Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Aku Pergi Setelah Kau Mendua

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Naya selalu diabaikan Aslan, suaminya. Hingga suatu hari Aslan pergi dinas dan tak pulang selama tiga bulan.

Naya yang khawatir memutuskan untuk menyusulnya, Namun dia justru mendapati Aslan telah menikah siri dengan wanita lain secara diam-diam.

Tanpa marah dan tanpa meminta penjelasan, Naya memilih pergi dari kehidupan suaminya.
Namun, ketika Naya benar-benar menghilang, Aslan justru mulai menyadari bahwa kehilangan istrinya adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Liza dan Ranti tiba di lobi perusahaan Aslan sekitar pukul sebelas siang. Keduanya berpakaian rapi, Liza mengenakan dress pastel yang menonjolkan perutnya yang belum terlalu kelihatan, sementara Ranti memakai blus formal dan tas kulit di tangan. Mereka melangkah masuk dengan percaya diri, seolah sudah hafal seluk-beluk tempat itu, lalu langsung menuju lift tanpa mengisi buku tamu atau meminta izin.

Belum sampai di depan lift, seorang penjaga berbadan tegap menghampiri dan menghalangi jalan mereka. “Maaf, Anda berdua siapa? Ada kepentingan apa datang ke kantor ini?” tanyanya tegas, satu tangan terangkat sebagai isyarat agar mereka berhenti.

Liza menghentikan langkahnya. Ia menatap penjaga itu dari atas ke bawah, lalu tersenyum sombong. “Kalian tidak tahu siapa saya? Saya itu istri bosmu,” ucapnya dengan nada tinggi, seolah pernyataan itu cukup untuk membuat siapa pun menyingkir.

Satpam itu mengerutkan kening, wajahnya penuh kebingungan. Ia sudah bekerja di gedung itu selama hampir lima tahun. Meski Naya jarang sekali datang ke kantor, seluruh karyawan tahu betul siapa istri sah Aslan. Dulu, ketika pernikahan Aslan dan Naya dilangsungkan, foto dan beritanya sempat beredar di kalangan internal perusahaan. Nama Naya tertera jelas di banyak dokumen resmi.

“Ibu jangan bohong,” tegas satpam itu, suaranya tetap sopan tapi tidak goyah. “Istri Tuan Aslan itu Nyonya Naya, bukan Anda.”

Liza langsung memasang wajah kesal. Ia melangkah satu langkah lebih dekat, dagu terangkat. “Naya itu hanya mantan istri. Saya istrinya yang sekarang,” ngeyelnya, nada suaranya semakin tinggi. “Kalau tidak percaya, telepon saja tuan mu itu. Bilang istrinya sudah datang.”

Ranti yang berdiri di belakang ikut menimpali dengan wajah tidak senang. “Apa-apaan ini? Kami datang menemui menantu saya, kok dihalangi seperti orang asing?" sentak Ranti dengan wajah sombongnya.

Penjaga itu tidak langsung bergerak. Ia melirik ke arah meja resepsionis di sisi lobi. Wanita di balik meja itu sudah memperhatikan keributan sejak tadi. Ketika pandangan penjaga bertemu dengannya, resepsionis itu mengangguk kecil, lalu segera mengangkat telepon internal dan menekan nomor telpon di ruangan Faris.

Sementara menunggu, suasana di lobi menjadi canggung. Beberapa karyawan yang kebetulan lewat ikut melirik ke arah Liza dan Ranti dengan ekspresi heran. Bisikan samar mulai terdengar. Liza merasakan tatapan itu, tapi ia memilih mengabaikannya dengan menyilangkan tangan di dada.

Beberapa menit kemudian, Faris muncul dari lift dengan wajah tegang. Ia berjalan cepat mendekati satpam, lalu melirik ke arah dua wanita yang berdiri penuh kesal. “Ada apa ini?” tanyanya pelan.

Satpam itu menjelaskan singkat. Faris menghela napas, lalu menatap Liza dengan hati-hati. “Bu Liza, Tuan Aslan sedang dalam rapat penting. Sebaiknya Ibu menunggu di ruang tamu, atau saya sampaikan saja keperluan Ibu nanti.”

