Indonesia
NovelToon NovelToon
MISTERI RUMAH WARISAN KAKEK

MISTERI RUMAH WARISAN KAKEK

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Hantu / Rumahhantu
Popularitas:711
Nilai: 5
Nama Author: Iephe Tyo

Theo adalah seorang laki laki yang baru saja menikah dengan perempuan bernama Tiara. keduanya adalah pasangan yang bahagia yang tinggal cukup sederhana di Kota. namun ketenangan mereka berubah ketika Thao mendapatkan warisan rumah dan tinggal di rumah tersebut.

keanehan demi keanehan ia alami selama tinggal di rumah tua yang memang sudah terkenal angker sejak lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iephe Tyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

Layar ponsel Theo yang tadinya memperlihatkan animasi panggilan mendadak berubah. Wajah cantik Tiara muncul di layar dengan senyuman sumringah yang seketika meluruhkan rasa lelah dan beban pikiran Theo malam itu.

"Assalamu’alaikum, Mas Theo..." sapa Tiara dengan suara berbisik yang amat lembut. Matanya berbinar-binar menatap layar, tampak begitu merindukan sosok suaminya yang terlihat semakin tampan dalam kesederhanaannya di atas kasur.

"Wa'alaikumussalam, Sayang," balas Theo lembut, senyum manis menghiasi wajahnya. "Kok belum tidur jam segini?"

"Ini baru mau tidur, Sayang. Tadi lagi scrol ig di kamar pas Mas Theo video call, Uti sudah terlelap duluan di kamar. Biar suaraku nggak mengganggu Uti, aku pindah ke ruang tengah," jawab Tiara seraya berjalan jinjit keluar kamar.

Di layar ponsel Theo, tampak latar belakang Tiara berpindah menuju ruang tengah rumah besar yang menerpakan pendar lampu temaram. Tiara mendudukkan dirinya di atas sofa kayu jati ukir, merapatkan selimut tipis yang melingkari bahunya untuk menahan hawa dingin malam Desa Bojasari.

"Gimana di Jakarta, Sayang? Urusan di kantor hari ini lancar?" tanya Tiara menatap lekat wajah suaminya.

"Alhamdulillah lancar, Sayang," jawab Theo lembut. "Surat pengunduran diriku sudah disetujui sama Mbak Nita. Oh iya... rencananya kan aku balik lusa, tapi perasaanku tidak tenang ninggalin kamu dan Uti di sana. Jadi aku majuin jalannya, besok pagi aku sama Mas Yayan langsung berangkat jalan pulang ke Wonosobo."

Mendengar berita itu, mata Tiara seketika berbinar terang. Rasa gembira yang luar biasa memancar dari raut wajahnya.

"Beneran, Sayang?! Besok sudah jalan pulang?!" pekik Tiara setengah berbisik girang, tangannya menangkup pipinya sendiri. "Alhamdulillah... Mas cepat pulang ya, aku kangen banget... Di sini rasanya sepi kalau tidak ada Mas Theo."

 Namun, di tengah binar kebahagiaan itu, Theo yang sangat mengenal istrinya bisa melihat ada sedikit raut letih dan sisa rasa tegang di mata Tiara.

"Oya, Sayang... gimana kondisi di rumah?" tanya Theo penasaran.

Tiara menutup mulutnya dengan telapak tangan, menahan tawa pelan yang berdesir keluar agar tak memecah keheningan malam dan membangunkan Bu Sri. Wajahnya yang tadinya tegang mendadak berubah merona menahan geli.

"Aduh, Mas... kalau diingat-ingat tadi malam itu horor tapi kocak banget," bisik Tiara dengan mata berbinar-binar lucu. "Tadi malam kan ada gangguan suara-suara lagi di area belakang, dekat dapur sama kamar mandi."

"Lalu? Kamu sama Uti nggak apa-apa kan, Sayang?" sela Theo cemas.

"Kami nggak apa-apa, Mas. Mas Joko yang pasang badan sok berani," tutur Tiara terkikik pelan. "Dia bawa HP sambil dinyalakan flashlight nya, jalan jinjit-jinjit ke dapur kan, Terus Mas Joko malah teriak-teriak mengancam setannya! Katanya kalau setannya berani mengganggu, mau difoto terus di story WhatsApp sama di live TikTok biar viral se indonesia katanya." sambil terkekeh tak bisa menahan tawa ketika kembali mengingat kejadian malam kemarin.

Theo yang mendengar cerita itu seketika tak bisa menahan tawa renyahnya. "Serius, Joko ngomong gitu?!"

"Iya, Mas! Asli konyol banget!" sahut Tiara semakin geli. "Tapi entah kenapa, tiba tiba Mas Joko lari, kakinya nyangkut karpet..."

