Indonesia
NovelToon NovelToon
Anak Korban Perkosaan

Anak Korban Perkosaan

Status: tamat
Genre:Romantis
Popularitas:134.7k
Nilai: 5
Nama Author: khaliqa iyar

Rindu adalah seorang perempuan yang bekerja di sebuah pabrik kayu. Hidupnya selama ini nyaman dan tentram. Sampai suatu kejadian membuat hidupnya berantakan. Mereka, sekelompok orang tak di kenal merenggut kesuciannya yang telah lama ia jaga. Rindu kehilangan semangat hidupnya. Sampai ada sesosok lelaki tampan yang bersedia menjadi suaminya.

Bagaimana kelanjutan ceritanya?

Sebaiknya baca sampai selesai novel pertama karya saya ya. Dijamin menguras emosi serta air mata. Siapkan tissu yang banyak.
Follow aku dan tambahkan ke favorit biar gak ketinggalan setiap episodenya.

Jangan lupa like dan komet serta share yang banyak novelku ya.
Tapi ingat, jangan ada plagiat di antara kita..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khaliqa iyar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Sesampainya mereka berdua di rumahnya, Rindu dan Reno segera masuk ke dalam rumah. Mereka mendapati Anggun yang tengah bersama pengasuhnya. Anggun terlihat senang, ketika tahu orang tuanya sudah tiba di rumah. Anggun berlari memeluk Reno. Tetapi masih kelihatan takut ketika matanya berpapasan dengan mata mamanya. Rindu segera menyadari ke tidak nyamanan anak semata wayangnya. Dia mendekati Anggun yang berada dalam pelukan Reno.

“Sini, peluk mamah sayang!” Rindu mencoba mengambil hati anaknya.

Tanpa di sangkanya, Anggun melepas pelukannya dari Reno, dan menghambur ke dalam pelukan Rindu.

Rindu yang terharu dengan kepolosan anaknya, dengan segera meminta maaf dan menciumi rambut dan pipi Anggun.

“Maafkan mamah ya sayang, mamah sudah memperlakukanmu dengan sangat kasar kemarin. Mamah berdosa banget padamu sayang.”

Anggun hanya terdiam dalam pelukan mamanya.

“Maukah Anggun memaafkan mamah sayang?” Rindu melepas sejenak pelukannya.

Anggun mengangguk, mengiyakan permintaan mamahnya.

“Terima kasih sayang, kamu memang anak yang berhati mulia.”

Rindu kembali memeluk Anggun. Bebannya sudah sepenuhnya terhapuskan. Rindu tak mampu membendung air mata kebahagiaannya. Ia biarkan saja air matanya mengalir. Dengan begitu dia merasa sedikit lebih tenang.

Reno yang melihat adegan itu pun tak kuasa ikut juga terharu. Dia segera bergabung memeluk mereka berdua. Mereka terlarut dalam suasana keharuan.

Reni ingat, dengan tujuan semula, ia akan mengajak anak dan istrinya untuk berlibur ke pantai. Karena hari sudah semakin sore, ia pun menyudahi acara pelukannya.

“Sayang, ayo kita segera berkemas, katanya mau ke pantai.” Kata Reno menyadarkan Rindu, yang masih terbuai dalam suasana hatinya yang bahagia.

“O iya mas, hampir saja aku lupa. Saking senangnya, sudah dapat maaf dari anak kita” kata Rindu berseri-seri.

“Ya sudah, aku berkemas dulu mas, untuk perlengkapan kita selama di sana.”

Anggun yang tidak tahu dengan rencana orang tuanya, merasa heran melihat orang tuanya sibuk sendiri.

“Mamah sama papah memang mau ke mana? Kok Anggun gak di ajak sih?” Anggun merajuk pada papa dan mamahnya.

“Kita akan ke pantai sayang. Dan kamu pun di ajak. Papa memang sengaja, ke sini dulu untuk menjemputmu.” Kata Reno menjawab pertanyaan Anggun, karena Rindu sudah masuk ke kamar untuk berbenah.

