novel ini menceritakan seseorang wanita yang dijodohkan oleh kedua orang tuanya, dengan tujuan agar wanita ini bisa melupakan masa lalunya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fasa novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liburan
tak terasa berdebat dengan orang asing itu memakan waktu yang sangat lama ya. Apa lagi bule yang kurang pengetahuan yang tidak tahu apa-apa. Sungguh sangat menguras emosi sekali. Untung saja ada Clara yang bisa memberikan pemahaman kepada si bule itu, kalau tidak mungkin satu tinjuan dari Arya sudah melayang kearah muka para bule itu.
Setelah berdebat yang tak ada ujungnya, akhirnya merekapun tiba di Cappadocia. Tanpa pikir panjang dan basa-basi, Clara langsung menggenggam tangan Arya dan menariknya keluar dari pesawat itu agar terhindar dari para bule yang mengesalkan.
Mereka terus mempercepat langkahnya, sesampainya di bandara Clara malah mengomeli Arya.
"Mas, kamu itu harusnya tahan emosi jangan sampai para penumpang lainnya menjadikan kalian bahan tontonan". Ucap Clara
"Saya tidak rela kamu di hina seperti itu Clara".
"Iya aku tau, mas. Tapi kamu juga harus lihat situasi dan kondisi dong. Kita itu lagi berada di pesawat jangan egois".
"Iya maaf". Jawab Arya dengan jutek
"Huhhh akhirnya bisa menghirup nafas dengan legah. Males banget liat muka itu orang rasanya pengen saya karungin".
"Ehem, Mas...."
"Iya iya".
Tanpa basa-basi lagi Arya segera memesan taksi untuk menuju tempat penginapan.
Beberapa menit kemudian, merekapun sampai di tempat penginapan.
"Ini kita mau menginap dimana mas?" Tanya Clara
"Di hotel aja yang dekat dengan wisata sekitar sini". Jawab Arya
"Hotelnya bagus ga, mas?" Tanyanya lagi
"Ya baguslah, bawel. Tuh udah didepan mata". Tunjuk Arya
"Ih, kenapa sih mas sensi banget, ga romantis deh". Jawab Clara dengan sedikit kesal.
"Udah, kamu jangan bawel!"
"Iya iya pak dosen".
"Sekali lagi kamu panggil saya bapak, kamu tanggung sendiri akibatnya".
"Gitu aja ngancem."
"Udah ayok kita langsung ke hotelnya aja, aku sudah capek". Jawab Arya
Dengan raut muka yang sedikit kesal, Aryapun langsung menarik tangan istrinya menuju hotel.
Setelah memesan kamar, merekapun langsung bergegas menuju kamar yang telah ia pesan. Sesampainya dikamar Arya langsung menghempaskan badannya ke kasur karna capek dengan perjalanan yang sangat melelahkan dan menguras emosi.
"Mas, bersih-bersih dulu kalik main tidur aja". Cetus Clara
"Bentar..."
"Apa harus aku juga yang membersihkan badanmu?" Jawab Clara dengan nada kesal.
"Boleh, kalau kamu mau".
"Ih dasar suami mesum!"
"Hahaha". Balas Arya dengan tertawa
"Udah buruan sana mas bersih-bersih dulu, aku juga lagi beresin baju yang ada dikoper, juga baju kamu nih mau pindahan atau gimana sih bawa baju banyak banget".
"Udah gausah bawel!" Jawabnya
Setelah merapikan pakaian dan tampaknya Aryapun sudah selesai bersih bersih, Clarapun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Setelah selesai, merekapun beristirahat.
Tak lama kemudian, baru saja beberapa menit Arya memejamkan matanya, Arya di buat heran dengan tingkah istrinya yang sedari tadi seperti orang gelisah, takut semuanya deh campur aduk pokoknya.
Clara yang tadinya tengah gelisah kini menjadi risih karena di perhatikan terus oleh suaminya.
"Kamu kenapa?" Tanya Arya
"Emm, ga papa mas,"
"Bener ga papa?"
"Iya sayang, eh bukan maksudnya mas".