Liza langsung menajamkan suara. “Saya tidak mau menunggu. Saya istrinya. Suruh dia keluar sekarang.”

Faris menahan diri untuk tidak memperpanjang perdebatan di lobi yang ramai. Ia memberi isyarat pada satpam agar mengizinkan mereka masuk ke ruang tunggu VIP, lalu berbisik pada resepsionis untuk segera menghubungi Aslan.

Di ruang tunggu, Liza duduk dengan kaki tersilang, wajah masih penuh kejengkelan. Ranti duduk di sampingnya sambil mengomel pelan tentang sikap penjaga yang menurutnya tidak tahu diri.

Sementara itu Faris kembali ke lantai atas menemui Aslan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di dalam ruang meeting yang tertutup rapat, diskusi sedang berjalan tegang. Layar proyektor menampilkan grafik penjualan kuartal terakhir, dan beberapa kepala divisi sedang bergantian menyampaikan laporan. Aslan duduk di ujung meja dengan wajah serius, jari-jarinya sesekali mengetuk pena di atas blok note. Ia sudah hampir dua jam berada di ruangan itu dan belum ada tanda-tanda rapat akan segera selesai.

Tiba-tiba pintu diketuk pelan.

Tok

Tok

"Ceklek...."

Faris masuk dengan langkah hati-hati, mendekati Aslan, lalu berbisik di sampingnya.

“Ada apa?” tanya Aslan pelan, tidak ingin mengganggu jalannya meeting.

“Di ruang tunggu ada Nyonya Liza dan ibunya, Tuan,” jawab Faris lirih. “Mereka ingin bertemu Anda.”

Aslan mengerutkan kening. Ia tidak menoleh, matanya tetap tertuju pada layar. “Suruh mereka menunggu. Kita sedang meeting. Tidak bisa dihentikan begitu saja.” Suaranya datar, tapi jelas menunjukkan ketegasan. Di kepalanya, rapat ini jauh lebih penting daripada kedatangan istri siri yang tiba-tiba muncul di kantor tanpa pemberitahuan.

Faris masih berdiri di sampingnya, terlihat ragu. “Mereka tidak mau menunggu, Tuan. Sejak tadi mereka marah-marah di lobi. Penjaga sempat menghalanginya pun sempat di marahi mereka, dan sekarang suasana di ruang tunggu agak tegang.”

Aslan menghela napas panjang, penuh kejengkelan. Ia menutup mata sejenak, menekan rasa kesal yang naik. Liza memang selalu seperti ini, memaksa, tidak mau mengalah, tidak pernah bisa menunggu dengan sabar. Sangat berbeda dengan Naya yang dulu bahkan tidak berani menelepon ke kantor kecuali dalam keadaan mendesak. Naya selalu penurut, selalu mengerti kapan harus menahan diri. Liza sebaliknya. Wanita itu datang seolah seluruh perusahaan harus berhenti demi kehadirannya.

Aslan membuka mata, lalu menatap Faris. “Bubarkan meeting,” putusnya akhirnya, nada suaranya rendah tapi tegas. Ia tidak mau risiko keributan di kantornya semakin besar. Kalau Liza dan Ranti terus membuat onar di lobi, berita itu bisa cepat menyebar ke seluruh lantai.

Faris mengangguk cepat, lalu berbalik ke arah peserta rapat. “Mohon maaf, meeting hari ini kita tunda sementara. Ada urusan mendesak yang harus diselesaikan Tuan Aslan. Kita lanjutkan besok pagi.”

Beberapa kepala divisi saling melirik, tapi tidak ada yang berani bertanya. Mereka berdiri, mengumpulkan berkas, lalu keluar satu per satu dengan wajah bingung. Dalam hitungan menit, ruang meeting yang tadi ramai menjadi kosong.

Aslan masih duduk di kursinya beberapa detik, mengusap pelipisnya yang mulai berdenyut. Ia sudah cukup pusing dengan urusan gugatan cerai Naya, aset yang berpindah tangan. Sekarang Liza menambah masalah dengan datang ke kantor tanpa izin dan membuat keributan.

Ia berdiri, merapikan jasnya, lalu berkata singkat pada Faris. “Ayo. Kita temui mereka sebelum suasana semakin kacau.”

