Indonesia
NovelToon NovelToon
Rindu Caught In The Rain

Rindu Caught In The Rain

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Persahabatan
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ah Reum

Rindu adalah seorang siswa yang tidak suka terlalu mencolok di sekolah. Ia sangat peduli dengan anggapan orang lain. Tiba-tiba sebuah foto yang menggemparkan sekolah, membuat semua orang melihat ke Rindu. Foto yang di upload di media sosial Andi mengubah Rindu yang selalu kesal kepada Andi, teman kelasnya yang pintar, justru sedikit demi sedikit kehidupannya diketahui olehnya. Dari sana, kisahnya yang rumit membawa mereka semakin dekat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ah Reum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Grocery Date

Ando sudah ada di depan pintu saat aku pulang dari olahraga. Entah kenapa anak itu nggak ngabarin dulu sebelum datang. Aku tadi memang menyempatkan untuk olahraga meskipun sudah siang. Karena ini sudah pukul 10.30 dia sudah di rumahku, memang aku kemarin bilang kalau pagi.

“Lo udah datang?” Aku mengusap wajahku dengan handuk, kemudian celingukan karena rumah sudah sepi, biasanya Kak Dami yang ada di rumah, ternyata sekarang tidak ada. Pintu pun dikunci, berarti ayah dan mama tidak ada juga di rumah.

“Nggak gue baru datang juga kok.” Dia membawa mobil warna hitam mengkilat. Kalau Andi menyukai mobil besar bewarna terang, dia membawa sedan yang biasa dia bawa.

“Kok nggak pakai motor?” Aku membuka kunci rumah dan membuka pintu lebar-lebar.

“Kayak mendung, takut lo kehujanan.”

“Emang mau ke mana?”

“Emang lo nggak belanja dulu? Kita grocery date mumpung libur, pura-pura aja, Ndu. Biar gue nggak terlalu menyedihkan.” Dia tertawa, kemudian masuk ke dalam rumah dan membuka kulkas untuk mengambil minum, sedangkan aku masih mematung di depan tv.

“Lagian gue nggak jelek-jelek amat kok, nggak bakal malu-maluin kan?” Dia tersenyum setelah menenggak habis minumannya. Dia berjalan ke arahku, kemudian mendorong punggungku dan memasukkan ke dalam kamar. “Mandi gue tunggu di luar.” Dia Tersenyum dan menutup pintunya.

Sedang aku yang berada di dalam kamar justru menggulungkan tubuhku ke dalam selimut yuang ada di kamar. Entah kenapa aku senang dengan perlakuannya kepadaku.

Aku menggigit kain di dalam tanganku, kemudian dengan langkah ringan aku membawa tubuhku ke dalam kamar mandi.

**

Hanya sekitar 30 menit waktu yang kubutuhkan untuk mandi dan berganti pakaian. Aku memilih baju yang nyaman, hanya kaos longgar dan celana jeans, sneaker tak lupa membawa tas backpack kecil yang membuatku lebih santai. Aku jarang sekali make up, jadi aku hanya membutuhkan skin care dan sedikit lip tint.

Aku membuka pintu, bau harum tiba-tiba menyeruak membuat perutku meminta jatahnya. Aku langsung lari ke dapur dan melihat Ando sedang menyiapkan sarapan.

“Gue bikin sarapan, ya. Laper. Lo udah sarapan?” tanyanya kepadaku, sambil mengoleskan selai di atas roti yang sudah dipanggang.

“Gue mau telur, gue lebih suka roti telur.” Ando memberikan roti yang di dalamnya sudah ada telur, juga meletakkan gelas susu di hadapanku. Dia menarik kursi untuk aku duduk, kemudian tersenyum dan menggeser piring bagiannya.

Aku menggigit roti yang ada di hadapanku, kemudian membulatkan mataku karena rasa yang pas dan tekstur lembut dari telur yang ada di dalam roti.

