Indonesia
NovelToon NovelToon
MENGULANG LUKA

MENGULANG LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Park ha

Valencia Florence mengira penderitaannya telah usai setelah palu hakim meresmikan perceraiannya dengan Julian Edgar. Namun, sebuah fenomena misterius justru melempar jiwanya melakukan time travel kembali ke tiga tahun lalu—tepat di tahun kedua pernikahan mereka yang dingin.

Kembali menjadi Nyonya Edgar berarti Valencia harus mengulang fajar pernikahan tanpa cinta. Dia kembali menghadapi Julian, suami sedingin es yang menguburnya dalam kemewahan finansial dan fasilitas jet pribadi, namun memperlakukannya tak lebih dari sekadar pajangan rumah. Valencia sadar diri, dia hanyalah pengantin pengganti untuk mendiang saudara kembarnya, Gracia Florence, yang tewas menjelang pernikahan. Di kesempatan kedua ini, Valencia bersumpah tidak akan lagi mengemis cinta yang tidak pernah ada. Dia akan menjalani sisa waktu pernikahan ini dengan caranya sendiri, bersiap untuk pergi sebelum hatinya hancur untuk kedua kalinya.

#by_Parkha

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENGULANG LUKA Bab 33: Sarapan dan Keputusan Dingin

...MENGULANG LUKA...

...Bab 33: Sarapan dan Keputusan Dingin...

Hampir sepuluh menit Valencia mematung kaku di atas tempat tidur yang terhampar luas itu, mendengarkan detak jantungnya sendiri yang berpacu tak beraturan. Baru setelah gemercik air shower dari dalam kamar mandi utama akhirnya berhenti, kesadaran wanita itu tersentak kembali. Sadar bahwa Julian akan segera keluar dari sana dalam keadaan segar, Valencia buru-buru menyibakkan selimut sutra tebalnya dan beranjak setengah berlari menuju walk-in closet. Dia bersumpah tidak boleh terjebak dalam atmosfer canggung ronde kedua jika harus berhadapan langsung di ruang tidur yang sama.

Dengan jemari yang sedikit gemetar, Valencia mengganti piyamanya dengan pakaian kerja bernuansa santai namun tetap memancarkan kesan elegan. Ia memilih atasan blouse bahan linen berwarna krem lembut yang dipadukan dengan celana kulot berpotongan tinggi. Pakaian yang fleksibel dan nyaman untuk bergerak seharian menyelesaikan kanvas-kanvas besar di studio lukisnya. Saat Valencia melangkah keluar dari ruang pakaian dengan tas bahunya, Julian rupanya sudah berdiri di dekat meja nakas. Pria itu tampak sangat memikat dalam balutan kemeja hitam yang bagian lengannya digulung rapi hingga ke siku, menyisakan helai rambut basah yang disisir acak ke belakang.

Kedua mata mereka sempat bertabrakan sejenak di udara. Pipi Valencia seketika kembali terasa hangat membara mengingat insiden mengejutkan di atas kasur beberapa menit lalu, tetapi dia menguatkan hati dan dengan cepat mengalihkan pandangan. Tanpa mengobral kata, Valencia melangkah lebar-lebar menuju pintu keluar kamar.

"Valencia, mau ke mana?" panggil Julian. Suaranya kini sudah kembali terdengar tenang, dalam, dan penuh wibawa, meski ada segumpal rasa salah tingkah yang sengaja ia sembunyikan di balik tatapan matanya.

"Turun untuk sarapan," jawab Valencia tanpa sedikit pun menoleh ke belakang, berusaha keras mengimbangi nada bicaranya agar terdengar seformal dan sedatar mungkin. "Hari ini aku harus berangkat lebih awal ke studio lukis."

Julian tidak tinggal diam. Pria bertubuh tegap itu segera menyusul langkah istrinya keluar dari kamar, berjalan berdampingan melintasi koridor lantai dua yang megah dan sunyi. "Kita sarapan bersama di bawah. Setelah itu aku yang akan mengantarmu sampai ke depan studio."

Valencia mendadak menghentikan pergerakannya tepat di depan anak tangga pertama. Dia memutar tubuhnya, membalikkan badan untuk menatap suaminya secara langsung. Raut wajah tegas dan dingin kembali membentang tebal di antara mereka berdua, menghancurkan sisa-sisa kehangatan yang sempat tercipta secara ajaib semalam.

"Tidak perlu, Tuan Edgar. Aku membawa mobilku sendiri," tolak Valencia dengan nada suara yang begitu halus, namun memancarkan penolakan dingin yang tak terbendung. Wanita itu menahan napasnya sejenak, mengunci pandangannya pada iris mata elang Julian yang kini menatapnya intens.

