aku terlahir kembali...tapi apa ini?! seorang bayi biasa?!
(light novel indonesia)
-------
Update 2 hari sekali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon seraph rein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sang utusan penerus
"Siapa orang itu?" Aku berbisik pada Laura yang sekarang terdorong-dorong ke belakang bersamaku karena beberapa anak-anak bahkan orangtua berlari ke arah anak lelaki yang baru muncul itu.
Laura menggeleng-gelengkan kepalanya, dan menundukannya kebawah, "Tidak! Tidak! Sebaiknya kau tidak usah mengenalnya! Dia itu anak yang aneh!" Laura berbisik dengan nada penuh penekanan. Dia mencengkram tangaku erat seolah takut melepaskannya
"Tuan muda Zen, tolong sampaikan doa-doaku kepada dewa! Aku meminta berkat dan perlindungannya!"
"Tuan muda Zen! Aku hanya meminta agar keluargaku sejahtera! Tolong sampaikan permohonanku pada dewa!"
"Tuan muda Zen kamu sangat tampan! Boleh aku menikah denganmu saat sudah besar nanti?"
"Anak nakal bicara apa kau?!"
"Ah, ibuu itu sakiiit…"
Aku memutar bola mataku mendengar keributan yang tiada hentinya. Aku sebenarnya ingintahu siapa lelaki itu tapi keluar dari keramaian ini adalah prioritasku. "Laura, ayo pergi dari sini!" Aku menggapai tangan Laura dan menuntunya berjalan ke arah lain bersamaku.
Tapi belum beberapa jauh kami melangkah, tiba-tiba belakang kami sudah hening. Aku merasa aneh dengan hal itu dan memutuskan untuk menengok. Dibelakang, kulihat orang-orang yang mengeremuni lelaki itu kebingungan. Apa yang terjadi?
"Huh? Tuan muda Zen? Apa? Apa yang anda katakan?
Mereka terhening lagi tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
"Tuan muda, bisa anda bicara sedikit lebih keras? Kami tidak bisa nendengar anda."
"Aku bilang siapa yang tadi berbicara bahwa aku anak aneh?!!!"
Laura memeluk tanganku erat dan bersembunyi di belakangku. "Oh, tidak! Apa tadi dia mendengarnya?"
"Eh, memangnya ada apa? Tapi tidak mungkin kan dia mendengarnya? Jarak kita jauh dan dia dikerumuni oleh banyak orang yang sedang berbicara," Aku berusaha menenangkan Laura tapi bahkan diriku pun tidak merasa tenang. Meskipun aku tidak tahu dia siapa tapi dia kelihatan seperti orang penting. Aku rasa kalau kami ketahuan menyinggungnya kami akan dalam masalah.
"Ya. Karena itu kubilang padamu dia itu aneh, kan? Menyeramkan!"
Ugh, Laura kumohon tutup mulutmu untuk sebentar saja.
Para warga yang tadi mengelilingi anak itu membuka jalan sambil berbisik-bisik. Dan anak itu berjalan ke arah kami. Uh-oh, apa dia mendengar Laura lagi?
"Itu Kau kan, Laura?"
"Kakak sepupu Zen! Adik sepupu memberikan salam padamu!" Laura terlihat menyapanya dengan semangat. Berbeda sekali dengan rasa cemasnya tadi.
Anak laki-laki yang sepertinya bernama Zen itu memalingkan mukanya, "Mengganggu sepeti biasa, ya? Seperti yang diharapkan dari keluarga yang gagal."
Laura menundukan kepalanya dan berucap kecil, ""Maaf…."
"Eh, kenapa kau minta maaf?" Aku berbisik di telinga Laura.
Aku merasa Zen terus menatapku jadi aku balik menatapnya. Benar saja dugaanku, kami jadi beradu pandang sekarang. " gadis yang aneh…" Ucapnya sambil berlalu pergi.
Eh, apa dia bicara tentangku? Tidak! Sialan! Apa maksudmu gadis aneh?! Dasar orang tidak jelas!
Aku mengepalkan kedua tanganku.
"Zeirlyn, apa kau tahu? Orang itu adalah sang utusan selanjutnya di desa kita."
"Utusan selanjutnya?"
Oh, aku mengingatnya. Anak yang terlahir dengan kekuatan untuk berkomunikasi dengan dewa. Dan akan meneruskan tugas dari sang utusan yang sekarang. Dia anak yang seperti itu?
"Lalu?" Meski begitu aku tidak mengerti apa spesialnya dia. Hanya karena dia sedikit dianugerahi bukan berarti dia bisa bersifat sesombong itu, ya kan?
"Eh, tidak. Sebenarnya apa disini membuatmu tidak nyaman. Kau tahu… mungkin kau ingin pulang? Kita bisa bermain dirumahmu atau… kau mau berkunjung ke rumahku?"
Tidak keduanya terimakasih.
Tentu saja aku tidak mengatakannya secara langsung. Aku habya bilang "Terserah," pada Laura.
"Baiklah… kalau begitu…ayo main ke rumahku saja!!!"
Cih. Dasar anak tidak peka.
***
di mana" untuk membekukan air itu pakek elemen es bukan angin ya kan ?
dah lah otak kentangku gak nyampek😓
katanya reinkarnasi tapi bertele2 sdh gitu bodoh lagi🙄🙄🙄