Indonesia
NovelToon NovelToon
Tahta Kaisar Iblis

Tahta Kaisar Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Kausafiksi.id

​Di dunia di mana yang kuat memangsa yang lemah, kebenaran tidak ditentukan oleh siapa yang benar, melainkan oleh siapa yang masih hidup.

​Xuan Chen, seorang pemuda yang dikhianati dan dipandang sebelah mata, memilih melangkah di Jalan Demonic yang penuh darah. Berbekal rahasia Mata Dewa Iblis yang sanggup menembus segala hukum alam dan menaklukkan Qi Demonic yang liar, dia menginjak-injak aturan moralitas palsu dunia kultivasi.

​Dari murid luar yang diburu hingga menjadi sosok yang ditakuti seluruh sekte, ini adalah kisah perjalanan dingin Xuan Chen menginjak setiap penentangnya, merebut kembali takdirnya, dan meniti jalan berdarah menuju puncak lima kaisar agung penguasa alam semesta.

​"Qi Demonic ataupun Qi murni hanyalah kekuatan. Seberapa jauh kekuatan itu membawamu bergantung pada seberapa bijak kau mengendalikannya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: MEMINJAM TANGAN PENJAGA AULA

​Dua bayangan melesat membelah udara pelataran batu. Dua murid luar di Ranah Penempaan Tubuh Lapisan 3 dan 2 itu menyerang bagaikan serigala kelaparan, mengerahkan seluruh kekuatan fisik mereka untuk mengunci pergerakan Xuan Chen dari dua arah yang berlawanan.

​Satu pukulan mengarah lurus ke rusuk kiri, sementara tendangan menyapu meluncur deras ke arah persendian kaki kanannya. Serangan itu sangat brutal, murni bertujuan untuk mematahkan tulang lawannya.

​Namun, Xuan Chen tetap bergeming.

​Tap! Tap!

​Langkah kaki Xuan Chen bergerak mundur dengan ritme yang sangat presisi. Tubuhnya bergeser setengah jengkal ke belakang, membiarkan tinjuan musuh pertama meleset hanya selebar kertas dari jubah abu-abunya. Di saat yang bersamaan, dia memutar poros pinggangnya, menggunakan gagang sapu bambu untuk menahan laju tendangan musuh kedua tanpa membalas dengan tenaga serangan sedikit pun.

​Xuan Chen mengingat dengan jelas perintah Tetua Mo: Dilarang menggunakan kekerasan untuk menyerang, dan jangan terpancing emosi.

​Bagi seorang kultivator pembantai, dipaksa bertahan tanpa boleh memukul balik adalah siksaan yang sanggup meruntuhkan Hati Dao mereka. Namun bagi Xuan Chen, ini hanyalah sekadar permainan menahan diri. Ketenangannya begitu mutlak hingga membuat kedua murid itu makin kehilangan akal sehat.

​"Bocah sialan! Berhenti melompat-lompat seperti monyet!" kutuk salah satu murid, napasnya mulai terengah-engah karena seluruh serangan berbobot ratusan katinya hanya menghantam ruang hampa.

​Di pinggir pelataran, Zhao Huo yang sejak tadi menyaksikan anak buahnya dipermainkan akhirnya kehabisan kesabaran. Wajah buasnya memerah padam. Sebagai praktisi Lapisan 4, melihat bawahannya tak mampu menyentuh ujung baju seorang anak baru adalah penghinaan mutlak.

​"Minggir kalian berdua, sekelompok sampah tak berguna!" raung Zhao Huo dengan suara menggelegar bagaikan guntur.

​Kedua murid itu buru-buru melompat mundur, memberi jalan bagi senior mereka.

​BAM!

​Zhao Huo menghentakkan kakinya ke lantai batu hingga menciptakan retakan halus. Tubuh besarnya meluncur ke depan dengan kecepatan dan momentum yang jauh melampaui dua murid sebelumnya. Perbedaan satu lapisan penuh di Ranah Penempaan Tubuh langsung terasa nyata. Tekanan angin dari pergerakan Zhao Huo membuat dedaunan kering yang sudah dikumpulkan Xuan Chen berhamburan liar ke udara.

​Xuan Chen menyipitkan matanya. Dia bisa merasakan ancaman nyata dari pria bertato kalajengking ini.

​“Kecepatannya meningkat tajam. Jika aku memaksakan diri menangkis pukulan Lapisan 4 tanpa menggunakan Qi atau membalas serangan, tulang tanganku bisa retak.”

​Analisis dingin langsung berputar di kepala Xuan Chen. Alih-alih bertahan di tengah pelataran, Xuan Chen memutar langkah kakinya, melompat mundur untuk menjaga jarak.

​"Mau lari ke mana kau, Bocah?!" teriak Zhao Huo penuh hasrat membunuh. Tinju kanannya mengayun deras membelah angin, mengincar belakang kepala Xuan Chen.

​Sret!

​Xuan Chen merunduk menghindari tinju tersebut, lalu terus bermanuver mundur ke arah bangunan megah di sudut barat pelataran. Bangunan itu adalah Aula Teknik Bela Diri Sekte Luar, sebuah paviliun kuno bertingkat tiga yang ditopang oleh pilar-pilar batu hitam raksasa berukirkan naga iblis.

