Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya aneh, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat dan menjadi penguasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Helena yang hendak tidur merasa sangat terganggu setelah teringat perkataan Arjuna tentang atasannya yang begitu perhatian.
Dia yang sedang membaringkan tubuhnya langsung terduduk di atas ranjang.
"Baru kali ini aku mendengar ada seorang manajer seperhatian itu pada karyawan baru, sampai harus mengirim pesan segala. Bahkan dia menyuruh Arjuna memanggilnya dengan nama saja?"
Helena menggelengkan kepala. "Untuk apa aku memikirkannya. Itu semua bukan urusanku. Dia mau dekat dengan wanita manapun, aku tidak peduli."
Helena segera merebahkan tubuhnya kembali.
Namun keesokan harinya, dia sama sekali tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaannya. Dia langsung bertanya kepada asistennya.
"Asisten Riana, menurutmu apakah pantas seorang manajer bersikap sangat perhatian kepada bawahannya? Bahkan menyuruhnya memanggil namanya saja," tanya Helena dengan nada kesal.
Asisten Riana menjawab dengan tenang, "Sudah jelas itu artinya manajer tersebut sedang menyukai bawahannya."
Helena malah terkekeh. "Sepertinya tidak mungkin. Dia kan terlihat sangat aneh. Mana mungkin manajer itu naksir dia."
Asisten Riana seakan paham maksud pembicaraan Helena. "Apakah orang yang Anda maksud adalah suami Anda?" tanyanya sambil menahan tawa.
Helena langsung mengelak. "Bu-bukan!"
Dia segera mengalihkan pembicaraan. "Ngomong-ngomong, bagaimana? Apakah kamu sudah mendapatkan informasi mengenai identitas pria misterius itu?"
Asisten Riana menjawab, "Belum, Nona. Tapi orang yang kami tugaskan sedang berusaha keras untuk menemukannya."
Helena menghela nafas panjang. "Kompetisi medis tinggal dua hari lagi. Aku harap kita segera mengetahui siapa pria misterius itu."
Asisten Riana tiba-tiba teringat sesuatu. "Oh iya, Nona. Saya hanya mengingatkan, malam ini akan digelar pesta ulang tahun Perusahaan Niroga. Tuan Axel berpesan agar Nona hadir."
Helena hanya menghela nafas. Sebenarnya dia sangat malas datang ke acara tersebut. Apalagi di sana pasti akan ada Nova dan Reno.
Namun dia harus menghargai ayahnya.
"Baiklah, nanti aku akan datang," jawabnya dengan nada malas.
...****************...
Hari ini adalah hari pertama Arjuna bekerja di restoran, sehingga dia harus bersungguh-sungguh melakukan pekerjaannya dengan baik.
Tak lama kemudian, Calista memanggilnya masuk ke ruangan.
"Ada apa, Bu Calista, memanggilku?" tanya Arjuna begitu masuk ke dalam ruangan.
Calista menjawab dengan nada genit, "Sudah aku bilang kalau kita sedang berdua, panggil aku Calista saja."
Arjuna sedikit merasa sungkan. "Emm... Baik, Calista."
Calista segera menjelaskan, "Hari ini restoran akan menyelenggarakan pesta ulang tahun sebuah perusahaan besar. Karena itu aku memintamu untuk lembur."
Arjuna mengangguk. "Baik, Calista."
Lalu Calista berkata dengan nada penuh perhatian, "Apakah kamu sudah sarapan? Kalau belum, bagaimana kalau kita makan bersama?"
Arjuna menjawab dengan jujur, "Aku sudah sarapan bersama istriku."
Jawaban dari Arjuna membuat Calista merasa sangat kecewa. Ternyata pria yang begitu tampan itu sudah memiliki istri.
"Jadi kamu sudah menikah?" tanya Calista dengan nada tidak percaya.
Arjuna menjawab dengan tenang. "Iya, benar."
"Aku pikir dia masih lajang. Tapi ternyata dia sudah memiliki istri," gumam hatinya dengan perasaan kesal.
Tapi, dia sudah terlanjur jatuh hati pada pandangan pertama kepada pria itu. Jadi dia merasa tidak ada salahnya jika dia memperjuangkan perasaannya pada Arjuna.
Di zaman sekarang, walaupun janur kuning sudah melengkung pun ada banyak orang yang nekad merebut istri atau suami orang. Pesona Arjuna benar-benar membuatnya lupa diri. Dia bisa memanfaatkan statusnya sebagai atasan Arjuna.
Juna sangat pintar dan jenius kemampuannya bisa mengetahui penyakit pasien keracunan, panyakitnya tidak terdiktesi sama para dokter...
tim b menangani pasien sangat hati-hati, agar mengutamakan kesempatan pasien. salah dikit pasien tidak selamat tim a belum mengambil tindakan hanya diam aja...juna dengan tenang dan teliti menangani pasien dibantu yg lainnya...
semoga babak kedua ini tim b menang, semangat-semangat tim b pasti bisa menang...
tim a hanya diam aja tidak mau mengambil resiko membahayakan pasien, hanya berharap tim kalah dan dimenangkan tim A.
juna sangat pintar dan jenius kemampuannya bisa mengetahui pasien sakit apa, waktu terus berjalan menghabiskan waktu aja. belum melakukan tindakan operasi...
helen harap2 cemes hanya juna yg bisa diandalkan, pasien sudah seminggu mengalami koma tidak sakitnya penyebabnya apa...
dewan juri melihat tim belum melakukan tindakan operasi, karena sulit mengidentifikasi penyakitnya...