Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Mata Alya tidak berhenti menatap ke sekeliling rumah itu mencoba mencerna kekayaan mendadak teman kuliahnya ini.

"Bayu, aku tahu kamu dulu sering bekerja paruh waktu saat kuliah, tapi aku tidak menyangka kamu sekaya ini."

"Rumah di kawasan ini harganya pasti puluhan miliar kan? Apakah kamu memenangkan undian lotre luar negeri?"

Bayu tertawa pelan dan menggelengkan kepalanya mendengar tebakan asal dari Alya.

"Aku tidak main lotre Alya, aku hanya mendapatkan sedikit keberuntungan besar dalam bisnisku baru-baru ini."

Mereka akhirnya tiba di area taman belakang tempat keenam keponakan Bayu sedang berkumpul di meja makan.

"Tante Alya sudah datang!" teriak Rara sambil berlari menghampiri Alya dengan tangan yang masih belepotan saus.

Alya tersenyum sangat manis dan berjongkok untuk menyamakan tingginya dengan Rara.

"Halo anak cantik, wah kamu belepotan saus begini seperti kucing kecil yang habis mencuri ikan ya."

Alya mengambil tisu dari tasnya dan mengelap mulut Rara dengan sangat lembut dan telaten.

Melihat pemandangan itu, dada Bayu terasa sangat hangat seolah melihat gambaran keluarga kecilnya di masa depan.

"Tante Alya cantik sekali hari ini, ayo duduk di sini Tante dagingnya masih hangat," ajak Sinta sopan.

Alya berdiri dan berjalan menuju meja bundar lalu duduk di kursi kosong yang bersebelahan dengan Bayu.

Bayu mengambil sebuah piring bersih dan menaruh beberapa potong daging wagyu terbaik ke atas piring Alya.

"Cobalah Alya, ini daging sapi kualitas premium, semoga rasanya tidak mengecewakan lidahmu."

Alya memotong daging itu menggunakan pisau garpu dan memasukkannya ke dalam mulutnya perlahan.

Nyam.

Mata Alya langsung membelalak kaget saat merasakan tekstur daging yang sangat lembut lumer di lidahnya.

"Ya ampun Bayu, ini enak sekali, bumbu madunya meresap sempurna sampai ke dalam dagingnya."

"Aku baru tahu kalau kamu punya bakat terpendam menjadi seorang koki restoran bintang lima."

Bayu tersenyum bangga mendengar pujian tulus dari wanita yang dicintainya tersebut.

"Kalau kamu suka, kamu boleh datang ke sini setiap hari untuk makan malam bersamaku dan anak-anak Alya."

Wajah Alya sedikit bersemu merah mendengar tawaran yang terdengar seperti ajakan tinggal bersama tersebut.

"Jangan bercanda Bayu, kalau aku ke sini setiap hari nanti aku bisa menjadi gemuk karena terlalu banyak makan enak."

Mereka berdua pun tertawa bersama memecah suasana canggung yang sempat muncul di antara mereka.

Acara makan malam itu berlangsung dengan sangat hangat dipenuhi dengan celoteh riang dari anak-anak.

Alya ternyata sangat pintar berbaur dengan anak kecil, dia mendengarkan semua cerita sekolah Kania dan Bella dengan antusias.

Bahkan Cika dan Luna mulai berani bermanja-manja dengan menyandarkan kepala mereka ke bahu Alya.

"Tante Alya, Tante pacarnya Om Bayu ya?" tanya Luna tiba-tiba dengan polosnya.

Pertanyaan mendadak dari anak berusia lima tahun itu sukses membuat Alya dan Bayu tersedak minuman mereka.

Uhuk uhuk.

Alya buru-buru mengambil tisu dan menutupi mulutnya yang memerah karena menahan malu.

"Luna jangan sembarangan bicara sayang, Tante dan Om Bayu ini hanya teman baik sejak masih kuliah dulu."

"Tapi kata Kak Sinta, kalau pria dan wanita makan bersama sambil tersenyum itu namanya sedang pacaran Tante."

Bayu langsung menatap tajam ke arah Sinta yang kini sedang pura-pura sibuk melihat bintang di langit.

"Sinta, Om tahu itu adalah ulahmu yang sering menonton drama percintaan di televisi."

"Jangan ajari adik-adikmu hal yang tidak-tidak, biarkan mereka menjadi anak kecil yang polos."

Sinta hanya menjulurkan lidahnya sedikit merespon omelan pamannya yang salah tingkah itu.

Alya tertawa pelan melihat dinamika keluarga yang sangat lucu dan menghibur di depannya ini.

"Tidak apa-apa Bayu, anak-anak memang punya pemikiran yang sangat jujur dan tidak terduga."

"Aku justru merasa sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama keluargamu yang sangat hangat ini."

