Indonesia
NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mikayla

Mengejar Cinta Mikayla

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: dwirara

Kesalahpahaman berujung cinta.
Gemilang sangat membenci Mikayla karna menyangka gadis itu sebagai perusak hubungan kakak nya namun saat Ia tahu kebenarannya Gemilang malah mencintai Mikayla.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dwirara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya

Mika pun akhirnya pulang bersama Elang dan itu membuat Om Agung bernafas lega, Ia pun segera menghampiri mereka.

"Dari mana saja kamu MIKAYLA?" Agung sedikit mengeraskan suara nya membuat Mika memejamkan matanya nya nyali nya tiba tiba menciut Ia takut dengan kemarahan Om nya itu.

"Aku aku-"

"Dia habis dari sekolah Mas," jelas Elang sambil menautkan tangan mereka.

Elang terpaksa memotong perkataan Mika karna Ia tahu kalo gadis itu bingung dan Ia yakin kalo berkata jujur Mas Agung pasti akan memarahi gadis itu sehingga Ia terpaksa berbohong demi keselamatan mereka.

"Sekolah? bukannya Om udah izin pada wali kelas kamu bahwa hari ini kamu tidak masuk?" tanya Om Agung bingung kenapa Mika masih saya harus pergi kesekolah sedangkan Mika bingung harus beralasan apa otak nya ngebleng tidak ada jawaban sama sekali Ia hanya ketakutan.

"Dia kan anggota osis Om jadi harus bertanggung jawab atas tugas nya apalagi mereka yang mengatur acara buat besok,otomatis kan Mika juga setidak nya hadir membantu mereka meski datang cuma sebentar," jelas Elang.

Elang terpaksa berbohong Ia tidak mau Om Agung semakin marah pada Mikayla karna sudah kabur dari rumah.

"Ya sudah ayo cepat acara nya harus segara di mulai Om gak mau ada drama lagi."

Mika nampak menatap Elang Ia benar benar leg karna Om agung tidak marah padanya, namun Ia juga kesal karna Elang membawa nya pulang.

"Sayang ajak Mika kekamar dan ganti baju secepat nya," ucap Om Agung pada Kak Erika.

Erika pun menganggukan kepalanya dan langsung membawa gadis itu ke kamar tamu, Elang pun mengikuti nya dari belakang.

"Hey mau kemana?" tanya Om Agung sambil menarik jas nya dari belakang.

Elang pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Ia merasa jadi orang bego sekarang karna bingung membuat nya malu sendiri.

Agung pun mengajak nya duduk di sofa menunggu mereka selesai bersiap.

"Mas titip dia sama kamu Lang, mungkin ini memang cara Tuhan buat nyatuin kalian," ucap nya sambil menepuk bahu pemuda itu.

Meski Agung belum rela melepaskan keponakan kesayangan nya yang sudah seperti anak nya itu namun Ia tidak mungkin diam saja saat melihat hal itu.

Agung takut kalo mereka sudah melakukan sesuatu di belakang nya apalagi Agung sendiri jarang ada di rumah, meski pun tidak pun Agung harus berjaga jaga takut nya ada setan di antara mereka.

Kalo sudah halal kan pasti Ia tidak akan berdosa dengan apa yang mereka lakukan karna mereka sudah sah meski dimana hukum dan agama.

Umur Elang sudah 18 tahun sedangkan Mika 17 tahun mereka bisa menikah secara hukum dengan umur itu, mungkin kalo di zaman sekarang umur laki laki harus lebih dari 20 tahun namun karna terpaksa itu bisa saja di lakukan.

"Aku minta maaf Mas dengan semua yang terjadi," ucap Elang tulus meski pun Ia dan Mika sebenarnya tidak melakukan apa apa tapi Ia tetap saja merasa bersalah pada Om Agung.

"Om udah maafin kalian walau bagaimana pun kalian adalah adik dan keponakan Om, meski pun kalian masih muda Om harap kalian bisa menjaga pernikahan kalian ini dengan baik hingga maut memisahkan," pinta Om Agung.

