Brahm, seorang manusia biasa yang ingin menjadi Hunter, namun karena Brahm tidak memiliki kekuatan super, Brahm tidak bisa menjadi Hunter. Suatu hari Brahm mendapatkan notifikasi dari Sistem untuk mendapatkan kekuatan, syaratnya adalah Brahm harus meminum alkohol untuk mendapatkan dan menggunakan kekuatannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hari Rekrutmen
Markas Kala Infernalists.
Ribuan Hunter berkumpul di sebuah lapangan luas yang kurang lebih berukuran sama dengan stadium sepak bola.
Suara riuh serta gumaman-gumaman antar Hunter memenuhi udara. Beberapa di antaranya ada yang sedang merenggangkan otot dan persendiannya, ada yang sedang memoles dan memeriksa persenjataan dan perbekalan mereka, ada juga yang sedang mondar-mandir sambil menahan dagunya sendiri.
“Men, gua ga nyangka bakalan lebih rame dari tahun kemaren”
“Katanya tahun ini bakalan lebih susah, gua harus gimana ya”
“Ah yang bener lau kalo ngomong, entar dipukul Iblis Gila tau rasa lau”
“Sumpah gua pengen boker dah, telat kali ya kalo mau mundur”
Ragam ucapan, desas-desus, hingga gosip menyebar luas di antara Hunter yang berkumpul.
‘Gila... rame banget cuy’ Pikir Brahm yang baru saja tiba di gerbang antre pendaftaran.
Dengan battle gear yang sudah ia kenakan, ia ikut mengantre.
“Brahm Reinford. Ranking E.”
“Baik bapak, tunggu sebentar ya pak.” Kata petugas tersebut yang seraya berbisik kepada earpiecenya.
“Bapak, silakan ikuti teman saya.” Petugas tersebut menunjuk kepada seorang petugas lagi yang berpakaian jas hitam.
Desas-desus dan bisik-bisik terjadi di antara Hunter yang juga sedang mengantre di belakang Brahm.
“Hah? Kok dia beda sendiri sih?”
“Eh, itukan Hunter baru setelah 3 tahun ini”
“Waduh, dia pasti dapet nominasi dari Four Infernals, gua ada di situ soalnya”
“Mari pak.” Kata petugas yang mengantarkan Brahm.
Ketika mereka berdua berjalan masuk, memotong arus kerumunan manusia, Brahm dipandangi oleh ribuan Hunter. Tatapan benci, iri, dengki, serta kagum dan kebingungan menyelimuti wajah-wajah Hunter ini.
‘Aduh, apaan sih ini.. kenapa gua jadi pusat perhatian gini..’
Di keramaian, Jalen ditemani oleh Arin dan Torge melihat Brahm yang dituntun memotong arus manusia.
Tatapan Jalen tajam memandangi Brahm. Ia bahkan sudah menggenggam pedang yang disarungkannya, siap untuk menyerang Brahm kapapun.
Bahu Jalen ditekan oleh Torge dengan tatapan tidak setuju.
Petugas itu menuntun Brahm ke sebuah ruangan di gedung Kala Infernalists.
Ruangan itu hanya berisikan sebuah layar besar, beberapa kursi, dan sebuah meja besar dengan snack dan minuman yang tersedia di tengahnya.
“Baik bapak, bapak bisa menunggu di ruangan ini sampai tes pertama dimulai.”
“Hunter yang lain engga ikutan masuk?” Brahm memeriksa ruangan tersebut dan ruangan tersebut hanya berisikan 2 Hunter lainnya. “Cuma ada saya sama dua orang lainnya.”
“Oh, iya, saya lupa, maaf pak. Bapak mendapatkan nominasi, artinya bapak tidak perlu melalui tahap pre-eliminasi, bapak bisa langsung masuk ke tes pertama.”
‘Engga mau keliatan pilih kasih, tapi ini malah keliatan kaya pilih kasih engga sih’
“O-Oke...” Jawab Brahm ragu-ragu.
“Kalau begitu saya permisi dulu ya, pak.” Petugas itu membungkuk sedikit dan memberikan hormat, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Brahm menghela napas sambil berjalan ke meja besar dan mengambil minuman.
Sambil duduk ia memperhatikan kedua orang yang berada di ruangan tersebut.
Brahm memperhatikan seorang pria tua dengan rambut salt-and-pepper yang ditarik rapi ke belakang menjadi ekor kuda rendah. Tatapan matanya yang tajam dan cerdas menyampaikan rasa kebijaksanaan yang diperoleh melalui pengalaman bertahun-tahun. Dia mengenakan pakaian yang berkelas namun praktis, perpaduan warna merah tua dan hitam. Persis di sebelahnya, ada sebuah tongkat bantu jalan yang bersender di tembok.
