Indonesia
NovelToon NovelToon
We Are Stories

We Are Stories

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Romansa
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Meyginia

Judul Awal THANKS FRIEND : Not True Love For Classmate, karena berasa panjang kayak jalan tol, jadi diganti.
~~

Berawal dari kesalahpahaman sepasang sahabat Diba dan Erin, yang membuat keduanya menjadi berjarak. Keterdiaman keduanya membuat keadaan menjadi rumit.

Erin yang melihat segala sesuatu harus sesuai fakta dan sangat logis baginya, bertolak belakang dengan Diba yang sangat perasa dan bisa memaklumi dalam diam.

Ditengah perseteruan keduanya, ada Ihsan yakni teman sekelas satu jurusan mereka. Dia juga menjabat sebagai ketum organisasi yang terkenal dan disegani seantero kampus, sekaligus sifat playboy dibaliknya. Menjadi terlibat dalam permasalahan hati Diba dan Erin, yang berakhir menjadi trauma dan karma.

''Seharusnya kamu gak mendorongku, seharusnya kamu ngomong dari awal rin.. Kenapa harus gitu..'' ~ Diba

''Aku sakit hati. Kamu ngomongnya gitu, terus diemin aku. Aku gak ngerasa salah apa apa sama kamu padahal. " ~Erin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meyginia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rendang Tanpa Isi

Diba masih memperhatikan formulir pendaftaran laki-laki berkulit langsat yang baru ia ketahui namanya. Membaca sedikit informasi yang tertera dilembar itu. Dua point yang menjadi sorotannya selain nama, yakni tanggal lahir dan nomor telephon.

No. Very Big No. Ia bukanlah perempuan yang menghubungi laki-laki terlebih dahulu. Terkecuali itu penting dan juga urgent. percayalah

Sekali lagi ia tak berniat apapun. Hatinya masih tetap berlabuh pada... yeah you know lah. Siapa lagi kalau bukan Nurihsan Darmawan. Pemuda yang memiliki darah asli dari suku sasak itu.

Diba masih mendiami pemuda itu dan berniat menghentikan aksinya itu hari ini. Karena sudah tiga hari. Menurut islam kan tak boleh marah/mendiami seseorang lebih dari tiga hari.

Ihsan pun beberapa kali mengajaknya berbicara walau tak sampai memaksa. Tapi tetap saja tak ada permintaan maaf, rayuan manis atau kata hiburan untuk mengawali perkataannya. Seolah kekesalan Diba tempo hari dianggap angin lalu olehnya. Sikapnya pun biasa saja.

Yeah, harusnya Diba yang ingat bahwa ia tak bisa mengharapkan apapun pada pemuda itu.

''DIBA?'' suara dari arah pintu terdengar pura-pura terkejut melihatnya.

Diba seketika mendongak dan memutar bola matanya malas dengan tarikan senyum simpul. Namun ia ternyata tertarik mengikuti acting temannya itu.

''TAMA?'' seru Diba menutup mulut dengan kedua tangannya. Sangat menyempurnakan untuk acting terkejutnya.

''Halah gak usah ikut-ikutan'' Tama mulai melangkahkan kakinya masuk.

''Kamu juga lebay'' cibir Diba.

''Lagi ngapain Dib?'' tanya Tama basa basi. Dia berdiri condong didepan meja sebrang Diba, dengan kedua tangan menyentuh ujung meja.

''Lagi antri sembako Tam'' Diba melirik jengah temannya itu. Matanya sedang rabun atau gimana.

''Aku tanya serius Dib'' tukas Tama menatap Diba dengan ekspresi datar.

''Tumben bisa serius'' gumam Diba mengejek.

''Habis terima tamu aku tuh. Dari Akademi MYK. Mereka daftar lomba MTQ'' sambung Diba menjelaskan dengan tanggapan serius juga.

''Oohh'' sahut Tama singkat sambil lalu.

''Haisss'' kesal Diba hampir mengayunkan tangannya ke arah Tama.