Karna Ia mau kedepan nya mereka bisa menjaga keutuhan rumah tangga mereka walau pun di usia mereka yang masih labil.

"Terimakasih Mas doakan yang terbaik saja, karna aku gak yakin karna Mika masih punya pacar sekarang," ucap Elang mengingat Mika memang balikan kembali dengan Anton.

Meski dalam hati nya kesal namun Elang bisa tersenyum karna sebentar lagi Mika hanya akan menjadi milik nya terserah dengan hubungan nya dengan pacar nya yang jelas Ia pemenang nya.

"Kamu jangan khawatir karna kamu yang akan menjadi suami nya dan kamu akan lebih berhak dari orang lain," ucap Om Agung sama persis seperti apa yang ada di pikiran nya.

Elang pun tersenyum mendengar nya memang benar apa yang Om Agung katakan sampai kapan pun Ia yang lebih berhak atas Mikayla dan Ia akan berusaha membuat gadis itu jatuh cinta padanya.

Tak lama kemudian Mikayla pun keluar dari kamar dengan balutan kebaya modern dan juga riasan di kepalanya sungguh membuat Elang tidak bisa berkedip melihat nya.

Meski hanya make up sederhana namun itu membuat jantung Elang bergemuruh rasanya ingin keluar, Ia tidak bisa menyangkal kalo calon istrinya itu sangat cantik "cieee calon istri".

'Astaga gua gak nyangka dia akan secantik itu,' batinnya.

Sedangkan tatapan Mika pada nya masih saja jutek tidak ada senyum sama sekali karna memang Mikayla masih kesal dengan nya.

Acara ijab kabul pun di mulai meski terlambat dari jadwal semula.

Elang pun dengan lantang mengucapkan janji suci pada gadis di sebelah nya itu dengan Agung yang menjadi wali nya dan beberapa tetangga yang menjadi saksi nya, sedangkan Mikayla masih tidak percaya kalo Ia hari ini menikah dengan Elbara putra Gemilang.

"Sah"

"Sah.. "

Suara sah terdengar di telinga mereka kini Mikayla sudah sah menjadi istri dari Elbara putra Gemilang.

Mikayla pun mencium tangan Elang karna pak penghulu yang memintanya, meski kesal Ia pun melakukannya dengan baik.

Agung mau pun Erika mereka mengabadikan momen itu dengan memoto dan vidio ,setelah itu para tamu pun pamit pulang kini tinggal mereka berempat di sana dan beberapa art yang sedang membereskan bekas makanan.

Mikayla sendiri sudah merasa pusing dari tadi pagi karna belum makan apa apa, hingga Ia pun tidak kuat lagi dan Ia pun jatuh tidak sadarkan diri di pangkuan Elang.

"Ya Tuhan Key bangun," ucap Elang menepuk nepuk pipi gadis itu.

Om Agung pun panik melihat keponakan nya yang tidak sadarkan diri Ia pun dengan cepat membantu Elang dan membawa nya ke dalam mobil.

"Cepat lah bawa ke mobil," ucap nya.

Mereka semua panik karna Mikayla semakin pucat saja, Om Agung dengan cepat mengemudikan mobil nya sedangkan Erika duduk di samping nya.

Elang duduk di belakang bersama Mika yang berada dalam dekapan nya.

"Key bertahan lah," ucap Elang.

"Lebih cepat Mas," ucap Erika.

Mereka pun akhirnya sampai di ruma sakit dan Elang pun menggendong Mikayla.

"Sus tolong keponakan saya," ucap Erika dan suster pun meminta Elang membaringkan Mikayla di brangkar.

Mikayla pun langsung masuk ke ruang rawat untuk menjalani pemeriksaan.

Sedangkan Elang dan kakak nya nampak cemas begitu juga dengan Om Agung. Pria itu merasa sangat bersalah karna sudah memarahi keponakan nya itu karna selama ini Ia tidak pernah berkata kasar pada Mika.

1
Rahmaniar Panggabean
kalau ceritanya di Indonesia buat keterangan yang jelas dong,mana bisa di Indonesia anak SMA yg masih SIWI atau siswa menikah.
Dwi Rara: nama nya juga dunia halu kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!