Indonesia
NovelToon NovelToon
Pemilik Hati

Pemilik Hati

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: Gina

Pernahkah kalian berpisah tanpa adanya kata-kata dari orang yang sedang kita sayang-sayangnya, dan perpisahan itu secara mendadak dilakukan oleh orang yang kita cintai?.

begitulah yang di alami oleh Bulan dan Alwi, Bulan sangat mencintai Alwi bahkan dia sangat bucin pada Alwi, namun entah kenapa disaat hubungan itu baik-baik saja tiba-tiba Alwi pergi tanpa jejak.

Namun tiga tahun berlalu Alwi kembali pada Bulan, Bulan dengan senang hati mendengar kabar berita kedatangan Alwi tapi entah kenapa Bulan bukan menerima Alwi dia malah memutuskan Alwi, padahal hatinya hanya milik Alwi seolah ada sesuatu yang tidak beres dengan hubungan ini, dan setelah sekian tahun berlalu Bulan baru menyadari kalau hubungan nya dengan Alwi perpisahan nya dengan Alwi itu adalah hasil sihir yang di kirimkan oleh seseorang yang tidak suka melihat mereka bersatu.

Siapakah orang itu dan akan kah Alwi dan Bulan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Bulan tertegun saat mendengar teriakan mamahnya Alwi.

Sebegitu tidak sukanya kah beliau kepada nya hingga dirinya sampai memaki seperti itu padanya, sebegitu bencinya kah dia pada Bulan yang note banenya tidak tahu apa-apa, yang dia tahu adalah dirinya mencintai Alwi dan tidak bisa melupakan nya meski dirinya ingin melupakan nya, tak tahu lah dirinya bahwa selama ini Bulan pun menderita batin karena tidak bisa melupakan cintanya kepada anaknya itu. ingin rasanya Bulan menangis dan menjerit dan mengatakan kepada semuanya apa salah ku hingga kalain bisa berkata sekasar itu pada ku.

Bulan melangkah mundur dari sisi lantai tiga tempat dimana Hasnah tadi terjatuh, beruntungnya Hasnah tidak terluka tapi malah Alwi yang sepertinya terluka parah.

Bulan berjalan pelan menurunu anak tangga restoran, di lihat Pedro sedang duduk sendirian di meja tempat mereka makan, sementara Alwi segera di larikan ke rumah sakit terdekat untk mendapatkan pertolongan pertama.

Bulan berjalan lambat ke arah meja Pedro, wajahnya terlihat sedih dan murung, Pedro diam saja tak bertanya apa pun pada gadis. berhijab yang ada di hadapannya ini. dia diam karena dia tahu dan melihat apa yang telah terjadi tadi hingga bisa membuat Bulan terdiam seperti ini.

"Tuan apa anda sudah selesai makan? " tanya Bulan pelan.

"Hem... kamu juga habiskan lah makanan mu itu" ucap Pedro santai.

Bulan menatap ke arah piring makannya tatapannua kosong, dan tanpa dia sadari air matanya pun mengalir dia mencoba mengusapnya berkali-kali tapi semakin di tahan semakin sakit hingga air mata itu bukannya berhenti menetes malah semakin deras bahkan hidungnya pun ikut mengeluarkan lendir karena dirinya menangis.

"Maafkan saya tuan tapi saya sudah berusaha menahan tangis ini, tapi tidak bisa hiks... hiks... "

Pedro menghela nafasnya dalam saat melihat gadis ini menangis, seolah dia tahu penderitaan yang di derita Bulan hingga dirinya akhirnya langsung mengajak Bulan keluar dari restoran.

Saat di dalam mobil Pedro meminta supirnya untuk membawa mereka kesuatu tempat bukan ke kantor, Bulan yang masih menangis tak sadar kalau dirinya saat ini telah di bawa oleh Pedro kesuatu tempat bukan ke kantor.

Mobil tiba di sebuah danau, Pedro mengajak Bulan turun dari dalam mobilnya, Bulan keheranan karena dirinya saat ini berada di sebuah danau.

"Tuan kenapa kita kesini? kenapa tidak ke kantor? " tanya Bulan polos.

"Tenang kanlah dirimu dulu, aku tak ingin membawa mu ke kantor sambil menangis seperti itu, nanti orang menilai kau menangis karena aku lagi?! " ucap Pedro ketus.

"Hihi" Bulan tertawa kecil.

Pedro tertegun saat melihat Bulan tertawa padahal beberapa menit yang lalu gadis ini masih menangis sesegukan di mobilnya, pa moodnya cepat sekali berubah hanya karena di ajak ke danau, fikir Pedro saa itu.

"Maaf tuan saya jadi merepotkan anda, seharusnya saya tidak terbawa perasaan, tapi jujur saya sudah tidak kuat menahannya tuan" jelas Bulan.

"Aku tahu, aku pun mengerti apa yang kau rasakan saat ini, kenapa kau memilih tetap. mencintai nya sedangkan orang tuanya sangat membenci mu? " tanya Pedro.

