Indonesia
NovelToon NovelToon
Merpati Yang Memilih Pulang

Merpati Yang Memilih Pulang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mandul
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: SeinXD

Siapa perempuan yang ingin menjadi mandul .?? tidak ada satupun yang menginginkan itu semua, setiap wanita pasti ingin punya keturunan punya buah hati yang akan menjadi pelengkap dalam bahtera rumah tangga nya, sebagai pemanis dalam cinta yang di arungi bersama teman hidupnya.

Namun rencana yang kuasa tetap lah rencana nya siapa yang dapat menghindar atau mengelak jika ia sudah berkehendak, itu lah yang di alami kora.

11 Tahun pernikahan nya ia selalu mendambakan ada buah hati yang sudi tumbuh dalam rahim nya, 11 tahun penantian yang panjang. Pernikahan yang sempurna, memiliki suami yang sempurna ternyata bukan lah obat dari sebuah penawar kebahagiaan.
pernikahan yang dikira akan berjalan seumur hidup harus kandas kala tuntutan dan penghianatan yang terjadi. kora tidak marah tidak juga menyalahkan siapapun ia memilih mengalah dan merelakan cinta nya pergi dan memilih menghilang untuk menemukan arti kebahagiaan yang sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SeinXD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH 24

Hendra mulai menggeliat diraba nya kasur yang tampak kosong, kora tak ada disana Hendra duduk di kasur mencari di setiap sudut ruangan tak di dapati nya kora di sana.

Hingga ia mencium aroma yang membuat perut nya berbunyi, aroma ini terasa mengunggah selera makan nya. Ia segera turun dari kasur mengikuti aroma wangi itu, disana di dapati nya kora tenggah sibuk memasak.

Hendra menuruni anak tangga dengan semangat, kora tak menyadari kehadiran Hendra yang ada di belakangnya ia terlalu sibuk untuk masakan nya. Hendra memeluk tubuh kora dari belakang ia mengendus leher jenjang wanita cantik itu, mencium aroma khas yang sudah lama ia rindukan.

" duduk lah dengan tenang disana jangan mengangu ku!" kora menepis lengan Hendra yang memeluk pinggang nya.

" hmmm"

Hendra hanya berdehem ia tak bergerak dari posisinya ia merasa terlalu nyaman berada disana, pemandangan yang manis itu membuat beberapa pembantu rumahnya merasa malu sendiri karena kemesraan tuan mereka.

kora mengelus rambut kepala Hendra dengan lembut, ia membalikan tubuhnya berhadapan langsung dengan sang suami, tetapan mata lembut nya membuat Hendra semakin gemas pada kora.

Kora menatap kedua mata Hendra ia memegang pipi Hendra dengan lembut, ia mengusap nya pelan memberikan kehangatan disana. Hendra balas menggegam tangan kora ia juga mengelus lembut tangan mulus istri nya.

" duduk lah!"

Suara lembut kora namun memiliki perintah yang keras membuat Hendra mengerutkan bibirnya, hal itu tampak mengemaskan Dimata kora ia tertawa kecil menyaksikan wajah lucu suaminya.

Hendra mengalah ia memilih duduk di meja makan sembari memperhatikan sang istri yang tengah sibuk memasak.

Ting

bunyi ponsel nya membuat pandangan nya teralihkan ia melihat pesan masuk dari Tiara, Hendra tersenyum kala melihat pesan yang mengajaknya bertemu di tempat biasa mereka melakukan hal tersebut.

" baiklah, aku ingin segera memakan mu!"

Hendra berdiri dari duduk nya ia berjalan ke kamar untuk segera bersiap, ia mandi dan mengenang kan jas kantor nya. Kora memperhatikan Hendra yang tenggah sibuk dengan pakaian nya.

" ada urusan mendadak lagi?"

Kora lagi-lagi harus kehilangan momen sarapan bersama Hendra, ia merapikan pakaian suaminya membenarkan dasinya.

Hendra menatap mata kora seolah meminta pengertian dari sang istri, kora hanya menghela nafas ketika mendapati tatapan itu.

Kora mengangguk kan kepala tanda ia setuju Hendra lalu tersenyum ia mengecup kening istrinya sebelum ia meninggal kan tempat itu, ia berjalan dengan semangat saat ia hampir melangkah ke pintu keluar kora memangilnya.

" ini bekal untuk di perjalanan!"

Hendra berbalik dan meraih bekal tersebut ia tersenyum lalu berjalan meninggalkan kora yang hanya menatap ia hingga benar-benar pergi dari sana.