Tiara menghentikan kalimatnya sebentar untuk menahan tawa yang makin membuncah. "...terus BRUK, Mas Joko meluncur mulus tengkurap di lantai ruang tengah tepat di depan kaki Uti! HP-nya sampai melayang mendarat di pangkuan Uti. Dia meringis-ringis memegangi dengkulnya yang terkilir!"

Theo tertawa terbahak-bahak mendengar kelakuan kocak karyawan kesayangan almarhum kakeknya itu. Rasa tegang yang sempat membelenggu pikirannya seketika mencair sepenuhnya.

"Aduh, Mas Joko... Mas Joko... Ada-ada saja tingkahnya," ujar Theo sambil menggeleng-gelengkan kepala di layar ponsel. "Tapi syukur deh kalau ada Mas Joko, paling tidak suasana rumah jadi agak terhibur dan tidak tegang terus."

"Iya, Mas. Walau penakut, Mas Joko beneran berusaha menjalankan tugas dari Mas Theo buat menjaga aku sama Uti," senyum Tiara mengembang hangat. "Makanya Mas Theo cepat pulang ya, biar rumah ini makin ramai dan hangat lagi."

"Iya, Sayang. Besok pagi-pagi Mas langsung jalan sama Mas Yayan. Kamu tidur yang nyenyak ya malam ini, kunci pintu kamar baik-baik," balas Theo penuh kasih sayang.

"Iya, Mas Theo. Hati-hati besok di jalan ya, Sayang. *Love you*..."

"Love you too, Tiara."

Panggilan video itu pun diakhiri dengan senyuman hangat di bibir masing-masing.

Theo meletakkan ponselnya di atas meja kecil di samping tempat tidur. Setelah mencolokkan kabel pengisi daya ke ponselnya, ia merapatkan selimut, menghembuskan napas lega yang panjang.

Cerita kocak tentang Joko yang hendak meng-live-TikTok-kan hantu sukses mengikis sisa-sisa ketegangan yang sempat menyergap pikirannya malam ini. Dengan perasaan yang jauh lebih tenang dan kerinduan mendalam pada Tiara yang membuncah, Theo memejamkan mata. Tak butuh waktu lama hingga ia terlelap dalam tidur yang nyenyak.

.

.

.

Keesokan harinya, sinar matahari pagi yang menerobos celah jendela menyambut Theo. Suara mesin mobil yang dipanaskan di halaman depan terdengar samar. Yayan, dengan sigap dan cekatan, sudah bersiap di samping mobil SUV hitam milik Theo. Begitu melihat majikannya keluar dari pintu depan membawa tas pakaian, Yayan langsung menyambutnya dengan senyum hormat.

"Pagi, Mas Theo. Semua tas sudah siap ditaruh di bagasi?" tanya Yayan ramah sambil bergegas mengambil alih tas dari tangan Theo.

"Pagi, Mas Yayan. Sudah, ini saja kok," jawab Theo senyum tipis. "Gimana kondisi mobil? Aman untuk perjalanan jauh ke Wonosobo?"

"Siap, Mas! Oli, rem, sama tekanan ban sudah saya cek semua tadi subuh. Mobil dalam kondisi prima, tinggal tancap gas," sahut Yayan mantap.

"Baguslah. Tapi sebelum kita langsung ambil jalur tol, kita mampir sebentar ya, Mas. Saya mau beli oleh-oleh dulu buat orang rumah," ujar Theo seraya membuka pintu penumpang depan.

"Siap, Mas Theo. Mau mampir ke pusat oleh-oleh atau ke mall?" tanya Yayan seraya masuk ke kursi pengemudi dan menggeser tuas transmisi.

"Iya, kita cari toko kue kering dan makanan khas Jakarta yang bisa tahan agak lama. Kasihan Tiara sama Uti kalau nggak dibawakan buah tangan," kekeh Theo.

Mobil SUV hitam itu pun perlahan membelah jalanan kota Jakarta yang mulai dipadati arus lalu lintas pagi. Theo mengarahkan Yayan ke salah satu pusat perbelanjaan oleh-oleh ternama di area Jakarta Selatan.

Di dalam toko yang harum aromanya itu, Theo berbelanja dengan penuh perhitungan. Untuk Tiara, ia membelikan beberapa kotak kue bolu kekinian dan cokelat kesukaan istrinya. Untuk Uti (Bu Sri), Theo memilih roti-roti lembut bertema tradisional dan beberapa jenis teh melati kualitas super yang cocok dinikmati di dinginnya hawa Wonosobo.

Tak lupa, Theo juga memikirkan orang-orang yang telah tulus membantu menjaga rumah kakeknya selama ia tinggalkan.

Setelah membeli oleh oleh, mereka juga mampir kesebuah pusat perbelanjaan yang cukup kumplit. Mereka hendak kembali berbelanja untuk oleh oleh orang di rumah.

