Indonesia
NovelToon NovelToon
Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Suami Darurat: Sahabat Sendiri!

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

​"Kalau umur 30 gue belum nikah, lo wajib nikahin gue, Ka!"
​Janji konyol lima tahun lalu kini jadi bumerang untuk Nadira. Sisa waktunya tinggal menghitung hari, tapi semua perburuannya mencari pacar selalu berujung tragis—ditipu hingga nyaris jadi selingkuhan!
​Di sisi lain, ada Askara. Sahabat sejak kecil yang tampan dan mapan. Askara sengaja menolak ratusan wanita demi menanti hari ini tiba. Bagi Askara, janji umur 30 bukanlah lelucon, tapi strategi untuk memiliki Nadira seutuhnya.
​Waktu habis, Askara pun menagih janji! Nadira yang gengsi setengah mati terpaksa menikah dengan sahabat yang tahu semua kebiasaan buruknya.
​Mampukah Nadira bertahan saat Askara mulai membongkar batas friendzone dan menagih haknya sebagai suami?
​Gengsi tingkat tinggi VS Cinta tulus sahabat sendiri. Siapa yang bakal menyerah duluan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11: Kopi, Sentilan Jidat, dan Ciuman Balasan

​Pukul sepuluh malam. Jam di dinding kamar Nadira terus berdetik. Nadira masih duduk di tepi kasur, memeluk lutut sambil menatap layar ponselnya yang sepi. Tidak ada balasan lagi dari Askara.

​Kring!

​Ponsel di sampingnya berbunyi, menampilkan nama [Deo Adik Laknat]. Nadira segera menyambar ponselnya.

​"Halo, De?! Mas Ka ada ngomong apa sama lo?!" cerca Nadira tanpa basa-basi.

​"Aduh, Mbak! Santai napa, gendang telinga gue mau pecah nih!" keluh Nadeo dari seberang telepon. "Nih, barusan Mas Ka nge-WA gue."

​"Nge-WA apa?! Buruan ngomong!"

​"Katanya gini: 'De, ingetin mbak lo tuh suruh makan malam. Sama jangan tidur malam-malam, besok jam sembilan dia ada meeting penting sama klien proyek baru. Katanya kalau kumat pikun atau ngantuk pas presentasi, bisa berabe.' Gitu katanya."

​Dada Nadira berdesir hangat mendengar pesan itu. "D-dia... dia beneran ngomong gitu, De?"

​"Iya! Lo berdua lagi pada kenapa sih, dan heran masih sempet-sempetnya perhatian sama lo. Lo apain sih Mas Ka sampai dia nge-WA gue begitu? Biasanya juga langsung nelpon lo sendiri."

​"Gak tau ah! Ujian banget punya sahabat posesif!" sungut Nadira, langsung mematikan sambungan telepon.

​Meski hatinya sedikit lega karena tahu Askara masih perhatian, rasa bersalah tetap membuat Nadira tidak bisa memejamkan mata sepanjang malam.

...****************...

​Keesokan harinya, pukul tujuh pagi. Mobil SUV hitam milik Askara sudah terparkir di depan pagar rumah keluarga Ruella.

​Nadira berjalan keluar rumah dengan langkah agak gontai. Lingkaran hitam menjejak tipis di bawah matanya, rambutnya digelung asal-asalan, dan wajahnya tampak pucat karena kurang tidur dan mengabaikan makan malam.

​Askara berdiri di samping pintu mobil, menyilangkan tangan di dada. Matanya yang tajam langsung meneliti penampilan wanita di hadapannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

​"Masuk," ujar Askara pendek, membukakan pintu.

​Nadira masuk tanpa memprotes. Askara ikut masuk ke kursi pengemudi, lalu memutar kemudi menuju kantor Nadira.

​Di tengah perjalanan, Askara melirik wajah Nadira dari kaca spion tengah. "Muka lo kenapa lecek gitu? Semalam nonton drakor lagi sampai matanya bonyok gitu?"

​Nadira menoleh, melotot galak menatap profil samping Askara. "Bukan drama Korea! Tapi drama tentang sahabat cowok yang mendadak ngambek gak jelas kayak anak cewek lagi dapet!"

​Askara tidak membalas sindiran itu. Bibirnya hanya terangkat tipis, terkesan dingin. Namun tiba-tiba, tangan kirinya terulur ke samping, menyambar jemari Nadira di atas paha lalu menggenggamnya dengan sangat erat.

​Genggaman tangan itu begitu hangat, protektif, dan penuh tekanan yang kuat—seolah memberi tahu bahwa serenggang apa pun hubungan mereka, Askara tidak akan pernah melepaskannya.

​Nadira tertegun. Sengatan hangat menjalar dari telapak tangannya langsung ke dada. Amarahnya menguap seketika, berganti dengan kepasrahan manja yang sudah menjadi kebiasaannya sejak kecil.

​"Ka..." panggil Nadira pelan, mengayunkan tangan mereka yang saling bertaut.

​"Apa?"

​"Beliin kopi dulu dong di drive-thru depan..." bujuk Nadira dengan nada suara yang sengaja dilembutkan. "Gue gak sempat sarapan tadi. Kepala gue agak pusing nih."

​TAK!

​"Aww! Sakit, Ka!" jerit Nadira sambil mengelus jidatnya yang baru saja disentil keras oleh jari telunjuk Askara.