"Itu bukan pilih dan kemauan ku tuan entah lah aku sendiri pun heran selama bertahun-tahun aku tak bisa melupakannya, meski kami tak pernah bertemu, dan saat saya sudah menemukan cara untuk bertemu semesta seolah tak merelakan saya melupakannya hingga mempertemukan kami kembali tuan" Bulan bercerita pada Pedro.

"Kau ingin melupakannya tapi hati mu masih berat untuk melupakan nya seolah tak rela dirinya hilang dari ingatan mu, itu yang aku baca saat ini" ucap Pedro serius.

Bulan menoleh kearah Pedro dia berfikir bagaimana Pedro bisa mengambil. kesimpulan seperti itu, benarkah hatinya sebenarnya tak rela untuk melupakan Alwi meski ingin hingga akhirnya dirinya tersiksa sendiri.

"Kita memang tidak bisa melupakan seseorang yang pernah hadir dalam hidup kita begitu saja apa lagi orang itu sangat kita cintai akan sangat sulit, jangan di paksakan, biarkan saja bila kalian memang berjodoh suatu saat nanti kalian pasti bisa bersama setelah menerjang segala rintangan yang selalu menghalangi hubungan ini" ucap Pedro lembut.

"Apa tuan sebelumnya pernah kecewa juga? " tanya Bulan polos.

"Kenapa kau bertanya seperti itu, apa kau ingin mencari tahu masalah pribadi ku?! " Pedro sewot.

"Aku menghibur mu dan berkata seperti itu pada mu bukan berarti aku ingin akrab dengan mu?! " Masih sewot.

Bulan tertawa terpingkal saat mendengar bosnya malah ngomel padanya, dia tertawa karena Pedro kembali ke mode ketusnya saat ini.

"Kenapa kau malah tertawa hah?! " sentak Pedro.

"Hahaha maaf tuan tapi anda itu lucu" ucap Bulan masih terpingkal.

"Lucu? lucu apanya? memangnya aku ini pelawak?! " Pedro kesal.

"Bukan tapi sikap anda yang berubah-ubah menurut ku itu lucu hihihi" Bulan masih tertawa.

"Dasar gadis aneh, sudah ayo kita kembali ke kantor kelamaan disini nanti bisa gila kamu karena tertawa terus" Pedro melangkah cepat ke arah mobil nya di ikuti oleh Bulan yang masih tidak bisa berhenti tertawa.

"Dasar gadis aneh tadi menangis sesegukan sekarang tertawa tak bisa berhenti seperti orang gila" Pedro masih ngedumel. dan itu membuat Bulan tersenyum dia tersenyum karena baru pertama kali ini dirinya mengetahui kalau Pedro itu punya kepribadian yang sangat lembut, karena rumor yang beredar di kantor CEO Pedro itu sangat tidak ramah apa lagi bisa berlembut-lembut ria dengan orang lain, tapi nyatanya hari ini Bukan menemukan sisi lembut Pedro saat menghibur nya.

Mobil pun berjalan menembus angin di siang hari tersebut, menuju sebuah kantor di kota tersebut, sesampainya di kantor ketika keduanya ingin turun Bulan mengucapkan terimakasih kepada Pedro.

"Tuan Terima kasih karena anda sudah mau menghibur saya" ucap Bulan lembut.

"Ck jangan salah faham... aku membawa mu kesana bukan untuk menghibur mu tapi agar tidak ada gosip yang mengira kau menangis karena aku?! " Pedro sewot.

"Siapa yang buat mu menangis aku yang ketimpa batunya" gerutunya yang lalu melepaskan seat belt dan keluar dari dalam mobilnya.

"Oia katakan pada sekertaris nya si Alwi kalau atasannya tadi kecelakaan dan saat ini di rawat di rumah sakit, untuk sementara dia yang menghendle semua pekerjaan Alwi, kamu kalau bisa bantu dia bantu saja" ucap Pedro masih dengan nada ketus.

"Baik tuan... " Bulan mengangguk sopan pada Pedro dia tersenyum pada Pedro.

"Dasar gadis aneh jangan kegeeran ya karena hari ini aku bersikap seperti itu pada mu?! " Pedro masih ngomel.

"Iya tuan" jawab Bulan singkat.

Lagi pula siapa yang ke geeran sih, lagian mana mau anda dengan orang hina seperti saya tuan, orang tuanya Alwi saja jijik pada saya apa lagi orang tua anda.

Batinnya, tanpa Bulan sadari Pedro yang bisa membaca fikiran orang itu masih berada di depan nya.

Pedro yang sedang kesal dengan kejadian di restoran tadi akhirnya mengibaskan tangannya saat mendengar isi hati Bulan dia pun segera berjalan masuk ke dalam kantor nya dan meninggalkan Bulan sendirian di depan pintu kantor.

Bersambung.

1
Tiwik
semangat berkarya
Tri Ulidar
lucu, keingat waktu smu thor
Nur hani Ifa
menarik 🥰
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
semangat selalu bulan💞
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
mampir kka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!