“Asyik, kita akan liburan lagi pah? Makasih ya pah, sudah sering ngajak Anggun liburan terus.”

“Sama-sama sayang.” Reno mengecup puncak kepala Anggun.

Anggun berlari ke dapur, mencari pengasuhnya. Ia berniat akan memberi tahukan pengasuhnya.

“Bi, aku akan di ajak mama dan papa liburan ke pantai lho, bibi mau ikut juga gak?” Rindu mengajak bibi pengasuhnya.

“Wah, non sering banget jalan-jalan ya, bibi di tinggal terus sama non,” Bibi pengasuhnya, pura-pura bersedih.

“Bibi ikut saja, sama Anggun ya, biar bibi gak kesepian di sini.” Anggun bersungguh-sungguh mengajak bibi nya ikut ke pantai.

Bibi menggelengkan kepalanya.

“Bibi di sini saja ya non, kan rumah gak ada yang jagain. Nanti kalau rumahnya di bawa orang bagaimana?” ucap bibi pengasuhnya dengan wajah jenaka.

Anggun tertawa mendengar kata-kata bibinya itu. Pipinya yang gembul, semakin terlihat lucu ketika dia tertawa lepas.

Tak lama, terdengar panggilan dari mamahnya, Anggun berlari ke arah suara yang memanggilnya.

“Ayo sayang, kita berangkat yuk.” Ajak Rindu pada Anggun.

“Ayo mah, Anggun sudah siap.” Tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu, Anggun berlari duluan ke arah mobil papanya. Dia sudah tak sabar ingin segera sampai di pantai. Dia sangat menyukai air.

Reno dan Rindu hanya tersenyum melihat kembali keceriaan dari anaknya, yang dulu sempat hilang.

Mereka langsung mengikuti Anggun dari belakang. Reno membuka pintu mobil yang tadi di kuncinya. Anggun segera masuk ke kursi belakang. Dan Rindu duduk di kursi depan dengan suaminya. Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang.

Sekitar tiga jam perjalanan mereka tiba di tepi pantai. Angin laut yang sejuk menyambut kedatangan mereka. Karena hari sudah sangat sore, Reno, Anggun, dan Rindu berdiam dulu di pantai itu, untuk melihat matahari terbenam.

Suasana sangat syahdu, ketika mereka berada di tepi laut, sambil memperhatikan matahari terbenam. Mereka terlarut dalam pikiran masing-masing. Sungguh sangat indah, pemandangan yang Tuhan ciptakan, untuk umatnya yang selalu bersyukur. Mereka duduk terpekur di pinggiran pantai.

Sesudah matahari terbenam secara penuh di ufuk barat, mereka bertiga kembali masuk ke dalam mobil. Reno memutuskan untuk mencari hotel terdekat dari bibir pantai. Mereka sudah kelelahan menempuh perjalanan yang cukup jauh. Di pilihnya hotel yang lumayan bagus fasilitasnya.

Mereka menyewa 1 kamar yang mempunyai tempat tidur 2 buah. Mereka ingin menikmati liburan singkat mereka.

Selepas mereka beristirahat sejenak di kamar, mereka bertiga melanjutkan liburan, dengan menghabiskan malam di bibir pantai, yang ada restoran yang tersebar di sepanjang pantai.

Tak terlihat sedikit pun kelelahan dari wajah mereka bertiga.

Anggun sudah terlebih dahulu memesan minuman hangat yang ia inginkan. Anggun tak mau makan, karena dia terlalu asyik dengan dunianya sendiri.

Reno dan Rindu duduk berdampingan di lesehan restoran itu. Terdengar suara alunan biola dari pengamen jalanan yang masuk ke area restoran. Suasana romantis tercipta di tengah-tengah keramaian. Rindu menyenderkan kepalanya ke bahu Reno. Reno mengusap lembut rambut Rindu. Dan mencium rambutnya. Di sana orang-orangnya sibuk dengan urusan masing-masing. Mereka tak peduli dengan keadaan sekitarnya.

