Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Kau Rebut Tunanganku, Ku Rayu Gebetanmu

Status: tamat
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:452.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Alena berdiri dengan gugup di depan cermin rias yang memantulkan wajahnya yang begitu cantik memukau. Gaun pengantin yang membalut tubuhnya menambah kecantikan gadis itu. Hari itu adalah hari pernikahannya dengan Reno, pria yang sudah 3 tahun menjalin cinta dengannya.

Namun, hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia itu hancur karena satu telepon dari calon suaminya.

“Alena… aku tidak bisa datang. Selena pingsan dalam perjalanan ke hotel. Kita tunda pernikahannya ya”

Wajah Alena mengeras, bukan satu dua kali hal ini terjadi, dia hafal betul seperti apa kakaknya itu. Bahkan kedua orang tuanya juga selalu memihak pada Selena.

Dengan wajah tegas, Alena berdiri di depan semua orang.

"Saya, Alena Bagaskara, menyatakan pernikahan antara saya dan Reno Sebastian dibatalkan!"

Aula pernikahan menjadi riuh, namun Alena tak peduli. Dia melangkah keluar bahkan mengabaikan ancaman dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

.

Sementara itu, di pagi yang sama di perusahaan milik Sebastian Group...

Pagi itu suasana perusahaan berjalan seperti biasa. Para karyawan mulai memasuki gedung, beberapa langsung menuju lift, sementara sebagian lainnya sibuk membawa dokumen menuju departemen masing-masing.

Namun, ketenangan itu mendadak terusik ketika sebuah mobil berhenti di depan lobi utama. Terutama ketika pintu mobil terbuka dan seorang pria turun dengan langkah cepat.

Beberapa karyawan yang kebetulan berada di lobi langsung saling melirik karena tahu persis bahwa yang datang adalah Reno Sebastian putra dari pemilik perusahaan.

Namun ada sesuatu yang membuat penampilan Reno hari itu berbeda. Kacamata hitam menutupi kedua matanya dan masker hitam menutupi hampir seluruh wajahnya. Adalah sesuatu yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.

"Kenapa Tuan Muda pakai masker?" bisik seorang karyawan pada temannya begitu Reno berlalu.

"Apa beliau sedang sakit?"

"Sakit apa? Badannya saja kelihatan segar begitu."

“Ya mana kita tahu.”

"Eh… jangan-jangan wajahnya kenapa-kenapa?"

Bisikan-bisikan kecil mulai terdengar. Bahkan Doni, asistennya yang sudah menunggu di dekat lift, tampak terkejut melihat penampilan atasannya.

"Tuan..."

Reno hanya melirik tanpa suara.

Doni menelan ludah. Merasa ragu untuk bertanya. Tetapi kalau tidak bertanya dia merasa penasaran. "Anda... baik-baik saja?"

“Aku baik-baik saja,” jawab Reno cepat.

"Baik, Tuan." Doni mengangguk cepat. Namun dalam hati asistennya itu justru semakin bertanya-tanya. Kalau baik-baik saja kenapa wajahnya ditutup masker seperti orang yang sedang menghindari wartawan?

Reno mengepalkan tangannya erat, sama sekali tidak ingin siapapun tahu bahwa wajahnya menyimpan bekas penghajaran orang tuanya semalam.

 

Begitu pintu ruang kerjanya yang menjabat sebagai Wakil Direktur tertutup, Reno langsung melepas kacamata dan masker. Pria itu berjalan menuju sofa lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar.

Brak!

Seolah ingin melampiaskan kekesalan pria itu menggunakan kepalan tangannya untuk menghantam meja dengan keras.

"Sialan!" teriaknya keras. Tapi Sedetik kemudian pria itu menyentuh bibirnya yang terasa berdenyut. "Ah… "

Rasa sakit itu membuat ingatannya kembali pada kejadian semalam saat dirinya yang harus berlutut di hadapan papanya dan menerima pukulan demi pukulan sebagai akibat dari batalnya pernikahan dengan Alena.

Bahkan hingga saat ini wajahnya masih terasa nyeri. Itulah alasan mengapa ia datang ke kantor dengan kacamata hitam dan masker. Reno menghela napas panjang lalu menyadarkan tubuhnya dengan mata terpejam.

Namun semua rasa sakit itu tidak seberapa dibandingkan satu hal yang terus mengganggu pikirannya..Sejak semalam ia sudah berkali-kali mencoba menghubungi Alena, tetapi tidak pernah berhasil.

Reno kembali kembali menegakkan punggungnya kemudian mengambil ponselnya yang ada dalam saku jas. Mata dan ujung jarinya bergerak mencari nama Alena kemudian menekan tombol panggil.

"Tuut..."

Beberapa detik kemudian panggilan terputus. Reno mencoba lagi, tetapi hasilnya tetap sama.

Reno mengerutkan keningnya. "Kemana sebenarnya Alena ini? Kenapa sama sekali tidak bisa dihubungi?" tanyanya entah pada siapa.

Pria itu mencoba sekali lagi tapi tetap saja tidak tersambung. Dan hal itu membuatnya semakin kesal..

"Alena..." geramnya seraya meletakkan ponsel di atas meja dengan kasar lalu mengusap wajahnya dengan dua telapak tangannya yang besar. Namun, sedetik kemudian pria itu kembali meringis saat tanpa sadar menyentuh lebam yang ada di wajahnya.