Waktu berlalu tanpa terasa hingga jam dinding di dalam rumah sudah menunjukkan pukul sembilan malam.

Angin malam mulai terasa lebih dingin menusuk kulit dan anak-anak sudah mulai menguap menahan kantuk.

"Bayu, sepertinya aku harus pulang sekarang karena anak-anak sudah terlihat sangat kelelahan," ucap Alya sambil merapikan tasnya.

"Iya Alya, terima kasih banyak ya sudah mau menyempatkan waktu datang ke rumah baruku ini."

"Biar aku antar kamu ke depan sampai ke mobilmu."

Bayu memberikan instruksi kepada Sinta untuk membawa adik-adiknya masuk ke dalam kamar dan bersiap tidur.

Bayu kemudian berjalan berdampingan dengan Alya menyusuri jalan setapak kembali menuju halaman depan.

Suasana malam di halaman mansion itu terasa sangat sepi dan damai dengan hanya terdengar suara jangkrik dari kejauhan.

"Rumahmu benar-benar sangat indah dan tenang Bayu, pantas saja kamu betah bersantai di rumah," kata Alya memecah keheningan.

"Jika kamu sedang butuh ketenangan atau pelarian dari bosmu yang galak, pintu rumah ini akan selalu terbuka untukmu Alya."

Langkah Alya terhenti tepat di samping pintu mobil merahnya.

Dia menoleh dan menatap mata Bayu dengan tatapan yang sangat lembut dan dalam.

"Terima kasih banyak ya Bayu, malam ini benar-benar menghilangkan semua beban pikiranku di kantor tadi."

"Kamu adalah pria yang sangat baik, tidak heran jika keponakanmu sangat menyayangi pamannya ini."

Bayu membalas tatapan Alya dengan perasaan yang membuncah hebat di dalam dadanya.

"Aku hanya berusaha menjadi versi terbaik dari diriku Alya, dan aku senang bisa membaginya denganmu malam ini."

Alya tersenyum sangat manis lalu tiba-tiba memajukan tubuhnya dan memberikan pelukan singkat ke tubuh Bayu.

Grep.

Pelukan itu hanya berlangsung selama dua detik namun sukses membuat aliran darah Bayu terasa berhenti mengalir.

Wangi parfum aroma bunga melati tercium sangat jelas saat wajah Alya mendekat ke dada Bayu.

"Selamat malam paman sultan, sampai jumpa lagi kapan-kapan," bisik Alya lembut sebelum melepaskan pelukannya.

Alya segera masuk ke dalam mobilnya dengan wajah yang merona merah karena keberanian dadakannya sendiri.

Brumm.

Mobil merah itu menyala dan perlahan melaju keluar melewati gerbang besi meninggalkan Bayu yang masih mematung.

Bayu menyentuh dadanya yang berdegup sangat kencang seperti sedang lari maraton sejauh sepuluh kilometer.

"Ya Tuhan, apakah ini nyata? Bidadari kampus itu baru saja memelukku di depan rumahku sendiri?"

[Ding!]

[Tuan telah berhasil menciptakan interaksi romantis tingkat pertama dengan target Alya Nadhira.]

[Keberanian Tuan dalam mengundang target ke kediaman pribadi dinilai sangat cerdas dan efektif.]

[Sistem menyarankan Tuan untuk terus mempertahankan citra pria mapan dan penyayang keluarga di mata target.]

Bayu tertawa kecil mendengar analisis mekanis dari sistem di kepalanya tersebut.

"Kau tidak perlu mengajariku cara merayu wanita sistem, aku sudah menguasainya dengan sangat baik malam ini."

Bayu berbalik badan dan melangkah masuk ke dalam rumah megahnya dengan perasaan yang luar biasa bahagia.

Dia berjalan menaiki tangga marmer menuju lantai dua tempat kamar anak-anak berada.

Bayu membuka pintu kamar bernuansa merah muda itu dengan sangat pelan agar tidak menimbulkan suara.

Cklek.

Dia melihat keenam keponakannya sudah tertidur pulas berjejer di atas kasur berukuran super besar yang sangat empuk.

Rara tertidur sambil memeluk boneka beruang raksasanya sementara Sinta tidur memeluk Cika dengan protektif.

Bayu menarik selimut tebal bermotif awan dan menutupi tubuh mereka hingga sebatas dada agar tidak kedinginan.

"Selamat malam para putri kecil Om yang cantik, mimpi indah ya di istana baru kita ini."

Bayu menutup pintu kamar perlahan lalu berjalan menuju kamar utamanya sendiri yang terletak di ujung lorong.

Malam itu Bayu tertidur di atas kasur empuknya dengan senyuman yang tidak pernah hilang dari bibirnya.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!