"Saya tau apa yang kamu takutkan".
"Aku bukan takut mas tapi belum siap".
"Sini peluk..."
Dengan sedikit malu malu akhirnya Clara memberanikan diri untuk memeluk Arya.
"Kamu tidak perlu takut, aku ini kan suami sah kamu bukan teman ataupun pacar, jadi kalau kamu ingin memeluk saya atau ingin curhat kepada saya jangan sungkan ya". Jawab Arya dengan nada lembut sambil memeluk tubuh Clara yang mungil itu
"Iya mas, aku bakal mencoba untuk terima kenyataan ini. Dan mas boleh kok meminta hak mas".
"Ah yang bener ini, saya tidak lagi mimpi kan?" Jawabnya dengan penuh bahagia
"Ih seneng banget kamu mas aku ngomong kayak gitu".
"Ya seneng dong, yaudah ntar malam ya.."
Tak tau kenapa melihat tingkah Arya yang seperti itu Clara merasa sangat bahagia, dan hari itu adalah hari yang sangat spesial bagi Clara.
Beberapa menit kemudian, merekapun tertidur dengan Clara yang berada di pelukan Arya.
Ketika jam sudah berada di pukul 20.00, aryapun membangunkan Clara dan meminta haknya seperti yang telah di ucapkannya sebelum tidur. Clarapun menjalankan salah satu kewajibannya dengan melayani suaminya dengan penuh keikhlasan tanpa paksaan.
°°°°°°
Malam pun berganti menjadi siang, Clarapun terbangun melihat cahaya matahari yg bersinar memasuki kamarnya dan mendapati suaminya yang tengah duduk bersantai sambil meneguk segelas air kopi. Melihat itu Clarapun segera menyudahi bermalas malasannya dan segera bergegas menuju kamar mandi untuk keramas. Karna ia tak ingin liburan ini hanya sebatas di kamar saja.
30 menitpun berlalu, Clara dan Aryapun telah siap dan rapi. Merekapun pergi menuju taksi yang telah ia pesan. Sebenarnya Arya ingin menikmatinya dengan berjalan kaki berdua, tetapi istrinya yang bawel ini tidak mau terkena panas karna jika terkena panas maka omelannya akan sampai terdengar ketelinga para pengunjung lain dan mau tak mau akhirnya Arya menuruti istrinya yang bawel itu.
Selama perjalanan Clara terus menggandeng suaminya itu, terlihat tangannya tak pernah lepas sedikitpun dengan raut wajah yang penuh dengan kebahagiaan.
Hanya memakan waktu 25 menit saja mereka sudah sampai ditempat yang mereka tunggu, sangat tak disangka pemandangan yang begitu indah tempat yang sangat nyaman dan sejuk, suasana yang penuh keromantisan ini sangat cocok untuk dikunjungi terutama untuk yang memiliki pasangan. Asli deh bagus banget, memang cocok untuk mereka berdua. Tidak ada tampang menyesal, mereka sangat menikmati tempat itu.
Tidak hanya wisata itu saja yang mereka kunjungi tapi juga ada beberapa wisata lain seperti museum terbuka goreme, pigeon valley, goreme village, pasabag dan masih banyak lagi yang mereka kunjungi. Mereka tidak ingin membuang buang waktunya apa lagi Clara, karna pergi berlibur ke Cappadocia ini yang sangat di inginkan olehnya. Iya sangat mengabadikan momen berdua ini di kota yang Clara sudah nantikan selama ini.
"Masyaallah, bagus banget mas pemandangannya, sungguh ciptaan Allah benar benar sangat indah". Ucap Clara dengan penuh haru
"Iya sayang,, mas jadi betah deh disini". Jawab Arya
"Sama mas, aku juga. Tapi sayangnya besok kita udah pulang". Rengeknya
"Nanti kalau ada rezeki lagi, kita kesini ya sayang". Sambil mengusap air yang berada di pelupuk mata clara
Tak terasa hari semakin gelap yang menandakan siang akan berganti malam, rela tidak rela mereka harus menerima dan meninggalkan tempat wisata itu.