Tiba-tiba saja pria itu terdiam dengan mata membulat sempurna. Tidak mungkin sudah dua hari lamanya Alena tidak membuka ponsel. Karena sejauh yang ia kenal Alena hampir tidak pernah jauh dari ponsel karena pekerjaannya. Tapi kenapa Alena sama sekali tidak bisa dihubungi?

Sebuah praduga tiba-tiba muncul di kepala Reno, membuat pria itu seketika membeku.

"Apa jangan-jangan..." Reno kembali mengambil ponselnya dan menatap nomor Alena. "Tidak mungkin kan dia memblokir nomorku?" Seketika itu juga jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

“Tidak!” pria itu menggelengkan kepalanya cepat. “Dia mungkin memang marah tapi tidak mungkin sampai memblokir nomorku.”

Reno membuka ponselnya kemudian menghubungi Doni agar masuk ke dalam ruangannya.

Beberapa detik kemudian terdengar ketukan di pintu.

"Masuk."

Doni membuka pintu dan mendekat ke arah Reno. Seketika itu juga matanya terbelalak ketika melihat wajah atasannya. Namun, Ia sama sekali tak berani bertanya.

“Apa ada yang harus saya kerjakan?" tanya Doni.

Reno bisa merasakan tatapan mata Dani yang begitu penasaran saat melihat wajahnya. Namun pria itu sama sekali tidak peduli.

"Berikan ponselmu."

Doni mengerutkan kening, namun tak berani bertanya. Pria itu hanya mengambil ponselnya dari saku kemudian memberikannya kepada Reno.

Reno mengambil ponsel Doni lalu memasukkan nomor Alena. Setelah itu jari jempolnya menekan ikon hijau untuk memanggil.

Doni yang berdiri di samping meja memperhatikan dengan bingung. Namun sekali lagi asisten itu hanya diam tanpa bertanya.

Di tempatnya, Reno duduk dengan ujung jari yang berkali-kali mengetuk pahanya sendiri. Satu detik, dua detik. Hingga mata pria itu terbelalak ketika mendengar nada sambung dari seberang.

"Tersambung…? Berarti nomor Alena aktif?"

Tubuh Reno seolah menjadi kaku. Dia tidak bisa menghubungi Alena dengan ponselnya tetapi bisa menghubungi dengan ponsel Doni. Apa itu artinya dirinya benar-benar diblokir?

“Ya, halo… maaf ini siapa?”

Terdengar suara Alena dari seberang sana membuat Reno menelan ludahnya dengan susah payah.

“Halo… ini siapa?”

Suara Alena kembali terdengar karena Reno masih terdiam.

“Halo…?”

Reno tergeragap. Pria itu buru-buru menetralkan dirinya. Berdehem berkali-kali sebelum kemudian menjawab—

“Alena, ini aku. Aku—”

Tuut!

Panggilan diputus secara sepihak membuat Reno kembali terbelalak.

1
мєσωzα
hahaha duh nathan.. bener-bener kamu yak.. masa harus mamamu yg turun tangan sih 🤣
lyla lafiya
👍
мєσωzα
duh, mama ini kenal banget sama sifat anaknya 🤭
Katherina Ajawaila
Ada ya saudara kandung SMP nekat hanya karna kalah saing, amit" selena pasti kamu akan msk prodeo, kalau SMP Nathan liat semua ulah kamu yg neror Alena. dasar jalang tanggung🤑
Katherina Ajawaila
bukan nya kamu lebih senang sm selena Reno, aneh dulu msu di budakin. Selena, dasar laki" tapi ngk punya prinsip,
Katherina Ajawaila
Mantap. Selena aja di jual jg germo, otaknya soalnya jahat
мєσωzα
baru kali ini bodyguard dibuat kesel sama sandera 🤣
Katherina Ajawaila
jijik x liat kelakuan selena kaya jalang ngk laku, ngk ada malu nya bersaing nya mines, pada hal ade kk
Katherina Ajawaila
Alena pinter cerdas ngk sperti kamu selena otaknya hanya dlm celdal
Nar Sih
hukuman yg tepat buat mereka ,tinggal dipenjara semua biar membusuk sekalian
Nar Sih
pasti mereka akan di hukum alena ,nathan dan calon ayah mertua mu pasti ngk akan diam sja
Nar Sih
bnr,,jht nya melebihi setan nih gunawan
Katherina Ajawaila
Seneng banget liat gaya Alena, ngk Neko" teges, ngk manja, 😎
Katherina Ajawaila
amin, ikat sm jadi mempelai ya thour. biar Selena langsung benar' pingsan ngk sadar" , langsung ina ilahi
Nar Sih
bnr kta istri mu richard sebaik nya kmu jujur setidak nya hukuman mu pasti ringan
Katherina Ajawaila
mantap Alena, udh blockir aja org" yg ngk mutu 😎
Katherina Ajawaila
Selena tau nya tipu" sakit sm doyan gebet punya org, itu lah putri kesayangan si sin jipa
Indra Wahyu Rianti
tidak bertele tele
Katherina Ajawaila
Selena bodok taunya hanya dompleng, bisa nua hanya mau nguasain karna bodok utk pengetshuan 🤬
Indra Wahyu Rianti
wah novel tersingkat. 😅 nikah end.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!