Ternyata masih percuma menanggapi serius teman laki-lakinya itu. Walau sebenarnya Diba tak benar-benar kesal. Ia hanya jengah dengan becandaan dan selorohan Tama yang terkadang tak lucu. Gayanya yang santai tapi terkesan slengekan sangat kontras dengan penampilannya yang sangat rapi.

Pemuda asal minang, berkulit putih bersih dan tubuh yang sedikit berisi. Sedikit tinggi dan wajah kebule-bule an. Tak sedikit yang bertanya apakah leluhurnya ada yang berasal dari barat. Namun dia lantang menegaskan bahwa seluruh keluarganya adalah asli Indonesia.

Diba mengamati penampilan temannya itu, yang sedang duduk didepannya tapi menyerong ke arah lain. Kemeja hijau tua kotak-kotak yang tidak dikancing dengan dalaman kaos putih dan jeans panjang warna hitam. Rambutnya tersisir rapi dengan bantuan pomade. Wanginya? Ya tentu saja wangi. Rasanya tak sempurna bila penampilan yang rapi tidak dibarengi dengan aroma yang harum. Parfum varian musk, batin Diba yakin.

''Eh, aku masuk seksi apaan sih di MTQ Dib?'' tanya Tama tiba tiba menyadarkan Diba pada aksi mengamati temannya. Tapi Diba malah terperangah dengan pertanyaan Tama itu.

Bisa-bisanya kepanitiaan yang sudah dibentuk berbulan-bulan lalu dan tinggal menghitung hari pelaksanaanya. Tapi dia masih belum tau masuk ke seksi (bagian) apa.

''Ini kamu serius belum tau Tam?'' Diba sedikit memajukan tubuh untuk memastikan.

''Belum'' jawab Tama santai menggeleng pelan.

Diba memejamkan mata sejenak dan menghirup udara sedalam-dalamnya sebelum menjawab.

''Itu mading didepan yang setiap hari pasti kamu lewatin, emang gak pernah dilihat?. Jelas-jelas udah ditempel nama-nama panitianya.'' seru Diba lantang memenuhi seluruh ruangan. Menyebalkan sekali anggotanya ini. Ia yang menjadi sekretaris merasa tak dihargai.

''Ya aku gak liat Dib'' sahut Tama memajukan bibir, mulai beracting seolah dia yang tertindas.

''Halah. Padahal udah pake lem kayu aku nempelnya. Aku laminating dulu kertasnya biar gak cepet burik. Tetap aja gak dilihat'' tukas Diba tak luluh.

''Kalau foto cewek cantik apalagi seksi barulah melotot matamu lebar-labar'' gumam Diba melirik sinis Tama.

''Ya pasti lah kalo itu'' jawab Tama cepat dengan mata yang spontan melebar. Jangan lupakan wajah sumringahnya yang rasanya ingin Diba tabok.

Kebetulan nih sepatuku masih belum aku cuci seminggu. Tahi kambing punya ibu kost yang gak sengaja aku injek, kayaknya masih ada sisanya. Kayaknya kalau ditabokin ke muka Tama bakal bagus.

Namun niat Diba urung dan hanya bisa mencibir mendengar perkataan Tama itu. Bukan playboy tapi paling depan kalau liat yang bening-bening. Itupun hanya penilaian Diba, tapi gak tau kalau dibelakangnya.

''Kamu selama ini berarti gak ikut ngerjain tugas dong?'' tuduh Diba memberi tatapan curiga.

''Enak aja. Kemarin-kemarin aku ikut nyebarin proposal ya'' protes Tama tak terima.

''Masakkkk''

''Iyalahh''

''Terus kalau rapat? Kan duduk sesuai seksi-nya masing-masing'' tukas Diba

''Aku duduk aja sama seksi Humas. Kan aku udah nyebarin proposal jadi ya anggap aja aku masuk disitu'' ucap Tama santai

''Astaga. Kamu itu masuk seksi perkap (peralatan dan perlengkapan) Tama oh Tamaaa. Main seenaknya aja pindah seksi. Gimana sih'' sergah Diba sebal.

