak impian dengan desahan dan lenguhan lenguhan panjang yang saling bersahutan.

Huh huh huh...

Keduanya pun sama sama lemas dan terlentang saling bersebelahan.

Devan menoleh ke arah Andriana yang juga sedang mengatur nafasnya.

"Van!" Tiba tiba Andriana menoleh pada Devan dengan tatapan tajam.

"Kenapa?"

"Aku tidak bawa pil KB, kamu juga tidak pakai pelindung!"

Devan tersenyum tipis " Tidak masalah sayang, kamu tidak perlu lagi pelindung. Kalau kamu hamil tidak masalah".

"Tidak begitu Van, aku belum cerai dari Arnold, kalau aku hamil prosesnya akan rumit, dia tidak akan melepaskan aku".

Devan menarik nafas dalam-dalam " Kamu tidak perlu khawatir sayang, aku yang akan mengurusnya".

1
Uthie
Cerita yg menarik diawal membacanya.. dan masih berlanjut menyimak 👍👍👍
Uthie
Lanjut Thor 👍👍👍
Uthie
Lohhh.. itu bukan si Saskia?!??
evana gusani
baru mampir
Uthie
Andriana kah??
Uthie
lanjuuttttt
Uthie
lanjut menyimak 👍
Uthie
mampir 👍
Adinda
seharusnya direkam dulu buat dijadiin bukti kalau mau cerai
Vea Vivie: dah gak sempat ,😅
total 1 replies
Della Ivva
Good
Della Ivva
Ehmmmm lanjut
Arra Bella
gass saja van
Arra Bella
lanjut kak, seru nichh.... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!