Indonesia
NovelToon NovelToon
Mari Menghilang Bersama

Mari Menghilang Bersama

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ayleela

Semua hal di dunia ini memiliki harga yang patut dibayar. Selatan, gadis yang bertekad menyatukan keluarga seutuhnya terseret pada serangkaian polemik dan tentunya harus memberikan pengorbanan atas imbalan yang dia dapatkan.
Imbalan dan pengorbanan seperti apa yang sanggup Selatan jalani ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayleela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jurus Paduli Bagong

"Mau ya, mau yaa." Bujuk Selatan.

Raquel masih memikirkan dan mempertimbangkan hal baik atau hal buruk yang nantinya akan lebih banyak didapat. Disaat menanti jawaban Raquel, gadis gila alias teman dekatnya malah asyik memakan keripik kentang.

Menahan jawaban tidak dan membebaskan kesanggupan. Raquel menutup mukanya lalu menarik nafas panjang.

"Keadaan kayak gini, jurus paduli bagong harus dipake. Gue balik basecamp dulu bawa baju sama berkas buat ke India. Semoga aja ada penerbangan malam ini." Ucap Raquel yang menggunakan ajian paduli bagong.

"Ahhhh Grazie bestie. Gue gamau janji apapun tapi selama gue bisa bantu di kemudian hari, bakal gue usahain." Riang bahagia Selatan sampai mengucapkan janji dengan embel - embel bukan janji.

"Kamis harus udah balik. Apapun yang terjadi, gue punya tanggung jawab di Paheli's Show." Tegas Raquel.

"Deal." Ucap Selatan mengulurkan tangan pertanda setuju dengan persyaratan yang diajukan Raquel.

Dengan segera Raquel pulang ke basecamp. Di perjalanan dia memesan dua tiket untuk terbang ke India. Sudah sangat kerepotan dengan yang dia lakukan, Martinez tak henti - hentinya menelfon. Raquel merasa bersalah namun dia hanya bisa mengirimkan pesan maaf saja.

Di basecamp, sebisa mungkin dia tidak menunjukan gelagat mencurigakan. Ini perjalanan jauh namun terasa seperti akan berlibur ke kota sebelah. Beruntung dia tidak bertemu Krish dan Coach. Sehingga tidak kesulitan dalam mengambil barang. Jika anggota lain yang bertanya akan kemana atau menanyakan keberadaan Selatan, akan mudah untuk dijawab.

Sepertinya semesta juga mendukung untuk perjalanan Selatan. Raquel kembali menaiki taxi online untuk menjemput Selatan ke Rumah Sakit.

Sementara Selatan membawa ranselnya ke meja administrasi. Dia berniat membereskan pembayaran namun ternyata sudah dibayar lunas oleh keuangan Paheli's Show. Sang petugas ternyata menyampaikan bahwa hanya tagihan makanan yang baru dipesan saja yang harus diselesaikan. Untuk mengisi tenaga, Selatan makan malam terlebih dahulu ketika Raquel pulang ke basecamp. Kemudian dia memutuskan untuk membeli tongkat penopang langkahnya karena sebelah kakinya sangat tidak bisa diinjakan ke lantai.

Tak lama menunggu di lobi Rumah Sakit, Raquel datang. Mereka pun bergegas menuju bandara dengan tergesa - gesa. Penerbangan akan dilakukan dua jam lagi. Namun serangkaian keamanan akan dilalui sehingga akan memakan waktu yang tidak sedikit.

"Ini bakal lama banget loh Sel. Loe kuat kan. Jangan pingsan di perjalanan. Tenaga gue ga sebesar itu buat ngangkat badan loe." Keluh Raquel.

"Bismillah gue kuat." Ucap Selatan meyakinkan.

Kurang lebih sembilan jam mereka terduduk di bangku pesawat. Sudah tertebak oleh Raquel, bahwa perjalanan tidak akan mulus bagi Selatan. Sudah dua kali Selatan mengeluarkan isi perutnya alias minta - muntah.

"Jangan banyak mikir Sel. Ini masih ada tiga jam lagi buat nyampe ke India." Ucap Raquel menegaskan.

Selatan masih mengatur nafasnya dan tetap tenang. Melihat keluar jendela. Begitu banyaknya awan putih sahut-menyahut membentuk sesuatu yang dibayangkan Selatan. Terkadang kura - kura, bentuk tawa, dan yang paling istimewa adalah bunga mawar yang tidak berduri.

Memberhentikan pikiran - pikiran yang bisa membuat lambungnya kumat, bukan suatu hal yang mudah. Dia mencoba untuk tidur agar waktu tidak terasa lama. Raquel yang menyadari itu semua berusaha untuk membuat suasana senyaman mungkin meski hanya 0,5% saja. Dia mengelus pangkal kepala Selatan agar tertidur dengan pulas.

Selatan pun akhirnya terbangun ketika pesawat sudah tiba di bandara negara Hindustan. Raquel membereskan tas dan menyiapkan baju serba putih untuk dipakai melayat ke rumah Aarav. Mereka mencari kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak ada waktu untuk Check In penginapan terlebih dahulu.

Raquel yang mengetahui jika perban kaki Selatan harus diganti, segera meminta tolong kepada petugas medis bandara untuk mengganti perban dan memberikan obat luar yang sudah diresepkan. Untuk obat yang diminum, sudah dibekal oleh Selatan dan langsung dia minum.

Tak hanya itu, Raquel masih sempat-sempatnya mendandani Selatan dengan make up yang tipis namun terlihat segar. Tato yang belum sempat dihapus sangat mengganggu penampilan untuk melayat. Namun apa daya, mereka tidak memiliki waktu yang cukup untuk sekedar memanjakan diri.