''Owhh... Ya udah sih sama aja''

Diba mendengus kesal dan memutar bola matanya malas. Memang tak ada gunanya berdebat dengan orang yang sangat santai seperti ini.

Sekre perlahan mulai dipenuhi banyak orang. Ada yang baru keluar dari kelas atau yang baru saja datang dan akan masuk kelas. Atau lagi yang sengaja datang hanya untuk ke sekre. Mereka menyapa Diba dan Tama yang masih berada ditempat.

''Kak Diba, mau ambil map-map nya'' ucap si Junior BEM seraya menunjuk tumpukan map yang masih didepan Diba.

''Oh iya ini dek, ambil aja'' Diba mengangsurkan map-map itu.

''Kamu yang jaga stand pendaftaran hari ini ya?'' tanya Diba lagi.

''Iya kak. Harusnya dari pagi tadi. Tapi saya baru bisa ke kampus sekarang kak'' cengir si Junior menggaruk kepalanya yang tak gatal.

''Gak apa-apa. Tadi ada yang daftar dari kampus lain. Kebetulan memang kakak yang suruh standby sama kak Ihsan, jadi sekalian aja kakak yang jaga. Kamu sama siapa?''

''Itu sama si Rusdi kak. Nanti aku jaga sampai sore gak apa-apa kak, gantiin yang pagi tadi''

''Ya kalau mau gitu gak apa-apa''

''Iya. Saya ke depan dulu ya kak'' Si Junior tersenyum dan mengangguk pada Diba dan Tama sebelum berjalan keluar.

Meja stand memang berada diluar tepat didepan jendela sekre. Khusus diperutukan bagi pendaftar internal kampus saja, agar tak mesti berdesakan bila masuk ke dalam sekre. Sedangkan didalam untuk menerima pendaftaran dari eksternal kampus.

''Dib kamu mau bumbu rendang enggak?'' kata Tama memecah kebisuan mereka sesaat.

''Bumbunya doang?'' Dahi Diba menyerngit.

''Iyalah. Kalau isinya udah habis aku makan'' tukas Tama

''Liburan kemarin kan aku gak pulang. Jadi mamakku buat terus dititipin sama adik tingkatku yang juga kuliah di jogja. Lumayan banyak dibawain 3 toples sedang. Tapi yang ada dagingnya cuma 1 toples aja. Sisanya bumbunya doang'' sambung Tama menjelaskan

''Masih ada 1 toples tuh yang belum aku buka. Udah bosen ternyata aku makan itu terus tiap malam. Padahal kalau gak ada aku nyari-nyari.'' sambung Tama lagi dibarengi helaaan nafas.

''Perasaan udah hampir dua bulan. Emang gak berjamur?'' tanya Diba penasaran. Setaunya rendang tak mungkin tahan selama itu.

''Kan bumbunya dimasak sampai kering Diba. Ya jadi bisa tahan berbulan-bulan''

''Kamu pasti bayanginnya bumbu rendang yang basah itu ya?'' tanya Tama.

''Iya. Hehe. Ya habis yang aku tau dan sering makan ya yang basah''

''Ya enggak lah. Bisa juga dimasak sampai kering. Jadi lebih awet''

''Mau lah aku. Walau cuma bumbu doang. Jarang-jarang kamu kasih makanan. Bahkan kalau kamu pulang kampung, gak pernah bawain oleh-oleh.'' sindir Diba

''Karena emang gak ada. Kalau ada ya aku kasih Dib.'' tukas Tama mengelak.

''Iya lah tu...'' cibir Diba

''Nanti atau besok malem aku anterin ke kost kamu sama Erin ya'' kata Tama tak menanggapi cibiran Diba.

''Boleh. WA dulu tapi nya kalau mau ke kost''

''Iya ibuukk'' seloroh Tama yang kemudian terkekeh

Pintu tiba-tiba terbuka lebar hampir menghantam dinding belakangnya. Diba dan Tama yang sedari duduk tenang dikursi, hampir terjungkal karena cukup terkejut.

