Alina Putri Jayashree merupakan seorang anak perempuan yang berasal dari kota Bogor. Saat ini, ia berusia 23 tahun. Ia berhasil mencapai mimpinya untuk memiliki sebuah toko buku.
Bayu Rafardhan adalah seorang anak laki laki berusia 26 tahun ini sangat menyayangi keluarganya. Ayahnya bernama Lukman baru saja meninggal dan sekarang ia tinggal bersama Bunda yang bernama Indri di Jakarta. Sebelumnya, merantau di Bandung karena pekerjaan. Namun, ia memutuskan untuk resign dan mencari pekerjaan di Jakarta agar bisa menjaga dan merawat Bunda.
Siapa sangka, niat Bayu untuk bekerja di Jakarta membuatnya dekat dengan kembali dengan masa lalu tetapi dengan versi yang berbeda. Kisah cinta tak terduga pun terjadi tidak sesuai ekspektasi, inilah yang di alami Bayu dan Alina beserta para sahabatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mega Harsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 3
Sinar mentari pagi kini telah menyambut semangat dan harapan baru bagi Alina, Bayu dan teman - temannya.
Alina dan Fara sedang asyik menikmati sejuknya udara pagi, sambil mengendarai motor. "Kak Alina, bawa motornya hati - hati ya, nggak usah ngebut!" teriak Fara sambil merentangkan kedua tangannya, merasakan angin yang sangat sejuk.
"Iya, iya, oke!" sahut Alina.
Beberapa jam kemudian.....
"Alhamdulillah, sampai juga." Ucap Alina sambil melepaskan helm.
"Iya kak, untung nggak macet ya. Apalagi kita bakal kedatangan rekan kerja baru nih, kan nggak lucu kalau kita yang telat."
"Haduh, malu banget kalau Aku yang telat."
"Santai aja sih kak, yang punya toko mah bebas." Alina pun hanya meresponnya dengan senyum tipis.
Alina pun masuk ke dalam toko dan Fara mengikutinya dari belakang. "Aku mau ke ruangan dulu ya, Ra. Mau beres - beres untuk persiapan meeting hari ini." Kata Alina, sambil membawa buku catatan mengenai to do list toko Vin Books.
"Oke, kak!" sahut yang sedang sibuk mengecek stok buku.
...----------------...
"Belok ke arah mana lagi, Bay?" tanya Kevin kepada Bayu.
"Lurus aja terus."
"Astaghfirullah, jangan bercanda dong, Bay."
"Lah, masa iya urusan masa depan dibuat candaan. Lo sendiri yang bilang kan kemarin, ini itu secercah harapan untuk kita. Jadi, kesempatan ini nggak akan gue sia - siakan."
"Lurus terus aja, Vin. Ada beloknya juga sih, tapi kan belum saatnya belok." Jawab Bayu sambil fokus melihat tampilan layar handphone yang menunjukkan arah suatu lokasi.
"Vin, hari ini memang sangat penting untuk kita, tapi jangan ngebut juga dong bawa mobil nya. Bahaya nih, masih pagi, jalanan juga lagi berkabut, udah gitu rame."
Mobil yang dikendarai Kevin memang cukup melaju dengan sangat cepat.
Dan akhirnya......
...----------------...
"Halo, Bestie!"
"Halo, Kak Acha! Akhirnya, kakak datang juga!" seru Fara sambil memeluk Acha dengan erat."
"Dimana Alina, apakah dia belum datang?"
"Oh, ada kak. Di ruangan sebelah sana." Tunjuk Fara ke arah ruangan tersebut. Yuk, Aku antar." Acha pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.
"Permisi, Bu Alina." Ucap Acha dengan lemah lembut.
"Iya, silakan masuk!" sahut Alina dari balik pintu sedangkan ia masih sibuk merapikan taplak meja. Ketika pintu dibuka, barulah Alina menoleh. Betapa terkejutnya Alina, ternyata yang datang adalah temannya.
"Hai, Bestie!" Ujar Alina dan Fara secara serentak, lalu tertawa.
"Eh, kamu ke sini sama siapa?"
"Sendiri, Alina."
Tiba - tiba dari depan ada yang datang kembali "Halo, permisi! Apakah ada orang?!"
Fara pun berlari dan menghampiri orang itu. Iya kak, sebentar! Sahut Fara.
Betapa terkejutnya Fara ketika bertemu dengan dua orang laki - laki itu dan mereka berdua pun sama terkejutnya seperti Fara.
"Eh, kamu ada di sini juga ternyata!." Ujar Bayu dan Kevin serentak.
