Bertemu kembali dengan mantan suaminya setelah dua tahun berpisah, itu adalah sebuah petaka bagi Ishara Guestone!
Seseorang yang berusaha ia hindari setelah menandatangi surat perceraian itu, kini mencoba untuk kembali menerobos masuk ke dalam kehidupan nya.
Lalu bagaimana kah kehidupan wanita berparas cantik seperti Ishara setelah kembali di pertemukan dengan mantan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab26-Situasi Apa Ini?-
“Dan kamu..”
Tawa kecil Ishara langsung hilang digantikan dengan ekspresi tegang saat Nicely dengan tatapan sulit diartikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lantas tatapan Agaskara dan Zoilus pun langsung tertuju bergantian kepada dua wanita itu. Lain hal nya dengan Ishara yang menunggu apa yang akan dikatakan oleh Nyonya Besar Vincente.
Namun di detik selanjutnya gerakan Nicely membuat Ishara tercengang.
“Kamu yang saat itu pernah bantu Mama di Bazar ‘kan?” Tanya Nicely seraya memegang kedua pipi Ishara sehingga bibir wanita itu mengecurut.
“Maaf Nyonya.?.” Jawab ragu Ishara.
Ingatan Ishara samar tentang kejadian saat itu, bisa dibilang setiap kali wanita itu pergi ke Bazar pasti ada kejadian dan Ishara pasti membantunya.
Namun di saat bersamaan Agaskara pun melepaskan pelukan nya dan membaringkan tubuhnya sendiri seraya menatap kedua wanita tersebut dengan senyum tipis.
“Sepertinya akan semakin mudah membuat Ara kembali padaku tanpa paksaan” Batin Agaskara
“Astaga ini benar kamu! Mama selalu berharap bertemu kamu lagi setiap pergi ke Bazar” Seru semangat Nicely seraya memeluk Ishara.
Sedangkan yang dipeluk saat ini menatap segan Zoilus serta menatap Agaskara meminta pertolongan.
Agaskara yang mengerti akan tatapan Isharapun lantas berdehem. “Betul Ma, Ara orangnya dan dia juga wanita yang ingin Agas kenalkan” Celetuk Agaskara.
Mendengar perkataan tersebut pelukan Nicely terlepas dan Ishara semakin dibuat terdiam bingung atas apa yang sedang terjadi saat ini.
Sedangkan Zoilus berjalan ke arah sofa kamar dan duduk memperhatikan ketiga orang tersebut dengan ekspresi tenang yang tidak terbaca.
“Maaf, tunggu” Ishara sedikit menjauh dari Nicely dan menatap Agaskara dengan tatapan tajam nya
Sedangkan yang ditatap hanya memberikan senyuman tipisnya, sebelum pada akhirnya Ishara menatap ragu Nicely dan Zoilus secara bergantian.
“Maaf sebelumnya Tuan, Nyonya. Saya Ishara Guestone bawahan dari Tuan Agaskara yang saat ini memimpin White Dross” Jelas Ishara Seraya membungkukkan setelah tubuhnya.
Sedngkan Nicely yang terlihat bingung pun menatap bergantian pada suami dan putranya yang terlihat tenang.
“Ralat, dia--”
Baru saja Agaskara akan kembali bersuara suara ketukan pintu yang dibuka itu membuat ucapan nya terhenti.
“Maaf Tuan, Nyonya mobil sudah siap” Lapor Zeo yang tiba-tiba merasakan merinding menatap ke arah kamar sang Tuan.
“Astaga benar! Ayo kita ke rumah sakit sekarang!” Nicely kembali bersuara penuh perintah seraya menatap Agaskara. “Cepat Zeo bantu Agas!” Perintahnya lagi
Dengan cepat Zeo pun bergerak mendekati Sang Tuan dan membantunya untuk bangun.
“Kamu, ikut” Perintah Agaskara seraya menatap Ishara.
“Tapi--” Baru akan menolak tetapi tangan Ishara sudah di gandeng oleh Nicely.
“Benar, kamu ikut karena anak ini bisa kabur jika kamu tidak ikut” Ajak Nicely yang sebenarnya seperti paksaan.
"Sudah ayo, kita pergi ke rumah sakit sekarang" Putus Zoilus yang saat ini ikut bangun dan berjalan mendekat. Membantu Zeo memapah Agaskara.
"Astaga aku tidak selemah itu, Pa" Seeu Agaskara masih dengan suara lemas nya.
Lantas Zoilus pun menatap Zeo, seakan mengerti secara bersamaan keduanya melepaskan tubuh Agaskara dan berhasil membuat pria itu langsung berpegang kepada sang Papa
"Pa!" Tegur kaget Nicely dengan mata melotot.
"Lemah tapi sok kuat" Celetuk pedas Zoilus dan kembali memapah Agaskara bersamaan Zeo.
Agaskara sendiri hanya mendengus kesal, dan kini akhirnya kelima orang itu berjalan keluar dari kamar Agaskara. Tentu dengan Ishara yang kini melangkah dengan berat dan berpikir akan nasibnya setelah ini.
"Tuhan, selamatkan aku.."
...****************...