Indonesia
NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:32.8k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semangat

"Kalian udah makan? Kalian nggak nakal kan?" tanya Ariska pada Arka dan Azura yang baru saja pulang dari mall bersama Mama Anisa dengan Papa Bayu.

"Kami nggak nakal kok, Ma. Tanya coba sama Oma dan Opa," ucap Arka meminta persetujuan dari Mama Anisa dan Papa Bayu.

"Mereka anak yang baik kok, walaupun sedikit cerewet." ucap Mama Anisa sambil terkekeh pelan.

"Azula ndak celewet, cuma banyak ngomong." ucap Azura membela diri.

Mama Anisa dan Papa Bayu tertawa mendengar apa yang diucapkan oleh Azura. Padahal apa yang diucapkannya itu sama saja. Para pengawal pun segera menurunkan belanjaan yang tadi dibeli di mall. Ariska dan Lina hanya bisa melongo tak percaya melihat banyaknya belanjaan itu. Sedangkan Azura, saat ini langsung merebahkan badannya di atas karpet. Setelah makan, dia mengantuk.

"Sebelah sini, barangnya Arka. Yang ini, punyanya Azura." ucap Mama Anisa memberitahu.

"Kok banyak sekali," seru Nana sambil mencoba melihat isi di dalam paper bag itu.

"Itu baru sedikit, Nak. Mereka tak suruh ambil lagi, katanya nggak mau. Mereka mau makan aja katanya daripada disuruh belanja baju lagi," ucap Mama Anisa sambil terkekeh pelan saat melihat raut wajah shock dari Nana.

"Sama itu ada bahan makanan. Sayur, susu anak-anak, buah, dan sembako. Nanti dibagi aja," lanjutnya.

Kepala Ariska dan Nana mendadak migrain melihat banyaknya barang yang memenuhi area toko. Arka pun tidak peduli dengan pusingnya sang Mama. Arka memilih tiduran di samping Azura. Ariska menatap Mama Anisa dan Papa Bayu yang begitu antusias. Bahkan mereka tidak terlihat keberatan membelikan semua ini. Namun Ariska juga merasa bingung dengan kebaikan mereka. Tidak mungkin mereka baru bertemu hari ini, tapi sudah sangat baik dengan Arka dan Azura.

"Tante, Om... Maaf bukannya saya mau menuduh atau curiga pada kalian. Terimakasih untuk semuanya dari menjaga Arka dan Azura hingga mengajaknya berbelanja. Namun saya masih bingung, kenapa kalian baik sekali? Ini nggak ada maksud dan tujuan tertentu kan? Saya tidak mau kalau ke depannya, kami jadi punya masalah. Apalagi saya tahu kalian berasal dari keluarga kaya," ucap Ariska dengan tegasnya. Ini semua demi melindungi anaknya, maka dia harus tegas pada orang asing.

"Arka sudah tahu tujuan kami, Ariska. Jangan khawatir, kami tidak akan melukai atau menambah masalah untuk kalian. Kami tidak tersinggung dengan kecurigaanmu, Ariska. Wajar kok, seorang Ibu khawatir pada anaknya." ucap Mama Anisa dengan tenang.

"Arka sudah tahu?" tanya Ariska dengan pandangan bingungnya.

"Iya. Coba tanyakan saja padanya," ucap Papa Bayu menenangkan Ariska.

"Baik lah jika Arka sudah tahu. Terimakasih atas semuanya, Tante dan Om." ucap Ariska yang memilih untuk menanyakannya pada Arka nanti.

Mama Anisa dan Papa Bayu pun segera mengambil barang yang tadi dibeli di toko perlengkapan bayi milik Ariska. Mereka segera berpamitan karena berada di kota itu hanya sehari saja. Sedangkan mereka masih harus pergi ke rumah teman Mama Anisa. Terlihat sekali Mama Anisa menatap sendu toko milik Ariska. Ada rasa tak ikhlas jika dia harus berjauhan lagi dari Arka. Sudah sedekat ini, tapi Arka tak bisa ikut dengannya.

"Sabar, Ma. Sebentar lagi, kita akan berkumpul. Frans setelah ini juga masih harus berjuang menaklukkan hati Ariska kalau sudah tahu semuanya," ucap Papa Bayu memberi pengertian pada Mama Anisa.

"Tidak hanya mendekati Ariska, Pa. Namun dia harus mendekati Arka yang sepertinya akan menguji Papanya dulu," ucap Mama Anisa sambil terkekeh pelan.

"Benar. Sabar saja, yang penting sudah bertemu dengan mereka. Pengawal juga sudah aku tugaskan untuk menjaga mereka dari jauh," ucap Papa Bayu membuat Anisa menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.