“Woah, enak banget, Ndo.” AKu tersenyum, menyipitkan mataku senang.

“Lo mau lagi? Gue akan sering masakin sarapan buat lo.” Aku pikir dia cukup senang karena makannya enak.

“Boleh.” Aku cukup senang pagi ini.

**

Aku dan Ando sudah berada di supermarket dekat rumah. Di sini lebih murah dibanding supermarket yang lain. Ando membawa troli dan mengikutiku dari belakang, sesekali dia akan minggir karena berpapasan dengan pengunjung lain.

Aku memasukkan beberapa bahan yang akan aku butuhkan untuk membuat Korean food di rumah. Aku mengambil bumbu-bumbu yang biasanya dipakai menurut yang kau baca dari food blog. Tidak lupa aku memasukkan beberapa bahan utama Tteokbokki, aku memilih yang frozen karena ini tidak untuk dijual hanya untuk presentasi di depan anak-anak klub.

Aku melihat keranjang yang semakin penuh, entah apa yang Ando masukkan tapi dia memasukkan lebih banyak barang di keranjangnya.

“Lo belanjain mama di rumah?” Aku melihat beberapa daging sukiyaki dan beberapa fish cake di sana. “Mau buat apa?”

“Mau gue bawa besok ke kosan lo. Itu kulkas di sana jarang ada isinya kan?” Aku melongo karena dia tahu isi kulkasku memang begitu. “Nanti beberapa kita masak di rumah lo ya?” Dia menaikturunkan alisnya dan berlalu dan melanjutkan mengambil beberapa barang yang dia rasa perlu.

“Lagian kita kan mau bikin resep, Ndo. Lo pasti akan makan juga makanan gue. Masak dibuang.”

“Tenang, perut gue selalu ada buat nampung masakan lo.” Aku tersenyum, dia memang paling bisa membuatku merasa nyaman, meskipun perasaan yang dia harapkan sama sekali belum muncul.

“Awas aja lo bohongin gue!” Dia tertawa, bahkan dia memasukkan beberapa piring dan gelas. Entah untuk apa dia melakukan itu.

“Lo mau pindah rumah?” Dia hanya tersenyum melihat ke arahku.

“Tenang aja, lo nggak bakal gue repotin.” Dia berkeliling sambil memasukkan barang-barang yang harusnya nggak aku butuhkan. Kalau tadi dia yang mengikuti aku, sekarang malah aku yang mengikutinya.

Dia berhenti di tempat elektronik, dia menimang beberapa benda ruma tangga seperti teko listrik dan pemanggang roti. Aku hanya menatapnya, dia terlihat bahagia, kemudian memasukkan masing-masing darinya ke dalam troli.

Uangku mungkin nggak sebanyak Ando, tapi apa cukup uangku untuk membayar semua belanjaan ini. Astaga, semoga aja cukup.

Aku memegang kemeja Ando, melihat ke arah matanya, melipat bibirku mencoba menghentikan kegiatan belanja laki-laki ini.

“Ndo, udahan yuk! Entar duit gue nggak cukup nanti.” Aku mengatakan ini dengan polos dan jujur.

Bukan udahan, dia malah tergelak, sontak aku langsung menutup mulut Ando supaya tidak membuat pusat perhatian.

“Kok malah ketawa sih?”

“Yakali gue jalan sama cewek, terus dia yang bayarin sih, Ndu. Yapasti gue yang bayar.” Dia mengusap rambutku, kemudian turun ke pipiku. “Polos banget sih, gue jadi tahu rasanya.” Dia tersenyum entah yang dia maksud apa, tetapi setelah aku mengatakan itu, Ando langsung mengantre ke kasir. Aku mengikutinya dari belakang. Ando yang sudah siap membayar dia memisahkan barang-barang yang aku butuhkan dan memisahkan yang mungkin barang untuknya.

Dia mengeluarkan kartu dan memberikannya kepada petugas kasir. Aku yang tahu jumlah yang dibayar Ando aku berniat untuk mentransfer sebagian biar dia merasa tidak enak kepada laki-laki itu.