"Tentang semalam..." ucap Valencia ragu-ragu, jeda singkat itu membuat Julian sempat menahan napas berharap ada kelembutan di sana. Namun Valencia segera menegakkan kepalanya kembali, membuang jauh-jauh rasa ibanya. "...tidak mengubah fakta bahwa kita masih memiliki banyak hal yang belum selesai. Jangan pernah campur adukkan dorongan impulsifmu dengan penyelesaian masalah rumah tangga kita."

Valencia meremas tali tas di bahunya pelan, lalu menyuarakan keputusan bulat yang telah ia tempa di dalam hatinya sejak lama. "Aku tetap mau bercerai."

Kalimat itu terucap begitu tegas, tanpa ada sedikit pun keraguan di dalamnya. Tanpa menunggu balasan atau perubahan raut wajah dari pria bertubuh tinggi besar di hadapannya, Valencia langsung memutar tubuhnya secara cepat. Langkah kakinya terdengar tegas saat memotong anak demi anak tangga, pergi meninggalkan tempat itu dan meninggalkan Julian sendirian yang terpaku kaku di ujung koridor.

Pernyataan cerai yang kembali dilontarkan dengan begitu dingin itu menghantam dada Julian bagaikan pukulan telak yang membuat napasnya sesak. Pria itu berdiri mematung di atas tangga, memperhatikan punggung ramping istrinya yang kian bergerak menjauh hingga akhirnya menghilang sepenuhnya di balik belokan koridor bawah.

Julian mengepal jemarinya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih di dalam saku celana bahan yang dikenakannya. Rasa penyesalan mendalam dan ketakutan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya mendadak merayap pelan, meracuni pikirannya. Pria bertubuh tegap itu memejamkan mata rapat-rapat, menghela napas panjang dan berat sewaktu menyadari satu kenyataan yang amat menyakitkan.

Perjuangan dan perjalanannya masih sangat panjang untuk bisa menyembuhkan luka masa lalu Valencia, sekaligus meyakinkan wanita itu bahwa kali ini—dengan seluruh ego dan harga dirinya—ia benar-benar tulus ingin mempertahankan pernikahan mereka.

1
Shuttttttttttt
julian, aku menunggu balasan utk si pebinor lucas
Shuttttttttttt
up lagi dongg wkwkw
Park ha: 🤭🙏 iya kak ini sambil mikir lanjutannya kwkwk
total 1 replies
Shuttttttttttt
gtu dong beb, jngan biarkan org ketiga msuk klo udah sepakat utk baikan
Shuttttttttttt
awal baca gak suka julian, tapi sekarang² kok malah kesel sma si cwek nya ini ( lupa namanya lagi ) kmu kan udah liat masa lalu dan masa depan mu bersama julian gmn, cobalah utk berpikir pake logika, klo emang mau pertahankan rumah tanggamu lakukan jangan stengah². kamu udah sadar klo cwok yg beberapa saat ini ada di smpingmu udah serang suamimu, seharusnya kmu sadar klo suamimu gak sma kmu krna pria yg ada di smpingmu, ini malah termakan rayuan dan provokasi si lucas² itu terus menerus.
Shuttttttttttt
ktanya percaya tpi bertingkah ragu terus, heran dehhh
Park ha: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭 masih baru kali kak...
posisikan jadi valen ..5 tahun di abaikan.. trus di kasih kesempatan.. trus tiba2 gini lagi polanya... walaupun julian di kehidupan kali ini gk salah..emang urus kerjaan tapi valen kan gk tau detailnya..gk ngerti🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Shuttttttttttt
cerita nya bguss, aku sukaa 😍 semangat kk outhor
gina altira
malam pertama yang tertunda
𝐀⃝🥀Weny
seharusnya itu yang kamu lakukan dari dulu tuan Edgar 😏
𝐀⃝🥀Weny: dan masih dikasih kesempatan lagi😊
total 3 replies
Murnia Nia
aku suka cerita novel ini semangat tuk author nya semoga makin sukses ya
Park ha: makasih kak🤭🤭♡♡♡♡♡♡
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
semoga keputusan Valencia kali ini bisa membuatnya bahagia selamanya😊
𝐀⃝🥀Weny
akhirnya, malam pertama di dua tahun penantian😂
𝐀⃝🥀Weny
kasih kesempatan Julian untuk menghapus lukamu Valencia 😊
Park ha: /Scowl//Scowl//Scowl//Scowl//Scowl/
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
yeee... benerkan, dari pada mengawali mending memperbaiki karena sesungguhnya mereka masih sama² cinta tapi yang satu gengsi😁
Park ha
🤭🤭🤭
Mamana Kenzo
lanjutttt
gina altira
semangat mengejar Valencia, tuan Edgar
gina altira
Julian mulai ga stabil nih 🤭
gina altira
aku dukung Valencia
gina altira
Julian manusia yang paling egois
Park ha: sabar🤭🤭🤭 tar kita hukum julian seberat2nya
total 1 replies
Park ha
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!