Hans Alexander Ibrahim
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raniranfitrian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26
Di meja restoran.
Sudah hampir satu jam lebih Han-na pergi ke toilet, aku mulai khawatir, Begitu pun Alexa yang tiba-tiba menangis ingin bersama Mommy.
"Mommyyyy.....!!!"
Rengek Alexa.
"Ssttt sebentar lagi sayang, Mommy akan segera kesini, tenang ya!!"
"Ryan, kenapa Han-na lama sekali, apa benar dia melakukan ritual selama ini?"
Ucap Aldi.
"Entahlah, hampir 1 jam, kenapa perasaan ku jadi tidak enak"
"Aku juga!!"
Balas Jasmine.
"Baiklah aku akan menyusulnya, aku titip Alexa, dan Hans, kau jangan nakal ya, Daddy akan mencari Mommy mu dulu"
"Iya Dad"
Aku pun segera menyusul nya, aku ingin masuk tapi banyak wanita di situ, karena rasa khawatir ku yang besar, hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk masuk ke toilet itu, meskipun beberapa wanita berteriak dan memukuli ku, aku tidak peduli aku tidak menghiraukan mereka, aku hanya fokus pada pencarian ku.
"Han-na???"
"Han-na??"
Teriak ku menyelusuri setiap pintu toilet.
"Hey dasar mesum, sedang apa kau di sini!!!!"
Ucap para wanita sembari memukuli ku.
Tapi aku tidak menghiraukan mereka.
"Honey??? dimana kau? Apa kau masih di dalam??"
Aku membuka semua pintu toilet tapi dia tidak ada sama sekali, pikiran ku mulai kacau sekarang, kemana dia, kenapa dia tidak ada, tadi dia hanya ijin ke toilet tapi tidak ada.
Aku pun keluar dari toilet dengan beberapa cacian dari wanita-wanita yang terganggu tadi oleh ku, aku pun mencari kesana kemari, keluar,parkiran, toilet lain, seluruh mall, tempat belanja yang sering dia kunjungi, tapi semuanya nol, aku tidak bisa menemukan dimana istri ku.
Aku kembali ke tempat makan ku, kemudian aku mengatakan nya pada Aldi dan Jasmine, mereka terkejut dan mulai panik, bahkan aku lupa jika ada Hans, seharusnya aku tidak memberitahu nya, Hans pun mulai akan menangis.
"Aku rasa ada yang tidak beres!!" Ucap Aldi.
"Ini handphone Han-na!! dia juga tidak membawa nya, kemana dia? aku mulai tidak tenang sekarang" Ucap Jasmine.
"Daad, dimana Mommy???"
"Sssshh, Daddy tidak tau nak, Daddy harap tidak terjadi apa-apa pada Mommy mu, dengar, ingat kata-kata Daddy? Kita adalah laki-laki, kita harus bisa menyelesaikan masalah kita dengan tenang okay, jangan menangis dan panik, mengerti?"
"iya Dad, i see"
"Good boy, kau ikut Aunty mu bersama dengan Alexa okay, Daddy akan mencari Mommy mu lagi, Daddy janji akan menemukan mommy mu"
"Iya Dad" Ucap Hans mulai berkaca-kaca
Kami mulai tidak tenang, Ya Tuhan!!! Tolong jaga dia, aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya.
"Jasmine aku mohon, aku minta tolong padamu, aku titipkan anak-anak ku pada mu sebentar, aku ingin mencari Han-na, aku takut terjadi apa-apa padanya"
"Kau tenang saja, jangan khawatir, aku akan menjaga Hans dan Alexa, tolong temukan Han-na, aku juga sangat khawatir padanya"
"Aku pasti akan menemukan Han-na"
"Ryan, aku akan mengantarkan istriku dan anak-anak terlebih dahulu, lalu aku akan membantumu, jika ada apa-apa kau bisa langsung hubungi aku"
"Iya itu ide bagus, drive well"
Aldi mengangguk, dan aku bergegas untuk mencari Han-na sementara mereka bergegas untuk pulang.