Ia sedang membaca sebuah buku yang cukup besar yang ia letakkan di pangkuannya.
Tatapan matanya bertemu dengan Brahm, dan pria itu memberikan senyuman hangat yang lebar layaknya seorang kakek yang bertemu dengan cucunya.
Brahm tersenyum hampir menyengir karena canggung. Pria tua itu kemudian kembali membaca bukunya.
Di pojokkan ruangan, ada seorang wanita dengan rambut ungu tua panjang yang dikepang French Braid di belakangnya. Ia sedang memegangi sebuah tongkat tinggi dan matanya tertutup. Ada campuran aura anggun dan misterius yang terpancar dari wanita tersebut.
....
“Ada berapa orang?” Tanya Mirkov kepada salah satu staff.
“Sekitar 7000-an orang, pak. Itu sudah termasuk Hunter dari negara lain.”
“Yeesh, banyak juga ya.” Sahut Yora yang sedang duduk sambil meminum kopi.
“Siap-siap PR lu nambah, Yo.” Kata Anders sambil menepuk bahu Yora.
“Udah siap?” Tanya Mirkov.
Dave, Yora, dan Anders mengangguk bersamaan.
“Oke. Menunggu aba-aba dari Command Center.” Kata Mirkov.
....
Saat ini jumlah yang masif dari seluruh Hunter yang berkumpul di lapangan itu memenuhi seluruh lapangan, namun masih ada jarak untuk berjalan leluasa.
Lapangan ini berada di belakang gedung markas Kala Infernalists. Ia berfungsi sebagai arena outdoor, kegiatan sosial, pesta, atau menjalankan fungsi utamanya, yaitu untuk olahraga.
Beberapa mage dari Kala Infernalists bersiap dan mengangkat tongkatnya ke udara dan menembakkan serangkaian sihir dalam warna merah, biru, hijau, putih, dan perak.
Langit-langit yang dihiasi oleh warna-warna tersebut seketika berkumpul menjadi satu dan menembakkan dirinya ke gedung Kala Infernalists.
Terbuat dari sihir transmutasi, sebuah banner besar yang memenuhi seluruh gedung pelan-pelan membuka dirinya sendiri seakan sebuah gulungan perkamen.
Banner tersebut menampakkan simbol dan logo Kala Infernalists.
Di sisi kiri wajah, muncul ekspresi iblis. Dengan iri-ciri tajam dan garang, dengan gigi tajam dan mata tajam yang penuh perhitungan. Di atas kepalanya, mahkota bercula bangkit dengan bangga dari pelipis hingga puncak kepalanya. Sisi ini melambangkan kegelapan yang melekat dan ancaman yang mengintai di dunia mereka—gate, dungeon, dan kekuatan jahat yang mereka hadapi. Ini adalah pengingat akan bahaya yang selalu ada yang dihadapi para Hunter dari Kala Infernalists.
Sebaliknya, di sisi kanan wajah muncul kontras yang mencolok. Di sini, muncul sosok yang menangis dengan penampilan yang lebih feminin, namun terbuat dari topeng porselen. Wajahnya menggambarkan kesedihan dan kerentanan, rambut panjangnya mengalir dalam aliran duka. Mahkota bintang memenuhi sisi ini, bergabung dengan mahkota bercula dari setengah lainnya. Setengah ini melambangkan sisi manusiawi dari perjuangan mereka, pengorbanan, dan momen-momen kepedulian dan empati yang mendefinisikan keberadaan mereka.
Ketika banner tersebut ditampakkan sepenuhnya, bola-bola kristal yang memunculkan sebuah gambar layaknya monitor berjalan, membantu mereka yang sulit melihat dari jauh.
Di sisi kanan panggung, terdapat seluruh anggota 1st Strike Team hingga 9th Strike team dari Kala Infernalists. Mereka berbaris rapih dengan raut wajah yang serius, tetapi tidak dengan Captain dari 4th Strike Team yang saat ini sedang duduk bersila sambil bermeditasi dan Captain dari 6th Strike Team yang sedang tidur di dalam sleeping bag.
Di sebuah panggung yang sudah tersedia, seorang pewarta naik ke podium.
“MENGUMUMKAN! CHIEF INTELLIGENCE OFFICER, ANDERS FELSON!” Kata pewarta tersebut.
Sebuah awan hitam berkumpul dan berputar di atas panggung yang lama kelamaan mulai naik ke atas dan membentuk sebuah bayangan manusia. Dari bayangan tersebut, Anders muncul ditemani oleh seekor kucing hitambesar dengan penutup mata di sebelah kirinya.