​Zhao Huo yang sudah benar-benar dibutakan oleh amarah sama sekali tidak menyadari ke arah mana mereka bergerak. Pikirannya hanya dipenuhi oleh satu tujuan: menghancurkan kepala Xuan Chen di depan semua orang untuk mengembalikan reputasinya.

​Langkah mundur Xuan Chen mendadak terhenti. Punggungnya kini hanya berjarak satu tapak dari salah satu pilar batu hitam raksasa yang menopang atap paviliun tersebut. Dia telah sengaja menyudutkan dirinya sendiri.

​Melihat lawannya kehilangan jalan mundur, seringai kejam mekar di wajah Zhao Huo.

​"Mati!"

​Seluruh otot di lengan kanan Zhao Huo membengkak hingga pembuluh darahnya nyaris pecah. Kekuatan puncak dari Lapisan 4 dikerahkan sepenuhnya ke dalam satu tinjuan penghancur tulang yang mengarah tepat ke wajah Xuan Chen. Udara di sekitar tinju itu bahkan berdesir nyaring.

​Namun, di momen yang sangat kritis itu, tidak ada setitik pun kepanikan di mata Xuan Chen. Tatapannya sedingin telaga es.

​Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu tarikan napas sebelum tinju itu menghancurkan wajahnya, tubuh Xuan Chen merosot ke bawah dan meluncur ke samping dengan kelenturan fisik yang ekstrem.

​Wuuushhh!

​Tinju berbobot ribuan kati milik Zhao Huo meleset dari targetnya, hanya menyisakan hantaman angin yang menyingkap rambut Xuan Chen.

​Karena Zhao Huo telah memusatkan seratus persen tenaganya tanpa menyisakan ruang untuk menarik kembali serangannya, tinju itu terus meluncur maju dan menghantam telak pilar batu hitam di belakang Xuan Chen!

​BOOOMMMMM!

​Ledakan keras bergema di seluruh area pelataran. Lantai batu bergetar hebat. Pukulan kekuatan penuh dari kultivator Lapisan 4 itu langsung menghancurkan ukiran naga iblis dan meretakkan separuh ketebalan pilar utama Aula Teknik Bela Diri. Serpihan batu hitam terlempar ke segala arah, diikuti oleh suara kayu penyangga atap yang berderit ngeri.

​Keheningan seketika mencekik seluruh pelataran. Para murid luar yang tadinya bersorak-sorai kini menahan napas dengan wajah pucat pasi.

​Tangan kanan Zhao Huo bergetar hebat, darah segar menetes dari buku-buku jarinya yang hancur menghantam batu. Namun, rasa sakit di tangannya tidak sebanding dengan kengerian yang baru saja menyapu kesadarannya. Matanya membelalak lebar melihat pilar aula yang retak parah di hadapannya.

​“A-apa yang baru saja kulakukan...?” batin Zhao Huo merinding.

​Belum sempat Zhao Huo menarik napas, sebuah gelombang Tekanan Spiritual yang sangat dahsyat meledak dari dalam Aula Teknik Bela Diri. Tekanan itu setara dengan amukan badai, memaksa para murid luar di pelataran jatuh terduduk di tanah.

​Kreeek...

​Pintu kayu tebal paviliun terbuka dengan kasar. Seorang pria tua bungkuk dengan jubah abu-abu kusam melangkah keluar. Meski penampilannya tampak rapuh, sepasang matanya memancarkan kilatan petir yang mendominasi. Ini adalah Tetua Penjaga Aula, seorang pakar di Ranah Pengumpulan Qi Puncak lapisan ke 5!

​"Siapa... yang berani merusak pilar suci Aula Teknik Bela Diri?!" suara serak tetua itu bergema bagaikan kutukan kematian, mengandung Niat Membunuh yang sangat pekat.

​Wajah Zhao Huo kehilangan seluruh warnanya. Tubuhnya yang besar langsung ambruk berlutut, berkeringat dingin dari ujung kepala hingga ujung kaki. Hasrat membunuhnya tadi menguap tak bersisa, digantikan oleh keputusasaan murni.

"zhao Huo! Kau lagi ternyata pembuat onar.

​"T-Tetua... Ampuni saya! B-bukan saya yang berniat merusaknya! Ini semua salah bocah itu! Dia yang menghindar dan menjebak saya!" Zhao Huo menunjuk ke arah Xuan Chen dengan jari gemetar, mencoba melempar kesalahan.

​Xuan Chen hanya berdiri tenang di samping dengan sapu bambu yang masih utuh di tangannya, sama sekali tidak berniat membuka mulut untuk membela diri.

​Mata Tetua Penjaga Aula menyempit tajam, tekanan spiritualnya bersiap mengunci tubuh Zhao Huo untuk dihancurkan. Namun, sebelum tetua itu melepaskan serangannya—

​Syuuuk!

