Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16.
"Kak Vincent!" panggilnya dengan suara bergetar terharu.
"Aku harap kamu tidak membenciku, dan juga tidak membenci keluarga Sebastian!" Vincent memandang lekat Olivia.
"Bagaimana mungkin aku benci sama kak Vincent, setelah Nenekku meninggal, keluarga Sebastian lah jadi satu-satunya tempat bersandarku!" suara Olivia bergetar oleh tangis harunya.
Vincent diam memandang Olivia menjawab apa yang baru ia katakan.
"Hanya kali ini, aku benar-benar tidak punya pilihan, makanya aku memanggil kak Vincent! tapi nanti.. !" Olivia memikirkan perusahaan Smith.
"Kebaikan sekecil apa pun harus dibalas berkali-kali lipat! waktu Nenek Smith masih hidup, keluarga Sebastian sudah berjanji akan mengingat kebaikannya seumur hidup!" kata Vincent membesarkan hati Olivia.
Olivia sepertinya merasa ragu, kalau ke depannya keluarga Sebastian tidak dapat seterusnya membantunya.
Olivia menunduk mendengarkan, dan menyimak penjelasan Vincent.
Ia semakin terharu, membuat air matanya mengalir perlahan dari sudut matanya.
"Sekarang beliau sudah meninggal, dan kamu cucu kesayangannya, jadi sekarang keluarga Sebastian yang harus berdiri di belakangmu! kalau kamu mau, aku bahkan siap korbankan seluruh keluarga Sebastian!" Vincent memandang Olivia saat ia mengatakan semau apa yang ia katakan.
"Tidak perlu, aku mengerti maksud baik kak Vincent, tapi aku mau ambil sendiri Smith grup yang sudah di tinggalkan Nenek untukku!"
Mata Olivia terpaku menatap ke depan mengingat kehidupan sebelumnya.
Kalau aku tidak ambil alih Smith group, nanti Smith grup akan di bagi-bagi untuk David dan Lydia! aku tidak akan biarkan mereka mendapatkan untung! pikir Olivia, mulai memikirkan untuk mengambil miliknya.
Mendengar jawaban Olivia, dan menyimak maksud dari jawaban Olivia, Vincent pun mengerti akan jalan pikiran Olivia untuk menghadapi keluarga Smith.
"Baik!" Vincent pun menganggukkan kepalanya menghargai keputusan Olivia.
Olivia tersenyum dengan wajahnya yang sendu mendengar jawaban Vincent.
Ia kemudian mengingat, ada satu hal yang ia butuhkan dari Vincent.
"Ada satu hal lainnya yang aku butuhkan dari kak Vincent lakukan!" Olivia menoleh memandang Vincent, "Kalau aku berhasil mendapatkan Smith group dengan lancar, aku mau semua barang mereka yang masih ada di villa ku, buang saja semuanya! villa itu warisan Nenekku, mereka tidak layak untuk tinggal di sana!!"
Vincent mendengarkan apa yang dikatakan Olivia, dan menyanggupi apa yang diinginkan Olivia darinya.
Setelah hari yang ia lalui membuat Olivia sedikit tenang, waktunya ia kembali ke kampus.
Di kehidupan sebelumnya karena keluarga, Olivia tidak sepenuhnya benar-benar belajar.
Kali ini, aku tidak akan lagi membuang waktu begitu saja! bisik hati Olivia.
Ia duduk dengan tenang pada kursi di meja biasa ia duduk sebelumnya, dan membuka bukunya dengan tenang juga.
Di pintu masuk di bagian urutan kursi belakang, Lydia melangkah masuk ke dalam kelas sembari menundukkan kepalanya.
Ia duduk di kursi meja paling belakang, dengan gestur tubuh yang terlihat seperti anak yang lemah, dan terlihat takut jika melihat adanya Olivia disekitarnya.
Di tambah dengan luka yang diperban akibat hantaman vas ke kepalanya, membuat penampilannya terlihat sangat kasihan sekali.
Siapa saja yang melihat penampilannya pasti sangat kasihan.
Teman-teman satu kelas langsung berdatangan ke sekitar Lydia, melihat keadaan Lydia yang terluka mereka menjadi penasaran, kenapa Lydia bisa sampai terluka.
"Lydia, kamu kenapa??" tanya mereka dengan raut wajah iba melihat keadaan Lydia.
Mata mereka seketika nanar melihat luka yang diperban pada kening Lydia.
"Ada apa??"
"Kenapa lukanya begini parah??"
Lydia memandang teman sekelasnya, tapi tidak mengatakan apa pun.
Ia melemparkan lirikannya melihat ke arah Olivia yang tampak duduk tenang di kursinya
Lydia yang menyimpan perasaan amarahnya kepada Olivia, karena Olivia menggunakan Vincent Sebastian sebagai perisai, sehingga ia benar-benar di pukul dengan vas, menggunakan suara hatinya untuk memprovokasi teman-teman sekelasnya.
Bersambung.......
..