Indonesia
NovelToon NovelToon
Tumbal Jelangkung

Tumbal Jelangkung

Status: tamat
Genre:Kutukan / Kumpulan Cerita Horror / Horor / Tamat
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: V a L L

Cinema XXI saat itu digemparkan ada film Tumbal Jelangkung yang membawa penikmat horor tak ingin ketinggalan untuk menyaksikannya. Begitu juga dengan Yoga dan kawan-kawan.

Desas-desus yang terdengar di kalangan cinema XXI yang melarang adanya bangku bioskop yang sengaja di kosongkan, di langgar oleh seorang pemuda tanpa tahu apa yang akan terjadi dan mengabaikan desas-desus itu.
Penasaran dengan kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V a L L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"He he he," hanya terdengar suara tawa dari wanita rent itu.

Tia memutuskan untuk segera menyudahi belanjanya. Ia bergegas untuk pergi dari sana setelah mengambil bunga dan air yang baru saja dibungkus rapi oleh nenek itu.

Nenek itu menatapnya dengan sorotan penuh dengan misteri. Sedangkan Dani yang mengawasi Tia untuk menyebrang jalan ke arah mobilnya itu langsung menurunkan kaca mobil. Tia seketika menarik tuas pintu mobil dan langsung masuk ke dalam mobil. Di bantingnya bunga dan air dalam botol yang berbungkus plastik merah itu.

"Lu tau gak sih, itu nenek-nenek serem tau," ujar Tia mengeluh kepada Dani.

"Emang kenapa? Ada kejadian apa lo tadi di sana?" ujar Dani yang menstarter mobilnya dan melaju meninggalkan tempat itu.

"Masa nenek-nenek itu bilang pasti sahabatnya ya yang meninggal? Dia tanya gitu ke gue. Lo mikir gak sih dia tahu dari mana hal itu?" tanya Tia heran dengan pertanyaan yang di dapat dari nenek itu.

"Mana tau dia cuma asal nebak, Ti. Udahlah gak usah berpikiran yang aneh-aneh," ujar Dani memandang jalanan lurus yang lumayan padat itu.

Tia tidak menggubris ucapan yang baru saja diungkapkan oleh Dani, temannya itu. Ia tetap menatap jalanan lurus di depan sana sambil mengenang kepergian salah satu sahabatnya.

"Ini kita bener masuk sini kan ya? Gue tiba-tiba lupa kalau jalan ke pemakaman," celetuk Dani.

Tia hanya menjawab seadanya saja dengan deheman keras.

Setelah beberapa waktu berlalu, Dani dan Tia telah tiba di pemakaman Yoga. Mereka berdua berjalan cepat menuju ke arah pemakaman.

Hari yang sudah menjelang sore itu membuat para tamu dan hanya tertinggal ibu Yoga dan ayahnya saja. Tia dan Dani bergegas menghampiri mereka berdua yang masih berlutut di atas gundukan tanah baru itu. Mama Yoga sangat terpukul dengan kepergian Yoga yang begitu cepat.

"Assalamualaikum, Tante, Om," ucap Dani dan Tia berbarengan sembari berjalan menuju ke arah gundukan tanah baru itu.

Mama Yoga langsung menolehkan kepalanya ke arah sumber suara yang memanggilnya itu. Ayah Yoga pun demikian. Mereka tersadar dengan suara yang memanggil.

"Waalaikum salam," sahut Ayah Yoga sementara Mama Yoga tetap sesegukkan dipelukkan suaminya.

"Turut berdukacita, Om, Tante," ujar Dani.

Tia berusaha meraih tangan Mama Yoga untuk menenangkan ibu dari sahabatnya itu. "Tante, maafkan Tia dan Dani yang gak bisa nolong Yoga waktu itu. Kami berdua pun kaget," ujar Tia dengan nada yang sangat kehilangan. "Kami juga merasakan sekali kehilangan Yoga, Tante."

"Mungkin ini salah, Tante. Sudah ninggalin Yoga sendirian di rumah. Padahal Tante tau kalau dia juga sakit asma. Tante juga nyesel gak suruh dia beli inhaler untuknya lagi," sahut Mama Yoga, Nadia, dengan penuh nada kehilangan.

"Ikhlaskan Yoga, Tante. Yoga akan tenang di sana. Dia akan melihat kita bahagia di sini, Tante," ujar Tia lagi sembari mengelus lengan Ibu Yoga.

Sekali lagi, Tia dan Dani yang saat itu membawa bungkusan berwarna merah, mengambil bunga lalu menaburkan seluruh bunga ke gundukkan tanah yang baru itu. Menyiraminya dengan air botol yang baru saja dibelinya beberapa menit yang lalu. Namun ada yang aneh dengan air botol itu. Air botol yang pertama mereka lihat adalah air berwarna putih kini berubah menjadi merah darah.

Refleks saja Tia berteriak dengan keras dan membuangnya ke sembarang arah sebelum ia menuangkan air dalam kemasan itu.

.

.

.

Bersambung. . .

1
Ibu Peri🧚🏻‍♀️🧜🏻‍♀️
Thor kamu bikin cerita ini tuh based on true story kah? soalnya pas aku baca, aku berasa terjun langsung ke ceritanya 😌
vall: enggak kak. hihihi
total 1 replies
ayu nuraini maulina
nah loh.. sok2'an sh Dateng kan
ayu nuraini maulina
kyk sih yoga mudah bget d masukin arwah tak kasat mata
ayu nuraini maulina
g usah d omongin jg kali entar jailangkung nya dtng Lg
ayu nuraini maulina
Yee ingat yoga k jadian wkt kmu kecil
ayu nuraini maulina
masih mending d buat gila masih bernyawa klo d buat deat
ayu nuraini maulina
MK nya jgn duduki bangku itu bs jadi tumbal yg kesekian
ayu nuraini maulina
nah loh.. siap2 datang g d jemput pulang g d antar🤭
ayu nuraini maulina
jgn ngmng gitu yoga mulutmu harimaumu pas bener kejadian
ayu nuraini maulina
lebih baik horor deh ketimbang kisah rumah tangga bikin esmosi
vall: ahahahaha
total 1 replies
PORREN46R
seram Tia.
pelukis_senja
😪😪😪itu tokoh nupelnya bang hilman
vall: ahahaha asli dah cuma ingat lupus aja ahahaha
total 4 replies
pelukis_senja
😂😂cumi...cucah mingkem🙈
pelukis_senja
eeh masih jaman kaset yaa🤭
pelukis_senja
klo saya bilangnya alas Roban MKG beda daerah beda lafal penyebutan x ya kak🤗
vall: oh iya? yang saya tau malah Alas Purwo.
total 3 replies
Cerita Saat Hujan
Suka sekali sama penggambaran dan cara bertuturnya. Nyaman dan renyah buat dinikmati
Cerita Saat Hujan: Pengen bikin kayak gini tapi susah ngerangkainya huhuhu
total 2 replies
Nurlela Nurlela
rent >>> renta
pelukis_senja
bagaimanapun adab dan adat itu harus dihormati dijunjung tinggi tp ttp percaya sama lillah😉
pelukis_senja
😂😂 sahabat yg care mpe tau tgl pms segala
pelukis_senja
iklan filmnya banyak🤭pesan kak Thor serem eeuuy🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!