​Sebuah bayangan merah darah mendarat anggun di depan tangga paviliun. Su Ling berdiri tegap, menangkupkan kedua tangannya memberi hormat kepada Tetua Penjaga Aula.

​"Hormat hamba, Tetua," ucap Su Ling dengan nada resmi. Dia kemudian menarik keluar sebuah buku hitam dari balik gaunnya.

​Tetua itu menahan auranya sejenak saat melihat identitas Su Ling sebagai anggota Tim Penegak Hukum. "Bicara, Gadis Su. Apa yang terjadi di wilayahku?"

​"Melaporkan kepada Tetua Penjaga Aula," suara Su Ling terdengar jelas, sengaja dikeraskan agar seluruh murid di pelataran bisa mendengarnya. "Murid baru bernama Xuan Chen sedang menjalankan tugas resmi membersihkan pelataran atas perintah langsung dari Tetua Mo. Selama tugas berlangsung, murid bernama Zhao Huo dan dua bawahannya datang memprovokasi, merusak hasil pekerjaan, dan melancarkan serangan berulang kali."

​Su Ling memutar matanya melirik Zhao Huo yang kini tampak seperti mayat hidup.

​"Selama durasi penyerangan, Xuan Chen tidak pernah sekalipun membalas serangan atau melanggar aturan tugasnya. Kerusakan pilar paviliun ini sepenuhnya adalah murni kesalahan Zhao Huo yang kehilangan kendali atas tenaga fisiknya sendiri."

​Mendengar laporan saksi mata dari Penegak Hukum, kemarahan Tetua Penjaga Aula langsung berpusat sepenuhnya pada Zhao Huo dan dua bawahan Lapisan 3 yang kini meringkuk ketakutan di tanah.

​"Bagus... Sangat bagus!" tawa dingin Tetua Penjaga bergema mengerikan. "Hanya murid luar rendahan, namun berani membuat kekacauan dan merusak pilar paviliun sekte!"

​Tetua itu mengibaskan lengan jubahnya. Dua untai energi Qi berwarna abu-abu melesat keluar bagaikan cambuk, melilit leher Zhao Huo dan dua bawahannya secara bersamaan.

​"T-Tidak! Ampuni kami, Tetua! Kami mohon—Arghhh!"

​"Bawa ketiga sampah ini ke Tambang Batu Spiritual Bawah Tanah! Biarkan mereka bekerja sebagai budak tanpa henti selama 1 tahun untuk mengganti kerugian pilar ini!" titah sang Tetua tanpa ampun, menyeret ketiga murid itu menjauh dari pelataran seperti menyeret anjing mati.

​Jeritan putus asa Zhao Huo perlahan menghilang ditelan jarak, menyisakan pelataran yang kembali hening mencekam.

​Su Ling melipat kembali menutup bukunya, lalu melirik ke langit. Matahari tepat berada di puncak kepala, memancarkan sinarnya yang tegak lurus ke atas pelataran.

​Wanita bergaun merah itu kemudian menatap Xuan Chen yang sedari tadi hanya berdiri diam bagaikan penonton yang tidak terlibat. Ada kilatan kewaspadaan yang sangat dalam di mata Su Ling saat menatap pemuda itu.

​"Tugas menyapumu... dinyatakan selesai dan lolos tanpa pelanggaran, untuk hari ini" ucap Su Ling datar, mengumumkan kemenangan tak bersuara dari sang murid baru.

​Xuan Chen membuang sapu bambunya ke tumpukan daun, menyapu debu dari jubah abu-abunya dengan santai. Sebuah seringai tipis terukir di bibirnya saat dia membalas tatapan Su Ling.

​"Sebuah tugas yang cukup menyenangkan, Nona Su."

1
Day Chuk
Xuan Chen punya Cheat di mata 🤣
Kausafiksi: Hehehe benar
total 1 replies
Septiana Athorid
makin seru
Kausafiksi: terimakasih
total 1 replies
Day Chuk
lanjut 🙏
Kausafiksi: 👍 siap
total 1 replies
Day Chuk
aku pikir su ling yang akan jafi rekan nya thour
Day Chuk: Hahahha sibuk ngapain thor
total 2 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
mampir ya bro ke buku novel gua (。・ω・。) btw novel mu enak juga ya ceritanya tapi sayangnya fotonya hanya ia mau aku bantu kasih karakter laki laki untuk mu gratis
Kausafiksi: terimakasih sudah mampir 🙏😁

novel mu juga bagus,

semangat😁
total 1 replies
Septiana Athorid
saran thor kamar 405 harus nya pakai nama sajah, kesan fantasi timur nya kurang

tapi so cerita nya menarik.
Kausafiksi: terimakasih saran nya, akan aku pertimbangkan 🙏
total 1 replies
Septiana Athorid
naggung thor, 10 bab langsung biar puas 😁
Septiana Athorid: sehari 2 kali thor
total 2 replies
Day Chuk
lanjut thor di tunggu🙏
Kausafiksi: update satu hari sekali ya jam 19:00 di tunggu sajah 😁🙏
total 1 replies
Day Chuk
bagus cerita nya, anti hero, gue suka yang langsung yanpa bertele tele thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!