Kora memilih makan sendiri di rumah yang besar itu tak ada yang menemani nya, ia makan dengan pelan berusaha menikmati makanan yang terasa hampa. Ia sudah terlalu sering merasa sendirian suaminya yang dulu seperti telah hilang, tak ada lagi kehangatan yang bisa bertahan di rumah itu hanya kesepian dan kehampaan.

Suara dentingan Sendok dan piring yang saling beradu memecahkan keheningan dalam meja makan itu, kora hanya menatap nanar makanan yang sedari subuh sudah ia siapkan berharap Hendra akan makan dengan lahap, namun orang yang ia harapkan akan memuji masakan nya kini memilih pergi karena kesibukan yang kora tau hanya tentang bisnis dan bisnis.

Hendra menaruh bekal makanan itu di bagasi belakang mobilnya, ia tak lagi perduli dengan bekal itu yang ia inginkan sekarang adalah kabar yang akan Tiara sampai kan. Hendra tersenyum saat memperhatikan sebingkai foto kecil antara dirinya dan Tiara dulu.

...----------------...

Andre memijat kepalanya kala melihat tumpukan berkas yang berserakan di meja kerjanya, ia menatap tajam Adrian yang tampak santai dengan cemilan di tangan nya.

Plakk

Adrian meringis menahan sakit di kepala nya ia menatap Andre dengan sinis, ini masih pagi kenapa manusia ini sudah membuat gara-gara dengan nya jika tidak ingat ini bossnya sudah ia balas dengan jurus karatenya.

" dari kemarin kerjaan mu apa saja, bahkan mencari informasi saja tidak becus!"

Adrian mengakat kepalanya dia menunjuk Andre dengan tangan nya, sungguh pria di depan nya ini begitu menyebalkan.

" jika kau bisa kenapa tidak kau saja yang cari, itu bahkan urusan mu bukan urusan ku urus saja urusan mu itu!"

Adrian melipat kedua tangannya di dada dia bersidekap menatap Andre, ia muak sungguh muak dengan sifat Andre yang selalu semena-mena pada nya.

" oke tidak akan ada kenaikan gaji!"

Ucapan Andre seketika membuat Adrian melongo, semudah itu Andre mengatakan nya. Ia menarik nafas dalam-dalam menahan segala emosi yang saat ini sudah ada di ubun-ubun kepalanya.

Ia mendekati Andre membujuk pria itu agar menarik kembali ucapan nya, jika saja ia tak benar-benar butuh ia tak akan mengemis pada pria ini. Sungguh menjatuhkan harga diri seorang Adrian, Adrian kabur dari rumahnya karena perjodohan yang di atur oleh keluarga nya jadi yang saat ini bisa menolong nya hanyalah Andre sahabat karibnya ini.

" jangan merayu ku lagi, atau pulang saja menikah lah dengan perempuan itu!"

Adrian masih memohon-mohon dan merayu Andre agar tak menepak nya dari sana, ia tak ingin pulang ayahnya pasti akan mengurung nya di rumah.

" pergilah atau aku akan benar-benar memulangkan mu!"

Adrian segera pergi dari sana sebelum Andre benar-benar memulangkan nya pada keluarga nya, entah kenapa Andre akan tampak menyeramkan jika sudah berurusan dengan keluarga nya.

Saat di depan pintu Adrian berpasan dengan Grace yang kebetulan baru akan masuk ke ruangan Andre.

Grace menatap Adrian yang tampak kusut dan mengumpat tidak jelas.

" ada apa?"

" kenapa kau mau menikah dengan pria itu?"

grace hanya mengangkat bahunya dan memberikan senyuman manis dari pertanyaan Adrian.

Jika ingin menjawab grace tentu saja akan menjawab karena ia mencintai nya, namun ia memilih diam karena ia tau Andre tidak pernah mencintai nya. Mereka hanya menikah karena perjanjian kontrak,

Perjanjian bisnis keluarga bukan karena dasar cinta, meski begitu Grace sudah begitu lama mencintai Andre dalam diam. sebelum mereka di pertemukan dalam perjanjian ini Grace sudah lama mengangumi Andre dan mencintai nya tapi ia tak pernah mengucapkannya karena ia tau tidak akan pernah bisa mengantikan sosok wanita itu dari hati Andre.

Hadir nya lili dalam rumah tangga ini hanya lah kesalahan, kesalahan yang membuat mereka mempertahankan pernikahan ini meski tanpa dasar cinta. Biarkan lah waktu yang akan menghapus nya mengajarinya bahwa semua yang ada saat ini akan jauh lebih berharga dari pada sesuatu yang belum tentu terjadi kedepannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!