Battle gear Anders terdiri dari ansambel techwear yang ramping dan modern, yang memadukan kepraktisan taktis dengan gaya urban. Dibalut dengan pakaian serba hitam yang memadukan bahan tahan air dan angin.
Bagian badannya dihiasi dengan hoodie minimalis yang pas di badan. Hoodie ini dilengkapi dengan ritsleting yang tersembunyi, sehingga memungkinkan pemakaian atau pelepasan yang cepat dan tanpa suara.
Bagian bawah pakaian ini menawarkan celana taktis modern, yang dirancang untuk fleksibilitas dan daya tahan. Celana ini dilengkapi dengan banyak saku, cocok untuk menyimpan peralatan seperti kunci pas, pisau lempar, dan gadget kecil. Bantalan lutut yang diperkuat menawarkan perlindungan saat melakukan takedown diam-diam atau terjatuh secara tiba-tiba, sementara bahannya memastikan gerakan yang senyap.
Melengkapi rangkaian ini adalah sepatu kets ramping dan serba hitam yang memadukan kenyamanan dengan fungsionalitas. Sepatu kets ini memiliki sol dengan daya cengkeram tinggi, ideal untuk menjelajahi berbagai medan dengan mudah. Sepatu kets ini juga dirancang dengan estetika minimalis, mempertahankan tampilan yang ramping dan modern secara keseluruhan.
Ketika Anders muncul, sorak sorai dari
Hunter-Hunter ini menggema dan bisa terdengar dari jauh. Terutama bagi Hunter wanita.
“MENGUMUMKAN! CAPTAIN COMMANDER, YORA LEONIDO.” Kata pewarta tersebut.
Suara dentuman keras terdengar tidak jauh dari para Hunter ini berkumpul. Dari langit, sebuah bayangan berupa manusia sedang terjun bebas ke arah lapangan. Yora mendarat dengan keras hingga debu-debu terangkat dan hempasan udara menggoyangkan beberapa Hunter.
Ajaibnya, meskipun pendaratan Yora sangat keras, panggung tersebut tidak ada kerusakan pada panggung tersebut.
Yora berpaling dari kerumunan dan mengelus kucing hitam Anders.
Battle gear milik Yora dimulai dengan tunik merah yang pas, yang dirancang untuk memungkinkan mobilitas maksimum untuk serangan cepat dan manuver yang kuat. Garis lehernya berwarna putih, menggemakan kontras antara warna merah. Lengan sepanjang siku memungkinkan lengan bertato Yora untuk dipamerkan.
Bagian bawah pakaian ini menampilkan celana panjang yang pas dan fleksibel dengan warna merah yang serasi, dihiasi dengan detail putih yang strategis di sepanjang jahitannya. Celana panjang ini menawarkan gerakan yang tidak terbatas, dan celana panjang ini memberikan perlindungan yang cukup tanpa mengorbankan mobilitas.
Sepatu bot ringan setinggi pergelangan kaki dengan aksen putih, memberikan fondasi yang kokoh untuk gerakan kaki yang cepat dan tersembunyi. Sepatu bot ini dirancang untuk traksi dan daya tahan, memastikan stabilitas di berbagai medan.
Selempang putih yang kokoh diikatkan di pinggang, berfungsi sebagai elemen dekoratif dan aksesori praktis. Menggantung di selempang adalah beberapa tali kulit yang dirancang dengan rumit. Terbuat dari sutra mewah, selempang ini menambahkan sentuhan elegan pada ansambel sekaligus berfungsi untuk menyimpan senjata dan peralatan yang mudah dijangkau.
Melengkapi ansambel ini adalah aksesori yang minimalis namun tangguh, seperti pelindung lengan bawah, yang menawarkan perlindungan tambahan tanpa mengorbankan ketangkasan.
“MENGUMUMKAN! VICE GUILD LEADER DARI KALA INFERNALISTS, DAVE STORMSHROUD!” Lanjut pewarta tersebut sambil merapikan pakaiannya.
Sebuah pedang menancap di panggung. Dari belakang kerumunan, Dave terlihat menaiki sebuah pedang berukuran 190cm dan lebar sekitar 40cm. Ia menaiki pedang berukuran besar tersebut layaknya papan selancar.
Ketika Dave mendarat di panggung, pedang besar itu langsung berubah bentuk menjadi bentuk orisinalnya, yaitu sebuah kubus. Dave merapikan rambutnya yang berantakan dan masuk ke dalam barisan.
