Apa jadinya jika seseorang yang sejak dulu kamu tunggu hadir kembali di saat kamu telah memutuskan untuk mengakhiri penantian itu.
Aira Jasmine Arendra seorang anak perempuan dari salah satu keluarga konglomerat . Gadis dengan sifat manja ,ceria ,ramah juga cantik ini telah bertemu dengan Pria yang mampu membuat hatinya berdebar dan juga nyaman jika berada di dekat Pria tersebut. Fandy Arkana Shareef Pria idaman semua wanita mempunyai wajah tampan ,senyum yang manis bermata teduh dan juga pintar tentu saja karna ia seorang dosen muda .
Bagaimana kisah cinta mereka jika orang yang dulu pernah berjanji untuk menjadi pendamping hidupnya datang kembali .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lia dwi A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Setelah mengantar Hitomi Fandy mengajak Aira untuk berjalan-jalan di taman dekat kompleknya. Fandy ingin mengutarakan sesuatu yang ia pendam beberapa bulan ini .
Dengan penuh percaya diri Fandy berusaha untuk mengungkapkan apa isi hatinya.
"Ai . . ." Panggil nya lembut.
Aira pun menoleh ke arah Fandy menunda sejenak kegiatannya memakan ice cream.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu ,tapi serius."imbuhnya lagi .
"Ya ngomong aja mas ,biasanya juga langsung ceplas-ceplos kamu ."goda Aira tapi tidak ada senyum di wajah tampannya . Aira jadi ikut penasaran dengan apa yang akan Fandy katakan.
"Gini Ai ,aku mau kita menikah."
"Huuhf. . ."Aira menghela nafas lega karna ia berpikir Fandy akan mengatakan perpisahan namun detik berikutnya ia terkejut "tunggu ,apa? Menikah ." Ucap Aira . Fandy mengangguk tanda ia tidak salah dengar.
"Tapi mas ,aku kan belum lulus ." Kata itu yang di pikiran Aira . Fandy sedikit kecewa dengan jawaban Aira tapi ia juga tidak marah karna memang benar jika ia belum lulus dan apakah orang tuanya akan mengizinkannya. Fandy tidak bisa menundanya lagi karna ia takut jika Aira di rebut oleh pria lain. Dan lagi bundanya juga sudah menyuruhnya meminang Aira segera .
"Jadi kamu nggak mau nih." Ujar Fandy dengan raut wajah kecewa ,membuat Aira merasa bersalah.
"Eh ,nggak gitu mas ,maksud aku ya mau tapi . . ." Belum selesai ia bicara Fandy memeluknya erat karna bahagia dengan Aira mengatakan Mau.
"Makasih ya Ai ,yang penting kamu mau urusan lain nanti belakangan. Dan masalah orang tua kamu biar aku yang yakinin mereka." Fandy berkata dengan semangat ,Aira tak sanggup untuk berkata tapi lagi. Aira sebenarnya juga bahagia karna akan segera menikah dengan Fandy, hal yang sangat ia impikan dari dulu . Membangun rumah tangga bahagia bersama Fandy orang yang di cintai nya dan mencintai nya. Fandy menyematkan cincin berlian yang di belinya sudah jauh hari karna ia ragu dan belum yakin untuk mengatakannya jadi ia menyimpan nya dulu dan setiap saat ia membawanya karna jika ia sewaktu-waktu sudah siap mengatakan nya ia bisa memberikannya pada Aira. Seperti sekarang hal tak terduga ia mengatakannya pada Aira .
Sampai di rumah ia terus memandangi cincinnya dengan senyum-senyum .
"Ngapain non senyum-senyum sendiri sambil liatin cincin?" Tanya bi Sovi tiba-tiba.
"Apa sih bi mau tau aja ."jawab Aira sekilas namun masih tetap memperhatikan cincin yang di kenakannya.
"Cincin dari pacar nya ya non ,cie cie habis di lamar nih." Ucap bi Sovi asal.Aira hanya tersenyum lalu pergi ke kamarnya . Jika Aira bilang iya pasti orang tuanya akan segera tau dan menanyakan yang bukan-bukan ,Aira akan bilang dan pasti bilang tapi pada waktu santai agar orang tuanya tidak berpikir yang aneh-aneh.
Fanny kembali ke kantor Ryuji dengan menggunakan kacamata hitam dan topi ia tidak mau di usir seperti kemarin jadi kali ini ia harus bicara dengan Ryuji.
Sampai di Receptionis Fanny mengaku client dan datang untuk meeting ,Fanny juga mengatakan jika ia di suruh untuk langsung ke ruangannya dan meminta tolong untuk petugas itu mengantarkan nya ke ruangannya. Petugas itu pun percaya dan mengantarkan Fanny ke ruangan Ryuji. Kebetulan Ryuji juga sedang ada di ruangannya. Sampai depan pintu Fanny menyuruh petugas itu untuk kembali saja dan ia akan langsung masuk menemui Ryuji. Lalu petugas itu pun pergi meninggalkan Fanny . Fanny membuka pintu pelan "Apa kau lupa untuk mengetuk dulu Masaki ." Ucap Ryuji yang mengira itu adalah Masaki,karna hanya Masaki yang biasa lupa untuk mengetuk pintu lebih dahulu.