Ketika malam sudah beranjak larut, keluarga kecil itu kembali ke kamar hotel yang sudah di sewanya. Besok masih banyak jadwal acara yang sudah di rencanakan untuk mengisi liburan mereka kali ini.

****

Keesokan harinya, ketika matahari belum menampakkan sinarnya, Anggu sudah terjaga dari tidurnya. Ia membangunkan kedua orang tuanya untuk segera keluar dari dalam kamar hotel. Dia sudah tidak sabar ingin menapakkan kakinya di pantai yang berpasir putih.

Reno lebih dulu bangun. Ia segera mencuci muka dan menggosok giginya. Rindu bangun sesaat sebelum Reno keluar dari kamar mandi.

"Selamat pagi sayang, bagaimana tidurmu?" sapa Reno pada Rindu.

"Lumayan nyenyak mas, hanya badanku ngilu semua." Rindu tersenyum.

"Berendamlah pakai air hangat sayang, mungkin akan sedikit lebih baik." kata Reno.

"Baiklah mas, aku mandi dulu ya, sekalian yuk nak, kita mandi bareng!" Sahut Rindu mengajak anaknya.

Tanpa menunggu persetujuan dari anaknya, Rindu menggendong Anggun ke kamar mandi. Anggun merasa senang, di perlakukan dengan sedemikian rupa oleh ibunya. Reno hanya tersenyum melihat kebersamaan mereka.

Setelah semua sudah segar, mereka meninggalkan kamar hotel, dan berjalan kaki menuju ke pantai. Mereka bertiga memesan bubur ayam di pinggir jalan untuk mengisi perut. Mereka tak pernah memilih-milih tempat makan, yang penting tempatnya bersih. Pinggir jalan pun oke saja.

Mereka menikmati santapan pagi harinya. Sambil mata mereka langsung memandang ke lautan lepas, yang berada di hadapan mereka.

1
Nafilaaa08
Masya Allah Reno kamu memang suami yg best
Nafilaaa08
nggak ada otak' tuh preman 😡🤬
Dewi Indrawati
mantulllllll
Dhayu Cintya
kerenn kk...semoga sukses sll di karya berikutnya🙏😇
Hani Khasanah
p
mama aca
sadiiiss...!!! 😡😭😭😭😭
Ayuni Shopp Bks
Bagus ka ceritanya sedih aku bacanya kasian mas reno
Putri Dani Aisyah
Thor sedih bangett ini ceritanya 😕Ampe mewek aku😭
Khaliqa Iyar: makasih kakak apresiasi karyaku🥰
total 1 replies
Veraa Andinii
daebak
Khaliqa Iyar: sarangeo
total 1 replies
greennakisyah
ceritanya bgs...lanjutkan,semangat ya
Khaliqa Iyar: makasih kakak, udah apresiasi karyaku. nantikan ceritaku selanjutnya ya
total 1 replies
Dian Dglowingshop
ya ampunnnn rindu... kasian anggun rindu
aulia dan marsya
dasar dak tau diri kita laporin aja yang engak
Rahmat Mesa
euri
Ayah Darra
namanya rumah tangga ga selalu manis..huhuhuhu
🐈 petit chat 🐈
rindu itu kudu dibawa ke psikiater.
🐈 petit chat 🐈
akibat rasa sakit dan trauma akibat pelaku lucknut, dibully mertua, plus anak yg tantrum berwajah mirip dgn pelaku jadilah pelampiasan emosi bertahun tahun
Dhea Rahmayanti
aku terhura😭😭😭😭😭😭😭😭
Mrs.Lan
haii thor aku udah mampir mih...ceritanya bagus banget.
Risa Ar Rizqi
dasar
Ogi Makkareso
ganti thour visualx... kyk sinetron indosiar mah ini 😀😀
Khaliqa Iyar: udah ada kak, novel yang lainnya judul, layu sebelum berkembang baru 5 episode.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!