Ansambel battle gear Dave merupakan perpaduan sempurna antara keanggunan formal klasik dan desain yang canggih, yang dibalut dengan kain abu-abu tua mewah yang memancarkan aura kewibawaan dan misteri.
Rompi setelan ini, dengan warna abu-abu arang yang lebih gelap, memiliki pola rumit yang menyatukan simbol kekuatan dan ketangguhan, yang menekankan kehebatan petarung di medan perang. Kemeja putih bersih yang disetrika mengintip dari balik jaket, kerahnya diikat dengan pin dasi perak yang berbentuk seperti pedang mini.
Celana panjangnya dirancang dengan presisi yang sama, menawarkan fleksibilitas dan daya tahan. Dihiasi dengan aksen perak yang tersembunyi namun bergaya di sepanjang jahitannya, celana ini bertransisi dengan mulus menjadi sepatu bot kulit setinggi lutut yang dihiasi dengan pola ukiran yang halus. Sepatu bot ini memberikan stabilitas dan dukungan selama pertempuran, memberikan keseimbangan antara fungsionalitas dan gaya yang modis.
“MENGUMUMKAN! GUILD LEADER DARI KALA INFERNALISTS, MIRKOV MINSTRELIS!!” Kali ini pewarta itu berteriak dengan lantang.
Battle gear Mirkov memadukan keanggunan pakaian biksu dengan keanggunan jubah penyihir tradisional, menciptakan perpaduan yang harmonis antara gaya dan fungsionalitas. Dibuat dari sutra putih indah yang tampak berkilauan dengan variasi warna yang halus, ansambel ini menawarkan kenyamanan dan fleksibilitas dalam desainnya.
Bagian atas pakaian menyerupai jubah tanpa lengan, dengan kerah tinggi bergaya Mandarin yang menambah kesan elegan. Jubah ini mengalir dengan elegan hingga ke pergelangan kaki, memperlihatkan hiasan biru biru yang rumit di sepanjang tepi, ujung lengan, dan keliman, menciptakan kontras yang mencolok dengan kain putih bersih. Lengan jubah yang lebar mengembang dengan anggun seiring dengan gerakan Mirkov, memungkinkan gerakan tanpa hambatan dalam merapal mantra.
Di bawah jubah, pakaiannya mengadopsi sentuhan yang terinspirasi dari para biksu dengan celana panjang yang longgar dan nyaman yang terbuat dari sutra putih yang sama. Celana panjang tersebut dengan mulus bertransisi menjadi sepatu bot yang ringan dan fleksibel yang menawarkan kelincahan dan dukungan selama pertempuran.
Melengkapi ansambel ini adalah selempang sutra lebar berwarna biru tua yang kaya, diikatkan di pinggang, dihiasi dengan rune mistik yang bersinar lembut saat Mirkov menyalurkan energi magis.
"Selamat datang, para calon anggota Kala Infernalists! Hari ini menandai awal dari perjalanan kalian ke dalam jantung guild kami. Kami bukan hanya sebuah organisasi; kami adalah keluarga yang diikat oleh api persahabatan dan kekuatan. Saya Mirkov Minstrelis, pemimpin guild kalian, dan suatu kehormatan bisa berdiri di hadapan pilar-pilar masa depan warisan kita." Kata Mirkov yang suaranya menggema secara magis dan dapat terdengar hingga ujung lapangan.
"Kala Infernalists bukan hanya guild terkuat di Indaloria, tapi juga merupakan simbol tekad yang pantang menyerah. Saat kamu memulai perjalanan ini, ingatlah bahwa kekuatan tidak hanya diukur dari kekuatan, tetapi juga dari ikatan yang terjalin dengan sesama anggota guild. Bersama-sama, kita mengatasi tantangan terbesar. Rangkullah api di dalam dirimu, dan biarkan api itu menerangi jalan menuju kebesaran."
Saat Mirkov selesai, para Hunter bersorak-sorai, bersemangat dengan pidato yang berapi-api itu.
Mirkov mundur masuk ke dalam barisan.
“Lu ga nyiapin speech ya?” Kata Yora.
“Iya. Males.”
“Jelek, sumpah.”
“Ehh..” Mirkov mengangkat bahunya.
Yora berjalan ke depan panggung. Ia memperhatikan dengan seksama seluruh Hunter yang hadir di situ.
Ia menutup matanya, mengatur napasnya, lalu melepaskan ledakan aura yang mencapai ujung lapangan.
Bagi orang biasa yang merasakan aura tersebut, sesak napas dan kebingungan akan menghantui dirinya. Bagi Hunter, yang mereka rasakan adalah perasaan “akhir hidupku sudah dekat”.