"hehehe, iya kak. Aku kerja di sini, kakak pasti baru pertama masuk kerja juga kan?" Bayu dan Kevin pun saling pandang dan mereka menganggukkan kepalanya seraya tersenyum ramah. Lalu Fara berkata, "Oke, mari kak, silakan masuk ke ruangan sebelah sana ya." kata Fara, sedangkan ia sibuk melayani pengunjung toko.
Setelah berjalan mengikuti arahan yang Fara berikan, Kevin dan Bayu nampak kebingungan. Karena ternyata, ada dua ruangan yang bersebelahan. Memang belum ada nama ruangannya karena baru saja Alina renovasi untuk menambah beberapa ruangan.
"Waduh, yang mana ya? Bay."
"Kayaknya yang ini deh, ketuk aja dulu pintunya." Kevin tampak ragu - ragu. Namun, ia berusaha memberanikan dirinya, baru saja akan di ketuk, tiba - tiba ada yang memanggil mereka berdua.
"Hey, kalian ngapain di sini!" Kalian kalau mau nyari masalah di tempat lain aja ya. Nggak usah di toko teman saya!" Bentak Acha kepada Bayu dan Kevin.
Alina yang mendengar keributan itu pun keluar dari ruangannya. "Cha, ada apa?" Tanya Alina. Bayu yang sedang membelakangi Alina pun menoleh ke belakang. Mereka berdua cukup syok karena bertemu kembali untuk yang kedua kalinya. Alina berharap tidak akan pernah bertemu kembali sedangkan Bayu sangat senang karena akhirnya dia dipertemukan kembali dengan Alina, sesuai dengan apa yang dia harapkan semalam. Alina dan Bayu saling pandang mencoba memastikan apakah nyata atau cuma halusinasi. Alina pun akhirnya memecahkan keheningan yang terjadi.
"Kak, Bayu. Hhmmm... Lalu Alina melirik ke samping Bayu dan ia melihat ke arah Kevin.
"Ini, Kevin. Dia teman saya, yang akan kerja di sini juga."
"Oh, iya kak. Silakan masuk, tunggu di ruangan ini dulu ya." Bayu dan Kevin pun masuk ke ruangan itu.
Acha sedang dilanda emosi yang menggebu - gebu itu pun terus saja berusaha mengatur nafas agar tetap tenang.
"Acha, kamu kenapa? Nggak di gangguin sama cowok yang tadi kan?"
"Aman kok, nanti aja ya ceritanya. Maafin aku Vin, udah buat keributan. Kita mulai aja yuk."
"Okey!" Seru Alina.
...----------------...
Setelah meeting selesai, mereka semua pun mulai bekerja dan termasuk Alina pemilik toko, mereka semua saat ini tampak canggung. Kecuali, Kevin dan Fara si paling friendly.
"Hai, mau aku bantu?" kata Kevin, ia menghampiri Fara yang sedang meletakkan beraneka ragam buku di rak.
"Eh, nggak usah kak, bentar lagi selesai kok."
"Bagaimana dengan kerjaan kakak, udah selesai?" tanya Fara.
"Hampir selesai, Ra." Kata Kevin, lalu ia mendekati Acha yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Cha, gue udah selesai bikin jadwal live di sosmed dan online shop beserta konsepnya."
"Oke, terus?"
"Gue perlu diskusi sama, Lo."
"Boleh, gue juga butuh saran. Coba deh, duduk di sebelah sini dulu." Kata Acha.
"Cieeee.... Minta di temenin nih?" Canda Alina
"Ih, nggak gitu Alina. Maksud Aku, biar diskusinya nggak kejauhan dan emang beneran kok, nggak bercanda."
"Wah, Kevin, Kevin. Baru hari pertama kerja, tapi udah nanam benih cinta." Kata Bayu.
Kevin tidak marah, justru ia menatap ke arah Acha. Ia melihat amarah yang dirasakan oleh Acha, tangannya mengepal berusaha menahan emosi.
"Kevin, nggak apa - apa duduk saja sebelah sini, kita tukeran dulu ya."
"Wah, Bu Alina paling pengertian deh. Makasih, Bu."
Alina terus memperhatikan mereka berdua dan berusaha menyembunyikan tawanya. Jika tidak, maka Acha akan menggerutu. Bagi Alina, ini adalah momen yang langka dalam hidup Acha yang biasanya duduk di sebelah cowok aja suka risih. Sekarang malah minta Kevin duduk di sebelahnya. "Tapi kenapa wajah Acha kayak kesal banget semenjak Kevin datang, sebenarnya apa yang terjadi ya?" tanya Alina dalam hatinya.