Indonesia
NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Ethan cemburu buta dan kesal

Penampilan Nayla yang kini lebih feminim dan anggun memang terlihat sangat cantik, sukses membuat pria itu ikut terpesona.

"Saya..."

"Kalau belum, aku bersedia menjadi kekasihmu. Bagaimana? Aku serius."

"Pak David, maaf... jangan seperti ini."

"Aku sungguh belum pernah menyukai wanita seperti ini. Kau membuatku jatuh cinta hanya dengan melihatmu sekali seminggu." Nayla menggeleng gelisah. Astaga, apa-apaan ini? Dia mendapat pernyataan cinta dari pria lain, padahal dia adalah istri orang lain.

Tok... tok... tok...

"Nayla, ada tamu untukmu."

Wajah Nayla yang tadi memerah kini berubah pucat karena kaget. Dia langsung menoleh ke pintu, lalu dengan gerakan cepat menyingkirkan tangan David yang tadi bertengger di pinggangnya.

"Ethan..." gumam Nayla pelan. Astaga, dia lupa Ethan bilang akan ke butiknya.

"Eh, maaf kalau kau sedang ada tamu. Lain kali saja kita mengobrol ya. Pikirkan tawaranku tadi. Aku tunggu jawabannya, Nayla." David tersenyum, mengedipkan mata, lalu mengusap pipinya dengan tatapan menggoda sebelum berjalan keluar melewati Ethan dengan senyum angkuh.

Ethan menatapnya tajam dan penuh ancaman. Pria itu berani menyentuh wajah dan tubuh istrinya. Kini tinggal mereka berdua di ruangan yang penuh manekin, aksesoris, dan kertas sketsa desain. Ethan berdiri mendekap lengannya dengan seringai sinis.

"Jadi..."

Nayla berbalik membereskan barang-barang di meja. "Mau apa kamu ke sini? Bukankah kamu bilang hari ini sangat sibuk karena konferensi?"

"Memang sibuk. Kalau bukan karena undangan makan malam Daddy aku tak akan repot-repot ke sini hanya untuk melihat pemandangan yang menjijikkan tadi."

Nayla merasa terpojok, lalu tertawa kecil. Dia menggeleng dengan angkuh seakan Ethan melebih-lebihkan segalanya. "Kau berlebihan sekali. Aku hanya melayani pelanggan yang sedang mencoba jas pesanannya."

"Benarkah?"

GREP!

"Kyaa!!"

Mata Ethan menyipit saat menarik pinggang Nayla mendekat, tersenyum sinis melihat gadis itu menjerit kaget karena gerakannya yang cepat.

"Pelanggan mu tadi melakukan ini, dan kau terlihat senang? Apakah posisi seperti ini disebut melayani pelanggan mencoba jas?"

"Ethan... lepaskan..." Wajah Nayla memerah. Tangan Ethan masih melingkar di pinggangnya, tubuh mereka saling menempel, dan tatapan matanya begitu tajam dan menusuk.

"Kenapa? Kau menolak pelukanku tapi menerima pelukan pria lain?"

"Aku tidak melakukan apa-apa! Bajuku masih utuh dan tetap aku pakai!"

Ethan tertawa, tapi tawanya terdengar mengerikan hingga Nayla merinding.

"Kalau aku dan temanmu tidak datang tadi, apa kau akan telanjang di depan pria itu? Atau meja itu akan kau jadikan tempat berbaring supaya dia bisa memilikimu?!"

"Ethan Spencer Argantara, CUKUP!!"

Suara Ethan langsung terhenti. Dia menatap Nayla yang menghela napas panjang setelah membentaknya.

"Kalau kau ke sini hanya ingin bertengkar, aku mohon pergilah! Aku tidak ingin orang lain mendengar kata-kata konyol mu dan salah paham!" Ethan memejamkan mata kesal, meremas ujung jasnya menahan amarah. Dia melihat Nayla memasukkan buku agenda dan barang-barangnya ke dalam tas Armani hitam.

"Aku akan mengajakmu ke acara makan malam yang diadakan hotel."Nayla menoleh. Dia cukup mengerti kenapa Ethan marah tadi, dan kali ini dia mengaku salah. "Apa aku harus ikut ke sana?"

"Daddy memintaku membawamu. Kakakmu juga akan datang ke sana nanti."

Mendengar nama kakaknya disebut, Nayla sedikit bersemangat karena dia juga merindukannya.

"Baiklah, kita pulang dulu supaya aku bisa bersiap."

"Tak perlu pulang. Di sini banyak gaun bagus yang bisa kau pakai. Pilih saja yang kau suka. Waktu kita sedikit." Ethan berbalik pergi, menghela napas lega karena berhasil meredam emosinya, padahal hatinya masih panas melihat istrinya disentuh pria lain.

Ethan meminta Seva membantu istrinya bersiap dan memilih gaun. Seva sempat terbelalak saat pria tampan di depannya memberikan kartu hitamnya dan menyuruhnya menggunakannya sesuka hati. Dia sama sekali tak menyangka suami temannya ini ternyata begitu kaya raya.

"Nayla, dia benar-benar suamimu? Serius?"

"Iya, dia suamiku. Tapi tolong rahasiakan dari rekan kerja yang lain ya."

"Wah... dia terlihat sangat kaya. Tadi di parkiran depan mobilnya Ferrari Sport tipe terbaru, kan? Kamu menikah dengan pria sekaya itu, kenapa tetap bekerja di butik seperti aku?"

"Seva, sudahlah. Jangan tanya soal itu dulu. Nanti saja aku ceritakan semuanya."

Nayla menggeleng pelan, menghela napas saat gaun berwarna putih krem berlengan panjang dengan lapisan dalam yang halus telah membalut tubuh rampingnya.

"Dia tampan sekali. Kalau dia suamiku, pasti aku akan menjaganya dengan baik, Nyonya Argantara." Nayla mengangkat bahu acuh sambil merapikan rambut panjangnya yang baru saja dikeringkan. "Rasanya memang aneh, tapi begitulah kenyataannya. Aku sudah cantik belum?"

"Sangat cantik! Suamimu pasti makin jatuh cinta melihatmu seperti ini."

Nayla tersenyum kecut. Cinta? Sayangnya Ethan bukan tipe pria yang setia dan bisa menjadi suami yang melindungi serta menyayangi istrinya dengan tulus. Dia masih ragu dan takut, bisakah dia memberikan hatinya pada pria itu agar dijaga dengan baik?

"Aku sudah siap. Ayo kita berangkat!"

Kesibukan Ethan membaca majalah terhenti. Pemandangan terindah terlihat tepat di hadapannya. Istrinya... astaga! Tak heran jika pria mana pun yang melihat Nayla seperti ini akan langsung terpesona.

"Ayo, kita hampir terlambat."

"Kita langsung ke tempat acara makan malam ya?"

"Iya, tentu saja. Mommy sudah menelepon tadi."

"Seva, aku pergi dulu ya. Sampaikan pada Kak Yuri, buku desain sudah aku taruh di mejanya."

"Baik, Nayla. Selamat bersenang-senang ya!" Ethan ikut membungkuk berpamitan pada Seva, lalu menggandeng tangan Nayla meninggalkan butik itu.

1
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!