"Apakah jika aku mengetuk pintu kau akan mempersilahkan aku Tuan Ryuji." Ujar Fanny dengan nada khas sexynya ,Ryuji mendongak kan kepalanya yang tadi membaca berkas penting.
"Kau . . .kenapa kau bisa masuk kesini." Ucap Ryuji tajam. Fanny mendekat dan melepas kacamata hitamnya.
"Kenapa ,apa kau terkejut dengan ini ,kau tau ini sangat mudah untukku. Apa kau mau mengusir ku lagi tuan Ryuji.
"Apa maumu?"
"Aku hanya ingin mengembalikan ini." Fanny meletakkan amplop coklat tebal berisi uang yang Ryuji berikan padanya.
"Apa itu kurang hingga kau mengembalikan nya." Cibir Ryuji.
"Dengar ya Tuan ,aku tidak akan menerima uang ini begitu juga permintaan mu untuk menjauhimu ,karna aku tidak akan menyerah untuk menjadi nyonya Tadashi." Ucap Fanny .
"Hah ,dasar wanita gila ." Cibir nya lagi.
"Ya ,biarkan wanita gila ini menjadi istri mu ,aku akan memenuhi semua keinginan mu , kemauan mu ." Fanny dengan tidak tau malu berkata seperti itu demi mimpinya untuk menjadi istri orang kaya Fanny menurunkan bahkan menjual harga dirinya.
"Aku tidak akan sudi menikah dengan wanita seperti mu. Pergi lah sebelum aku yang menyeretmu dengan kedua tanganku sendiri dan kau bahkan tidak akan bisa kembali ke sini atau ke rumah mu." Tatapan Ryuji berubah menjadi sangat menyeramkan dan Fanny akui ia takut jika sudah seperti ini ,dengan menghentak kan kakinya kesal Fanny pergi dari sana terpaksa.
Aira sudah mengatakan pada orang tuanya tentang rencana Fandy yang akan meminangnya ,Ardi tidak setuju dengan itu karna putrinya masih harus menyelesaikan kuliahnya dan ia juga masih muda untuk menikah. Meskipun Fandy juga bukan dari keluarga sembarangan namun putrinya juga harus memiliki masa mudanya. Tapi terlihat Aira tidak merasa keberatan dan bahagia. Ardi segera akan menunggu kedatangan Fandy untuk berbicara langsung dengan nya.
Malam ini Fandy langsung datang begitu dengar kabar dari kekasihnya jika Ardi sang papa ingin bertemu dengannya .Fandy menemui Ardi dan Rose dengan keyakinan hatinya . Fandy menjelaskan dan meyakinkan Ardi dan Rose tentang pernikahan itu .Fandy akan tetap mengizinkan Aira kuliah dan menggapai cita-cita yang ia inginkan ,Aira juga di perbolehkan untuk bertemu temannya selama itu dalam batas wajar. Ardi melihat kesungguhan Fandy dan akhirnya menyetujui nya.
Ryuji mendengar kabar Aira yang akan menikah dengan kekasihnya .Ryuji sangat marah dan kesal ,ia akan mencari cara untuk Aira segera menjadi miliknya.Ia tidak akan tinggal diam dan menunggu lagi .Sekarang ia akan bertindak sesuai kehendak nya tidak akan ada orang lain yang akan menghalanginya. Dengan kesal Ryuji pergi ke sebuah club malam ia minum sampai ia berjalan sempoyongan di saat itu ia bertemu dengan Fanny . Fanny tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membuat Ryuji bertekuk lutut padanya. Fanny membawa Ryuji ke sebuah kamar yang berada di club . Fanny menanggalkan Cardigan yang dipakainya. Ryuji membelai lembut pipi Fanny ,membelai tengkuk nya dan area paha nya Fanny sangat senang saat Ryuji mendekatkan bibirnya ia melemparkan Fanny ke ranjang dan berkata "kau bukan lah Jasmine." Lalu ia pergi begitu saja.Hampir saja ia akan mendapatkan Ryuji tapi kenapa Aira selalu menghalangi nya.
"Arrggg , Aira sialan."
Ketika pintu terbuka lagi Fanny tersenyum karna ia pikir Ryuji kembali untuk dirinya namun ia salah ,pria bertubuh tinggi datang dengan keadaan mabuk ,Fanny mengenali pria itu ,ia adalah Rio . Namun Rio saat ini tidak sadar dengan keadaan nya dan menindih Fanny dengan paksa berusaha mengoyakkan pakaian yang di kenakan Fanny. Fanny berteriak namun tidak ada yang mendengar nya ,saat itu ia merutuki kebodohan nya sendiri ,ia sengaja memesan ruangan vip yang notabene nya kedap suara jadi tidak ada yang mendengar sekeras apapun ia berteriak.
Pagi harinya Rio terbangun ia terkejut karna Fanny tidur di samping nya dengan pulas tanpa busana. Rio menyerngit karna kepalanya terasa pusing ia tidak ingat kejadian tadi malam tapi sepertinya ada sesuatu terjadi di antara dirinya dan Fanny mengingat mereka tanpa busana. Rio harus lah minta maaf pada Fanny nanti dan ingatkan ia untuk menghajar Leon sahabat gilanya itu ,karna Rio yakin jika ini ulahnya sampai ia mabuk berat dan terjadi seperti ini.
ijin promo karyaku yg baru pemula kk