​"Dasar gak tahu diri," omel Askara menggeleng-gelengkan kepala. "Siapa yang kemarin bikin orang cemburu? Siapa yang ngambek duluan? Kenapa sekarang malah lo yang minta jatah dibeliin kopi, heh?"

​Nadira justru menyeringai lebar, memamerkan deretan giginya yang rapi tanpa rasa dosa sedikit pun. Ia makin mempererat genggaman tangannya di jemari Askara, menyandarkan kepalanya di lengan kekar pria itu saat mobil berhenti di lampu merah.

​"Ya kan lo calon suami gue... lagian lo jauh lebih kaya dari gue, Askara Pradipta! Masa beliin kopi segelas aja perhitungan banget sih sama calon istri sendiri?" goda Nadira penuh kelakuan manja.

​Askara menarik napas panjang. Benteng pertahanan dan mode dingin yang ia bangun sejak kemarin sore runtuh seketika dalam hitungan detik. Senyuman tipis dan hembusan napas pasrah lolos dari bibirnya. Ia benar-benar tidak bisa bertahan lama jika Nadira sudah mengeluarkan jurus manjanya seperti ini.

​Di balik senyumannya, hati Askara berbisik tegas. Biarlah... Biar Nadira tetap manja dan ceria seperti ini. Biar dia tidak perlu tahu soal Rebecca, Sagara, atau intrik busuk apa pun di luar sana. Selama Askara masih bernapas, ia yang akan menjadi benteng paling kokoh untuk melindungi keceriaan wanita ini.

​"Boleh," kata Askara akhirnya, suaranya kembali melunak hangat seperti biasanya.

​"Beneran?! Yeay! Iced Americano satu ya!" seru Nadira kegirangan.

​"Tapi ada syaratnya," potong Askara cepat.

​Langkah kegirangan Nadira terhenti. "Syarat apaan?"

​Askara mematikan sein mobil, meminggirkan kendaraan di bahu jalan yang agak sepi, tepat beberapa ratus meter sebelum kedai kopi. Ia melepas sabuk pengamalnya, memutar tubuhnya menghadap Nadira sepenuhnya.

​Jari telunjuk Askara menunjuk ke pipi kirinya sendiri. "Cium dulu di sini. Sebagai denda karena lo udah bikin gue cemburu setengah mati dari kemarin sore."

​Mata Nadira membelalak. "Hah?! Ogah banget! Itu namanya pemerasan!"

​"Ya udah, gak ada kopi. Nanti pas meeting biarin aja lo pingsan di depan klien," ancam Askara santai, berpura-pura hendak menancap gas kembali.

​"Eh, eh! Jangan dong!" panik Nadira meraih lengan Askara.

​Nadira menatap sekeliling jalanan, lalu menatap wajah Askara yang tersenyum jahil. Pipi Nadira mendadak terasa panas memerah. Dengan gengsi yang ditahan habis-habisan, Nadira memajukan wajahnya cepat-cepat.

​CUP!

​Kecupan singkat mendarat di pipi Askara. Nadira langsung menarik tubuhnya kembali, menyilangkan tangan di dada dengan wajah merona parah.

​"Udah tuh! beliin kopinya?!" tembak Nadira galak untuk menutupi rasa canggung dan debaran dadanya yang berantakan.

​Askara terkekeh puas. Tangannya terulur mengacak-acak rambut gelung Nadira dengan gemas hingga makin berantakan.

​"Pinter," puji Askara hangat, lalu menancap gas menuju tempat drive-thru kopi. "Nah gitu dong, calon istri harus nurut sama calon suami."

1
Azizah az
ikutan disini Thor ☺️🤗
Fitra Sari
lanjut lagi KK 🙏🥰
N07
New reader nie Thor. Suka sama gaya berceritanya, susunan kata & tanda baca juga rapi jadi enak bacanya. Semoga ceritanya juga menarik sampe ending ga bertele2.
mak mak doyan novel
nah gini kan adem.. g ada gengsi yg tinggi lgi
mak mak doyan novel
ini mah calon suami idaman
mak mak doyan novel
udah ya nad gengsinya.. semua dukung kmu sama aska
Fitra Sari
lanjut KK sampe halal 🥰
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏
aku jadi semangat nih...
total 1 replies
umie chaby_ba
lanjut thor
umie chaby_ba
ceritanya ringan, dan bagus...
semangat terus thor...
/Heart/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak ya kakak♥️
total 1 replies
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
waduh... askara serem juga...
umie chaby_ba
lah aska mah lemah banget ngambek bentaran doang... 🤣
umie chaby_ba
hayo loh ...
umie chaby_ba
nadira ngeselin ih... malah cerita lagi udah tahu suasananya lagi ga beres malah cerita
mak mak doyan novel: setuju..
ngeselin bgt dia
total 1 replies
umie chaby_ba
nah kan... bukan orang biasa aja yang ujug-ujug dateng. pasti ada maksud terselubung 🤭
umie chaby_ba
mode protektif nih🤭
umie chaby_ba
dih... bisa aja brondong... bahaya banget nih... nanti nadira tergoda lagi, kesempatan banget buat nadira malah ini mah...🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
umie chaby_ba
kagak inget umur banget si nad sumpah 30 tahun masih begitu, askara lo sabarnya kebangetan ini mah !!!
umie chaby_ba
sumpah nadia ini ngeselin! main nuduh penjahat kelamin lagi🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
nah loh... kan bader banget lo nad udah tua geh🤭🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!