***

"Permisi, Tuan Frans. Ini saya, Carlo." seru Carlo dari depan pintu ruangan Frans.

"Masuk,"

Carlo masuk dengan raut wajah panik. Bahkan Carlo langsung menutup dan mengunci pintu ruangan Frans dengan tergesa-gesa. Mendengar suara pintu terkunci, Frans mengalihkan pandangannya dari laptop di hadapannya. Frans menatap aneh Carlo yang wajahnya pucat pasi. Seakan Carlo baru saja dikejar sesuatu sehingga menjadi begini.

"Ada apa denganmu, Carlo? Apa kamu sakit? Jika sakit, pergi ke klinik perusahaan. Aku tidak mau ada pegawai yang sakit tapi memaksakan bekerja," ucap Frans dengan tegas.

"Tidak, Tuan Frans. Saya tidak sakit," Carlo pun duduk di hadapan Frans.

Huh...

"Jadi ada apa?" tanya Frans setelah melihat Carlo sudah lebih tenang.

"Tadi setelah meeting dengan client, saya melihat ada banyak pengawal dari Tuan Bayu di sebuah mall." ucap Carlo menceritakan sesuatu yang dicurigainya.

"Terus kenapa, Carlo? Wajar kalau ada banyak pengawal dari Papaku di mall. Soalnya semalam orangtuaku bilang akan jalan-jalan di kota yang sama dengan tempat bertemu client kita,"

Menurut Frans, tidak ada yang aneh jika Carlo bertemu dengan pengawal dari orangtuanya. Apalagi Papa Bayu semalam memang memberitahu jika mereka akan pergi jalan-jalan. Namun sekarang malah Carlo yang aneh karena merasa mencurigai sesuatu. Carlo langsung mengibaskan tangannya, menolak apa yang diucapkan oleh Frans.

"Ini sangat aneh, Tuan Frans. Pasalnya saya melihat Tuan Bayu dan Nyonya Anisa sedang bersama dua anak kecil di dalam mall. Mereka sedang makan," ucap Carlo membuat Frans mendengus sebal.

"Apanya yang aneh sih, Carlo? Mama dan Papaku tuh makan di mall. Mereka bukan mau maling. Jadi apanya yang aneh? Sepertinya otakmu lagi nggak beres karena kebanyakan kerjaan, Carlo." ucap Frans sambil menggelengkan kepalanya.

"Masalahnya salah satu dari anak kecil itu wajahnya plek ketiplek mirip anda, Tuan Frans. Saya yakin kalau anak itu ada hubungannya dengan Tuan Bayu yang mengetahui keberadaan Nona Ariska," ucap Carlo menyimpulkan analisanya.

"Apa maksudmu, Carlo? Ariska punya anak dari hubungan malam itu dan kedua orangtuaku bukan liburan tapi menemui mereka, begitu?" tanya Frans yang raut wajahnya berubah menjadi serius.

Carlo menganggukkan kepalanya. Ucapan Frans itu adalah hasil dari analisa yang dirinya maksud. Frans yang mengetahui itu, badannya seketika kaku. Perasaannya campur aduk antara merasa bersalah, kecewa, dan terharu. Jika benar hasil hubungan malam itu menghasilkan seorang anak, berarti dia harus bisa menarik hati dua orang. Dia harus meyakinkan Ariska dan anaknya itu.

"Ada fotonya?" tanya Frans dengan tatapan penuh harap.

"Saya lupa tidak mengambil gambarnya, Tuan. Saya khawatir kalau ketahuan pengawal Tuan Bayu. Yang ada, nanti saya diancam untuk tidak melaporkannya pada anda." ucap Carlo sambil cengengesan.

"Oke lah, tak apa. Aku akan cepat membuat perusahan ini stabil agar segera bertemu dengan mereka. Aku juga bisa cari tahu sendiri dengan pergi ke kota itu," ucap Frans dengan antusiasnya.

"Semangat, Tuan Frans. Anda tidak boleh kere karena anaknya masih butuh uang buat beli susu," ucap Carlo memberikan semangat.

Hahaha...

1
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
Novita Sari
hanya opa n oma yg bisa mengendalikan arka
Rubi Yati
arka love sekebon dh🤭🤭🤭🤭😍😍😍😍😍
Puspa Sella
love buat arka sekebon😍😍😍
Tang Bin
lanjut Thor 🤭
tia
di Tamba satu bab lg thor
E F
🤭🤭😄😄
tq thor🙏😍
lanjutt lg ya🤭💪😄
Sani Srimulyani
hayolo diroasting anak sendiri......pasti jleb banget tuh rasanya.😜
Muft Smoker
pov Frans : sakit ny tuh di sini ,, pas kena hati ku ,,

pov Carlo : lanjuuut pak bos ,, 🕺🕺🕺🕺🕺




🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!