“Gua tidak akan pernah terbiasa dengan aura intimidasi beliau.” Ujar seorang Captain dari salah satu Strike Team.
“Iya. Mana khas banget lagi aura intimidasinya.”
Hunter-Hunter yang tadinya riuh dan bersemangat, kini memfokuskan perhatian mereka kepada Yora.
“Listen up eggheads. Testnya dibagi jadi lima dan ini adalah test pertama. Syarat kelulusannya gampang. Yakin dan tetap berdiri. Yang duduk, jongkok, tiarap, kabur, pindah dari tempatnya berdiri akan dianggap gagal dan tidak bisa lanjut ke test berikutnya. Paham?”
Beberapa menjawab secara verbal, beberapa secara anggukan, beberapa lagi tidak menjawab karena gugup.
“Dave, you’re up.” Yora melihat ke belakang.
Dave maju ke depan dan berdiri di samping Yora, kemudian ia mengeluarkan kubusnya dan ia membiarkan kubusnya mengapung di tengah udara.
“Remember, kalo lu mau nyerah, lu bisa duduk, tiarap, atau keluar dari lapangan. Yang masih ngotot untuk lanjut harus tetap berdiri.”
Dave memerintahkan kubusnya untuk pergi ke langit.
Dalam lintasannya, kubus tersebut berubah bentuk menjadi sebuah pedang. Hunter-Hunter itu melihat ke atas, memandangi kubus tersebut yang sekarang jumlahnya berlipat-ganda.
Puluhan, ratusan, hingga ribuan pedang terbentuk dari satu kubus itu.
Mata terbelalak, mulut menganga, otot melemas memandangi kejadian tersebut.
Sebuah awan yang berbentuk pedang menyelimuti seluruh lapangan tersebut.
Ujung mata pedang-pedang itu mengarah ke bawah.
“Itu.. pedangnya.. ngarah ke kita?” ujar seorang Hunter.
[NOTICE]
[SKILL: GRAVEYARD OF SWORDS DIAKTIFKAN]
Dengan satu jentikkan jari, Dave memerintahkan kubus itu. Semua pedang itu turun menghujani Hunter-Hunter di bawah.
Secara logika, siapa di dunia ini yang akan mendorong seorang calon Hunter Kala Infernalists menuju kematian mereka dalam sebuah uji coba?
‘Saya yakin Dave adalah Hunter yang sangat terampil, dan tidak akan pernah melakukan kesalahan.’ Pikir seorang Hunter.
Sebuah pedang nyaris mendarat di bahu seseorang.
‘ya, ini adalah pertempuran psikologis. ‘
‘Anda hanya harus bertahan, percaya tidak akan terjadi apa-apa.’
‘aku yakin pedang itu akan meleset....’
“AAHHHHH!!!” Teriak seorang Hunter yang sebuah pedang bergaya Roman gladius menancap di pundaknya. Seketika ia terjatuh ke tanah.
“Oh my god... ini seriusan?” Kata Hunter di sebelahnya.
“Engga, engga, gua engga kuat” Sebut seorang Hunter yang berlari menunduk meninggalkan lapangan.
Ada Hunter yang sedang berjongkok dan menangis, ada yang tiarap dan ada juga yang kabur.
Hunter-Hunter yang terkena sayatan pedang menahan luka sambil meringis, ada juga Hunter yang hanya tersenyum meskipun dihujani pedang-pedang.
‘What the f*ck’ pikir Brahm sambil memandangi monitor.
Beberapa di antara Hunter tersebut ada yang menengadahkan tangannya seakan ingin sekali terkena tusukan pedang tersebut, ada juga yang menutup matanya sambil mengepalkan tangan dan berharap yang terbaik.
Meskipun sudah menyerah dan meninggalkan lapangan, beberapa Hunter masih ada yang terkena serangan dari hujan pedang milik Dave.
Selama 3 menit, pedang itu menghujani seluruh Hunter yang berkumpul di sini. Tinggal satu kubus yang mengapung di tengah udara, kubus itu lalu menarik seluruh pedang yang tertancap di tanah dan tubuh Hunter-Hunter ini.
Tanpa dikomandoi, staff-staff mengangkut dan memberikan pertolongan kepada Hunter-Hunter yang terluka, mereka yang terluka cukup berat dan parah segera diberikan mantra penyembuh dan healing potion.
“Good work. Yang masih berdiri kalian bakalan lanjut ke stage berikutnya, yang lain... we’ll see you another year.” Kata Yora yang tersenyum menyeringai.
Dari 7288 calon rekrut Kala Infernalists, kini tersisa 2660 Hunter lagi.