Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pria yang tertangkap semalam duduk gemetar di ruang keamanan pabrik, tangannya diborgol ke kursi besi, keringat membasahi kerah kemejanya meski udara pagi itu masih sejuk.

Alex berdiri di depannya, tangannya terlipat di dada, menatap pria itu dengan tatapan yang jauh lebih tenang dibanding rasa marah yang sebenarnya mendidih di dalam dirinya.

"Cairan apa yang kau bawa semalam?" Alex bertanya pelan.

Pria itu tidak menjawab, hanya menunduk, matanya menghindari tatapan Alex.

"Kalau kau diam," Alex melanjutkan, suaranya tetap tenang namun mengandung sesuatu yang membuat pria itu bergidik, "aku akan anggap kau setuju semua tuduhan pencemaran bahan produksi, percobaan sabotase industri, dan keterlibatan dalam kampanye fitnah yang sudah merugikan banyak orang. Itu bukan hukuman ringan."

"Saya cuma disuruh!" pria itu akhirnya berteriak, suaranya panik. "Saya cuma disuruh taruh cairan itu di salah satu tangki bahan baku, biar keliatan kayak kontaminasi alami! Saya gak tau bakal ketauan!"

"Disuruh siapa?"

Pria itu ragu sejenak, matanya melirik ke arah Bang Jarwo yang berdiri di sudut ruangan dengan tangan terlipat, tubuhnya yang besar cukup untuk membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum berbohong.

"Perusahaan yang bayar saya namanya Cendana Mitra Solusi," pria itu akhirnya mengaku, suaranya bergetar. "Tapi yang ngasih instruksi langsung, namanya Om Yusuf. Saya cuma tahu dia yang atur semuanya, dari kampanye di media sosial sampai rencana hari ini."

Alex mencatat nama itu dalam hati, menyimpan setiap detail yang keluar dari mulut pria di hadapannya.

"Siapa yang menyewa Om Yusuf?"

"Saya gak tahu, Pak. Sumpah, saya cuma pekerja lapangan. Tapi saya pernah dengar dari salah satu rekan, katanya yang bayar itu orang dari keluarga besar. Bukan laki-laki muda yang biasa muncul di berita, tapi... ibunya."

Ruangan itu hening sejenak. Bang Jarwo menegakkan tubuhnya, menatap Alex yang untuk pertama kalinya terlihat benar-benar terkejut, meski hanya sepersekian detik sebelum wajahnya kembali tenang seperti biasa.

'Ibu Ratna. Bukan Daniel.'

Kepingan-kepingan yang selama ini terasa janggal akhirnya tersusun sempurna di kepalanya—kenapa dananya begitu rapi disembunyikan, kenapa caranya begitu berbeda dari serangan gegabah Daniel sebelumnya, kenapa semuanya terasa jauh lebih terencana dan sabar.

Alex berjalan keluar dari ruangan itu, meninggalkan pria yang masih terikat untuk diserahkan ke pihak berwajib bersama seluruh barang bukti yang ditemukan. Di luar, pagi sudah semakin terang, dan tim inspeksi dari dinas terkait baru saja tiba di gerbang pabrik, tidak menyadari bahwa bukti yang seharusnya mereka temukan sudah lebih dulu diamankan.

Bima menghampiri sambil membawa laptopnya, wajahnya campuran antara lega dan waspada. "Pak, saya juga baru dapat konfirmasi. Cendana Mitra Solusi ternyata terdaftar dengan alamat kantor virtual yang sama seperti yang dipakai buat transfer dana ke kelompok Bang Jarwo waktu itu."

"Jadi semuanya memang satu jaringan," Alex bergumam, lebih kepada dirinya sendiri.

Dia berjalan menuju mobilnya yang terparkir di dekat gerbang pabrik, tapi belum sempat membuka pintu, tim inspeksi dari dinas terkait sudah tiba dan langsung disambut oleh petugas keamanan pabrik yang sudah diberi instruksi untuk kooperatif sepenuhnya. Bu Utami sendiri yang menyambut mereka di depan, menyerahkan seluruh dokumen produksi sambil menjelaskan dengan tenang bahwa pihaknya baru saja menangkap seorang penyusup yang mencoba mencemari bahan baku semalam, lengkap dengan barang bukti yang sudah diserahkan ke polisi.

Petugas inspeksi tampak bingung sejenak, saling pandang sebelum akhirnya memutuskan tetap melanjutkan pemeriksaan standar, meski nada laporan yang tadinya terdengar seperti tuduhan kini berubah jadi sekadar prosedur rutin.

Sebuah panel tiba-tiba muncul melayang di hadapannya, cahayanya lebih terang dari biasanya, seolah menandai momen penting yang baru saja terjadi.

[Misi "Bayangan yang Semakin Nyata" berhasil diselesaikan.]

[Hadiah: +2 Permintaan.]

[Total Permintaan: 2.]

Alex menatap tulisan itu, dadanya terasa hangat oleh rasa lega yang bercampur dengan kewaspadaan baru. Ancaman yang tadinya tak berwujud kini punya nama, punya wajah, dan yang paling penting—punya sumber yang jauh lebih dekat dengan keluarga Hartono daripada yang pernah dia duga sebelumnya.

Bang Jarwo mendekat, menepuk bahunya pelan. "Bos mau langsung gerak ke Ibu Ratna sekarang?"

Alex menggeleng pelan, matanya menatap ke arah menara Hartono Group yang masih berdiri gagah di kejauhan.

'Belum. Kalau aku terburu-buru sekarang, dia cuma akan sembunyi lebih dalam lagi.'

"Kumpulkan dulu semua bukti yang kita punya," Alex berkata akhirnya, suaranya kembali tenang seperti biasa. "Kali ini, aku ingin dia jatuh dengan cara yang gak bisa dia bantah sama sekali."

Dia berjalan menuju mobilnya, meninggalkan pabrik yang perlahan kembali normal, sementara di langit pagi yang cerah, bayangan menara Hartono Group tampak semakin kecil di kaca spion mobilnya yang melaju menjauh.

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!