.Aku mencari kesana kemari, menanyakan pada setiap orang yang ku temui dan memperlihatkan Poto Han-na, aku terus mengelilingi restaurant itu, keluar restaurant, kedalam, hingga ke tempat karyawan yang bekerja di situ, aku pun meminta ijin untuk memasuki ruangan-ruangan yang hanya untuk pemilik restaurant itu, hingga tidak terasa hari sudah larut malam, aku tidak menemukan apapun, aku mencoba tenang dan duduk sebentar di dekat toilet tadi saat pertama aku mencari.
Ya Tuhan, kenapa ini, tolong, ku mohon jangan buat aku tidak tenang seperti ini, aku tidak ingin terjadi apa-apa pada Istri ku, dimana pun dia berada tolong jaga dia.
Entah kebetulan atau memang takdir dari Tuhan, tiba-tiba aku melihat satu buah gelang emas berbentuk rantai tepat di depan ku, aku penasaran, lalu aku mengambilnya dan ternyata gelang itu gelang yang ku kenal, gelang yang ku berikan pada Han-na saat merayakan hari anniversary pernikahan.
Aku semakin kacau, pikiran ku kemana-mana sekarang, Han-na berjanji padaku akan selalu memakai gelang itu kemana pun.
Han-naaaa dimana kauuuuu!!!!.
Aku beranjak lagi untuk mencari nya, aku tidak bisa melaporkan ini pada pihak yang berwajib, karena ini belum 24 jam, saat aku ingin mulai mencari lagi, tapi tiba-tiba ada karyawan restaurant yang memberi tau ku bahwa restaurant itu akan segera tutup.
"Maaf Tuan, Restaurant ini akan segera tutup!! Jika kami menemukan Istri anda, kami akan segera menghubungi Anda"
"Baiklah, terimakasih sebelumnya!!"
***
Di tempat lain.
Aku membuka mata perlahan dan aku tidak tau aku sedang dimana, ini asing bagiku, aku pikir suamiku yang membawa ku kesini, tapi ternyata tiba-tiba.....
"Hii, kau sudah bangun, kau tidur nyenyak sekali, hingga aku tidak mau membangunkan mu"
Aku terkejut melihat dia yang ada di sini, mendekati ku lalu duduk di tepi ranjang yang aku tiduri.
Aku pun bangun lalu menghindarinya.
"Hey jangan takut, aku bukan orang jahat !! Kau saja yang dari dulu menganggap ku jahat, iya kan?"
Dia mendekati ku dan ingin mencium ku tapi aku mendorong nya.
"Don't you dare !!! KAU BUKAN SUAMIKU !!!" Teriak ku kencang dan menunjukan mata tajam ku.
"Hahaha, your husband? Hey sayang, aku juga suami mu, tapi sayangnya kau tidak menganggapnya, kita sudah terikat sebelumnya, andai saja kau tidak memilih pria bastrad itu, aku pasti sudah bisa membuat mu klimaks setiap harinya"
Ucap nya dengan sinis.
"Kau pikir ada orang yang ingin menjadikan mu suami setelah tau jika kau adalah psikopat?"
"Good words !! Aku seorang psikopat, hahaha, kau benar"
Ucap nya sembari tertawa.
Aku rasa Dia sudah benar-benar gila sekarang.
Tiba-tiba dia mencengkram erat rambutku.
"Kau tau kenapa?This is because of youuuu!!!"
Teriak nya kencang di depan wajah ku.
"Aaaaaauuchhh!!"
"Kenapa? Sakit? Ooh maafkan aku sayang, kau kesakitan karena aku, tapi kenyataan nya sakit mu tidak lebih dari sakitku, bukan begitu honey?"
"Yaaa!! Kau benar-benar sakit !!!"
"Ooww calm down baby, kau begitu antusias bertemu dengan ku huh, apa kau merindukanku?"
"Apa yang kau inginkan Albert?"
"Kau bertanya? Apa yang aku inginkan huh?"
Aku tidak menjawab dan hanya memberikan mata yang tajam padanya.
"Sejak dulu, aku menginginkan mu, tapi kau malah memilih b*Jing*n itu, tapi sekarang aku berubah pikiran, aku ingin kehancuran keluarga mu !!"
"Jangan macam-macam dengan keluargaku, atau kau akan tau akibatnya"
"Apa? Kau bisa apa? Kau hanya wanita j*l*ng yang begitu b*d*h, hahaha"
Plaaaakkkkk.....
...****************...
......................
BERSAMBUNG...