Faris mengangguk dan berjalan di depan, menuntun Aslan menuju ruang tunggu VIP di lantai lobi. Di dalam lift, Aslan menatap layar angka yang berubah. Di kepalanya, satu perbandingan terus muncul. Ada sedikit rasa penyesalan yang dia rasakan.

Sekarang, wanita yang menggantikannya justru memaksa dia keluar di tengah meeting hanya karena tidak mau menunggu.

Ting

Lift terbuka. Aslan melangkah keluar dengan wajah yang sudah dipasang datar, mereka menemui Liza di ruang tunggu.

Ceklek......

"Sayang" seru Liza ketika melihat kedatangan Aslan. Dia bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan cepat menghampiri suaminya, dan memeluknya.

"Kenapa kamu kesini?" tanya Aslan tanpa membalas pelukan Liza.

"Aku mau minta uang buat belanja, sayang. Semua persediaan bahan makanan di rumah sudah habis" pinta Liza manja.

Aslan menghela nafas panjang. Hanya untuk meminta uang saja dia sampai harus membubarkan meeting.

1
aku
dengerin pak sam tuh bos 😁
𝐀⃝🥀Weny
jangan sampai kamu terlambat lagi Erland 😊
𝐀⃝🥀Weny
pas pacaran kan banyak janji² manis🤣🤣🤣
falea sezi
🤣🤣 nunggu penyesalan si bangke aslan
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 ingin hidup mewah , dengan merebut suami orang yang bisa kau bodohi tapi dia tetap perhitungan tentang uangnya.Benarkah anak yang kau kandung benih Aslan? Emak harap bukan.Agar jika terbongkar nanti Aslan makin menyesal.😃😃
Ariany Sudjana
hahaha pelacur murahan kamu itu Liza, kamu itu hanya bisa menghabiskan uang, tapi ga bisa menghasilkan uang 🤣🤣😂😂 dan otak kamu zonk, kelas kamu jauh dibawah Naya, yang cerdas dan mandiri 🤣🤣😂😂
jadi kenapa kamu harus marah?
cinta semu 2
🤣🤣🤣🤣 pelakor bergaya elit ...dinkasih ATM langsung tancap gas belanja barang branded... sementara suami siri ny belajar hidup irit...
cinta semu 2
pelakor kelas teri mah level ny terjun ke bawah ..jaman dah canggih masih pake gaya manual🤣🤣sekalian bawa keranjang sayuran biar Aslan yakin kalo mau pergi ke pasar 😁
𝐀⃝🥀Weny
sokoooor.... itulah wanita yang kamu pilih.. ternyata mata duitaaaan.. kuras habis saja Liza uangnya biar kapok tu orang🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
sok berkuasa 😪 padahal blm di akui secara hukum🤣🤣🤣
sunaryati jarum
🤣🤣🤣🤣 terus Liza kuras uang Aslan bersama ibumu, sebelum dibuang saat terbongkar anak dalam kandungan kamu bukan anak Aslan.
sunaryati jarum
Itu baru istri siri sudah mengacaukan pekerjaan kamu nanti setelah jadi istri sah menghancurkan perusahaan kamu 👋👋🤣🤣
Agus Tina
Rasain, memang apa si yang siharapkan dari seorang wabita yg berani menerima cinta dari pria beristri? Kekataan, ketenaraan, jadi terima saja .... itu pilihanmu Aslan ...
Sri Widiyarti
tunggu kurma otw Aslan...
Oma Gavin
rasakan itu ashlan istri siri pilihan mu bisanya habisin duit mata mu sudah ketutup selangkangannya
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus marah Aslan? itu uangnya Naya, dan harus dia selamatkan daripada jatuh ke pelacur murahan yang ga tahu diri itu
Ariany Sudjana
baru jadi istri siri, sudah bertingkah seperti nyonya bos 😂😂🤣🤣 maklum sih orang miskin, jadi seperti kacang lupa kulitnya, karena dapat suami orang kaya, dan kelasnya jauh di bawah Naya , jadi terima saja hasil kebodohan kamu Aslan
cinta semu 2
bagus thor q suka
cinta semu 2
kapok ...kakean tingkah ...wong Lanang g bersyukur 🤭
sunaryati jarum
kok punya cuma satu bab Thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!