Pagi menjelang siang yang mereka punyai hari itu sangatlah tergesa - gesa. Taxi offline yang mangkal di dekat bandara dijadikan transportasi untuk mencapai kediaman Aarav. Meski tidak memiliki wajah India, mereka berdua fasih berbahasa Hindi sehingga tidak kesulitan dalam menyampaikan alamat tujuan juga tawar menawar harga.

"Sini-sini, pake parfum dulu sedikit." Perintah Raquel.

"Entar muntah lagi Quel. Udah ah gausah." Ucap Selatan menepis permintaan Raquel.

"Dikit aja. Dua semprotan. Kerudungnya jangan lupa dipake di kepala." Ucap Raquel.

Supir taxi pun menceritahukan jika mereka telah sampai di alamat tujuan. Selatan dan Raquel heran dengan keadaan rumah Aarav. Disana terlihat dekorasi semacam perayaan. Banyak sekali bunga yang menjadi hiasan dan lampu lampu kecil. Di tengah taman terlihat dibangun altar non permanen untuk pendeta dan beberapa orang.

Mereka saling bertanya - tanya khawatir salah alamat. Untuk memastikan, mereka masuk melalui gerbang depan dan di sebelah kiri terdapat papan nama yang bertuliskan nama seorang gadis 'Apurva Bhatia Mohanraj'. Bukan itu saja yang mengejutkan. Selatan memberanikan diri untuk membaca satu nama pria yang dia harap dugaannya salah. Tuhan dan takdir tidak menjawab harapan Selatan. 'Narendra Aarav Mehra'. Itulah nama kedua yang tersemat di papan nama.

"Ini bukan Aru-ku kan Quel. Ini bukan Aarav milikku kan ?" Dengan terbata - bata, Selatan gusar ketika menyebut nama Aarav.

Raquel tak menjawab apapun. Namun ekspresi tercengangnya cukup menjawab pertanyaan Selatan. Sontak Selatan tak terima jika kekasihnya menikah dengan orang selain dirinya. Berjalan tegas dengan masih memakai tongkat sebagai penopang, Selatan mulai mendekati pintu rumah yang sedang berduka tersebut. Teman dekatnya mendampingi langkah Selatan. Karena tak memperhatikan pijakan, Selatan terjatuh dan berusaha menahan air mata. Raquel dengan sigap membantunya berdiri kembali.

Persendian tubuh Selatan terasa dipatahkan. Sekujur badan kehilangan kendalinya. Otak yang masih berpacu dengan keseimbangan, akhirnya bisa membawa Selatan ke depan pintu masuk rumah yang terbuka lebar. Terdapat banyak orang di dalam. Berbagai suara tangisan terdengar lirih di telinganya. Menyalakan radar untuk menemukan Aarav, Aarav yang masih menjadi kekasihnya.

Rupanya Aarav sedang terduduk terpuruk di sebelah jasad neneknya. Menitikan air mata. Berpasrah pada dekapan seorang wanita yang tidak dikenali Selatan. Pakaian mereka seragam, serasi warna. Mehendi yang terukir di tangan wanita tersebut masih merah menyala. Mangal Sutra yang melingkar di leher wanita itu menandakan dia sudah menikah. Sindur yang menghiasi belahan rambutnya seperti memamerkan kepada Selatan, bahwa dia telah dipersunting kekasihnya, kekasih Selatan.

1
Mawar_Jingga
ah bahasa kerajaan muncul nih😅
Mawar_Jingga
so sweet😍😍😍
Mawar_Jingga
dialognya udah keren kak😍
Mawar_Jingga
1 vote dan mawar untuk mu Thor, semangat yuk.❤️
Ni Luh Septi
jinak kek apa gtu dgrnya
Mukmini Salasiyanti
woww..
lumayan...
nyastra nih, thor....
Ayleela: thankyou kakak semoga suka ya ceritanya.
sehat selalu
total 1 replies
Rey
Bagus Banget ceritanya 😍
Ni Luh Septi
aku nggk tauh hrs komen apa krn critanya bgs
Rey
manis banget Araav & Selatan 😊
Ayleela: siapp kak
total 3 replies
Rey
Selatan tipe setia😍
Ayleela: iyadongss😍
total 1 replies
Rey
aku mampir kak, ninggalin jejak dulu.
selesai makan malem lanjut lagi😍🤗
Rey: tolong kritik dan sarannya di cerita aku yang banyak kekurangan ya kak🫣🤗
total 2 replies
Ni Luh Septi
aku suka dengan cara author menceritakan karakter, bacaan mudah dipahami.
Ayleela: makasihh dan terus berenang hihi😆
total 1 replies
Mawar_Jingga
tokoh
Mawar_Jingga
lama gak baca kak selatan itu nama tokonya ya?
Ayleela: iyaa kak nama tokohnyaa
happy reading😍
total 1 replies
Orang Sukses
Orang sibuk emang beda. Kalo kita-kita mah gabisa satu hari pun tanpa Hp /Facepalm/
Ayleela: masih nyari celah aku juga gimana caranya😂
total 1 replies
Orang Sukses
Selatan pecinta horor nihh, kita pren 🤝
Ayleela: mistis dan penasaran tapi takut kalo beneran ada hahaha
total 1 replies
Orang Sukses
Temen sesaaattt
Orang Sukses
Hati-hati kalo keluar sendiri 😨
Ayleela: bisi ada penculikk yaa😨
total 1 replies
worcrets
terusin seruu, lanjut thor
Orang Sukses
Semoga hanya melantur yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!