"Mas Yayan, tolong bantu ambilkan biskuit kaleng yang besar itu ya," panggil Theo.

"Untuk siapa ini, Mas?" tanya Yayan penasaran seraya mengambil beberapa kaleng biskuit.

"Buat Mas Joko sama Mbak Marni. Mereka sudah mau menginap dan repot-repot jaga Tiara sama Uti beberapa hari ini. Apalagi dengar-dengar dengkulnya Mas Joko sempat terkilir gara-gara jatuh kemarin," kekeh Theo mengingat cerita Tiara semalam. "Sama tolong pilihkan mainan robot-robotan atau camilan anak-anak juga di sebelah sana."

"Untuk anaknya Mas Joko ya, Mas?" tebak Yayan.

"Iya, buat Jalu. Kasihan anak kecil itu kalau tidak dibawakan oleh-oleh. Biar dia makin betah di rumah," jawab Theo tersenyum puas menatap keranjang belanjaannya yang kini sudah penuh.

"Mas Yayan juga pilih lah oleh oleh buat Mbak Salmah sama Jenifer." Ucap Theo.

Salmah adalah Istri dari Yayan, sedangkan Jenifer andalah anak semata wayang Yayan.

"Nggak usah repot repot beliin mereka segala lah, Mas." Ucap Yayan yang tampak segan.

"Udah Mas, ambil saja. Kan Mas Yayan udah ikut kesini, Masa ga dibeliin oleh oleh buat orang rumah." Ucap Theo.

"Wah, bener nih Mas? Makasih banyak Ya Mas." Ucap Yayan tampak sambil tersenyum sumringah.

"Iya sama sama Mas. nanti beliin Jenifer boneka Barbie itu biar dia seneng." Ucap Theo sambil menunjuk satu set besar boneka Barbie mainan anak yang terpampang di salah satu rak toko tersebut.

Setelah melunasi semua belanjaan dan memasukkannya dengan rapi ke bagasi belakang SUV, Theo masuk kembali ke kabin mobil, duduk di samping Yayan yang sudah bersiap menekan pedal gas.

"Semua sudah lengkap, Mas Theo?" tanya Yayan memastikan lewat spion tengah.

"Sudah lengkap, Mas Yayan. Yuk, kita jalan sekarang. Bismillah, semoga perjalanan kita ke Wonosobo diberi keselamatan dan kelancaran," ucap Theo tulus.

"Aamiin..." sahut Yayan mantap.

Mesin SUV hitam itu menderu halus sebelum akhirnya melaju menyusuri jalanan, meninggalkan hiruk-pikuk ibukota menuju dinginnya perbukitan Wonosobo. Perjalanan panjang membawa harapan baru—sekaligus teka-teki misteri Pak Burhan yang kian menunggu untuk terungkap.

Apakah yang akan terjadi selanjutnya??

1
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Aduuuh... Bakalan ada apa lagi, nih?
Tiba-tiba hawanya dingin begitu...
🤨🤨🤨
Tita Tata
sumpahhhh penasaran bgt sama kelanjutannya
Tita Tata
pokoknya terus lanjut bacaa
Tita Tata
suara apa itu thorrrrrrr
Tita Tata
lanjut thor ... semakin seruuuu
Tita Tata
jadi Theo pernah se trauma itu yaaa
Tita Tata
aku suka bngt sama tulisan author ini
Tita Tata
apa yang akan terjadi selanjutnya yah
Tita Tata
tegang bgt sumpah
Tita Tata
lanjut thorrrr
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Loh, wafatnya Kakung Theo belom dikasih kabar ke orang tuanya kah??? 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kira-kira Theo bisa "merasakan" kejanggalan di rumah peninggalan Kakeknya gak, ya???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Owalaaah... Jadi makhluk-makhluk yang mengganggu itu kiriman orang lain ternyataaa... Gak bisa dibiarin terus kalo begitu...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Aduuuh, saya bener-bener jadi inget sama Almarhum Mbah saya pas baca BAB ini, Kak... Emosi memorinya kuat banget... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Jangan-jangan semua makhluk yang ada di rumah Almarhum Kakek Theo itu, sosok penjaga rumah itu kah???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya suka banget nih, ceritanya semakin mendebarkan... 🤭🤭🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Siapa sih, wanita yang menangis itu? Penasaran banget jadinya...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waaah, nostalgia banget pas baca kata "Playstation"... Jadi sama-sama inget masa SMP dulu, mirip kayak Theo... 😭😭😭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Waduh, ada rahasia apa di balik rumah dan peternakan Almarhum Kakek Theo, ya???
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah... Makin seru ceritanya Thor!

Kira-kira, suara rintihan dari sosok siapa atau apa yang di denger sama neneknya Theo, ya???

🤨🤨🤨🤨🤨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!