''Ya, ampun san. Pelan-pelan kali bukanya, kayak gak tau ada orang didalam aja'' tukas Tama sambil mengelus dadanya pelan. Begitupun Diba yang menyerngit heran dengan raut muka temannya yang masih berdiri dipintu itu.

Ihsan tak menanggapi ucapan Tama dan memilih langsung menutup pintu yang sekarang dilakukan dengan pelan. Perlahan mendekati keduanya, semakin dekat dan dekat hingga tiba tepat didekat Diba.

''Udah ada yang nge-chat?'' ucap Ihsan menatap ke arah Diba.

''Ha? Ngechat apa? Siapa yang ngechat?'' tanya Diba bingung.

Terakhir tadi aku buka WA, cuma ada chat-an dari mas galon yang paling baru, karena pesanan galonku udah sampai didepan kost. Tapi masak iya yang Ihsan tanyain chat dari mas galon. Ada hubungan apa dia sama mas galon?.

Diba masih menyerngitkan dahinya dan mencoba memahami maksud dari ucapan Ihsan itu.

''Coba cek WA kamu.'' suruh Ihsan dengan suara tertahan. Mukanya datar sejak datang tadi. Matanya sangat tak bisa Diba tebak artinya.

Tapi Diba memilih menuruti dengan mengambil ponselnya yang tergeletak didekat komputer. Sedang di charger-nya sejak tadi.

''Gak ada chat dari siapa-siapa. Cuma ada chat dari mas galon'' kata Diba setelah membuka WA dan menatap wajah Ihsan. Sengaja ia menyebutkan 'mas galon' karena perlu menegaskan apa ini yang di maksud Ihsan.

''Oh.. Belum ada berarti. Kalau gitu tunggu aja'' sahut Ihsan seraya mendudukkan diri dikursi yang tadi Diba duduki. Mukanya masih sama datarnya memandang kearah depan.

Diba seketika saling pandang dengan Tama yang sedari hanya diam menyimak pembicaraannya dengan Ihsan. Dari raut wajahnya cukup jelas mengatakan, 'sebenernya Ihsan kenapa? Kok aneh'. Diba pun mengedikkan bahunya tak tahu.

.

.

To Be Continued

Kasih tanda jempol nya kakak.... :)

1
Saya Ofi
ayo dong Diba jangan diam aja, ajak Erin ngomong biar cepet udahan perang dinginnya.
Saya Ofi: kabar baik, kak. kakak sendiri gimana? semoga sehat terus ya/Smile/
total 2 replies
Melia Andari
akhirnya up juga aku datang membawa bunga2 mewangi
Meyginia: hahha tengkyu kaka...
total 1 replies
Saya Ofi
kapan up lagi kak?
Saya Ofi: ceritanya seru kak, semangat ya...
total 2 replies
Saya Ofi
kalau cemburu bilang atuh san.
Saya Ofi
kalem atuh san.
Saya Ofi
apa sih ihsan? ngeselin bener ini orang, mau aja ya erin sama dia.
Saya Ofi
duh diba kenapa ngga mau ngomong sih?
Saya Ofi
semangat up nya kak.
Meyginia
yuhuu.. tengku kak 🤗
Melia Andari
aku hadir paket lengkap kk
Mawar_Jingga
semangat up kak💪💪💪
Saya Ofi
diba oh diba... greget juga.
Melia Andari
gemeshhh Ama Diba dan Ihsan .. labil labil gmn gtu😂
Melia Andari
jadi ini yg bkin Ihsan aneh 😂
Melia Andari
kenapa sih selera humor ku sebatas antri sembako 😌
Meyginia
Tp ujung nya gmn kak?
aku mendadak kepo wkwk
Meyginia
hoyoo kemanaaaa... wkwk
Melia Andari
ngakak 🤣
Meyginia
waduhh.. jd membuka luka lama ya kak 😁
Melia Andari
Erin masih mkirin Diba. eh kenapa aku kesel SM Ihsan yak 😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!