Setelah pembayaran selesai, Ando memindahkan banyak plastic ke dalam mobil. Aku membawa beberapa plastic dan kumasukkan ke dalam mobil.

“Lo laper?” Aku melirik ke arah Ando, yakali.

“Tadi gue kan udah makan sama lo.” Aku memakai seat belt sambil merapikan rambutku. Entah apa di mata dia aku adalah perut karet.

“Gue Cuma nggak mau lo jalan sama gue tapi lo kelaperan, kan? Jangan sampai ada yang bilang kalau lo jalan sama gue nggak gue jajanin.”

“Yakali, emang gue suka makan, tapi gue nggak sekaret itu, ya.”

Dia malah tertawa dan mengusap rambutku.

“Lagian ya, nanti lo kan mau bantuin gue buat bikin Tteokbokki, dia itu , lo harus-harus siap buncit.”

Dia menyalakan mobilnya, tersenyum, dan membawa aku keluar dari parkiran. Ada satu hal yang aku sadari, kenapa dari tadi aku tidak menolak usapan-usapan yang Ando berikan.

__________

Halo apa kabar? Semoga sehat selalu, ya. Sampai bab ini gimana menurut kalian? Kasih masukan boleh, ya. Biar cerita ini makin bagus dan dapat diterima. Terima kasih sudah mengikuti sampai bab ini, ya. semoga bisa terus berlanjut sampai tamat.

Love,

Ah Reum

1
Whyro Sablenk
up donk Thor... /Pray//Pray//Pray/
Whyro Sablenk
jangan abaikan ibu donk ndu, minimal blz pesene aja... kcian tau.
smg raja ampat bs ngobatin pth ht lo ndu...
mkch upnya Thor... lanjut....
Whyro Sablenk
thanks bgt upnya Thor...
gpp deket ma ibunya ndu,lama2 ma anaknya...
ando donk ya... /Smile/
Whyro Sablenk
g tau mau komen apa, ceritanya uapik puoll Thor...
lanjut....
Whyro Sablenk
nyesek sambil senyum because of you dah came back Thor...
lanjut...
Whyro Sablenk
akhirnya Thor...
mkch upnya...
sehat selalu
Kinasih
keluar daei peradaban..
Risma Wati
akhirnya setelah penantian panjang... yuk update lagi yukkk, kangennnn kali dengan cerita rindu dan si A²
Risma Wati
ayo dong thor update lagi, yuk bisa yuk bisa. semangatt
Whyro Sablenk
up thor/Pray//Pray/
Whyro Sablenk
kamu nyaleg thor..
kok lom up/Smile//Pray/
Whyro Sablenk: maaf thor, b'cnda/Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
Whyro Sablenk
mkch bgt up nya thor...
d tempatq skrng lg hujan deres bgtz...
kpn ando memulai, kok mau mengakhiri thor...
rindu maafin ando donk..
tetep semangat n sehat selalu thor...
lanjut... double up ya thor, biar g penasaran...
Whyro Sablenk: iya, aq nyariin kamu thor/Smile/
total 1 replies
Whyro Sablenk
kamu ke mana thor...
Whyro Sablenk
g pernah bosen thor, crtny g monoton,
g rela rindu putusin ando thor, wong belom ktmu n bcr jg...
mkch bgt pake bnyk2 double upnya thor, tetep semangat n sehat selalu...
happy weekend too...
Whyro Sablenk
ojok di banding2ke ndu, nambahi loro atimu...
jd ando sodara tiri andi thor?
mkch upnya... tetep semangat...
double up donk thor/Drool//Pray//Pray//Pray/
Whyro Sablenk
kak author... /Smile/
Kinasih
ya ampuuuuun.........
Kinasih
rinduuu.......
Big Boss
lanjut
Big Boss
thanks thor. makin penasaran lanjutannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!